Uncategorized

Love First Sight


love first sight

Author: Bae Rin Mi
Title: Love First Sight
Genre: School Life, Friendship, Romance maybe
Lenght: One Shoot
Rate: 15+
Main Cast:
Park Jiyeon/Jiyeon T-ARA
Kim Minseok/Xiumin EXO
Support Cast:
Bae Sujie/Suzi Miss A
Park Chanyeol/Chanyeol EXO
Xi Luhan/Luhan EXO
Wu Yifan/Kris EXO
Kim Jongdae/Chen EXO
Huang Zitao/Tao EXO
Yi Xing/Lay EXO

Hello admin balik nih dengan ff cast member EXO hahhah 😀 kayanya admin bakal buat masing2 satu2 ff jiyeon yang lawan mainnya member EXO. Nah sekarang admin buat dari member tertua dulu yah xiumin atau kim minseok ahahhah 😀 nah jadi ntar masih ada 11 member lain yang belum. Dari pada admin ngomong mulu, mending langsung baca aja yah. Jangan jadi silent riders plis  dari pada nanti ff2 admin yang lain admin protect.

-jiyeon pov-
Hello kenalkan namaku park jiyeon atau orang sering memanggilku jiyeon. oh ya hari ini hari pertama aku masuk SMA. Aku masuk SMA favorit di Seoul, yaitu Seoul High School. Aku bersekolah disini tanpa adanya seseorang yang aku kenal, aku berharap bisa satu sekolah lagi dengan kedua sahabatku jieun dan luna. Tapi mereka masuk kesekolah Kyunghee High School dan aku sendiri terpisah disini, menyebalkan. Tapi tidak apa2 kali saja aku mendapatkan teman yang lain disini.
-jiyeon pov end-

-author pov-
Kring…. (bunyi alarm)
“ah berisik sekali, masih pagi juga” jiyeon pun mendengus gaara2 suara alarm berbunyi, diapun melanjutkan tidurnya, tapi baru memejamkan mata beberapa detik terdengar suara namja berteriak memanggil nama yeoja yang sedang tertidur itu
“YAAAAA, PARK JIYEON!!!! PALLI IREONNA!! APA KAU MAU TELAT DI HARI PERTAMA MASUK SEKOLAH??” teriak namja tersebut tepat dikuping yeoja yang sedang tidur itu, ya naamja itu bernama park chanyeol oppanya yeoja tersebut
“YAAAA, PAGI DAARI MANA? INI SUDAH MAU JAM 7 DAN HARI INI HARI PERTAMAMU MASUK SMA, APA KAU MAU TERLAMBAT??” kata park chanyeol.
“MWOOO? JINJA? AHHH EOTOKHE AKU BISA TELAT” jiyeon pun langsung berlari ke arah kamar mandi dan chanyeol hanya mengeleng2kan kepalanya melihat adik kesayangannya tersebut. Chanyeol pun keluar dari kamar jiyeon menuju ruang makan.

-10 menit kemudian-
Seorang yeoja cantik turun dari tangga dengan pakaian SMA, ya dia adalah jiyeon. diapun langsung menuju meja makan, mengambil sepotong roti yang sudah dioleskan selai coklat kesukaannya dan meminum setengah gelas susu putih.
“eomma, appa aku berangkat dulu ne?” kata jiyeon sambil membawa roti dan tak lupa dia mencium kedua pipi appa dan eommanya tersebut.
“ya jiyi ah kau habiskan dulu makanannya baru pergi” kata eomma jiyeon kim tae hee
“anniyo eomma yang ada nanti aku telaat” kata jiyeon “oppa ayo antarkan aku, palli” teriak jiyeon kepada oppanya tersebut.
“ne, ne kau duluan saja kemobil, nanti oppa nyusul.” Kata chanyeol
“eomma, appa aku berangkat dulu” kata chanyeol sambil mencium keduaa pipi orang tuanya sama seperti jiyeon.
“ne, hati2 yeol” kata appa jiyeon, park jung soo
“siap appa”
Sesampainya di depan gerbang SMA Seoul High School, jiyeon pun turun dari mobil oppanya tersebut.
“oppa makasih sudah mengantarku sebelum bel berbunyi” kata jiyeon
“ne, yasudah sana masuk nanti bel keburu berbunyi” kata chanyeol menyuruh jiyeon buat masuk
“ya oppa, dadah nanti jangan lupa jemput yah” kata jiyeon sambil melambaikan tangan dan tersenyum. Chanyeol pun membalas senyuman adiknya tersebut.

-dikelas-
Jiyeon pun memasuki kelas barunya tersebut, ya dia memasuki kelas X-B kelas yang berada di lantai 2 didekat tangga. Dia melihat seisi kelas tersebut, wajah2 asing yang tidak pernah diaa lihat. Jiyeon pun menduduki bangku di urutan ke 3 dari papan tulis. “ini tempat yang strategis sepertinya” jiyeon bergumam. Setelah beberapa saat, tiba2 masuk seorang namja yang tampan serta imut memasuki kelas. Seisi kelas pun yang tadinya riuh berubah menjadi hening ketika namja tersebut masuk. Namja tersebut duduk tepat disamping sebelah kanan jiyeon. orang2 yang ada dikelas memperhatikan naamja tersebut sampai dia duduk di tempat duduk. Yeoja2 dikelas sibuk berbisik2 tentang namja tersebut dan kagum akan pesona namja tersebut. Ya namja itu bernama kim minseok atau lebih dikenal dengan nama xiumin. Jiyeon pun ikut memperhatikan namja tersebut ada rasa kagum dan penasaran terhadap namja tersebut. Tanpa sadar jiyeon bergumam “tampan” ketika melihat dengaan seksama namja yang tepat duduk di samping kanannya. Sampai2 ia tidak sadar dibangku sebelah kirinya telaat terisi seorang yeoja cantik.
“hello” kata yeoja cantik tersebut, dan sontak membuat jiyeon tersadar dari tatapan ke namja tersebut dan diaa menoleh kesebelah kiri, “oh hello” balas jiyeon sambil tersebyum kikuk
“namaku bae suji atau kamu bisa memanggilku suzy, kamu siapa?” kata yeoja cantik itu sambil mengulurkan tangannya.
“eo, park jiyeon. panggil saja jiyeon, bangapta” jawab jiyeon sambil menjabat taangan suzy.
“apa yang kau perhatikan sampaai2 kau tidak sadar aaku ada disampingmu”
“aniyooo, aku hanya memperhatikan sekeliling, hehhe” jawab jiyeon gugup sambil memaksalan tawa. Bukan suzy namanya kalau tidak mengetahui gerak gerik seseorang walau baru dia kenal.
“aku tau apa yang sedang kau perhatikan, namja itu kan?” tebak suzy, dan skak mat suzy pun tau apa yang jiyeon lihat dan namanya jiyeon ia tetap mengelak jawaban suzy
“aniyo” sanggah jiyeon
“sudah jujur saja, kan sekarang aku ini chingumu jadi tidak papalah jujur denganku” balas suzy
“oke, kau benar aku memperhatikannya, karna aku heran kenapa orang2 saat namja tersebut masuk semuanya pada melihat kearahnya, sampai2 ada yang terpesona” adu jiyeon
“kamu tidak kenal dia?” tanya suzy. Jiyeon pun hanya mengelengkan kepalanyaa tanda tidak tahu
“dia itu kim minseok anak dari pemilik yayasan sekolah ini” jelas suzy
“pantas saja orang2 memperhatikan kearahnya” kata jiyeon
“ya begitulah aku 2 tahun sekelas dengaan dia pas SMP, tapi dia orangnya tidak banyak bicara, bicara paling hanya seperlunya, tapi sebeneernyaa dia tidak seperti itu kalau sedang bersama teman2nya, teman2nya juga hanya sedikit. Tapi teman2 yang pasti yaitu chen, kris, luhan, tao dan lay. Dia berenam merupakan namja tertampan sejak SMP disekolah ini jadi tidak heran banyak yeoja yang jatuh hati kepaada 6 namja tersebut. Apalagi minseok atau yang dikenaal dengan nama xiumin. Tapi xiumin lebih diam dan tidak banyak bicara dari pada teman2nya” jelas suzy. Jiyeon pun hanya memangut2kan kepala tanda mengerti.

-skip belajar-
“jiy ayo kita kekantin, apa kau tidak lapar?”: tawar suzy, aaku pun hanya mengangukan kepala dan “kajja, perutku sudah berbunyi sejak tadi” ajak jiyeeon sambil mengaandeng tangan suzy.

-dikantin-
Jiyeon pun suzy pun mengambil makanan dan mereka berdua duduk dibangku dekat jendela yang menghadap lapangan basket. Jiyeon pun melihat ke arah lapangan tersebut tanpa sengaja ia melihat sosok xiumin tengah bermain basket bersama sekelompok namja2 yang tampan, ya jiyeon akui semua namja itu tampan. “jiy, makananmu sudah mau dingin, lebih baik makan dulu jangan memperhatikan xiumin terus. Apa jangan2 kau menyukainya?” tebak suzy “ani, aku hanya melihat mereka bermain saja” sangah jiyeon. jiyeon pun memakan makanannya dengan terburu2 “ya pelan2” makanannya jangan salting seperti itu” kata suzy sambil sedikit tertawa melihat tingkah chingu barunya itu.
“aku beri tahu yah, itu semua yang sedang bersama xiumin teman2nya yang aku sebutkan tadi. Setiap istirahat mereka selalu bermain basket di lapangan dan yeoja2 banyak yang berkumpul untuk sekedar melihat mereka bermain. Nah aku beritahu, yang paling tinggi itu bernama kris, dia namja yang dingin kalau sama orang yang belum kenal tapi sebenarnya dia baik dan perhatian, nah yang sebelah kiri sedang mendribble bola namanya lay namja pelupa tapi sangat pekerja keras, baik dan lucu. Terus yang wajahnya cantik melebihi aku-_- namanya luhan ia merupakan oppaku hahahha. Terus yang kulitnya agak gelap itu namanya tao dia jago wushu, nah dan yang terakhir namanya chen dia namja paling pintar dari mereka semua, tapi mereka semua pintar hanya chen selalu peringkat pertama dikelasnya” jelas suzy panjang lebar.
“jadi luhan itu oppamu?” tanya jiyeon kaget. “ya dia oppaku”, “pantas saja kau mengenal mereka semua secara detail” kata jiyeon. “hehe” suzy pun hanya tertawa.

-3 minggu saat pulang sekolah-
“jiy, kaja kita pulang” ajak suzy. Jiyeonpun mengikuti suji tanpa sengaja jiyeon melihat xiumin didekat tangga, mata jiyeon dan xiumin bertemu “deg” jiyeon pun memegang dadanya “ada apa denganku saat melihat xiumin dadaku seperti ini” kata jiyeon dalam hati. “baru juga beberapa minggu aku mengenalnya masa aku seperti ini” gumamku. “jiy, ayo jalan kenapa berhenti” kata suzy sambil menarik tangan jiyeon. jiyeon pun tersadar dari tatapan matanya ke xiumin. “n..neee suzy, kaja” kata jiyeon.
-author pov end-

-jiyeon pov-
-sesampainya dirumah-
“aku pulang, eomma, appa, oppa” kataku sambil naik ke tangga menuju kamarku. Aku pun memasuki kamarku, aku pun merebahkan badanku ke atas tempat tidur “nyaman” kataku,”kruuuk” bunyi perutku, sepertinya aku harus ke dapur. Aku pun bangkit dari tempat tidurku ke arah kamar mandi. Akupun menganti baju lalu bergegas ke lantai bawah mencari eomma. Sesampainya di bawah aku berteriak memanggil eomma. “eomma eodiga, aku lapar” kataku. “berisik, eomma dan appa tidak ada, kalau mau makan masak saja sendiri” kata oppaku berteriak dari arah ruang tv. Aku pun berlari ke arah oppaku park chanyeol. Aku pun bertanya “oppa, eomma oppa pergi kemana?” kataku.
“eomma sama appa pergi kerumah halmoni” kata oppa sambil terus menatap tv didepannya.
“mwoo kerumah halmoni? Kenapa tidak mengajakku” kataku kesal ke arah oppa. “ya kenapa eomma dan apa tidak mengajakku?” gumamku sambil duduk di sofa disamping oppaku. “oppa aku mau bertanya serius tapi” kataku kepada oppa.
“mau bertanya apa chagi?” kata oppa. “hmmm gini oppa…. kalau misalnya dada kita deg2an terus deg2annya itu pas kita lagi liat seorang namja. Kenapa itu oppa?” kataku bertanya. “hahhahha” chanyeol oppa hanya tertawa “ya oppa aku bertanya serius” kataku kesal sambil merebut makanan yang ada di tangan oppa. “ya jangan mengambil makananku” kata oppa kesal. Siapa suruh dia menertawakanku.
“ne ne, tandanya kamu menyukai orang itu. Siapa orang yang kamu suka itu jiy? Hahhahah” kata oppaku sambil tertawa. “mwoooo? Suka dengannya? Andwae itu tidak mungkin.” Kataku sambil menggelengkan kepala tanda tidak percaya. “memangnya siapa orang itu jiy?” tanya oppa, apa aku harus meberi tahunya? “diaa……. teman sekelasku oppa. Dia namnya kim minseok atau sering dipanggil xiumin” kataku akhirnya. “mwo xiumin?” kata oppa kaget “waee oppa? Oppa kenal dia?” kataku bertanya “ne oppa kenal, dia temannya teman oppa, kami sering bermain basket bersama” kata oppa “temannya teman oppa? Siapa?” aku meminta penjelasan kepada oppa. “teman oppa namanya kris, apa kau kenal?” kata chanyeol oppa kepadaku.
“ah kris, ne aku kenal dia, dia teman oppa?” kataku menyakinkan. “ya dia teman oppa. Oh ya sudah lama aku dan dia tidak bermain basket bersama” kata oppa. Tiba2 hp chanyeol oppa berbunyi “yeobseo, oh ya kris ah ada apa? Oh ne aku kesana” chanyeol oppa mematikan telponnya. Aku sempat mendengar oppa menyebutkan nama kris aku pun penasaran akhirnya bertanya ke chanyeol oppa sebelum masuk kedalam kamarnya.
“oppa apa tadi kris yang telpon? Ada apa? Kenapa terburu2?” kataku akhirnya. Chanyeol oppa pun berhenti. “ne tadia kris dia kekurangan pemain untuk bermain basket jadi oppa disuruh ikut bermain heheh” kata oppa sebelum menghilang masuk kedalam kamarnya.

-beberapa bulan kemudian-
Perasaanku kepada xiumin makin menjadi2, aku masih tidak percaya bahwa aku benar2 menyukainya. Aku sama xiumin tidak pernah mengobrol selama aku bersekolah disini, aku hanya menatap dia diam2 tanpa seorangpun yang tahu. Walau begitu aku juga dekat dengan teman2nya terutama kris oppa dan luhan oppa, tapi tetap sajja aku tidak pernah dekat dengan xiumin.
“jiy, besok datang yah ke ulang tahun luhan oppa” kata suzy yang langsung mebuyarkan lamunanku. “ne aku datang kok ke ulang tahun luhan oppa” jawabku sambil tersenyum. “asik jangan lupa chanyeol oppa juga di ajak hehheh” kata suzy sambil malu2 menyebutkan nama chanyeol oppa. Ya suzy ini menyukai oppaku chanyeol, dan yang aku tahu chanyeol oppa juga menyukai suzy, yah Cuma mereka berdua sama2 malu saja untuk jujur tentang perasaan masing2.
-jiyeon pov end-

-xiumin pov-
Beberapa bulan aku mengenalnya, aku tersadar aku menyukainya, menyukai wajah cantiknya, menyukai senyuman manisnya, menyukai semua yang ada di didirnya, ya itu yeoja yang mampu membuatku memikirkannya siang malam siapa lagi kalau bukan park jiyeon. dia merupakan yeoja pertama yang tidak heboh ketika melihatku pertama kali pas masuk kekelas. Aku menyukainya sejak tanpa sengaja aku menatap matanya saat dikelas 2 minggu saat masuk sekolah, sejak saat itu aku mulai melihat kearahnya secara diam2.
Ketika aku dan bersama temaan2 ku bermain basket aku tidak sengaja melihat dia, dia bersama suzy tengah bersenda gurau. Aku pun terus memperhatikannya sampai dia menghilang dibelokan lorong gedung 2. “ya xiumin hyung, apa mkau akan terus melihat dia dari jauh?” kata tao, aku pun berfikir sejenak apa ya aku akan terus memperhatikan dia dan tidak berani menyatakan perasaanku kepadanya.
“ya hyung kau harus berani menyatakan cinta kepadanya, sebelum dia diambil orang lain” jelas lay, ada benarnya juga lay. Tapi aku tidak berani. Tidak semudah itu menyatakan cinta ke jiyeon lagi pula ngobrol satu atau dua kata pun tidak pernah gimana tiba2 langsung menyatakan cinta, gumamku.
“besok jangan lupa datang ke ulang tahunku, aku tidak mau salah satu dari kalian tidak ada yang datang, arraso” kata luhan tegas “neee” jawab kami serempak “apa jiyeon diundang?” tanyaku kepada luhan, luhan pun tersenyum “ya pasti dia datang, mana mungkin dia tidak datang kalau suzy yang mengajak hahha” jawab luhan sambil tertawa. Aku hanya menganguk2 paham.

-keesokannya-
Aku pun bersiap pergi kerumah luhan bersama chen, yah chen merupakan sepupuku, chen dan aku tinggal dalam 1 rumah. Karna orang tua chen tinggal di jepang jadia dia dititipkan dirumahku. “hyung palli, nanti kita telat acaranya” kata cchen sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Aku pun bergegas pergi ke mobil.

-dirumah luhan-
Aku pun mencari kekanan dan kekiri, mencari sosok yeoja yang membuat hatiku tidak karuan. Tapi yeoja tersebut belum kelihatan batang hidungnya “kemana dia” pikirku. Aku pun menghampiri teman2ku dan beberapa menit kemudian tiba2 aku melihat yeoja yang aku tunggu tengah berjalan ke arah kami bersama chanyeol. “hoi, what’s up bro!!” sapa chanyeol kepada kami. Aku pun diam membeku memperhatikan yeoja didepanku tanpa berkedip. “yeoppuda” kataku dalam hati.
Tiba2 kris menyikutku dan membuatku tersadar lalu aku berdehem “hemm aku haus apa kalian mau minum?” kataku menawarkan “ani, nanti saja” kata mereka serempak, aku pun pergi ke tempat minuman, aku mengambil minum tanpa sengaja ada juga yang ini mengambil gelas yang aku inginkan aku pun menoleh kesebelah kiri, ternyata jiyeon. ommo aku pun melepaskan tanganku dari gelas tersebut.
“ambil saja jika kau ingin” kataku akhirnya “ani, oppa saja aku ambil rasa yang lain” kata jiyeon tersenyum. Apa aku tidak salah dengar, dia memanggilku oppa? Kataku menyakinkan. Aku pun berfikir, apa aku harus mengatakannya sekarang? Kataku sambil menatap yeoja didepanku “wae oppa? Kenapa menatapku seperti itu?” tanya jiyeon. “ani jiy, ada yang ingin aku bicarakan ikut aku sebentar” kataku akhirnya sambil emnarik lembut tangan jiyeon.
Baru pertama kalinya aku memegang tangannya. Lembut. Aku pun membawa ke halaman samping rumah luhan, aku pun duduk di bangku yang menghadap kolam ikan, atau grogi tapi aku tidak bisa terus2an memendam perasaan ini “jiy, saranghaeyo” aku pun mengatakannya aku tidak mau bertele2 jadi akhirnya aku mengatakannya “mwoo? Oppa sedang bercanda yah?” kata jiyeon tidak percaya “ani, oppa serius apa kamu mau menjadi yeoja chinguku?” kataku melanjutkan, aku melihat dia sedang berfikir sejenak tapi beberapa saat kemudian dia tersenyum dan menjawab “ne aku mau nado saranghae oppa” jawabnya lagi aku pun tidak percaya ternyata jiyeon juga menyukaiku. Karna terlalu senang akupun memeluk jiyeon, jiyeon pun kaget tapi akhirnya dia membalas pelukanku “saranghae jiyeonna, neomu2 johae” kataku “nado oppa” jawab jiyeon aku pun mendekatkan bibirku ke bibirnya dan “chu”.
-end-

8 tanggapan untuk “Love First Sight

  1. Annyeong!

    ff nya keren thour. tp sayang alurnya kecepetan & banyak kata berulang-ulang, sprti kata aku & pun. tp gpp kok. aku suka2 aja abisnya cast utamanya Xiumin sih. hehehe;-)

  2. Jd dua2x sama2 suka tp masii main petak umpet ama malu2 kucing.hoioho tp xiumin skali ngmong am jiyi lgsg membak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s