Adults · chapter · Couple · Drama · family · fanfiction · frienship · humor · Hurt · Life · Love · musik klasik · romance · sad · Teen Fiction

The Curse Of Alodia Chapter 1


Untitled-2

Note : Berhubung karena lapak ini sepi maka FF ini bakal aku protect di bab dua nanti. Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa main castnya bukan Jiyeon. Sebenarnya aku membuat cerita ini masih memikirkan Jiyeon dan kenapa dalam cerita ini diubah? Karena FF ini aku persembahkan untuk sahabat aku yang sedang berulang tahun. Jadi maklumi saja dan kalian boleh bebas membayangkannya mau itu jiyeon atau bukan aku mau semua orang menikmati tulisanku. Tapi kalau nanti ada yang minta untuk mengubah nama akan aku ubah nanti tergantung kalian. Mohon maaf untuk cover aku harus pairingin Jiyeon sama Park Hae jin karena aku kesulitan mencari pemeran tokoh prianya. Hehe. Lanjutkan membaca “The Curse Of Alodia Chapter 1”

fanfiction · ONESHOT · romance · sad

Another Winter for Us


anotherhuikmk
Title : Another winter for us
Author : Han Rae In
Genre : Romance, sad, family
Length : Oneshoot
Rating : PG-15
Cast : -Lee Chunji
-Park Jiyeon
Ji Suk Jin (as jiyeon’s uncle) | Lee Donghae | Yuko Oshima
Note : Happy new year guys!! Maap telat banget ngucapinnya…maap juga udah bikin blog ini tak terurus dikarenakan kesibukan yang yah tau sendirilah. Oh iya ff ini sebenernya mau dipublish pas malem tahun baru, tapi gimana ya?? Yah lagi-lagi anda sekalian juga tau sendirilah apa alesannya hehe.. maaf yang sebesar-besarnya dan terima kasih sebanyak-banyaknya buat yang masih mantengin ini blog sebagai destinasi tiap kali online…gomawo 
Lanjutkan membaca “Another Winter for Us”

fanfiction · Ficlet · frienship · humor · romance

[Ficlet] Beautiful Day| Sequel of Beautiful Target


beautiful day ficlet

Title     :           Beautiful day (sequel of beautiful target)

Author :           Kim Il Sung

Genre  :           Romance, friendship,humor

Length :           Ficlet

Rating :           PG-21 (karena ff ini merusak otak, jiwa, dan raga anak)

Cast     :           -Cho Kyuhyun

-Park Jiyeon

-Member of SUPER JUNIOR, TVXQ,and SHINee

Note    :           HAI GUYSS, INI HALANGAN SAYA INI HALANGAN SAYA????? Tanda              tanya saya bingung mau ngomong apa jadi intinya saya mau ngomong WE ARE BACKtanda seru.

*keep reading*

Lanjutkan membaca “[Ficlet] Beautiful Day| Sequel of Beautiful Target”

fanfiction · Ficlet · frienship · humor · romance

| FICLET| Beautiful Target


Title: FICLET | Beautiful Target

Genre: gak jelas (?)

Author: Kim Il Sung aka Linda

Rate: All Age

Lenght: FICLET

Cast: Park Jiyeon

Cho Kyuhyun

kyu pov

cafe strawberry merupakan cafe yg terkenal di korea, selain menarik pengunjung dari pelayananya,

cafe ini memiliki desain interior yg cukup unik dimata setiap orang yg masuk.

Disinilah aku bersama dgn hyungku.

aku masih menutup mata memikirkan apa yg harus kulakukan nanti.

“pallie, tidak usah berpikir lg” ujar hyuk jae

“sebentar aku sedang berusaha untuk semua ini” jelasku. Aku hanya bisa merenung seperti orang galau.

“ayolah kawan kau ini keren dan tampan” ujar donghae diikuti anggukan siwon.

Huh seenaknya saja mereka berbicara.

aku tahu kalian berdua itu perfecsionis tp setidaknya pikirkan dongsaengmu yg masih di bwah rata rata ketampanan kalian.

“cepat tembak dia”kata siwon seraya mengedipkan sebelah matanya ke arah gadis yg duduk di dekat jendela besar cafe ini, membuatku iri saja kpd matanya yg semakin menambah pesonanya.

“iya cepat kau pasti bisa” ucap donghae dgn enteng.

huh aku tau kau org yg romantis tp pikirkan nasibku nanti bila aku di tolak olehnya.

Hatiku tak sanggup menerima konsekuensinya.

“ayo cepatlah” ujar mereka. Dasar bawel terserah aku dong mau bergerak kapan. Hidup hidupku ini.

“jangan terlalu bnyk berpikir nanti dia keburu di rebut orang lho” kata siwon sekali lagi dgn gayanya ia kembali mengedipkan sebelah matanya.

Memberi isyarat ke arah gadis itu.

aku kembali berpikir sampai seorang pelayan cafe berhenti tepat disampingku dan memberiku sebuah amplop kecil berwarna biru.

“apa ini?” tanyaku tak mengerti pelayan itu hanya tersenyum sambil sesekali melihat kearah gadis yg sedari tadi kami bicarakan.

“ia bilang ini untukmu” kata pelayan itu sembari meninggalkan aku sendiri dgn amplop kecil tadi okay anggap ke 3 hyungku ini tidak ada.

aku melihat semburat wajah malu dari gadis yg aku sudah incar incar sejak dulu. benarkah ini darinya? Apa ini surat cinta?

“wow man ini mengejutkan cepat baca dan beri tahu apa isinya?” ujar hyuk jae tak percaya sma seperti aku.

“iya cepat buka dan bacalah”

Aku pun terpengaruh dan membukanya untuk kubaca. Aku nyaris tak menduga dgn isinya. Aku pun melihat ke arah gadis itu. Ia tersenyum lalu melambaikan tangannya untuk berpamitan padaku.
Ini bukan mimpi.

“hyaa apa isinya” pekik donghae sembari mencoba merebut amplop itu.

“heemmmm mau tau saja urusan orang”

“hyaa dasar kurang ajar” teriaknya. Hehe biarkan saja.

***
to: kyuhyun

annyeong nan jiyeon imnida. Salam kenal oppa.

Oppa aku menyukaimu sejak aku melihatmu di kampus waktu itu.

Oh iya oppa bisakah kita besok bertemu lg di sini jam 10 pagi.

Tolong Rahasiakan dari teman temanmu ya oppa annyeong sampai berjumpa besok.Park ji yeon

END

fanfiction

Mystery Part 7


Title: Mystery (part 7)

Genre: Romance, Funny, Sad, Angts

Rate: All Age

Lenght: Series

Cast:  Park Jung Soo a.k.a Leeteuk

Lee Jae Min a.k.a Jae Min

Lee Donghae a.k.a Donghae

Park Hae Soo a.k.a Hae Soo

Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun

Bae Rin Mi a.k.a Rin Mi

Supporting Cast: tebak aja yah ada siapa 😀 wkkw

“Haiish!! Ada apa sebenarnya dengan anak itu?” tanyaku bingung

“Mungkin dia itu sedang kesal” sambung Donghae yang dari tadi tengah sibuk dengan handphonenya

“HYAA!! Donghae kau ini sedang apa sih dari kemarin kau tidak pernah melepas benda yang bernama handphone itu?” tanya Sungmin teman satu memberku

“Iya, sejak kapan kau menyimpan kebiasaan seperti ini?” tanyaku kembali, aku pun langsung menghampiri Donghae dan mencoba merebut Hpnya

“Hya hyung apa yang kau lakukan? Cepat kembalikan HP ku?” pinta Donghae kepadaku

“Ayolah Donghae aku ingin melihat sebentar” aku pun terus berusaha mengerahkan tenaga merebut Hpnya

“Andwae hyung!!” bantahnya namun aku tetap bersikeras karena penasaran

“Jangan begitu!! Cepat berikan Hpmu padaku” bujukku agar aku segera dapat Hpnya

“Enak saja ini Hpku!”

“Hyaa!! Apa apaan sih kalian ini seperti anak kecil saja” pekik Siwon yang tengah berdiri disana

“Hya Siwon sebaiknya kau bantu aku merebut HP Donghae?” pintaku kepada Siwon

“Hyung curang!! Cepat kembalikan Hpku hyung nanti bisa jatuh”

“Sirooh”

“Jebal hyung”

“Aniya” aku pun terus merebut HP Donghae namun ternyata HP Donghae pun terjatuh tiba-tiba

“Pletak” semua orang pun menjadi diam, aku melihat semua orang yang terlihat juga mengincar HP Donghae, aku harus mendapatkan HP itu dan berusaha membaca semua smsnya tapi semua ini tidak mudah dengan keadaan Siwon didepan kami, Sungmin disamping Siwon dan aku serta Donghae yang berada didepan mereka

“Hana” kataku dalam hati

“Dul” lanjutku menghitung dan pada hitungan ketiga semua serentak berteriak

“SET” semuanya pun mengambil HP itu dan saling berebut satu sama lain

“Berikan kepadaku” teriak Sungmin yang sedang duduk dikursi rodanya

“Itu milikku tahu” pekik Donghae yang sedang tertindih oleh tubuhku

“Makannya beri tahu” perintah Siwon yang juga sedang menindih tubuh kami

“Memangnya dihapeku ada apa?”

“Hya, Donghae kau menyembunyikan sesuatu kan?”

“Jangan bercanda Siwon!! Cepat lepaskan Hpku”

“Iya, Donghae benar! Lepaskan dan berikan kepadaku”

“Hyung jahat!! Cepat berikan kepadaku Leeteuk hyung”

“Aku berusaha merebutnya dari tadi”

“HYA!!!! HENTIKAN!!!” teriak sebuah suara yang amat keras sehingga mampu meruntuhkan bangunan yang kami bentuk untuk merebut HP Donghae

“Hyung, aku menjadi merinding” kata Siwon

“Jangan berkata begitu, nanti kau bisa dibunuh Yesung hyung” sambung Donghae

“Hya!! Donghae cepat kau bangun aku sakit nih” kataku

“Apa-apaan kalian semua! Kenapa saling tindih menindih tubuh kalian” tanya Yesung kemudian

“Tidak ada!!” jawab kami serentak

“Donghae ini Hpmu!! Lain kali jaga dengan baik-baik” kata Yesung sambil memberikan HP itu pada Donghae

“Gomawo hyung!”

“Hya Yesung kenapa kau memberikan HP Donghae kepadanya?” tanyaku kepada Yesung

“Jangan kekanak-kanakan begitu” balas Yesung

“Sudahlah Yesung hyung itu benar! Lebih baik aku pergi dulu yah” sambung Donghae

“Hyaa, Donghae aku ikut” kataku sambil menyusul Donghae yang pergi menuju pintu kwluar”

Leeteuk POV end

Author POV

“BWA…HAHAHHAH” evil laugh Kyuhyun pun terlepas

“HUAHAHHAHAHHA”

“Apa-apaan dia itu? Semakin membuatku jengkel saja” runtuk Rin Mi dalam hati

“HAHHAHAHA”

“Dengar yah namja aneh! Bisa-bisanya disaat seperti ini dia tertawa” gerutu Rin Mi sementara Kyuhyun terus tertawa dan Rin Mi hanya bisa menatapnya sebal

“HUAHAHHAHAAHAH” begitulah bunyi evil laughnya yang aneh “Huft” Kyuhyun pun berhenti tertawa dan menghembuskan nafasnya, beberapa detik setelah ia tertawa ia pun kembali merenung diam dan suasana pun menjadi hening hingga hanya terdengar suara jangkrik

“Krik krik krik”

“Sudah puas tertawanya?” tanya Rin Mi kepada Kyuhyun, dan Kyuhyun pun hanya bisa mengangguk-angguk dengan wajah yang terlihat sedih

“Seebenarnya kau ini siapa sih?” tanya Rin Mi lagi

“Kau tidak mengenaliku?” tanya Kyuhyun balik

“Aduh gimana sih! Kalau saya bertanya jelas-jelas saya tidak tahu!”

“Sungguh tidak tahu atau pura-pura tidak tahu”

“Sepertinya dari 3 kemungkinan kelainan yang kau derita yang paling menonjol itu” baru saja ketika Ein Mi ingin berbicara Kyuhyun pun memotong kata-kata Rin Mi

“STOP!! Semua yang kau katakan itu tidak ada yang benar”

“Lalu? Buktinya saja kau tidak mendengar kata-kataku”

“Tidak bisakah kau menilai orang lain tidak dari gerak geriknya?”

“Tidak juga”

“Dulu waktu pertama kali bertemu denganmu, kau membuatku layaknya orang jahat”

“Masa?”

“Kemudian kau menjadikanku sebagai seorang sopir yang bisa kau suruh-suruh seenaknya”

“Ahhh boong ah”

“Lalu kau menjadikanku pelampiasan karena tidak bisa menonton konser BEAST”

“Maldo andwa”

“TERUS kau membuatku mendengarkan curhatamu yang isinya mengolok olok tentang hal yang membuatku kesal”

“Jangan-jangan kau laki-laki gay itu yah?”

“HYA!!!” bentak Kyuhyun denngan kerasnya sehingga membuat Rin Mi terkejut dengan refleks memgang jantungnya

“Haissh!! Jantungku rasanya mau terbang keluar dari tempatnya”

“Memangnya enak! Dengar yah tidak bisakah kau sekali saja tidak membuatku kesal hari ini aku sudah kesal dengan gosip-gosip itu”

“Iya iya mianhae”

“Aku saja hampir tidak punya tenaga karena hal itu”

“Dan aku juga tidak punya tenaga untuk dapat berjalan normal” kata Rin Mi sambil menatap sinis Kyuhyun

“Siapa suruh kau tidak melihat jalan”

“Yang berlari dengan menabrakku siapa?”

“Harusnya kau tidak menghalangi jalanku”

“Lalu berlari sambil melihat kebelakang masih tidak membuktikan kau salah?”

“Baik-baik aku salah aku yang sudah salah apa itu sudah meyakinkanmu kalau aku menyesal”

“Belum!!”

“Kurangnya apa sih?”

“Tulusnya mana?”

“HYAA!!! Apa kau tahu tempat ini tidak cukup untuk berdebat”

“Kalau begitu cari tempat lain saja untuk berdebat”

“Yasudah aku setuju”

Author POV end

Lee Jae Min POV

“Dimana dia sih” tanyaku bingung, aku terus melihat kekanan dan kekiri untuk mencarinya

“Jangan-jangan dia lupa lagi!” pikirku kemudian

“HYAAA!! Aggashi” teriak sebuah suara dari kejauhan

“Disini aku disini” teriaknya sambilo melambaikan tangannya, ia pun kemudian berlari menghampiri ku kemari

“Sudah menunggu lama?”

“Aniyo” sebenarnya aku sudah menunggu lebih dari setengah jam

“Bagaimana kalau kita mkesuatu tempat” ajaknya kepadaku dengan tatapan berseri-seri

“Memangnya kenapa dengan tempat ini” tanyakku binggung

“Tidak kenapa-napa kok”

“Terus kenapa ke tempat lain”

“Tempat ini suasananya tidak baik, jadi kita pindah saja ya?” jelasnya membuatu paham

“Ya sudah”

“Apa kau sudah makan siang?”

“Belum”

“Bagus!!”

“Bagus dari mana? Aku belum makan kok dibilang bagus”

“Bukan itu!! Kebetulan aku juga belum makan siang”

“Lalu apanya yang kebetulan deh?”

“Aduh kenapa kepalaku jadi cenat cenut”

“Kenapa”

“Lebih baik kita cepat pergi yuk”

“Kemana?”

“Sudahlah lebih baik kau ikut saja” katanya, ia pun menarik tanganku dan memasukkanku ke dalam mobilnya

“Sebagai permintaan maaf aku ingin mengajak kamu makan siang sekaligus”

“Lalu kameraku?”

“Itu nanti, sekarang kau nikmati saja perjalanan istemewa dariku yah!”

“Ok!! Terserah kau sajalah”

Lee Jae Min POV end

Lee Donghae POV

“Hai nona? Apa kabarmu?” tanyaku pada yeoja dihadapanku

“Baik oppa!!”

“Wah!! Kau cantik sekali” pujiku kepadanya

“Andwae oppa!!” katanya sambil membentuk tanda silang dengan kedua tangannya

“Waeyo?”

“Kalau kau memujiku annti aku bisa terbang keatas” jelasnya dengan telunjuk mengarah ke atas

“Lalu apa masalahnya?” tanyaku bingung

“Aku kan tidak punya sayap untuk terbang” katanya dengan senyuman mengembang

“HAHAH kau ini lucu sekali”

“Aku tidak bercanda”

“Sudahlah lebih baik kita pesan makanan dulu yah”

“Baiklah”

“Nona, aku pesan steak saja, kau mau apa Park Hae Soo?” tanyaku pada Hae Soo

“Aku bingung nih?”

“Bagaimana kalau steak juga?”

“Baiklah tidak masalah, aku pesan steak dan jus strawberry yah?”

“Steaknya 2 dan jus strawberrynya 2 juga nona” pintaku pada nona si pelayan

“Aku mau bertanya kepadamu Donghae oppa?” tanya Hae Soo tiba-tiba

“Wae? Tanya apa?”

“Kenapa kau waktu itu memberikan nomormu kepadaku? Memangnya oppa tidak takut aku menyebar kan nomor pada temanku?” tanyanya dengan wajah bingung

“Kenapa yah?” tanyaku kembali sebab aku juga bingung ingin menjawab apa, aku juga heran kenapa aku bisa tanpa ragu-ragu memberikan nomorku padanya

“Mungkin karena kau sedikit berbeda dari semua ELF yang ku tahu” jawabku asal

“Berbeda apanya? Aku waktu melihatmu saja hampir tidak mengenalimu dan ketika aku baru sadar akan dirimu aku hanya bisa menatap tidak percaya bahkan sampai menyuruhmu membuka topeng karena saking tidak percayanya” jelasnya panjang lebar

“Anggap saja semua itu adalah keajaiban”

“Iya!! Miracle”

“Ahahha oppa bisa saja”

“Kenapa memangnya?”

“Itu judul lagu Super Junior”

“Hhahah kau maish ingat”

“Tentunya”

“Nah, nona ini adalah kado specialku silahkan duduk disini nona Lee Jae Min” teriak sebuah suara yang amat keras hingga membuatku mendengarnya dan mampu membuatku menoleh ke arah suara tersebut

“Bukannya itu Leeteuk Super Junior” kata seluruh isi ruangan

“Iya benar bukankah itu leader Super Junior”

“Iya-iya”

“OPPA” panggil Hae Soo

“Ada apa?”

“Itu bukannya hyungmu?” tanyanya

“Iya benar!!”

“Lalu kenapa kau tidak menghampirinya?”

“Bukan waktu yang tepat”

“Ngomong-ngomong siapa wanita yang ada didepannya itu?”

“Aku tidak tahu!! Ia duduk membelakangi kita”

“Sepertinya aku kenal dengannya”

“Lebih baik kita cepat menghabiskan makan siangnya yah” perintahku kepada Hae Soo

“Hyung kau tertangkap basah ahha”

Lee Donghae POV end

***

Cho Kyuhyun POV

“Nah ini baru tempat yang tepat” katanya

“Hyaa!! Kau bilang berdebat didepan kamar jenazah itu yang dibilang tepay” pekiku kepada yeoja yang dipenuhi akal gila

“Memangnya kenapa? Menurutku kau ini memiuliki jiwa iblis yah seperti mayat-mayat didalam”

“Tutup mulutmu itu!! Kalau aku rekam kata-katamu tadi dan mempublikasikannya ke infotainment aku jamin sebentar lagi kau akan tertidur disamping mayat-mayat itu”

“Tuhkan aku bilang juga apa! Jiwamu itu sudah amat tercemar”

“Jangan membuatku naik darah lagi!! Sekarang aku akan membawamu ketaman saja” kataku sambil mendorong kursi roda yeoja itu dengan cepat menuju taman rumah sakit

“Hei hei, aku kan bilang kalau tempat tadi yang paling tepat”

“Diam dan menurutlah”

“Sirooh” teriaknya dengan keras membuatku ingin melakban mulut yeoja ini

“Berisik dan tidak bisakah kau diam, mulutmu itu bisa membangunkan mayat-mayat itu” kataku ketus sambil mendorong kursi rodanya

“Itu berarti aku ini pembawa keajaiban”

“Kau ini bukan pembawa keajaiban, tapi pembawa bencana” jelasku padanya dengan nada seketus mungkin

“Jahatnya, harusnya sebagai seorang laki-laki kau bersikap lembut pada seorang perempuan yang baik hati seperti malaikat” jelasnya dengan tampang yang dibuat-buat imut sehingga aku ingin muntah melihatnya

“Maksudmu kau ini malaikat pemabawa bencana yang sudah membuatku merasakan sakitnay bencana terdalam yang telah menancap hingga relung hatiku begitukan?” bentakku kali ini sehingga emmbuatnya terdiam karenaku dan aku senang saja sebab selagi aku masih bersamanya akupun bisa membalaskan sakitnya hatiku karea=nanya, BUAHHAHHAHAHHA

“Perasaanku tiba-tiba kenapa jadi tidak enak begini yah?”

Cho Kyuhyun POV end

Author POV

“Jadi aku dibawa ketaman hanya untuk melihatmu cemberut?” tanya Rin MI kepada Kyuhyun yang kini tengah terduduk dengan wajah ditekuk

“Sebenarnya masalah apa sih yang bisa membuatmu seperti ini?” tanya Rin MI kembali namun namja didepannya tetap diam dan masih menekuk wajahnya

“Jawablah agar aku dapat memberikanmu saran” teriak Rin Mi yang sudah tidak tahan dengan namja didepannya

“Kau tahu!! Hal yang paling aku benci adalah saat aku bertanya pada orang tapi orang itu hanya diam tidak merespon” tambah Rin Mi hingga membuat Kyuhyun membuka wajahnya yang ditekuk

“Aku sedang berpikir? Kalau aku bercerita kepadamu yang kudapat itu saran atau hanya olok-olokan mu saja?” kata Kyuhyun sengit

“Memangnya kemarin aku tidak sadar kalau kata-kataku agak keterlaluan padamu”

“Sekarang setelah dua hari kau sudah sadar apa belum?”

“Hanya satu pertanyaanku”

“MWO??”

“Kau gay atau bukan?” tanya Rin Mi dengan nada pelan hingga membuat Kyuhyun terdiam dan kini tengah memasang tatapan evilnya

“Hehehe aku pasti salah iya kan?” kata Rin Mi dengan gugup “Tatapanmu mirip dengan KYUHYUN Super Junior” tambahnya hingga makin membuat Kyuhyun geram menatapnya

“Lain kali kaau buang bioskopmu dan ganti dengan Televisi lalu rajin-rajinlah menonton semua acara disana” saranya kepada yeoja yang masih tidak menyadari akan dirinya

“Tenang saja, aku ini sudah melakukannya tanpa merusak bioskopku, nah sekarang kau mau cerita kepadaku?”

“Aku masih tidak percaya kepadamu”

“Tidak masalah kau tidak percaya kepadaku, aku bahkan salut padamu karena tidak percaya padaku”

“Salut kenapa? Dasar yeoja aneh”

“Sebab artinya kau tidak punya kelainan pada matamu”

“Dasar bodoh! Jawaban macam apa itu?”

“Jawaban ala Chef Rin Mi”

“Apa? Chef Rin Mi?”

“Iya itu anmaku”

“Sebenarnya topik pembicaraan kita berada dimana?”

“Kira-kira 1km lagi ada perempatan ambil jalur kiri lalu lurus kemudian belok kanan deh” jawabanya membuat Kyuhyun mengusap jidat

“Rasanya aku tahu mau kemana itu?”

“Memang!! Itu kan jalan kerumahku”

“Memang tidak bis adipercaya”

“Kan aku sudah bilang”

“Lalu aku ingin bertanya kepadamu”

“Tanya apa?”

“Bukankah kematin kakimu itu hanya terkilir lalu kenapa jadi diperban begitu?” tanya Kyuhyun sambil melihat kaki Rin Mi yang tengah diperban

“Ceritanya panjang”

-Flash Back On-

“Aku pulang” teriak Rin Mi sambil membuka pintu

“Lama sekali kau ini?” kata Rae In yang kini telah berdiri didepan pintu

“Siapa bialng kau suruh menungguku?” kata Rin Mi sambil terus berjalan menuju dalam rumah dengan kakinya yang masih sakit

“Kau kenapa?” tanya Rae In

“Terjatuh dan terkilir”

“Hahahha, dasar ceroboh”

“Enak saja aku begini juga karena orang lain tahu”

“Aku tidak percaya”

“Kenapa?”

“Semua orang berkata karena tampangmu tidak meyakinkan”

“Jahat sekali, aku ini sedang tidak dalam mood yang baik untuk berdebat denganmu”

“Yasudah sekarang kau duduk, akan aku balut lukamu” kata Rae In sambil pergi mengambil kotak P3K

“Kenapa kau cepat sekali Rae In” tanya Rin Mi yang sedang duduk dengan kaki diatas meja

“Sebab aku ini sedang dalam masa cekatan” jawabnya sambil menghampiri Rin MI dengan membawa kotak P3K

“Artinya?”

“Cepat sekali spontan”

“Ngga nyambung”

“BRAAK!!” bunyi kotak P3K yang ditaruh Rae In diatas meja secara kasar

“HYAA, kau ini ingin merusak kotak p3K milikku?” bentak Rin Mi

“Hehhe biar suasananya ngga terlalu sepi” katanya dengan seulas senyum

“Maksudku biar kotak P3K milikku cepat rusak?”

“Ya sudahlah cuma kotak doang, cepat mana akakimu” tanay Rae In dan spontan Rin Mi yang kakinya tadi direntagkan diatas meja pun ia turunkan

“ANDWAE”

“Kenapa? Kau takut?”

“Bisa-bisa nanti kakiku tambah bengkak lagi kaya waktu itu”

“Aigo! Ngga percayaan banget siih”

“Bukan masalah percaya atau ngga tapi masalah apakah nanti aku masih sapat berjalan”

“Kalau ngga diobatin ngga bisa jalan”

“Ngga mau nanti akkaiku nasibnya sama kaya hamstermu lagi”

“Memangnya apa hubungannya?”

“Hamstermu mati karena takut dijadiin kelinci percobaan”

“Aku kan cuma mau mengobati kakimu memangnya harus pake kelinci percobaan apa?”

“Ya nanti kalau kakiku jadi kelinci percobaan bisa-bisa nonton konser BEASTku jadi terhalang lagi”

“Heeh, memangnya aku ini profesor apa yang ngga ada kerjaan apa, yang menggunakan kakimu sebagai kelinci percobaan” bentak Rae In

“Sudah ah aku ngga jadi ngobatin biarin aja biar tambah parah” kata Rae In sambil pergi meninggalkan Rin Mi namun Rae In pun tiba-tiba kesandung dan terjatuh karena kaki meja

“BRUK!!” seketika itu kotak P3K Rin Mi terjatuh tepat dikakinya

“Appo” teriaknya

“Hah, Rin Mi gwenchana?” tanya rae In yang sedang terduduk

“Kakiku sakit tahu” katanya sambil menjauhkan kotak P3K

“Sini aku lihat” Rae In pun mencoba bangun kembali namun saat ia ingin bangun ia pun tersandung lagi dan menginjak kaki Rin Mi yang tengah terlentang di lantai

“Aww appo”

-Flash Back End-

“BWAHAHHAAAHHAHA” evil laugh Kyuhyun pun meledak lagi

“Tidak ada yang lucu tahu” teriak Rin Mi

“Mendengarmu kesakitan itu sungguh lucu hahah” jelasnya sambil tertawa

“Tahu begitu harusnya aku tidak menceritakan padamu” katanya dengan wajah cemberut

“Iya iya aku minta maaf, sudah jangan cemberut lagi yah” katanya namun yeoja didepannya tetap cemberut tidak berbicara

“Kalau kau tersenyum nanti aku traktir makan ice cream loh” bujuk Kyuhyun kepada yeoja didepannya

“ANDWAE” teriak Rin Mi

“Wae?”

“Sebenarnya sebelum jadi B2UTY aku ini seorang ELF sama kaya temanku Il Sung”

“Lalu apa hubungannya denga ive cream?”

“Karena dulu aku ELF orang yang paling aku sukai itu CHO KYUHYUN” jelasnya

“Naega?” kata Kyuhyun dalam hati

“Saat itu aku masih SMP dan aku mendengar saat malam hari keempat member Super Junior krcelakaan diperjalanan dari temanku Jae Min”

“Lalu?” wajah Kyuhyun pun berubah menjadi serius dan keadaan disekitar perlahan-lahan juga menjadi hening

“Salah satu member Super Junior yang mendapat kecelakaan itu adalah Kyuhyun dan pertama kali mendengar hal itu membuatku sedih hingga ingin menangis” jelas Rin Mi dengan wajah sedihnya

“Apakah kau begitu menyukainya?” tanya Kyuhyun

“Tentu, aku sangat menyukainya”

“Lalu kenapa kau beralih ek B2UTY?”

“Aku selalu menunggunya” jelasnya hingga membuat jantung Kyuhyun berdebar karena mendengar kata-kata yeoja dihadapannya

“Menunggu sampai ia sadar dan bisa bernyanyi lagi seperti dulu, tapi” semakin lama wajah Rin Mi pun memerah dan Kyuhyun pun tidak bisa menahan debaran jantungnya juga akan perasaan sedihnya

“Tapi seiring berjalannya waktu aku pun harus melupakan semua tentangnya” jelasnya dan kini Rin Mi pun menangis, air matanya bercucuran tiada henti mengatakan kata-kata itu

“Wae?” tanya Kyuhyun dengan suara yang amat pelan dikarenakan tenggorokannya yang tiba-tiba mengering karena tidak tahan menahan rasa perihnya, Kyuhyun pun melihat yeoja dihadapannay denga serius

“Terlalu perih mendengarkan kenyataan tentangnya, aku takut diagnosa Uisa benar kalau Kyuhyun tidak mampu bangkit dari masa kritisnya” tambahnya dan kini air mata Kyuhyun pun mampu dibuat bercucuran, Kyuhyun pun tidak menyangka yeoja didepannya ini dulunya adalah penggemarnya kini ia pasrah mendengarkan curahan hati yeoja didepannya ia hanya dapat melihat yeoja didepannya bercerita dengan air mata yang mengalir dengan derasnya. Sebenarnya Kyuhyun ingin sekali memeluk dan menghapus air matanya, tetapi ia takut yeoja tersebut malah memarahinya

“Karena semua itu aku pun bertekat untuk melupakannya dan mencoba beralih darinya, namun aku tetap tidak bisa sampai disaat kelulusanku di SMP aku tetap tidak bisa melupakannya, aku terlalu menyukainya sangat menyukainya hingga aku berharap ia akan menjadi suamiku kelak dan aku juga tidak bisa melupakannya” jelasnya dengan nada yang pelan karena air mata Rin Mi yang terlanjur semakin membasahi pipinya

“Sampai disaat aku lulus, teman-temanku pun yang selalu menemani waktuku bersama, bernyanyi, tertawa, memasak, menonton DVD, jalan-jalan dsb, teman-temanku yang selalu ada saat aku sedih, teman-temanku yang mengajariku tentang Super Junior, teman-temanku yang juga sama seperti aku sebagai seorang ELF pun juga harus pergi”

“Pergi?” tanya Kyuhyun

“Aku, Il Sung, Jae min, Hae Soo, dan Rae In kami berlima tidak lahir dari keluarga yang biasa, kami semua bertemu disekolah yang begitu megah dan bukan sekolah biasa karena itu saat kami lulus, orang tua kami pun mengirim kami bersekolah diluar negri, dan saat itu akupun hanya bisa menangis”

“Kenapa?”

“Aku masih menyukai Kyuhyun dan sangat menyayangi teman-temanku”

“Lalu kenapa kau bersedih?” tanya Kyuhyun sambil menghapus air matanya

“Sulit untukku berpisah dengan mereka disaat seperti itu apalagi saat itu dia juga masih tidak kunjung sadar”

“Tapi sekarang kau sudah melupakan Kyuhyun Super junior?”

“Sejak aku dikirim bersekolah ke Spanyol semakin lama aku dapat melupakan wajahnya, tapi ketika aku melihatmu kembali rasanya aku ingin tahu seperti apa dia saat ini” jelas Rin Mi sambil melihat Kyuhyun, Kyuhyun pun tersenyum

“Aku rasa dia bertambah tampan seperti aku” katanya sambil tersenyum berusaha mengubah suasana

“Kau ini bisa saja”

“Jangan bersedih lagi meskipun sudah lama kau tidak bertemu dengannya bukan berarti hatinya berubah seperti iblis”

“MWO???”

“Seperti yang kau katakan waktu dimobil bukankah dia itu amat-amat menyeramkan dan terkenal sebagai mr evil. Kalau kau bertemu dengannya dan bertatap langsung pasti nyawamu melayang bukankah itu yang kau katakan waktu itu”

“Aku cukup terkejut kau masih mengingat hal itu”

“BUAHHAHHA” Kyuhyun pun tertawa lagi, seketika senyum Rin Mi pun menghilang

“Bisakah kau berhenti tertawa seperti itu”

“Aku masih senang mengingat bagaimana kakimu terluka AHHAHHA”

“HYAAA” bentak Rin Mi

“Kau membuat suasana menyedihkan ini menjadi tidak berguna tahu”

“Itu sangat lucu tahu, sampai sekarang aku tidak mengerti apa hubungannya ice cream dengan Cho Kyuhyun HAHHAH”

“Kata temeanku KIM IL SUNG agar aku dapat bertemu kembali dengan Cho Kyuhyun, tiketnya itu makan Ice Cream”

“Makan Ice Cream?”

“Tadikan aku sudah cerita kalau Kyuhyun hampir dinyatakan tidak kuat makanya Il Sung bilang tidak usah beli tiket SS, cukup makan Ice Cream saja hidupku bisa bahagia dengan Kyuhyun”

“Itu lucu, bagaimana bisa?”

“Kata guruku makan yang manis-manis bikin umur makin pendek karena Il Sung tahu aku suka makan Ice Cream makannya dia suruh aku begitu”

“Temanmu menyuruhmu cepat mati yah? HAHAHHAH”

“Enak saja itu tidak benar tahu” dan hari ini pun  menjadi awal pertemanan Rin Mi dan Kyuhyun

Author POV end

fanfiction

Mystery Part 5


Title: Mystery (part 5)

Genre: Romance, Funny

Rate: All Age

Lenght: Series

Cast:  Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun

Kim Jong Woon a.k.a Yesung

Lee Sungmin a.k.a Sungmin

Lee Donghae a.k.a Donghae

Park Jungsoo a.k.a Leeteuk

Bae Rin Mi a.k.a Rin Mi

Han Rae In a.k.a Rae In

Kim Il Sung a.k.a Il Sung

Kim Jae Min a.k.a Jae Min

Park Hae Soo a.k.a Hae Soo

Supporting Cast: All of Super Junior members

oh yah mian lama ngepostnya , maklum sibuk 😀 yaudah dari pada penasaran mending baca aja deh 🙂

Keesekokaan harinya dikamar Rin Mi, Il Sung dan kawan-kawan tengah sibuk dengan tugas masing-masing seperti misalnya Rin Mi dan Jae Min yang sedang berkomplotan dalam membasmi HAN RAE IN, juga Rae In yang sedang menancapokan tatapan horornya untuk melawan Rin Mi dan Jae Min sementara itu Hae Soo pun masih sibuk mengotak atik Hpnya sejak tadi malam, dan Il Sung pun hanya bisa menatap kelakuan teman-temanya

“AIGO coba kalian lihat kebodohan diri kalian itu” kata Il Sung

“aduh Il Sung aku dan Rin Mi sedang mencoba membasmi Rae In sebaiknya kau ikut denganku” kata Jae Min

“heeh enak saja kau berkata memangnya aku ini serangga apa pakai segala dibasmi” ketus Rae In

“MEMANG!! Kau ini kan bagaikan serangga yang mengangu hidup orang lain” balas Rin Mi

“heeh kau mengulanginya lagi kan, akan kubalas kau Rin Mi” pekik Rae In

“para permisa sebentar lagi kita akan melihat pertandingan antara Rae In dengan Rin Mi” kata Jae Min

“baiklah aku mendukungmu Rin Mi” kata Il Sung

“bagus kalau begitu aku juga mendukungmu Rin Mi” sambung Jae Min

“IL SUNG kau berani membantu Rin Mi!!! Pokoknya kau tidak boleh membantunya kau harus membantuku” pekik Rae In

“heeeh, itu namanya pemaksaan pokoknya leader tidak boleh membantumu titik” bentak Rin Mi

“benar leader kita Il Sung lebih memilih Rin Mi itu berarti dia hanya boleh memilih Rin Mi dan tidak boleh berpaling dari Rin Mi karena Il Sung hanya mau mendukung RinMi” kata Jae Min

“SAMA SAJA!! Itu namanya pemaksaan kalian sungguh jahat kepadaku ini tidak adil” pekik Rae In

“biarkan saja kau juga sama memaksa orang” kata Rin Mi

“aduh sungguh janbgan memperebutkan diriku nanti aku bisa mati bahagia saking senangnya” kata Il Sung

“BERHARAP SEKALI KAU IL SUNG” serentak semua teriak kecuali Hae Soo

“ahhh, kalian ini membuatku jadi bingung kan? Sudah ah aku tidak jadi ikut mendukung” sesal Il Sung “hyaa!! Hae Soo dari semalam kau tidak berhenti-henti mengotak atik Hpmu kau ini sebenarnya sedang apa sih?” tanya Il Sung

“iya, memang ada apa saja di Hpmu sampai-sampai tidak mau berhenti menatap Hpmu” tanya Jae Min bingung

“ada kue, ada roti, ada strawberry, ada jeruk, apel, pisang dan masih banyak lainnya” jawab Rin Mi yang kini sedang menyebutkan macam-macam makanan yang berada di meja sampingnya

“hyaaa Rin Mi kami tidak bertaya padamu” sambung Rae In

“iya nih kadang-kadang nih anak agak rada-rada” lanjut Jae Min

“haah rada? Rada bukannya yang buat masak yah?” tanya Rin Mi

“ITU LADA” serentak semua teriak

“atau jangan-jangan kau menyimpan video anak dibawah umur lagi” sambung Rae In

“hah video di bawah umur?? Memangnya video apa itu?” tanya Rin Mi

“video apalagi kalau bukan video adiknya Hae Soo” jawab Rae In

“dasar bodoh!!” ketus Il Sung

“wae??” tanya Rae In

“HAE SOO MANA PUNYA ADIK” teriak Il Sung

“oh iya aku lupa” lanjut Rae In

“ahhh sudah lupakan tentang Rae In!! Ayo Hae Soo katakan kepada kami kenapa kau terus menatap Hpmu? Kemarin ada kejadian apa? Tidak baisanya kau terus mengotak atik Hpmu?” tanya Rin Mi

“sebenarnya kemarin aku bertemu dengan Donghae SuJu” jawab Hae Soo, semua terdiam

“ANEH?? Kenapa aku tidak terkejut yah!!” kata Rae In

“iya aku juga berpikir seperti itu” sambung Il Sung

“hhaha, aku juga sama” lanjut Jae Min

“ya ampun Hae Soo? Apakah segitu inginya kau melihat SS4 sampai menghayal kau bertemu Donghae” tanya Rin Mi

“aduh kalian ini, aku tidak menghayal tapi ini nyata” pekik Hae Soo

“tapi menurutku ini aneh bukan nyata” sambung Jae min

“ya sudah kalau tidak percaya!! Aku ini tidak berbohong kau bisa memeriksa semua pesanku” pinta Hae Soo, semua kembali terdiam didetik pertama namun kemudian didetik ke 10 semua serentak berkata “MALDO ANDWAE”

“sungguh aku tidak bohong untuk apa pula aku bohong” jelas Hae Soo

“iya aku tahu tapi Hae Soo kau harus ingat kepada orang tuamu, kan kasihan mereka kalau tahu anaknya sudah mulai gila” jelas Rae In

“ya ampun sudah aku bilang berapa kali kalau aku itu sungguh bertemu dengan Donghae SuJu” jelas Hae Soo kembali

“makanya aku bilang kau jangan terlalu menghayal sekarang lihat apa yang terjadi padamu hae Soo” kata rin Mi

“apanya yang susah sih dari penjelasanku tadi?” tanya Hae Soo

“kalau aku bilang kata-katanya TIDAK masuk akal bisa dibilang susah NGGA??” tanya il Sung

“kalau aku jawab kalian orang susah nyambung ngga?” tanya Hae Soo

“TIDAK!!! Habisnya yang ngomong aja susah” jawab Rae In

“terus kapan TIDAK jadi susahnya?” tanya Hae Soo

“TIDAK AKAN PERNAH” serentak semua menjawab

“ya sudah tidak usah percaya juga tidak apa-apa lagian yang terpenting aku sudah berkata jujur pada kalain” balas Hae Soo

“sudahlah lupakan semua ini!! Aku lelah hari ini dan kemarin membuatku lelah, tenagaku juga sudah habis dipakai untuk memarahi kalian tadi malam jadi aku mau pergi keluar saja mencari udara segar” kata Il Sung

“ehhhh aku ikut dengan Il Sung, aku juga sama lelahnya berada dekat Rin Mi” sambung Rae In

“heeeh kalau begitu kalian tebus obat untuk Rin Mi yah” lanjut Jae Min

“eeeh Jae Min kalau Rae In yang menebus obatnya bisa-bisa nanti obatnya dimasukkan racun sama dia” kata Rin Mi panik

“tuh kan!! Aku juga tidak mau menebus obat kalau oranya tidak percaya sama aku” balas Rae In

“ihh, udah biarin aja Rin Mi mumpung dia lagi mau keluar” kata Jae Min

“ya sudah terserah tapi kalau nanti aku kenapa-napa kau yang harus bertanggung jawab” pinta Rin Mi

“iya iya!!” kata Jae Min “tuh Rae In orangnya sudah percaya kok” sambung Jae Min

“yasudah mana resepnya?” tanya Rae In sambil meminta dengan tangan kanannya

“ini” kata Jae Min sambil memberikan sebuah kertas

“yasudah kalau gitu Good Bye” kata Il Sung

Author POV end

***

Il Sung POV

“dsssssss” desiran angin yang sejuk membuatku merasa tenang setelah kejadian kemarin malam aku pun harus memikirkan lagi waktu yang tepat untuk mengerjakan tugas miniatur rumah “huuuft” aku menghela nafas sejenak

“dua bulan lagi?? Apakah aku snaggup mengerjakan miniatur perumahan itu dalam waktu singkat ditambah lagi Rin Mi yang sedang terluka” kataku lelah

“walaupun ini bukan tugas Rin Mi dan Hae Soo rasanya tetap saja tanpa mereka berdua itu akan amt mustahil” jelasku

“apa boleh buat lebih baik sekarang aku bersantai!!” kataku

“bersantai jau lebih enak sambil menonton video dilaptopku” kataku senang, akhirnya akupun mengeluarkan laptopku dan mulai menonton video

“hmm, nonton apa yah?” tanyaku bingung “reality show? Hmm?” aku pun melihat semua video yang ku simpan dilaptopku “aahhh!” teriakku dengan keras “eoteokhe?” yang tersisa hanya reality show SuJu semua” pekikku dengan keras

“aneh? Dimana-mana sekarang semua orang jadi demam SuJu?” tanyakku bingung

“tidak di KOREA tidak dinegara lain, dari dulu sampai sekarang demam SuJu mereka tidak pernah turun-turun” lanjutku “kalau begitu kapan mau sembuhnya?” pekiku dengan keras
“ya sudahlah dari pada aku pusing lebih baik dari sekarang aku memutuskan untuk jadi ELF sejati, jadi aku harus belajar melewati reality show mereka semua dari awal sampai akhir mudah-mudahan setelah ini aku tidak menjadi gila” begitulah keputusanku dan akhirnya tanpa basa basi aku langsung menonton semua reality show SuJu yang ku simpan di laptop

Kim Il Sung POV end

***

Author POV

“hahahhahahha” tawa Il Sung pun meledak

“perutku keram hahahhaha” kata Il Sung sambil tertawa

“eoteokhe? Hahha” tanya Il Sung sambil tertawa, Il Sung tidak sadar kalau di belakannya ada Yesung yang sedang mencoba tidur di bangku taman

“AIGO!! Samapi kapan reality show ini berakhir? Hahah” tanya Il Sung yang masih tertawa keras

“aduh barisik sekali!!” gerutu Yesung, namun Il Sung tidak sadar dengan suara yesung

“ya ampun!! sungguh BABO sekali mereka, hahahaha” kata Il Sung

“aduh!! sungguh menjengkelkan” pekik Yesung dan akhirnya ia terbangun karena tidak tahan lagi

“HYAAA, nona bisakah kau tertawa “bentak Yesung, namun Il Sung tidak terpengaruh ia pun tetaptertawa dan tidak mendengarkan laki-laki yang tengah membentaknya

“ya ampunn??? wanita ini sebenarnya nonton apa sih sampai-sampai tidak mendengarkan aku berteriak” tanya Yesung “padahal aku pindah ke taman ini untuk bisa tidur dengan tenang, eh malah terganggu tidak disini tidak di kamar Sungmin semuanya sama-sama heboh, aku jadi rindu kamarku yang nyaman” sesal Yesung

“HAHHAHAAH” tawa Il Sung makin meledak sejadi-jadinya “tolong aku!! Hahah, tolong hentikan” pinta Il Sung membuat Yesung pun penasaran dan ingin mencoba mencari tahu sebenarnya apa yang membuat wanita yang sudah membangunkannya tidak berhenti tertawa, karena Yesung pun tidak tahan ia pun langsung menghampiri yeoja yang berada di bangku belakangnya

“HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA, perutku tambah keram ,pipiku jadi sakit, aku bertambah gila, tawaku semakin keras, HAHAHAHA,  apa lagi ya? ”tanya Il Sung sambil tertawa

“wajahu jadi merah dan kau juga semakin aneh” batas Yesung sehingga berhasil menghentikan tawa Il Sung

“MWO?” teriak Il Sung sehingga membuat Yesung tersentak kaget

“waah! Hebatnya dirimu, aku bisa sadar hanya dengan kata-kata aneh” kata Yesung

“siapa kau? Datang-datang mengatai orang yang sedang asik tertawa” pekik Il Sung dengan sinis

“ya ampun nona, tawamu itu mengundang banyak orang coba kau lihat sekelilingmu!!” jelas Yesung

“memangnya kenapa? Tidak suka? Kau terus mau apa?” bentak Il Sung keras

“aku? Aku sih maunya kau berhenti tertawa dan pindah ke tempat lain” balas Yesung sengit, Il Sung yang merasa bukan saatnya yang tepat untuk menonton video pun mencoba menghentikan dan menutup laptopnya

“dengar yah? Ini itu taman jadi siapapun bebas untuk berada disini” tegas Il Sung

“kau ini sudah menganggu ketenangan orang lain jadi untuk apa kau berada disini?” pekik Yesung

“heeeeeeh, seenaknya kau berkata!! Kau juga sama saja menganggu kesenangan orang lain saja” balas Il Sung

“heeh, ngga usah pakai nyolot bisa ngga!!” bentak Yesung

“kalau aku jawab TIDAK mau diapain” tanya Il Sung

“kalau aku ambil lakban buat mulutmu bisa berhenti nyolotnya tidak?” tegas Yesung

“TIDAK JUGA!! Habisnya yang ngomong juga bikin kesal orang saja” balas Il Sung

“eeh!! Kau ini sungguh membuatku kesal!!” kesal Yesung

“kau juga sama!!” balas Il Sung

“BABO!!” kata Yesung

“aneh” balas Il Sung

“micheoseo” balas Yesung kembali

“neo!!” teriak Il Sung

“neo!!” balas Yesung

“husssssst” tiba-tiba semua orang menegur Yesung dan Il Sung

“diamlah disini itu rumah sakit”

“iya, kalau mau bertengkar jangan disini”

“sudah tahu rumah sakit pakai segala berisik”

“kau sih” kata Yesung

“ihh kau juga sih ngajak ribut orang” balas Il Sung

“mangkanya berhenti bikin orang kesal” pekik Yesung

“hussssssst, diamlah disini rumah sakit tahu” tegas Il Sung

“oh iya, iya aku akan diam” kata Yesung

“maksudku tidak usah terlalu diam juga!! Tapi cukup tenang” tegas Il Sung kembali

“tapi kalau mau tenang harus diam kalau ngga bukan tenang namanya” jelas Yesung

“tapi tenang sama diam itu berbeda”

“aduuh!! Bilang aja iya biar cepat selesai” pekik Yesung

“tidak bisa begitu!! Semua ini mesti dilurusin dulu biar tidak salah paham!!”

“kenapa kau berbicara seperti ingin menjelaskan semua kesalahpahaman kepada kekasihmu?” tanya Yesung

“haaaah? Masa sih?” tanya Il Sung balik

“pikirin aja sendiri?” jawab Yesung “ngomong-ngomong aku boleh bertanya tidak?” pinta Yesung

“hmmmm? Tanya apa?”

“kenapa dari tadi kau tertawa? Memangnya kau sedang apa?”

“nonton video”

“singkat sekali jawabannya?” tanya Yesung

“memangnya kau ingin aku menjawab sepanjang apa?” tanya Il Sung balik

“minimal sepanjang tembok China lah” jawab Yesung

“HAHHAHAHHA, kau ini sedang bercanda yah?”

“bercanda apanya?” tanya Yesung bingung

“sudahlah lupakan kata-kataku tadi?” kata Il Sung “bagaimana kalau sekarang kita nonton video bersama, yah itupun kalau kau mau?” bujuk Il Sung

“yasudah deh daripada aku diam tidak ada kerjaan” angguk Yesung tanda setuju

“yasudah tunggu sebentar ya” kata Il Sung sambil membuka laptopnya, sambil mencari video yang ingin iya cari ia pun mendekatkan laptopnya kepada Yesung

“oh iya aku lupa” pekik Il Sung

“wae?” tanya Yesung, Il Sung oun hanya diam dan memberikan laptopnya kepada Yesung “peganglah sebentar”

“ada apa?” tanya Yesung bingung namun Il Sung diam ia pun mengaduk-aduk tasnya untuk mencari sesuatu

“ini dia” celetuk Il Sung sambil mengeluarkan makanan atau bisa dibilang cemilan tepatnya

“ya ampun, aku ingin pergi piknik ya?” kata Yesung

“memangnya aku mau piknik, sekarang aku kan lagi di Jinan dan suasananya mendukung sekali untuk piknik bersama kaya di drama 49 Days tapi gara-gara salah satu temanku yang ceroboh pikniknya jadi dirumah sakit deh!! Padahal aku sudah senang sekali memikirkan piknik ditengah taman yang dipenuhi rumput hijau ditemani dengan orang yang kucintai tapi masalahnya ada banyak” jelas Il Sung

“oh begitu memangnya apa yang menjadi permasalahannya?” tanya Yesung

“yang pertama aku tidak bisa memutuskan makanan apa saja yang cocok untuk piknik, yang kedua aku juga bingung memilih hari yang tepat untuk memualai ritual pikniknya, yang ketiga aku juga tidak bisa memutuskan pakaian apa yang harus aku pakai untuk acara pikniknya, yang keempat yaitu sampai sekarang aku tidak bisa menemukan MC untuk acara pembukaan pikniknya” jelas Il Sung kembali membuat Yesung pun menepuk jidatnay mendengar kata-kata terakhir wanita disampinya

“hmmm? Hmmm? Memangnay sejak kapan di acara piknik ada Mcnya?” tanya Yesung iseng

“ya ampun?? Kau ini jadl banget sih!!” pekik Il Sung “sekarang itu jaman sudah semakin maju seiring berjalannya waktu!! Ya ngga ada yang mustahil dong acara piknik ada Mcnya!! Emang Cuma reality show aja yang bisa ada Mcnya” jelas Il Sung sehingga membuat Yesung menjadi melamun memikirkan kata-kata Yeoja yang ada disampingnya

“masa sih bisa begitu? Aku sih memang aneh tapi seaneh-anehnya aku, aku juga masih normal dan tahu kalau acara piknik tidak mungkin ada Mcnya!! Terus gimana mau ada Mcnya orang yang piknik Cuma dia seorang aja ya mungkin bersama pacarnya” pikir Yesung dalam hati

“heey kau kenapa melamun?” tanya Il Sung sambil menggerakkan tangan kananya ke kanan dan ke kiri

“ohhh! Aku tidak melamun” jawab Yesung “hanya saja aku bingung” tambah Yesung

“ya sudah lupakan saja. Ini makan kue saja dulu” suruh Il Sung sambil memberikan kue kepada Yesung

“tidak apa-apa aku makan kue?” tanya Yesung

“tidak apa-apa kok, aku tidak pernah meracuni orang lewat kue” kata Il Dung dengan seulas senyuman “hanya saja aku pernah bikin kue buat temanku dan setelah itu dia jadi koma dirumah sakit” tambah Il Sung

“hah? Yang benar apa mungkin karena kue buatanmu mengandung semacam bahan kimia yang disebut racun?” tanya Yesung

“bukan itu” balas Il Sung

“ahhhh, pasti gara-gara tidak enak!! Mangkanya saking tidak enaknya temanmu jadi pingsan dan koma dirumah sakit dan tidak mau bangun soalnya takut nyicipin kuemu lagi kan?” tanya Yesung

“enak aja kalau ngomong, temanku koma bukan karena kueku mengangdung racun sama tidak enak” bantah Il Sung

“terus kalau gitu kenapa bisa koma? Padahal menurutku racun didalam kue berpadu langsung dengan rasa kuemu yang mengerikan dan akhirnya jadilah kue kutukan pembawa malapetaka” jelas Yesung

“heeeeeeh seenaknya kau berbicara!! Dengar yah kue itu rasanya sudah enak dan aku juga tidak pernah meracuni temanku lagi pula untuk apa aku membuat kue kutukan pembawa malapetaka kaya tidak ada kerjaan lain saja” bentak Il Sung

“lah terus kalau bukan begitu apa lagi” kata Yesung

“dia koma karena dia lupa operasi begitu” jelas Il Sung dan sekali lagi membuat Yesung menepuk jidatnya

“memangnya ada orang lupa operasi?” tanya Yesung

“ihh mangkanya jangan nonton film drama mulu!! Cari dong berita-berita penting!! Kaya guruku yang namanya pak fauzi” pekik Il Sung

“memangnya temanmu masuki berita apa?” tanya Yesung

“bagaimana sih? Kan tadi aku sudah bilang temanku itu masuk rumah sakit karena masuk angin bukan masuk berita” tegas Il Sung

“yasudah ah! Sini kuenya aku juga lapar” kata Yesung sambil mengambil kuenya “kalau nanti aku koma, bilang sama entertainment kalau aku tidak masuk angin dan lupa operasi tapi karena tidak tahan sama kamu” tegas Yesung sambil mencoba memakan kue yang diberikan yeoja disampingnya

“nah gitu dong”

“terus apa lagi masalah piknikmu? Sampai berapa banyak masalah” tanya Yesung kembali

“oh iya!! Aku lupa!!” pekik Il Sung “yang terakhir ini adalah pokok masalah dari semua cabang masalah yang terus bertumbuh dan masalah ini benar-benar masalah penting” kata Il Sung dengan serius sehingga membuat Yesung ragu untuk makan kue dengan lahapnya

“masa? Apa masalah yang penting itu?” tanya yesung

“yaitu sampai saat ini pula aku tidak tahu mau piknik dengan siapa karena aku juga tidak punya kekasih” jelas Il Sung “yang ada juga Cuma patung replika Seungho MBLAQ dan aku masa disuruh teman-temanku untuk piknik dengan patung itu kan itu masalah besar bagiku!! Bagaimana jadinya aku ditaman nanti kalau semua itu terjadi!! Yang ada aku disangka orang gila lagi” tambah Il Sung dan dari penjelasan Il Sung tadi Yesung pun menjadi tersendak dengan benar-benar merasa menyesal sudah menanggapi semua ini secara seriosa eh ralat tapi secara serius

“ngomong-ngomong kapan kita nonton videonya?” tanya Yesung berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan yang sepertinya tidak penting

“maunya kapan?” tanya Il Sung balik

“kalau bisa sekarang selagi makanan yang kau berikan masih utuh ditempat” tegas Yesung

“yasudah kalau begitu mana laptopnya?” pinta Il Sung

“ini” kata Yesung sambil memberikan laptop kepada sang pemilik

“changkaman!! Aku mau mencarinya jadi sabar yah” kata Il Sung sambil mengotak atik laptopnya

“ehhh! Tunggu” pekik Yesung

“wae?” tanya Il Sung

“bolehkah aku melihat folder fotomu itu yang berada diujung kiri, aku mau tahu” kata Yesung sambil menunjuk ke laptop

“oh tentu boleh tapi jangan terkesan dengan kecantikanku ya?”

“MWO??” teriak Yesung

“tidak kok!! Oh iya sebentar aku akan membukanya” kata Il Sung sambil membuka folder yang berisi foto-foto kumpulan dirinya bersama teman-temannya

“banyak sekali fotomu dan juga teman-temanmu” celetuk Yesung

“memang!! Kau tidak tahu kan seluruh teman-temanku memiliki kelainan yang bermacam-macam lihat saja dari banyaknya foto!! Tidak ada satupun temanku yang bergaya baik kebanyakan aneh semua” jelas Il Sung

“termaksud kau kan?” sambung Yesung

“kau bosan hidup yah? Atau kau ingin ribut lagi denganku?” tanya Il Sung dengan tatapan membunuh

“oh kalau begitu kau pasti yang paling normal kan? Sudahlah lupakan semua pertanyaanku aku ingin tahu siapa itu?” tanya Yesung kembali mencoba mengalihkan topik pembicaraan

“yang ini foto temanku Jae Min dan Rin Mi saat masih di SMP yang sedang iseng berfoto di kamar mandi” jelas Il Sung sambil menunjukkan laptopnya

“memangnya tidak ada tempat lain apa selain kamar mandi?” tanya Yesung

“yah biar lebih kreatif dikitlah, soalnya kalau berfoto backgroundnya tempat-tempat bagus kan sudah bikin bosen” jelas Il Sung secara asal

“lalu yang ini siapa?” tanya Yesung sambil menunjuk kembali ke laptop

“ini Rin Mi dan Rae In yang sedang berpose sedih di kebun” jelas Il Sung kembali

“kelihatannya suasananya sangat tidak mendukung” celetuk Yesung

“memang!!” ketus Il Sung

“lalu ini”

“ini Hae Soo dan Jae Min yang sedang berebutan poster Super Junior di pinggir sungai” jelas Il Sung

“wah kalau yang ini foto yang paling mengesankan!!” kata Yesung senang

“masa kalau kataku ini foto orang kerajinan, saking rajinnya rebutan poster di pinggir sungai mending sungainya jernih tapi yang ini udah keruh tingkat dewa” jelas Il Sung

“kata siapa? Orang sungainya masih kelihatan jernih” bela Yesung

“gimana kelihatan jernih, orang sungainya aja ketutupan poster” sambung Il Sung

“hehehhe maksudku kekurangan dari sungai itu bisa tertutupi oleh poster Super Junior yang orangnya tampan-tampan” jelas Yesung

“seleramu bagus!! Tapi sayang alasanmu tidak bagus” kritik Il Sung

“yasudah!! Terus mana foto-fotomu?” tanya Yesung

“ini yang sedang beramai-ramai di tangga sekolah” jelas Il Sung sambil menunjuk ke foto yang dituju “ini aku, ini Jae Min, lalu Rin Mi, terus Rae In dan ini Hae Soo” jelas il Sung

“ohhh!! Iya iya iya” kata Yesung mengerti, namun Il Sung pun terdiam sejenak ketika selesai memperkenalkan temannya

“hyaa!! Kau kenapa?” tanya Yesung, Il Sung pun mengubah posisi duduknya menghadap Yesung

“masa temanku Hae Soo berkata kalau dia kemarin bertemu Donghae Super Junior” jelas Il Sung

“hah yang benar?” tanya Yesung

“ya aku tidak tahu benar atau tidak, tpi aku tidak percaya sungguh tidak percaya masa dia bertemu dengan Donghae!! Memangnya Donghae itu betah apa sama Hae Soo” jawab Il Sung

“memangnya kenapa? Kau iri? Bukannya kau juga sudah bertemu dengan salah satu member Super Junior yang berbakat” tanya Yesung

“kata siapa aku sudah bertemu dengan member Super Junior yang berbakat? Ada juga aku sudah pernah bertemu dengan MBLAQ tapi didalam mimpi” jelas Il Sung

“terserah katamu saja lebih baik lanjutkan nonton video sajalah” pekik Yesung

“tapi aku masih tidak percaya dengan temanku yang satu itu. Jangan-jangan dia mulai gila lagi!” kata Il Sung panik

“seharusnya kau itu memberiksa temanmu itu bila memang dia bertemu Donghae SuJu pasti ada buktinya” tegas Yesung

“tadinya aku berpikir seperti itu, tapi aku tetap tidak percaya” jelas Il Sung

“kenapa? Siapa tahu temanmu itu benar-benar bertemu” sambung Yesung

“habisnya dari pada aku cemburu lebih baik pura-pura tidak percaya” jelas Il Sung

“dasar bodoh!! Jawaban macam apa itu!!” ketus Yesung “oh iya ngomong-ngomong siapa namamu?” tanya Yesung

“jonen KIM IL SUNG IMNIDA” jelasnya “neo??” tanya il Sung balik, Yesung pun hanya dia terbingung sebab percuma saja ia menjelaskan kepada yeoaj disampinya karena dari awal bertemu ia tahu pasti akan sulit menyakinkan yeoja yang berada disampingnya kalau dirinya adalah Yesung Super Junior

“hyaaaaaaaa, aku bertanya kepadamu!!” pekik Il Sung

“hmmmmmm?? Bagaimana kalau nanti saja aku beri tahu namaku setelah kita menjadi teman” kata Yesung mencoba meyakinkan, Il Sung pun menatap Yesung dari atas kebawah lalu keatas lagi

“ada apa??” tanya Yesung

“mencurigakan!!” ketus Il Sung

“kau meragukanku?”

“sejujurnya iya, lagi pula kau yakin sekali bisa menjadi temanku” jelas Il Sung

“bagaimana kalau setiap hari kita bertemu di taman ini kebetulan temanku sedang dirawat dirumah sakit” kata Yesung

“kenapa kau tidak langsung saja beri tahu siapa namamu?”

“jadi kau tidak mau berteman denganku?” sambung Yesung

“bukannya tidak mau tapi kau ini sungguh aneh, masa hanya demi nama saja aku harus menjadi temanmu! Sudah kaya selebritis saja yang identitasnya ketahuan” jelas Il Sung

“memang iya” celetuk Yesung tanpa sadar

“MWO??” teriak Il Sung terkejut “kau seorang artis?” tanya Il Sung

“ohh! Aniyo!!” jelasnya “sudahlah Il Sung lebih baik kita lanjut nonton video ya?” bujuk Yesung mencoba mengalihkan perhatian Il Sung, namun Il Sung pun tetap menatap heran namja disampingnya

“siapa bilang kau boleh memanggil namaku seenanknya? Dengar yah sudah 3x kau berusaha mengalihkan pembicaraan dari awal kita bertemu!! Dan yang ini sungguh mencurigakan, katakan poadaku kau berasal dari Entertainment mana? Apakah kau anggota BoyBand atau seorang aktor? Atau mungkin kau seorang penguntit?” tanya Il Sung panjang lebar

“kau ini!! Mana mungkin aku seorang aktor?” kata Yesung

“biar aku tebak kau berasal dari SM ENTERTAINMENT dan kau salah satu member Super Junior yang namanya? Namanya? Siapa yah namanya?”

“ya ampun nona itu tidak benar!! Aku ini hanya belum bisa memberi tahu siapa namaku karena alasan pekerjaan” sambung Yesung “padahal sebenarnya kau benar aku memang takut identitasku ketahuan, bisa-bisa kau mengancamku yang macam-macam lagi” kata Yesung dalam hati

“oh begitu, bilang dong dari kemarin!! Kan kau begitu aku jadi ngerti!”

“hehehhe iya iya!” kata Yesung setuju “kalau begitu lanjutkan nonton videonya” kata Yesung

“oh tentu, tapi ada satu masalah lagi” jelas Il Sung

“apa lagi kok banyak banget sih?” tanya Yesung

“sebenarnya tadi aku sedang nonton reality shownya Super Junior, kalau aku sih tidak masalah tapi kau bagaiman?” tanya Il Sung

“masalah banget” bentak Yesung

“kenapa?” tanya Il Sung

“soalnya bisa membunuhku” umpat Yesung dalam hati “ngga!! Ngga kenapa-napa kok. Yasudah tidak apa-apa nonton aja aku setuju kok” jelas Il Sung “tapi bisa tidak nonton video itu wajahku di sensor” pinta Yesung dalam hati

“ok!! Kalau begitu ayo kita mulai!!” kata Il Sung sambil menekan tombol play di video yang ingin dia tonton

“aku berharap  kau tidak menyadariku” kata Yesung dalam hati

Author POV end

fanfiction

Mystery Part 4


Title: Mystery (part 4)

Genre: Romance, Funny

Rate: All Age

Lenght: Series

Cast:  Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun

Kim Jong Woon a.k.a Yesung

Lee Sungmin a.k.a Sungmin

Lee Donghae a.k.a Donghae

Park Jungsoo a.k.a Leeteuk

Bae Rin Mi a.k.a Rin Mi

Han Rae In a.k.a Rae In

Kim Il Sung a.k.a Il Sung

Kim Jae Min a.k.a Jae Min

Park Hae Soo a.k.a Hae Soo

Supporting Cast: All of Super Junior members

Author POV

“braaak….” Kyuhyun membuka pintu kamar “nan tro..ou…ou…ou..ble..trouble…troublemaker HAHHAA” begitulah akhir nyanyian Troublemaker versi Kyuhyun “HAHHAHA senangnya menjadi TROUBLEMAKER” kata Kyuhyun senang “seharusnya aku mendaftar menjadi bintang di MV Troublemaker, ckckckc!! Sayang sekali tidak ada yang sempat mengetahui bakatku sebagai TROUBLEMAKER” sesal Kyuhyun

“ngomong-ngomong kenapa disini sepi tidak ada orang dan sangat senyap dimana seluruh penonton yang ada?” tanya Kyuhyun bingung

“hyung?? Hyung ada dirumah atau tidak?” teriak Kyuhyun keseluruh ruangan

“kalau ada buatkan aku minuman hyung, aku haus belum minum selama 3 hari hyung” pinta Kyuhyun

“kenapa tidak ada yang menjawab? Apa aku salah masuk rumah?” tanya Kyuhyun, Kyuhyun yang bingung pun sgera menjelajah kesegala penjuru ruangan kecuali ruangan atas

“baiklah sepertinya semua orang sedang piknik kalau tidak untuk apa disini sepi tidak ada orang yang menemani seperti judul lagu saja” kata Kyuhyun sambil tersenyum girang “baiklah kalau begitu aku harus segera ke dapur mengambil makanan untuk piknik dan segera menyusul mereka yang sedang piknik” tegas Kyuhyun sambil berjalan menuju dapur dan kini Kyuhyun pun tengah sibuk mengobrak abrik isi kulkas yang penuh dengan makanan lezat

“selesai akhirnya kulkas ini menjadi kosong para penonton hehehe” kata Kyuhyun sambil tertawa kecil” tiba-tiba Kyuhyun terdiam menyadari kalau dari tadi sebenarnya didapur ada orang lain selain dirinya “aneh? Sejak kapan ada patung mirip Sungmin hyung yang sedang memegang kaki seperti orang sedang yoga saja” kata Kyuhyun

“hya, aku ini Sungmin” tegas Sungmin sehingga membuat Kyuhyun kaget

“oh hyung ini kau? Aku kira tadi patung replika dirimu habisnya mirip sekali seperti patung” kata Kyuhyun

“aku ini sedang menderita kau ini bukannya menyadari malah mengajak bercanda, kemana saja kau dan hyung dari tadi enak sekali kalian pergi tanpa mengajakku?”

“hehhehe mengejar anak kucing, oh iya hyung kenapa kau mengangkat kaki kirimu apa hyung sedang melakukan pemanasan?” tanya Kyuhyun

“kau ini tidak mendengar apa yang aku katakan tadi kalau aku ini sedang menderita”

“sejujurnya tidak!!”

“hyaa, kau ini membuatku kesal apa kau tidak melihat kakiku ini sedang terluka?”

“hyaa, hyung kau membuatku menjadi kesal kembali memangnya hyung tidak tahu kalau aku juga menderita dan terluka” bentak Kyuhyun

“tubuhmu baik-baik saja dan tidak ada yang luka” jelas Sungmin

“harusnya hyung peka coba hyung lihat hatiku yang paling dalam, aku ini sedang sakit hati karena seorang B2UTY dan itu membuat hatiku terluka, terluka sampai kerelung hatiku”

“lukaku dan lukamu jauh lebih parah lukaku lagi pula aku ini terluka jauh lebih dalam dari relung hatimu yang keras seperti batu itu, coba kau lihat kakiku ini” pekik Sungmin

“jangan samakan hatiku dengan batu! Memangnya batu apa yang sekeras dengan hatiku?”

“batu kali!! Kan biasanya besar-besar dan sulit dihancurkan dengan apapun”

“hyaa, hyung kau membuatku tambah sakit tahu” tegas Kyuhyun

“memangnya kau pikir aku juga tidak bertambah sakit apa berdebat dengan dirimu” jelas Sungmin

“hah, hyung ini membuatku terlambat piknik kan?” sambung Kyuhyun

“piknik apa? Memangnay kau anak TK apa masih pakai segala terlambat lagi pula kau ini ingin piknik dengan siapa? Kau mau selingkuh dariku?” pekik Sungmin

“tadi pas aku masuk ruangan ini sepi mangkanya ku pikir tidak ada orang jadi mungkin sedang piknik begitu” jelas Kyuhyun

“maknae ini tadi habis kecelakaan mobil lagi yah? Jelas-jelas tadi kalian saling kejar-kejaran bersama-sama berempat-empat pula tidak ada aku dan bisa-bisanya kau baru datang”

“masa? Memang sih aku dan Leeteuk hyung sedang kejar-kejaran tapi Yesung hyung dan Donghae hyung aku tidak tahu” jelas Kyuhyun

“makannya kalau kalian sedang bertengkar perhatikan sekeliling, tadi Yesung hyung baru saja kembali dari supermarket denganku dan ketika dia ingin minum dengan gelas tiba-tiba kalian menabraknya dari belakang hingga membuatnya terlempar bersama gelasnya” jelas Sungmin

“yang benar? Masa sih? Sejak kapan? Jam berapa? Menit dan detik keberapa? Dimana dan apa kejadian sebenarnya?”

“hyaa, Kyuhyun yang evil tidak bisakah kau menolongku saja kakiku ini sakit”

***

“aawwww… appooo…” teriak Rin Mi

“hyaaa, Rin Mi diamlah dari tadi kau berisik sekali ini rumah sakit tahu bukan rumah makan” bentak Rae In, Rin Mi pun menatap Rae In sinis

“heeeeeeeeh, kau ini enak sekali berkata seperti itu, kau lihat kakiku ini aku sekarang kesakitan karena kau tahu” bentak Rin Mi kepada Rae In, Rae In pun membalas tatapan Rin Mi lebih sinis

“hahaahah rasakan memangnya enak” kata Rae In senang

“hahhahaha, tidak ada yang lucu dan itu tidak enak tahu” kesal Rin Mi

“makannya kalau punya kaki itu dijaga” ejek Rae In

“heeeeeh kau ini sebenarnya anak siapa sih? Bisa-bisanya kau mengejekku ingat yah aku terluka seperti ini karenamu, aku juga bertambah sakit karenamu lalu masuk rumah sakit ini karenamu, kakiku diperban karenamu, dan aku harus menunggu agar bisa berjalan normal selama 1 bulan juga KARENAMU HAN RAE IN” jelas Rin Mi

“ahhh, baru 1 bulan belum 1 tahun” sambung Rae In dengan senyuman mengembang

“hyaaa, jadi kau berharap aku tidak bisa berjalan sampai satu tahun lamanya” bentak Rin Mi

“bukan berharap tapi mendoakan hahah” lanjut Rae In

“sialan kalau begitu sekalian saja aku koma biar kau senang” balas Rin Mi

“ya ampun aku ini hanya bercanda tidak mungkin aku sejahat itu menginginkan kau terluka begiru parah, tapi kalau memang bisa koma satu tahun tidak apa-apa aku sangat ikhlas sekali karena dengan begitu artinya temanku yang BABO berkurang satu” jelas Rae In

“lebih baik kau diam saja mendengar kata-katamu yang terakhir rasanya membuatku langsung sakit” balas Rin Mi

“hahhah, aku sennag melihatmu menderita biarkan saja kau ini memang BABO tahu, diantara keempat temanku, aku rasa hanya aku yang normal” kata Rae In dengan senyum berbinar-binar

“lalu kalau begitu kami semua BABO termaksud AKU?” tanya Rin Mi

“iya memang begitu” jawab Rae In

“terus kalau begitu aku terbabo keberapa dari keempat orang yang kau anggap BABO” tanya Rin Mi

“dengarkan baik-baik yah Rin Mi khusus untukmu saja pangkat ini aku berikan dari gelar yang kau tanyakan tadi, hmmmm…hmmmmmmmm…hmmmmmmm, sebenarnya kau ini temanku terBABO PERTAMA dari keempat temanku” jelas Rae In

“sudah kuduga kau bakal berkata seperti itu sudahlah lebih baik kau diam rasanya seluruh temanku menganggapku begitu BABO membuatku menjadi tambah sakit” tegas Rin Mi

“kau ini memang sakit sampai belum masuk rumah sakit kau juga sudah sakit bahkan sejak dilahiran kau ini memang sudah sakit dan intinya kau ini ditakdirkan untuk SAKIT” jelas Rae In

“sepertinya kau ini memang senang melihatku sakit memangnya aku sakit apa?” tanya Rin Mi

“tuh namanya penyakit itu penyakit BABO, mama menurut Jae Min sudah akut pula bukan itu sakit namanya” jelas Rae In

“sama seperti yang berbicara memangnya kau ini tidak merasa sakit apa? Mengharapkan nonton KONSER SUPER JUNIOR, kau ini kan sedang galau dan bingung dalam mencari keputusan untuk nonton konser atau tidak” jelas Rin Mi

“dengar ya Rin Mi aku ini seorang ELF jelas saja aku galau ingin nonton konser Super Junior, yang kuharapkan SS4 itu bisa aku tonton bersama-sama dengan kalian eh tapi itu hanya bisa menjadi harapan kecuali kalau pas sebelum konser nanti dimulai masalahku sudah selesai dan aku bisa segera mendapatkan uang tabunganku”

“mangkannya kau iyu juga sama sakitnya salah sendiri kau jahat pada adikmu sekarang rasakan akibat ulahmu yang BABO itu!! Untung saja aku bisa melihat KONSER BEAST BEAUTIFUL SHOW, mana Yoseob imut sekali hahha” bentak Rin Mi

“heeeh, kau ini kurang ajar seklai!!! Kau mengataiku BABO!! Sebelum kau ingin mengatai orang lebih baik kau berkaca dulu Rin Mi atau dirumahmu tidak ada kaca saking kayanya, kalau begitu mulai besok kau berkaca saja dirumahku atau mau aku belikan kaca yang besar khusus untukmu agar kau sadar” balas Rae In sambil menutup mulut Rin Mi, disaat itu juga pintu kamar tempat Rin Mi dirawat pun terbuka dengan kasar

“BRAAAAAAAAAAAK” seluruh isi ruangan menjadi sunyi saat Il Sung, Jae Min dan Hae Soo melihat Rin Mi dan Rae In seperti orang yang sedang berpelukan, karena kejadian itu akhirnya pertengkaran antara Rae In dan Rin Mi yang saling memproklamirkan kata-kata BABO pun terhenti dan karena Rae In merasa situasi ini serasa cinta lokasi ia pun melepas dekapan tangannya berharap agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan Rin Mi

“tolong katakan padaku kalau yang kulihat barusan itu tidak benar” pinta Il Sung

“kalian berdua ini sebenarnya masih normal atau tidak?” tanya Jae Min

“atau sebanrnya saat ini yang sakit itu bukan hanya Rin Mi tapi kalian berdua yang sakit” tambah Hae Soo

“MWO? AKU? DIA?” serentak Rae In dan Rin Mi saling menunjuk diri dan mengacungkan tangan ke samping secara bersamaan “MALDO ANDWAE” serentak Rae In dan Rin Mi membantah

“aigo, aigo, aigo!! Sudahlah tidak apa-apa kok kalau kalian berdua memang memiliki hubungan, aku sudah biasa kok mendengar hal seperti itu hehehhe” kata Jae Min dengan senyuman mengembang membuat Rae In dan Rin Mi saling bertatap sinis dan setelahnya saling membuang muka

“baiklah sepertinya bertambah lagi temanku yang tidak normall” kata Hae Soo

“hiih, dengar yah apa pun yang kalian lihat itu tidak ada yang benar, dan aku juga tidak sudi kalau tidak normal dengan orang ini, siapa juga yang kenal dengan orang ini ciih sungguh tidak sudi” kata Rae In sambil berteriak di telinga Rin Mi

“memangya siapa juga yang mau kenal denganmu hiiiih aku juga tidak sudi” bantah Rin Mi didepan Rae In “dan aku juga masih normal mungkin yang disampingku saja yang tidak normal” tambah Rin Mi

“heeeeh, berani sekali kau mengataiku tidak normal dengar yah aku kan tadi sudah bilang kalau diantara kalian aku ini yang masih normal” kata Rae In membela diri

“jadi kalau begitu dari tadi kalian diam-diam juga mengatai kamu tidak normal” tanya Jae Min

“termaksud aku juga begitu?” tambah Hae Soo

“iyaaaaaaaaaaaaaaa” kata Rae In dengan nada panjang

“HAN RAE IN juga sampai kau membuatku harus membuka semua aibmu” balas Jae Min

“biarkan saja dia berbuat semuanya RAE IN itu memang seperti itu” sambung Rin Mi

“tenanglah Rin Mi biarkan aku yang membuka semua aibnya biar dia tambah sadar diri” bela Jae Min

“hahhaha silahkan saja memangnya aku punya aib apa? Lagi pula aib kalian jauh lebih nyata adanya dan aku juga bisa membukanya didepan kalian” lanjut Rae In

“HYAAAAAAA!! BAE RIN MI, LEE JAE MIN, PARK HAE SOO, dan kau HAN RAE IN” suara Il Sung tiba-tiba terdengar ditengah keributan “dari pada kalian bertengkar tentang kejelekan diri kalian lebih baik kalian pergi ke tukang salon untuk saling bertanya apakah diantara kalian semua masih ada yang normal” bentak Il Sung

“dengar yah ini rumah sakit dan sekarang jam sudah menunjukan pukul 20.00 KST dan itu berartiu waktunya jam tidur jadi lebih baik kalian simpan masing-masing kejelekan diri kalian ARRASO?” bentak Il Sung dengan keras membuat seluruh ruangan terdiam dan takut untuk memulai berbicara

“bagus bila sudah mengerti semua!!” tegas Il Sung

***

“MWO!! 1 BULAN” serentak Leeteuk, Yesung, Donghae, dan Kyuhyun teriak

“iya dan karena itu sepertinya untuk saat ini sungmin harus di rawat” jelas dokter itu kepada member Super Junior

“MWO!! DI RAWAT!!” serentak semua teriak kembali kecuali Sungmin dan Uisa

“iya maka dari itu saya berharap agar dia tidak melakukan apapun selama kakinya masih diperban” kata Uisa sambil menunjuk ke arah Sungmin yang baru diperban

“MWO!! DIPERBAN JUGA!!” kembali mereka serntak berteriak

“HYAAA, berisik sekali kalian berempat!! Membuat telingaku panas saja, ini sudah malam semua pasien butuh tidur jadi lebih baik kalian DIAM!! Karena dengan kalian diam itu bisa membantukku, ARRASO!!” bentak Sungmin

“iya tidak apa-apa jaga diri anda baik-baik bila ada sesuatu yang anda butuh kan silahkan panggil saya” jelas Uisa yang kemudian langsung pergi ke luar kamar Sungmin

“ne, nan arro” jawab Sungmin “kamsahamnida Uisa” lanjut Sungmin kembali

“tolong maafkan mereka Uisa maklum masa kecil mereka belum ke rumah sakit sampai sekarang kecuali magnae Super Junior yang sudah menetap di rumah sakit yah kurang lebih setengah tahun” jelas Sungmin dengan senyum manisnya

“maksudmu masa kecil kami tidak pernah kerumah sakit itu apa Sungmin?” balas Leeteuk

“memangnya aku salah? Lagian siapa suruh kalian teriak begitu seperti mendengar berita kalau aku terkena kanker yang sudah stadium 4 dan divonis hanya bisa hidup kurang lebih 1 bulan saja” jelas Sungmin

“dari pada hanya diam lebih baik seperti tadi, kan kau yang bilang sendiri kau tidak suka kalau aku tersenyum evil atau hanya menatap evil yakan? Ya sudah aku ikut kaget saja hitung-hitung belajar acting” lanjut Kyuhyun

“iya itu benar apa kata Kyuhyun, kan sudah lama tidak beracting yah biar kita mengenang saat-saat dulu kita membuat mini drama m net hanya saja yang ini jauh lebih nyata hahha” kata Donghae dengan seulas senyuman

“jadi maksudmu kau senang melihatku seperti ini? Mentang-mentang ini sungguhan kalian memakai kesempatan ini untuk latihan acting untuk acara kita nanti begitu?” tanya Sungmin

“sebenarnya kami tidak bermaksud seperti itu dan tadinya aku juga tidak tega sih kepadamu tapi karena ingin tahu aku jujur katakan kepadamu bahwa ‘MEMANG ITU YANG KAMI MAKSUD’” jelas Yesung dengan nada panjangnya yang indah melengking keluar dengan merdu di akhir kalimat

“menyedihkan sekali hidupmu hyung harus mendengar kenyataan pahit tadi sambung Donghae

“sepertinya lebih baik kalian pergi dari kamarku aku tidak mau di jenguk dengan kalian lagi itu membuatku menjadi gila” kata Sungmin sambil menggerakkan tangan seperti mengusir lebah “huss huss huss pergilah pahit pahit pahit pahit” kata Sungmin

“hyung, kau ini sedang mengusir kami ata mengusir hantu?” tanya Kyuhyun

“kalau kau sadar kau itu terkenal dengan evil devil magnae jadi aku bukan mengusir hantu tapi mengusir SETAN” jelas Sungmin

“iya benar mangkanya Kyuhyun kau keluar sana ada setan special tuh” kata Leeteuk sambil berbicara seperti iklan mie sedap

“aigo aigo aigo, yang benar seperti ini, ya suda keluar dulu sana tuh ada mr evil yang lagi sengsara tentunya, BEGITU” jelas Donghae sementara yang lain sibuk menirukan iklan, Sungmin pun langsung memegang kepala tanda kalau dia merasa sudah gila

“aigo kepalaku rasanya mau pecah mendegar kalian mana diatas kepalaku banyak bintang kecil dilangit yang biru amat banyak muncul di atas kepalaku” jelas Sungmin sambil bernyanyi

“haah hyung aku tahu tuh ada lagunya” sambung Kyuhyun

“jangan teruskan kepalaku sedang sakit” cegah Sungmin

“bukannya kakimu yang sakit masa bisa jadi kepalamu yang sakit??” tanya Leeteuk

“oh bisa kan kepala pundak lutut kaki lutut kaki, kepala pundak lutut kaki lutut kaki” balas Yesung sambil bernyayi dan menari sesuai lirik lagu

“sepertinya temanku sudah tambah gila berarti Super Junior jadi tambah gila lama-lama aku juga bisa gila kalau begitu harusnya dulu aku minum obat anti gila biar tidak ketularan gila seperti ini” jelas Sungmin’

“sudahlah sesama orang gila tidak boleh saling sungkan” tambah Donghae

“iya iya aku paham kok” kata Sungmin menyerah “terus ngomong-ngomong kalian kemana saja kenapa kalian saling kejar-kejaran tadi?” tanya Sungmin

“oh iya hyung mana hadiahnya?” tanya Donghae

“hadiah? Hadiah apa?” tanya Leeteuk

“aigo hyung tadi kan kita berempat habis berlomba lari masa hyung lupa sih?” jawab Donghae

“lomba? Lomba lari? Memangnya tadi kita lomba lari yah?” tanya Yesung

“aigo jangan pura-pura cepat berikan hadiahnya” pinta Donghae

“tapi kami tidak berpura-pura Donghae, lagi pula aku juga tidak punya hadiah yang bisa ku berikan hanyalah ancaman kematian untuk Kyuhyun” kata Leeteuk sinis kepada Kyuhyun

“hehehe bagaimana enakkan jalan-jalannya” jawab Kyuhyun senang

“hahaha iya senang banget kok sampai aku pegal-pegal dan gara-gara kau aku jadi merusak kamera orang lain” balas Leeteuk

“jadi tadi bukan lomba lari dong? Terus kalau begitu buat apa aku repot-repot memikirkan tempat piala” sesal Donghae

“sudahlah jangan kecewa begitu!!” hibur Kyuhyun “kau masih mending tidak dapat apa-apa tapi aku? Ditengah perjalanan aku malah dapat cacian yang amat dalam hiks hiks hiks” jelas Kyuhyun sambil bersedih

“oh Kyuhyun begitu malang nasib kita berdua hiks hiks hiks” kata Donghae yang mulai mengeluarkan air matanya, Kyuhyun pun menatap Donghae sedih

“hyung salah apa kita sampai diberikan cobaan seperti ini” tanya Kyuhyun

“Kyuhyun” tatap Donghae ke Kyuhyun

“hyung” tatap Kyuhyun ke Donghae

“BERPELUKAN” dan akhirnya mereka saling berpelukan satu sama lain

“aigo lohatlah mereka itu sungguh membuatku ingin muntah” kata Leeteuk

“sepertinya kata-kata tadi tidak ada di dalam naskah deh” kata Yesung bingung

“Sungmin kau kenapa? Kenapa kau jadi murung kembali?” tanya Leeteuk

“aaahhh mungkin kau masih belum menemukan sapu tanganmu kan?” sambung Yesung namun Sungmin menggelengkan kepalanya

“lalu kalau begitu kau kenapa?” serentak Leeteuk dan Yesung bertanya

“aku cemburu melihat pasangan couple ku dipeluk orang lain hyung” GUBRAK jawaban Sungmin tadi membuat Leeteuk dan Yesung trauma untuk khawatir lagi pada Sungmin sementara Kyuhyun dan Donghae masih berpelukkan, dan Sungmin punmmasih terdiam disudut pojok kamar “suramnya hidupku ini” begitulah kata Sungmin

“aigo aigo apa yang harus aku lakukan Yesung? Sebagai seorang Leader aku amat sangat pusing melihat memberku berlaku sperti ini” tanya Leeteuk

“jangan bertanya kepadaku!! Aku saja bingung kenapa saat ini suasananya jadi aneh? Bahkan lebih aneh dari pada sifatku” jawab Yesung

“sebagai seorang leader kenapa aku harus memiliki member yang sifatnya begini yah?” tanya Leeteuk bingung

“sudahlah tidak usah menyesali apa yang sudah terjadi!!” kata Yesung sambil menyemangati hyungnya yang putus asa

“mereka memang suka begitu kok yang penting kita fokus saja dalam wamil nanti” jelas Yesung

“”yesung kau benar-benar pengertian sekali” kata Leeteuk

“hyung juga begitu pengertian kepadaku” balas yesung dan akhirnya kini mereka berdua melakukan hal yang sama yang dilakukan Kyuhyun dan Donghae yaitu berpelukan ditengah kamar Sungmin, sementara Sungmin masih tetapp berada dipojok kamarnya “aku sudah bilang bukan kalau hidupku suram” sesal Sungmin

TBC

fanfiction

Mystery part 3


Title: Mystery (part 3)

Genre: Romance, Funny

Rate: All Age

Lenght: Series

Cast:  Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun

Kim Jong Woon a.k.a Yesung

Lee Sungmin a.k.a Sungmin

Lee Donghae a.k.a Donghae

Park Jungsoo a.k.a Leeteuk

Bae Rin Mi a.k.a Rin Mi

Han Rae In a.k.a Rae In

Kim Il Sung a.k.a Il Sung

Kim Jae Min a.k.a Jae Min

Park Hae Soo a.k.a Hae Soo

Supporting Cast: All of Super Junior members

Donghae POV

“aduh lama-lama aku bisa terkena STROKE nih” kataku dengan tampang yang begitu melas, oh Tuhan ini membuatku jengkel, jangan katakan hidupku akan berakhir di taman yang indah ini

“memangnya kau punya penyakit STROKE yah? Kalau begitu kenapa kau bisa terlihat sehat?”

“tuh…kan!!!, kau membuatku menjadi gila”

“aahhhh…. aku lelah begini salah, berpikir begini tidak boleh menjawab itu selalu tidak benar lama-lama aku bisa mati kecewa karenamu” katanya dengan kesal

“ini semua juga bukan kehendakku menjadi seperti ini, seumur hidupku baru kau saja yang sulit ku tangani dari banyaknya fans”

“jangan salahkan sifatku sebagai seorang fans, lalu memangnya apa salah aku berlaku begini terhadap orang yang tidak aku kenal” bela yeoja didepanku ini

“haah ini jadi tidak seru” kataku dengan wajah yang begitu lelah

“iya benar ini jadi tidak seru lagi, tapi memangnya apa yang membuat seru sih?” tanyanya bingung

“karena intinya kita sama-sama sedang kecewa” jawabku

“memangnya kita sedang kecewa kenapa?”

Donghae POV end

Author POV

“jadi…?? kita sedang kecewa begitu” kata Hae Soo

“kau sudah mengulangi kata itu hampir 5 kali agasshi” sambung Donghae

“biar aku perjelas kata-kataku ini, mungkin ada yang kurang dari pernyataanku tadi!!” lanjut Hae Soo kembali

“iya tidak apa-apa lagi pula kata-katamu tadi ada yang diulang hampir 6 kali, paling-paling nanti kau berkata itu lagi” kata Donghae pasrah, sementara saat ini Hae Soo sedang berkomat-kamit lagi Donghae pun hanya mengganguk-angguk pasrah ini semua dimulai dari dirinya kini ia menyesal, coba tadi ia tidak menyimpulkan kata-kata itu, pasti yeoja ini sekarang akan benar-benar menjadi patung yang tak berdaya

“berarti saat ini kita sedang kecewa bukan?” kata Hae Soo kembali

“ngomong-ngomong kau sudah tahu siapa aku?” tanya Donghae

“ohhh iya………!!!, katanya kau ingin melepas topimu, kacamata dan maskermu juga kalau begitu cepat kau ini lama sekali” bujuk Hae Soo kepada Donghae

“tuh kan apa kau bilang sepertinya kesalahan bukan kepada author tetapi kesalahan terjadi pada yeoja ini” kata Donghae dalam hati

“ayo cepat kenapa kau malah memandangi aku, aku tahu aku cantik dan manis tapi kau tidak perlu terpesona begitu!!” kata Hae Soo dengan senyum menggembang

“ada apa denganmu ini? Sepertinya programmu sedang error” sambung Donghae

“apa?” tanya Hae Soo

“aku bingung denganmu sebenarnya sejak kecil kau diprogram untuk apa sih?” tanya Donghae

“kau sedang mengejekku ya? Kau pikir aku ini robot apa?” bentak Hae Soo

“sudahlah, sekarang pejamkan matamu” bujuk Donghae

“untuk apa??” tanya Hae Soo

“kau ingin tahu siapa aku kan? Lebih bcepat kau memejamkan matamu, maka lebih cepat kau tahu siapa aku”

“oh yaudah aku akan memejamkan mata sekarang” Hae Soo pun mulai memejamkan mata tanpa ragu-ragu

“tumben dia nurut!!” kata Donghae dalam hati

“kau janagna kaget begitu tahu siapa aku?” kata Donghae sambil melepas topinya kemudian kacamata dan maskernya “sekarang kau boleh melihat aku” kata Donghae

“baiklah, siapa atau tidak aku akan membuka mata” Hae Soo pum tanpa ragu membuka matanya perlahan-lahan dan ketika matanya terbuka ia terdiam melihat wajah Donghae

“-___________-“

“bagaimana nona? Kau sudah mengenaliku?” kata Donghae dengan senyum mengembang

“eoteokhe?” kata Hae Soo cemas

“ada apa?” tanya Donghae “tuh kan!! Rata-rata pasti setiap orang yang bertemu denganku berkata begitu smentara yang lain berteriak histeris lalu langsung berlari memeluk yang lain tapi Cuma aku yang berbeda tidak ada yang memperlakukanmu seperti itu” kata Donghae dalam hati

“wajahmu? Wajahmu? Hae Soo pun melihat Donghaee dengan penuuh perhatian kembali, didekatinya namja yang ada didepannya perlahan-lahan “hmmm? Tidak salah lagi” kata Hae Soo

“tidak salah apa??” kata donghae gugup, Donghae pun menelan ludah “sepertinya ini jauh lebih mendebarkan dari pada film horor” kata Donghae dalam hati

“haaaaaaah!!!! Kau pasti kembarannya Donghae SuJu kan? Wajahmu mirip sekali dengannya” jawab Hae Soo

“kau tidak pernah nntn entertainment ya? Donghae SUJU mana mungkin punya kembaran dan A….aku!! adalah DONGHAE” tegas Donghae

“SSSSSSSSSSSSSSSSSSTTTT!!!” kata Hae Soo dengan telunjuk kanannya dimulut Donghae “kau ini jangan mnenyebar fitnah yah??” tambah Hae Soo membuat Donghae diam

“sudah kubilang berkali-kali kesalahn bukan pada Author tapi kepada ceritanya” kata Donghae dalam hati

“aku tahu kok kau berkata apa?” lanjut Hae Soo “kesalah bukan kepada ceritanya tapi semua ini terjadi begitu saja” kata Hae Soo

“heii, sejak kapan kau bisa membaca pikiran orang lain?” tanya Donghae

“sudahlah pokoknya kau ini jangan menyebar fitnah!! aku tahu kok Donghae tidak punya kembaran jadi cepat buka topengmu jangan sampai aku mulai bernyanyi hanya untuk meminta kau membuka topengmu” tegas Donghae

“ck…ck…ck… aigo aigo aigo tidak bisahkah kau melihat wajahku baik-baik hya!! Agasshi, kau terlalu banyak menonton film mana mungkin aku memakai topeng”

“lalu kalau bukan kenapa wajahmu mirip dengan Donghae SuJu?” kata Hae Soo

“itu karena aku ini Donghae!!!” jelas Donghae meyakinkan

“bohong, kau bohong!! Kau tidak mungkin Donghae, aku yakin kok kau BOHONG!! Geotjimal, geotjimal!!” tegas Hae Soo

“tapi ini memang aku, dan aku tidak berbohong!!”

“tidak kau pasti berbohong, kalau kau Donghae coba sebutkan lagu-lagu Super Junior dari album kelima terbaaru SuJu”

“itu mudah sekali, apa aku harus menyebutkan semuanya?” tanya Donghae

“huh, sombongnya dirimu itu!!” kata Hae Soo sambil melirik sinis Donghae

“aku? Sombong!!” balas Donghae “hahahha” Donghae pun tertawa lepas

“cihhhh, kenapa orang ini kenapa diaa sudah gila karnaku?” pikir Hae Soo dalam hati

“dengarkan aku nona!! Orang setampan dan sebaik aku tidak pantas sombong, seorang Donghae sangat digemari orang karena sifatku yang baik” sambung Donghae

“SSSSSSSTTTTTTT” Hae Soo pun mengualnginya dengan telunjuk kanan dimulutnya “sudah kubilang kan kau jangan menyebar fitnah!! Kasihan tahu Donghae oppa ia pasti akan bersedih karenamu!”

“tanpa kau bilang begitu nasibku saat ini sedang mengalami kemalangan” balas  Donghae

“sssssssttt!! Lebih baik cepat kau sebutkan album kelimanya!!” suruh Hae Soo

“mau album yang A, B, C, D atau mau sampai yang ke Z sekalian biar kau puas” sambung Donghae geram

“hahhahaha kalau album SuJu yang ke 5nya sampai Z pasti seluruh dunia akan mati kegirangan karena itu hahaha dan saat iniu aku pasti sudah berada di Rumah Sakit karena itu, bukan Cuma aku mungkin seluruh orang saat ini akan berjatuhan ke Rumah Sakit”

“iya bukan cuma kau saja, mungkin aku dan kesembilan memberku yang lain saat ini sudah mati kelelahan” sambung Donghae “lagi pula sejak Super Junior dibentuk kami juga sudah memikirkan album-album kami sampai sekarang dan kalau album kami yang ke lima benar-benar samapi Z bisa-bisa seluruh dunia menjadi runtuh hingga isinya karena itu” lanjut Donghae

“HYAA!!” bentak Hae Soo “jangan berbicara seperti itu, aku ini malah senang amat sangat senang kalau albumnya sampai sebanyak itu, bahkan saking senangnya aku rela gila karena itu”

“jadi kau juga senang aku dan teman-temanku menjadi langangan Rumah Sakit?” runtuk Donghae

“kalau kau Donghae harusnya kau senang karena seorang ELF seperti aku rela menjadi langangan psikolog karena albumnya sebanyak itu, sudah lebih baik cepat sebutkan saja seluruh lagu-lagu yang terdapat di album ke 5 SuJu” tegas Hae Soo

“Mr Simple, A-cha, Superman, Memories, Andante, Strom dan lain-lain” jelas Donghae sambil menyebutkan lagu-lagu SuJu hingga membuat Hae Soo terpaku “itulah lagu-lagu SuJu dari album ke 5 kalau masih kurang aku akan mengadu kepada ahjussi untuk memperbanyak albumnya, bila nanti ada berita anggota SuJu kritis di rumah sakit kau harus bersiap-siap membawa tissue  yang banyak karena aku tidak mau kamarku kebanjiran karena air matamu” jelas Donghae, Hae Soo pun juga berada disampingnya hanya menatapnya diam dan tidak bergerak mendengar kata-kata Donghae tadi, ia tahu benar kalau semua lagu yang disebutkan pria disampingnya itu benar dan tidak ada yang salah dan terlupakan hingga detail-detailnya

“nona, kau mendengarku?” kata Donghae sambil melambaik-lambaikan tangan kanannya di wajah Hae Soo, Hae Soo pun tetap diam tak merespon apa-apa

“nona, apa kau masih hidup atau kau sudah meninggal?” tanya Donghae kembali, hingga membuat Hae Soo sadar

“neo jeongmal Donghae Super Junior?” tanya Hae Soo dengan terbata-bata

“ne” jawab Donghae dengan senyuman manisnya hingga membuat Hae Soo sesak nafas melihatnya

“aku ingin bertanya” kata Hae Soo sambil memegang dadanya dengan tangan kanannya

“apa???”

“bo-boleh-bolehkah aku pingsan disini sekarang?” pinta Hae Soo

“tapi aku tidak kuat rasanya jantungku ingin keluar dari tubuhku ini”

“jangan tidak boleh nanti kau bisa mati bila jantungnya keluar daari tubuhmu” pinta Donghae

“hukum aku” kata Hae Soo

“mwoo?”

“hukum aku karena tidak bersikap baik padamu” pinta Hae Soo

“aku tidak mau menghukummu” tegas Donghae

“tidak!!! Aku sungguh jahat dan babo jadi tolong hukum aku!!” pinta Hae Soo

“kalau tidak!!” sambung Donghae

“aku akan menampar pipiku sampai kau mau menghukumku” tegas Hae Soo

“heeeeeeeh!! Tidak boleh!! Baik-baik kalau begitu berikan Hpmu!!”  pun perintah Donghae

“untuk apa? Aku kan minta dihukum” tanya Hae Soo

“berikan saja!” kata Donghae sambil meminta HP Hae Soo dan Hae Soo hanya menurut dan memberikan Hpnya kemudian Donghae pun mengutak-atik HP Hae Soo entah apa yang dilakukan Donghae, Hae Soo pun tidak tahu

“ini Hpmu aku sudah selesai” kata Donghae sambil berdiri untuk segera pergi

“kau mau kemana?” tanya Hae Soo, Donghae pun hanya tersenyum manis membalas Hae Soo dan kemudian pergi meninggalkan Hae Soo

Author POV end

***

Kyuhyun POV

Aku melihat jarum jam yang bergerak sama seperti waktu yang bergerak terus dan kini jarum jam itu tepat kembali ke angka 12, aku pun mulai menghitung kembali 1 detik, 5 detik, 10 detik, 15 detik, namun tetap ada yang aneh

“sebenernya apa yang salah yah?” akupun melihat kembali jamku yang dari satu jam lalu kupandangi, aku terus berkutat pada jamku yang kurasa telah membuatku merasa kesal sampai pada menit pertama aku hanya diam, menit kedelapan aku mulai menyadari sesuatu menit ke lima belas mataku sudah mulai panas dan menit kedua puluh resmilah sudah aku menjadi laki-laki terbabo

“haaaissh, jam bodoh!! Kau membuatku menyadari tentang diriku yang sebenarnya” teriakku dengan keras “sejak tadi aku terus menunggu ada satu gerakan besar karena itu aku melihatmu tapi ternyata aku yang tidak bergerak sama sekali” kataku dengan keras hingga membuat seluruh orang yang berada di sekitarku menjadi bingung dan melihatku dengan tatapan aneh

“baiklah lebih mungkin lebih baik aku masuk saja kedalam Hotel” karena aku merasa lelah ditambah dengan kejadian bersama yeoja tadi serta kebodohan diriku barusan aku pun memutuskan untuk masuk dan beristirahat, selangkah demi selangkah kakiku berjalan menuju drom dan terus tersenyum melewati pintu-pintu kamar yang tertutup “pintu yang bagus” kataku sesekali sambil terus tersenyum “hmmm? Rasanya aku menjadi teringat sesuatu mengenai pintu ini” pikirku sambil terus menatap pintu-pintu kamar

“HAHAHAHAHHAHAHAHHAHA” tawaku pun menjadi jadi “aku ingin tahu bagaimana keadaan hyung saat ini ya HAHAHHA” kataku sambil tertawa lepas

“aku lupa kalau tadi sesudah bermain kejar-kejaran dengannya” kataku sambil terus melangkah menuju kamar hotel namun aku kembali menghentikan langkahku “Hyung sudah pulang atau belum ya?” tanyaku

“hah sudahlah mungkin dia belum pulang, mungkin saja dia lupa mengejar aku ditengah jalan terus bertemu dengan penggemarnya dan asik berfoto-foto, yah pasti dia lupa” tegasku

“lebih baik aku cepat-cepat masuk ke kamar” kataku sambil terus melangkah menuju kamar hotel

“heheheh pintunya benar-benar bagus beli dimana yah??”

Kyuhyun POV end

TBC