Couple · humor · Love · romance · school life · Teen Fiction

Just You — Chapter 1


1e491291bde550a17bd7e54f20f0f5c5 copy

SEBENERNYA INI UDAH GUA SHARE DI WATTPAD, JADI KALAU SUATU SAAT GUA GAK UPDATE UPDATE DISINI BERARTI GUA SHARENYA DI WATTPAD HAHA.

https://www.wattpad.com/289002111-just-you-chapter-1-bunga-gabriella-maynard

INI GUA KASIH LINKNYA, JANGAN LUPA COMMENT ATAU FOLLOW GUA YAH DI WP HAHA. THANKS YOU:*

 

CHAPTER 1 : BUNGA GABRIELLA MAYNARD

 

Kenapa aku harus bersama dia lagi, bersama dengan cowok menyebalkan macem dia. Sial, apa aku harus pindah sekolah biar tidak bertemu dengan dia lagi?!! Aku terlalu lelah bersama dia, sejak kecil selalu dia, dia dan dia.

“hai darling” aku tahu suara itu, suara cowok menyebalkan.

“stop call me darling, BRYAAAAAAN!!” ketusku sambil berteriak dan menekan kata BRYAN.

“calm down darling, biasanya juga lo seneng gua panggil darling” jawabnya dengan nada santai sambil tersenyum manis kearahku.

Dasar cowok menyebalkan, aku ingin  menelannya hidup-hidup rasanya.

“terserahmu sajalah, aku lelah setiap bertemu denganmu” jawabku sambil pergi meninggalkan dia, menuju kedalam kelas.

“BUNGA…. TUNGGU GUA” teriak Bryan, sambil berlari kearahku. Aku pun segera mempercepat langkahku supaya tidak berjalan bersama dia.

“lo kenapa sih ninggalin gua mulu?” tanyanya bingung, sambil merangkul pundakku setelah dia berhasil menyamai langkah kakiku.

“darling, lo denger gua kaga sih? Lo gak budek kan? Lo juga gak bisu kan? Kenapa gak jawab pertanyaan gua?” kesalnya, aku pun hanya menatap datar ke arahnya.

“oke fine, kalau lo gak jawab pertanyaan gua. Gua bakalan cium lo detik ini juga” Bryan pun mendekatkan mukanya ke arahku, “sial Bryan emang gak pernah main-main kalau soal begini” batinku.

Aku pun menahan mukanya dengan kedua tanganku. “stop Bryan, kamu kenapa sih selalu nyebelin banget jadi manusia” kesalku, sumpah aku sudah cape kalau berurusan dengan yang namanya BRYAN CHAZ ADALSON. Walau aku akui Bryan itu cowok tampan, keren tapi sifatnya itu yang membuat aku muak jika bersama dia.

“nyebelin sebelah mananya gua? Perasaan gua biasa aja sama lo. Lonya baper sih jadi orang” dia menjawab pertanyaanku saja dengan senyum. Ya tuhan apa salah aku ini sebagai hambamu dan kau pertemukan aku dengan manusia macam dia.

“terserah, aku mau masuk kelas. Aku cape ketemu sama kamu. Jauh-jauh sana dari aku” kesalku sambil mengusir dia.

“ayolah darling, kita kan sekelas jadi kita harus bersama-sama biar mesra” sambil merangkul pundakku lagi. Aku pun menghela nafas panjang, terserahlah. Aku terlalu cape untuk berurusan dengan dia. Biarkan dia semaunya dan aku sudah lelah sekali ingin duduk dikelas.

 

….

 

“Bunga tadi gua liat lo sama Bryan, gila kok lo bisa sih dirangkul gitu sama Bryan. Sumpah gua ngiri sama lo!!!!” kata teman sebangkuku yang bernama Raina.

“bisa gak, gak usah bahas itu. Aku cape dengan nama BRYAN” kataku sambil menekan nama Bryan.

“ihs lo mah sama temen sendiri gitu, gua kan cuma nanya lonya malah gitu. Yaudahlah gua gak akan nanya lagi” kesal Raina.

“bukan gitu Raina Adriana Putri. Aku tuh males kalau udah bahas yang namanya Bryan, gak ada nama lain gitu buat dibahas?”

“karna Cuma Bryan yang pantas dibahas, gila gua kalau jadi lo yah Bung, gua bakalan mau kalau di rangkul gitu sama Bryan. Mana ada sih cewek yang nolak pesona Bryan. oh my god, sumpah Bryan terlalu perfect buat jadi manusia” Raina mulai lagi, kalau udah ada satu nama, yaitu BRYAN pasti dia akan seperti ini.

“terserah kamu aja Na, mau kamu sebut Bryan perfect kek apa kek bagi aku dia tetep COWOK NYEBELIN SEDUNIA” kesalku.

“awas aja kalau lo suka sama Bryan gua bakalan maki-maki lo!!”

“gak akan aku suka cowok macem Bryan, please deh Na kaya gak ada cowok lain didunia ini. Walau Bryan makhluk terakhir didunia ini, aku gak akan mau sama dia.”

“gua pegang omongan lo, ampe lo jatuh cinta sama dia. Gua orang pertama yang bakalan ketawain lo abis-abisan”

“iya pegang aja omongan aku, aku gak akan suka sama dia kok.”

 

…..

 

“Na, ke kantin yuk” Bunga pun mengajak Raina ke kantin.

“ayok, tapi bentar gua beresin buku dulu.” Jawab Raina sambil memasukkan buku ke dalam kolong meja. “sip ayo kita ke kantin, gua juga udah laper pake banget nih” jawab Raina sambil mengelus-elus perutnya yang sedang kelaparan.

Bunga dan Raina pun berjalan menuju ke arah kantin, Bunga pun meneliti kantin tersebut dan sosok yang paling ingin dia hindari ternyata ada didalam kantin tersebut. Dia sedang berkumpul dengan teman-temannya.

“Bung, ayo duduk dideket Bryan. gua mau curi-curi pandang ke arahnya. Sekalian nunggu Marissa, Nasya sama Jessica.” Jelas Raina sambil berjalan ke arah meja kosong disamping meja Bryan dan teman-temannya.

“bisa gak sehari tanpa deket Bryan, aku tuh males liat mukanya” kesal Bunga sambil ikut berjalan ke arah Raina yang sudah terlebih dahulu duduk di meja tersebut.

Bunga pun duduk didekat Bryan, tapi dia duduk ke arah berlawanan dengan Bryan sehingga mereka tidak saling bertatapan. “Na, kamu mau mesen apa? Aku mau ke tempat bakso. Kamu mau pesen bakso juga?” tanya Bunga ke pada Raina, tapi Raina sibuk curi-curi pandang ke arah Bryan.

“Na”

“Na”

“Ra”

“Ra”

“RAINAAAAAA!” teriak Bunga kesal, karna sahutannya dari tadi tidak didengarkan oleh Raina, Raina pun akhirnya tersadar dari lamunannya. Walau sekarang Bunga sudah ditatap sama makhluk-makhluk yang ada didalam kantin, dan tak terkecuali Bryan.

“Bung, bisa kaga lo manggil guanya dengan pelan aja. Malu kali diliatin orang-orang disini. Emang lo kaga malu apa?” kesal Raina karna Bunga sudah menganggu khayalannya tentang Bryan.

“lagi kamu, aku panggilin dari tadi masih aja bengong. Aku kan kesel jadinya aku teriak aja deh” jawab Bunga dengan nada santainya.

“lo kan bisa tepuk gua kek, apa kek tanpa harus lo teriak. Emang tadi lo ngomong apa? Gua gak denger”

“aku tuh tadi nanya, kamu mau makan apa? Aku mau beli bakso, kamu mau gak?” jelas Bunga, dan Raina pun mengangguk tanda dia mau bakso juga.

“yauda aku beli bakso dulu”

Bunga pun berjalan ke arah tempat penjual bakso. Bunga pun memesan 2 mangkok bakso, untuk dirinya dan juga Raina.

“bang, baksonya 2 yah. Nanti diantar ke meja sebelah sana yah” kata Bunga sambil menunjuk meja yang ada Raina serta 3 temannya yang baru datang.

Bunga pun kembali ketempat duduknya, tapi sebelum dia duduk ke bangkunya tangannya terlebih dahulu ditahan. Bunga pun melihat kearah samping kirinya untuk melihat siapa yang menahan tangannya.

“lepas gak?” pinta Bunga ke arah Bryan. yah orang yang menahan tangan kirinya Bunga adalah Bryan.

“kalau gua gak mau lepasin gimana?” tanya Bryan sambil mengeluarkan smirknya.

“aku bakalan teriak sekenceng-kencengnya, lagian ngapain sih jadi orang gak punya kerjaan banget isengin aku mulu.” Kesal Bunga sambil berusaha melepaskan tangannya Bryan.

“karna lo darling gua, jadi gua bakalan isengin lo. Abis lo ngegemesin banget kalau lagi kesel kaya gini” jelas Bryan sambil tersenyum manis. Siapapun yang melihat senyumannya Bryan saat ini pasti bakalan terpesona. Siapa yang bisa menolak pesona seorang Bryan? paling Cuma teman masa kecilnya yang bernama Bunga Gabriella Maynard. Cewek cantik yang anti ngomong lo-gua walau dipaksa sama kakaknya atau teman-teman terdekatnya buat ngomong lo-gua tetap saja prinsipnya aku-kamu.

“terserah kamu Bry, tapi please lepasin. Aku mau ke meja mau makan” Bryan pun tetap memegang tangan Bunga dengan erat, Bryan pun menarik Bunga ke meja tempat Bunga dan teman-temannya duduk.

“hallo semuanya” sapa Bryan sambil mengeluarkan senyum andalannya.

“Bryan? hallo juga” balas Jessica. “tumben lo kesini ngapain? Narik-narik Bunga lagi.” Tambah Jessica

“emang gua kaga boleh narik-narik Bunga? Lagian kan Bunga darling gua, iya gak darl?!” balas Bryan sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Bunga.

“your wish!!!..” jawab Bunga ketus sambil mencoba melepaskan pegangan Bryan.

“anjir gua ngakak Bry, lo digituin sama Bunga.” Tiba-tiba Angga teman Bryan ikut nimbrung ke dalam obrolan ini. “udah Bry, mending lo balik ke meja kita dan lepasin tangannya Bunga, kasian lo pegang macem gitu.” Lanjut Angga sambil melepaskan pegangan Bryan ditangan Bunga.

“udah kelepaskan? Mending lo tadi teriak ke kuping Bryan bilang minta dilepasin. Dari pada lo diem gitu dengan muka flat lo. Haha”

“thanks Ngga” ucap Bunga sambil duduk di bangkunya, karna bakso yang sudah dia pesan tadi sudah menunggunya dengan damai dimeja.

“ayo Bry, ngapain lo masih bengong disono” panggil Angga dan berlalu meninggalkan meja Bunga dan teman-temannya.

 

…..

 

Bunga pun melangkah keluar kelas setelah membereskan buku-buku pelajarannya. Dia berharap pulang sekolah tidak bertemu dengan Bryan. dia sudah muak dengan segala macam tentang Bryan. dia ingin beristirahat sejenak dengan tidak adanya Bryan.

Dia melangkahkan kakinya dengan cepat “semoga dia tidak ada” batin Bunga.

Tapi doa Bunga sepertinya tidak didengar, karna orang yang sangat ingin dihindari malah ada didepannya “hello darling” panggil Bryan.

“kenapa harus ada dia ya tuhan” batin Bunga, dia pun melihat ke arah suara yang memanggilnya. “kenapa?!” jawabku ketus.

“ah lo gak asik sih dipanggil sama pacar sendiri tapi kesannya malah jutek gitu” balas Bryan dengan suara yang dibuat-buat kecewa.

“sejak kapan sih, aku tuh jadi pacar kamu Bry? Dan stop call me darling!! Aku tuh gak suka sama kamu dan aku tuh gak mau kamu panggil aku darling. Lagian banyak di sekolah ini yang mau sama kamu, kenapa harus aku yang jadi bahan bercandaan kamu.” Jelas Bunga, sambil berjalan dan tak menghiraukan panggilan Bryan kepadanya.

“padahal gua gak bercanda sama dia, tapi kesan dia ke gua selalu kaya gini dari dulu”

“BUNGA………. PULANG BARENG SAMA GUA!!!!” teriak Bryan dan dia juga tidak menghiraukan tatapan anak-anak yang sedang ada di koridor.

Bungapun berjalan dengan kecepatan yang bisa dibilang cepat, dia berharap kakaknya sudah ada didepan sekolah dan dia bisa cepat-cepat masuk ke dalam mobil.

Tapi sepertinya doa Bunga memang tidak didengar, apa Tuhan memang mengiginkan Bunga dan Bryan bersatu?

“kemana ka Steve? Katanya janji buat jemput aku 10 menit sebelum bel pulang”

Bunga pun mengeluarkan handphonenya yang berada didalam tas, dia ingin menelpon kakaknya.

Sudah tiga kali dia menelpon kakaknya, tapi selalu saja sibuk “kemana sih ka steve, katanya janji mau jemput aku?” kesal Bunga. Dia pun menelpon kakaknya sekali lagi, “kalau yang ini gak diangkat aku terpaksa naik angkot.”

Bunga pun menelpon kakaknya untuk yang terakhir kalinya, tapi hasilnya nihil tidak diangkat oleh Steve. Bunga pun nekat pulang naik angkot, tapi siapa sangka tidak jauh dari tempat Bunga berdiri terlihat seorang laki-laki yang tengah memperhatikannya dengan tatapan yang sulit dimengerti.

Bunga pun berjalan ke arah halte bus, dia berharap bisa langsung bertemu dengan angkot yang menuju rumahnya. Tapi lagi-lagi harapan itu kandas, malah tidak ada satu angkot pun yang lewat didepannya. Malah banyak bus yang berlalu lalang didepannya, padahal bus tidak melewati rumahnya, dan walaupun dia naik bus. Dia akan menggunakan angkot lagi nantinya.

Jadi Bunga lebih memilih naik angkot yang tujuannya hanya ke rumahnya, tanpa harus bulak balik turun. Walau menurut Bunga doa dia selalu tak di anggap oleh Tuhan, tapi dia tetap berharap kalau angkot yang menuju rumahnya cepat lewat didepannya. Karna dia takut akan melihat Bryan keluar dengan mobilnya, dan mengajak dia pulang bersama. Dia tidak mau itu terjadi, bukan dia kegeeran atau gimana, pasti Bryan akan mengajaknya pulang bersama seperti sebelum-sebelumnya. Mangkanya Bunga ingin angkot segera datang.

Sepertinya Tuhan benar-benar membenci Bunga, karna angkotnya tidak kunjung kelihatan. Dan akhirnya dia terpaksa menunggu Bryan, walau dia tidak tahu kapan Bryan akan keluar. Karna yang Bunga tahu Bryan sedang latihan basket untuk turnamen nasional nanti.

Bunga pun duduk didekat halte dekat sekolahnya, dia mencoba menelpon kakaknya lagi. Tapi tetap nihil hasilnya, dia melirik jam dipergelangan tangan kirinya “sudah jam setengah 5. Sumpah kalau aku sudah sampai rumah aku akan marah-marah ke ka Steve” terang Bunga sambil melihat kearah sepatunya.

Ketika Bunga sedang sibuk melihat sepatunya, seorang laki-laki tengah berdiri didepannya. Bunga pun mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang sedang berdiri didepannya. Dia berharap itu bukan Bryan, “sedang apa disini Bung?” tanyanya dengan senyuman diwajahnya.

“nunggu angkot, cuma dari tadi gak ada yang lewat” jelas Bunga kepada laki-laki tersebut.

“gimana kalau gua yang nganterin lo pulang, dari pada lo nunggu angkot ampe jamuran disini yang belum tentu dateng. Gimana?” tawar laki-laki tersebut.

“emang aku gak ngerepotin kamu?” tanya Bunga

“kalau ceweknya kaya lo, tiap detik menit bahkan jam gua mau kok direpotin” jawabnya sambil mengacak rambut Bunga dan tersenyum.

“ihs Hadrian, rambut aku jadi acak-acakan kan nih” jawab Bunga sambil merapihkan rambutnya yang telah diacak-acak Hadrian.

Laki-laki yang dari tadi memperhatikan Bunga tanpa Bunga sadari adalah Hadrian, cowok tampan yang banyak digilai wanita di sekolah SMA Global Bangsa. Salah satunya Bunga, tanpa ada yang tahu, Bunga sudah jatuh dalam pesona Hadrian Cavan. Setiap kali Hadrian terlihat disekolah, disaat itu juga jantung Bunga berdetak tidak karuan.

“ayo Bung, pulang udah mau malem nanti lo dicariin nyokap bokap lo lagi.” Terang Hadrian sambil mengulurkan tangan kanannya membantu Bunga berdiri.

Bunga pun mengambil uluran tangannya Hadrian, jantung Bunga pun belum berhenti berdetak. Dia takut Hadrian mendengar suara jantungnya tersebut.

Hadrian pun memberi helm kepada Bunga, dia sudah berdiri disamping motor ninja miliknya. Hadrian pun menaiki motor ninjanya, “lo bisa naiknya kan Bung?” tanya Hadrian.

“bisa kok, tapi kamu pegang motornya yang benar, takut aku jatuh”

Hadrian pun tertawa kecil mendengar Bunga berbicara, “haha tenang aja kali Bung, gua juga gak akan ngebuat cewek cantik macem lo lecet sedikitpun.” Jelas Hadrian

Akhirnya Bunga berhasil menaiki motor ninjanya Hadrian, Bunga pun bingung harus berpegangan ke mana, pundak? Jaket? Atau pinggang Hadrian? Dia terlalu takut untuk sekedar menyentuh Hadrian kalau tidak disuruh Hadriannya.

“lo udah duduk yang bener kan? Coba pegangan yang erat ke gua, peluk juga boleh. Kali-kali nanti lo jatoh kan bahaya urusannya”

Bunga pun akhirnya memegang jaket yang Hadrian pakai, dia bingung harus kaya gimana. Karna dia sedang bertarung dengan hatinya yang berdetak lebih cepat dari sebelumnya.

“lo gak ada niatan peluk gua aja gitu?” tanya Hadrian sambil tersenyum walau Bunga tidak dapat melihat mukanya Hadrian yang tersenyum.

“apa sih Dri, cepetan anterin aku pulang. Udah mau malem nih” jawab Bunga mengalihkan pembicaraannya.

“oke siap tuan putri”

Hadrian pun mulai melajukan motor ninjanya menuju kerumah Bunga, dan Bunga masih bertarung dengan hatinya tersebut.

 

……

 

CHAPTER PERTAMA UDAH KELAR, SORRY KALAU CERITANYA ANEH ATAU GAK JELAS HAHA. DAN GUA BAKALAN BERUSAHA BUAT UPDATE CHAPTER SELANJUTNYA SECEPATNYA, DOAKAN AJA GUA GAK SIBUK HEHE. MAKASIH YANG UDAH MAU NYEMPETIN BACA CERITA ABSURD GUA INI HAHA. CHAPTER SELANJUTNYA TUNGGU YAH~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s