fanfiction

Losing My Mind | Chapter 1


Author       :  Han Rae In

Title          :   Losing My Mind (chapter 1)

Length      :   Threeshoots

Genre       :   Friendship, Romance, Family

Rating      :   PG 13+

Main Cast   :

  • Yang Yoseob
  • Park Jiyeon
  • Lee Gikwang
  • Park Sun Young (Luna)

note             :  haloha! aku bawa series baru nih, pastinya dengan ciri khas saya, yaitu aneh dan gaje.. jangan dipikirkan~

haha, aku bingung mau bilang apa lagi.. yang pasti untuk Jiyeon eonni, keep fighting! *maap ngga nyambung,

salahin  modem yang lagi error, haha

baiklah, ini semua cuma khayalan author yang tengah mengambang di atas awan semenjak melayangkan gugatan cerai

siwon yang sekarang malah tambah cakep. lupakan!okelah, Happy Reading~ ^^

Lanjutkan membaca “Losing My Mind | Chapter 1”

fanfiction

My First Love Dilema | Part 2


maaf baru sempet ngepost FF ini -_- soalnya sibuk ulum sama pkl, maklumin aja masih sekolah ehheh 🙂 yang udah penasaran sama FF ini silahkan baca, jangan lupa comment yah 🙂 kamsahamnida *bow*

Author: Bae Rin Mi

Title: [Part 2] My First Love Dilema

Genre: Romance, Sad, Angts, Happy

Rate: All Age

Lenght: Series

Cast: Park Jiyeon

Cho Kyuhyun

Yang Yoseob

Bae Rin Mi

Lanjutkan membaca “My First Love Dilema | Part 2”

fanfiction

My First Love Dilema | Part 1


Author: Bae Rin Mi

Title: [Part 1] My First Love Dilema

Genre: Romance, Sad, Angts, Happy

Rate: All Age

Lenght: Series

Cast: Park Jiyeon

Cho Kyuhyun

Yang Yoseob

Bae Rin Mi *eksis ahha*

Oh ya ini FF series ke dua aku, sebenernya tadinya mau dibuat one shoot kalau ngga two shoot eh tapi panjang banget yaudah aku bikin series aja, ini FF selingan sama FF yang Mystery 😀 oh ya kalau banyak yang suka sama FF ini aku terusin, kalau ngga yah mungkin ngga bakal aku terusin, jadi harap comment yah 😀 wkwk

Waktu adalah hal yang paling kejam yang pernah ada sepanjang peradapan hidup manusia. Dia bisa berjalan begitu saja, tak peduli kita sedang sedih ataupun gembira. Dan dia bisa memberi kita sebuah hari baru yang bisa jadi merupakan hari terakhir kita melihat orang-orang yang kiita sayangi. Atau, dia bisa juga membawa pergi segala hal yang sedang kita nikmati.

Author POV

Jiyeon kembali merenung sambil melihat tetes demi tets hujan yang turun melewati  jendela kelasnya. Dalam benaknya dia tidak akan melupakan segala kenangan di hari itu. Hari dimana ketika semuanya berakhir, hari ketika dia tidak bisa lagi tersenyum lega seperti biasanya. Dan entah sampai kapan Jiyeon akan melupakannya dan kembali tersenyum seperti dahulu.

Hari ini sudah genap 1 tahun setelah kejadian itu. Kejadian dimana hilangnya senyuman wanita cantik yang bernama Park Jiyeon. Dan selama itu juga Jiyeon berharap akan ada sebuah keajaiban yang bisa merubah semuanya. Tapi bagi Jiyeon itu semua hanya harapan palsu yang tidak mungkin akan terjadi.

“Park Jiyeon, coba kau kerjakan soal didepan ini” tanya guru Yang yang sedang mengajar Bahasa Inggris dikelas. Tanpa banyak bicara Jiyeon maju ke depan kelas dan mengerjakan soal yang ada dipapan tulis tersebut. Tidak heraan kenapa semua guru yang ada disekolah itu selalu memanggil Jiyeon untuk mengerjakan soal didepan kelas, karena Jiyeon terkenal sebagai seorang murid yang sering melamun saat jam pelajaran.

“Lihat itu yeoja aneh melamun lagi, tidak tahu apa guru Yang sedang menerangkan pelajaran didepan, dia malah asik melamun begitu” kata seorang yeoja yang tak lain dan tak bukan bernama Krystal

“Ya bener sekali, yang aku tahu kalau orang slalu melamun tandanya orang autis” jawab yeoja disampinya bernama Yoona

“Autis? Ih seram sekali yah” balas Krystal

“Krystal, Yoona ngobrol saja kalian!! Sehabis Jiyeon mengerjakan soal didepan, giliran kalian yang mengerjakan soal berikutnya” kesal guru Yang sambil memelototi 2 yeoja yang sedang mengobrol saat jam pelajarannya

Author POV end

***

Jiyeon POV

Hari ini, berangkat ataupun pulang sekolah rasanya sama saja. Saat aku berangkat atau pulang sekolah tidak adalagi yang menyambutku dengan sebuah senyuman manis, ah sudahlah memikirkan itu membuatku sangat geram.

Saat ini aku sedang didepan gerbang sekolah, menunggu appa menjemputku. Tetapi hapeku berbunyi tandanya ada sebuah sms masuk, dan aku melihat bahwa pesan itu dari appa, aku membukanya dan “chagi, maap appa tidak bisa menjemputmu hari ini, appa sedang sibuk, mianhae chagi” itulah isi pesan sms dari appaku “hufft, sudah ku duga” kataku

“Lebih baik aku pulang naik taxi ataupun bus saja” kataku sambil berjalan menuju halte bus dekat sekolahku

Saat aku sampai dihalte bus, bus yang aku tunggu pun datang, aku segera duduk kursi belakang. Setelah 15 menit perjalanan akupun turun, tapi aku tidak langsung pula kerumah, melainkan pergi ketaman dekat perumahan tempatku tinggal

“Mungkin kalau aku ke taman, aku bisa melupakan sejenak masalah yang aku punya” kataku, akupun melangkahkan kaki ku ke pintu masuk taman, di taman ini tersedia berbagai mainan, seperti perosotan, ayunan, dll. Aku pun berkeliling di taman ini, saat aku ingin duduk di sebuah bangku didekat air mancur, aku melihat sesosok manusia sedang tiduran di bangku taman tersebut, aku pun yang penasaran mencoba mendekatinya, “Apakah dia masih hidup?” pikirku

Jiyeon POV end

Author POV

“Apakah dia masih hidup?” pikir Jiyeon, Jiyeonpun mencoba mendekati sesosok manusia tersebut, dan saking penasarannya Jiyeon, ia mengoyang-goyangkan tubuh namja tersebut, Jiyeon berharap semoga namja ini masih hidup.

“Bangun! Bangun! Bangun kamu masih hidup kan? Tidak mati?” tanya Jiyeon sambil terus mengoyang-goyang kan badan namja tersebut, namja tersebut merespon dengan mulai bergerak sedikit demi sedikit, ada perasaan lega di hati Jiyeon karena namja tersebut masih hidup, tetapi Jiyeon melihat wajah namja itu pucat dan putih sekali, wajah namja tersebut seperti wajah keturunan eropa, hidungnya mancung dan sangat tampan.

“Ah, tadi kamu bilang apa?” tanya namja tersebut dengan suara lembut

“Tadi aku bilang kamu masih hidup kan?” jawab Jiyeon

“Kamu lucu deh, masa orang lagi tidur dibilang sudah mati” jawab namja tersebut sambil tertawa kecil

“Kan aku pikir kamu sudah mati, habisnya kamu tidur seperti orang mati saja” balas Jiyeon

“Hahaha kamu lucu deh” balas namja tersebut sambil mengeluarkan senyum innocentnya

“Aku ini serius tau” seru Jiyeon sambil berkacak pinggang

“Tadi aku kehujanan, terus karena tidak ada tempat berteduh yah aku berteduh disini saja. Terus, karena suasanannya mendukung, yah aku ketiduran deh” ujar namja tersebut

“kau tidur ditempat dan waktu yang salah” kata Jiyeon

“Kalau tempat, aku yakin ini tempat umum, jadi siapa saja boleh main kesini. Tapi kalau soal waktu, aku rasa waktu selalu salah” kata namja tersebut

Jiyeon heran, kenapa ada seseorang yang berpikiran sama seperti dia, kalau waktu itu adalah hal yang sangat kejam dan selalu salah.

“Maksud kamu?” tanya Jiyeon sambil duduk disebelah namja tersebut

“Kamu tahu waktu adalah hal yang paling kejam sepanjang masa. Dia bisa berjalan melewati kita tanpa kita tahu dia bisa sudh melewati kita”

“Atau dia bisa dengan gampangnya membawa pergi semua hal yang sedang kita nikmati” Jiyeon menyambung kata-kata namja itu

“Loh kamu juga tahu itu? Kamu juga benci sama waktu?” tanya namja tersebut

“Mungkin orang-orang bisa menganggap aku aneh kalau aku bilang aku benci dengan waktu. Karena, waktu bisa berganti dengan cepat tanpa memandang siapapun orang yang merasakannya” jawab Jiyeon sambil terus melihat kedepan dan memikirkan sesuatu yang membuatnya seperti ini

“Memang aneh loh, soalnya kita berdua sama-sama membenci dia, WAKTU. Sesuatu yang abstrak yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata”

“Kok pemikiran kamu sama kaya aku sih? Aku jarang loh ketemu sama orang yang sependapat dengan aku soal WAKTU”

Saat namja tersebut ingin menjawab pertanyaan Jiyeon, tiba-tiba dari arah belakang muncul appa Jiyeon dengan wajah yang sangat panik mendekati Jiyeon bersama 2 satpam

“Jiyeon-ah, appa pikir kamu hilang, appa tuh khawatr banget sama kamu, kalau kenapa-napa gimana?” tanya appa Jiyeon dengan nada yang sangat panik

“Buktinya, aku sekarang baik-baik kan?” jawab Jiyeon

“Yah, syukurlah sayang”

Ketika Jiyeon berbalik untuk melihat namja yang tadi, tapi Jiyeon tidak menemukan namja tersebut, dari kejauhan Jiyeon melihat namja tersebut tengah tersenyum manis ke arahnya. Dan Jiyeon pun membalas senyuman namja tersebut, setelah sekian lamanya jiyeon tidak pernah tersenyum semanis itu, tapi hari ini ia bisa tersenyum kembali

Author POV end

***

Jiyeon POV

Sejak tadi malam, pikiranku terus melayang-layang. Anehnya memori di otaknya tidak lagi memutar flashback kejadian 1 tahun yang lalu, tetapi kejadian kemarin sore di taman. Saat aku bertemu dengan seorang namja yang aku kira seorang mayat di taman dekat komplek ruamhku

“Minho, sejak kapan kamu minjem barang-barang aku tampa bilang dulu?” kata Krystal dengan suara yang keras dan kencang melebihi toa manapun di dunia ini

“Sebaiknya aku cari tempat yang lebih sepi untuk memflash back kejadian kemaren sore” pikirku

Aku pun berjalan kesegala tempat, menemukan dimana tempat yang sepi, akhirnya kuputuskan untuk pergi ke atap sekolah, disana adalah tempat biasanya aku menyendiri dari orang-orang yang munafik dan bermuka dua!

“Huft, akhirnya sampai juga” kataku sambil menghela nafas “apa aku bilang disini sepi, udara sejuk dan aku terhindar dari orang-orang yang munafik” kataku kepada diri sendiri sambil merentangkan tangan menghirup udara segar di atap sekolah

Aku pun berkeliling di atap sekolah, tetapi aku melihat seorang namja sedang tertidur di bangku dekat pagar atap sekolah, aku penasaran dengan namja tersebut, tapi aku juga takut membangunkannya. Akhirnya aku memberanikan diri mendekatinya

Aku pun berjalan dengan sangat pelan dan tanpa bersuara, takut membangunkannya. Pas aku tepat disebelah namja itu, aku tidak dapat melihat wajah namja tersebut, karena wajahnya tertutup topi, aku pun mencoba membangunkannya.

“Hei” kataku sambil mengoyang-goyangkan tubuhnya pelan

Dia pun bergerak, aku pun mencoba menjauh darinya, dan akhirnya aku melihat namja tersebut masih tertidur pulas, akhirnya aku mencoba mendekatinya dan berdiri disampingnya

Aku merasakan angin sepoi-sepoi membelai rambutku, “sejuk” kataku

“Ternyata ada orang, aku pikir dari tadi ada hantu, eh ternyata kamu napak” kata namja tersebut dan hasil aku menoleh ke arahnya dan

“Lho? Bukannya kamu yang kemarin? Kita ketemu lagi” kataku

“Eh iya, ternyata kamu anak sini juga yah? Nama kamu siapa?” kata namja itu sambil menyodorkan tangan kanannya

“Park Jiyeon imnida, kamu?”

“Nama kamu indah yah, jonen Cho Kyuhyun imnida, oh ya kayanya aku baru lihat kamu, baru masuk juga?” kata namja tersebut yang bernama Cho Kyuhyun

“Iya, aku baru kelas 10, kelas aku 10-3, kalau Kyuhyun-ssi?”

“Aku 12-IPA-1, oh jadi kamu baru kelas 10. Oh ya jangan panggil aku dengan embel-embel ssi, panggil aja aku oppa, karena aku lebih tua dari kamu 2 tahun” kata Kyuhyun sambil tertawa

“Okay, baiklah Kyuhyun-ssi, eh salah maksudnya Kyu oppa” kataku sambil tersenyum

“Oh ya, kita tuh banyak kesamaan yah” kataku melanjutkan

“Aku juga baru nemuin tempat ini, eh ternyata kamu juga suka tempat ini” kata Kyu oppa

“Baru nemuin? Oppa itu kan udah 2 tahun lebih sekolah disini masa baru nemu tempat ini” kata ku bingung sambil mengaruk-garuk kepala

“Aku belum bilang yah, kalau aku anak pindahan? Baru 2 hari yang lalu aku sekolah disini, kita punya kesamaan lagi yah, sama-sama baru pindah kesini” kata Kyu oppa sambil tertawa

“Sebelumnya kamu sekolah dimana?”

“Di negri nan jauh dimata”

“Ya, tapi dimana? Negri itu”

“Spanyol” kata Kyu oppa sambil menoleh ke arahku

“Oppa bentar lagi bel masuk berbunyi, oppa ngga mau telat kan, lebih baik kita masuk ke kelas masing-masing, dari pada nanti opa di cap jadi anak bandel” kataku

“Lho, memang aku ini aslinya anak bandel banget! Belum tau aja kamu”

“Makanya nanti jam 5 sore, aku tunggu oppa ditaman di tempat pertama kali kita bertemu di taman komplek dekat rumahku, aku mau mendengar semua cerita tentang oppa, udah yuk turun” kataku mengajak Kyu oppa untuk turun

“Aku baru tahu loh ada cewe seagresif kamu, masa ngajakin namja ngedate duluan? Harusnya kan namja yang ngajak yeoja duluan”

“Sudahlah oppa lebih baik kita cepat turun , ebl masuk sudah berbunyi tuh, kajja” kataku sambil menarik tangan oppa untuk turun kebawah

***

Bel pulang sekolah pun berbunyi tanpa pikir panjang aku melesat keluar dari kelas.

Aku langsung menghampiri appa yang sedang menunggu di tempat parkir sekolah, dan aku membuka pintu mobil sambil tersenyum ke arah appa

“Yeon, tumben kamu nyambut appa dengan senyuman, biasanya kamu nyambut appa dengan tampang bete kamu” kata appa heran

“Ah, perasaan appa aja kali, udah ah appa konsentrasi menyetir saja” kataku sambil melihat jam tangan warna pink pastel di tangan kiriku

Akhirnya sampai dirumah juga, aku pun bergegas mandi dan segera pergi ke taman komplek rumahku, karena jam 5 nanti aku harus bertemu dengan Kyu oppa

Jiyeon POV end

***

Author POV end

“Hei, oppa” seru Jiyeon

Saat ini jam sudah pukul 17.10 KST, Jiyeon telat dari waktu jam janjian. Tanpa Jiyeon duga Kyuhyun sudah sampai duluan

“Harusnya orang yang ngajak janjian dateng duluan, ini malah yang diajak yang dateng duluan” kata Kyuhyun sambil memainkan ayunan

“Kamu yang terlalu cepat datengnya, lagian aku cuma telat 10 menit” kata Jiyeon

“Jangan salah 10menit itu berarti loh, dulu di Spanyol kalau aku mau sekolah naik kereta, kalau aku telat 1menit saja aku bakal ketinggalan kereta dan aku harus tunggu kereta selanjutnya yang memakan waktu setengah jam untuk nunggunya” kata Kyuhyun menjelaskan

“Oke oke maaf, ya aku salah, lain kali aku ngga akan telat lagi deh” ujar Jiyeon sambil berdiri didepan Kyuhyun tiba-tiba yang sedang bermain ayunan

Untung Kyuhyun tidak terlalu kencang bermain ayunannya, kalau ngga bisaa-bisa Jiyeon terpental dan jatuh gara-gara Kyuhyun

“Jiyeon, kamu jangan berdiri tiba-tiba didepanku dong, nanti kalau kamu terpental gimana?” kata Kyuhyun sambil berhenti dari aksi bermain ayunan dan menghampiri Jiyeon

Jiyeon terdiam mendengar kata-kata Kyuhyun barusan, bukan karena nada suara Kyuhyun yang khawatir tapi Jiyeon mengalami de javu. Jiyeon ingat dulu ia pernah berdiri secara tiba-tiba didepan seseorang yang sedang bermain ayunan dan orang itu bereaksi sama seperti Kyuhyun

Tapi ini bukan de javu biasa, ini seperti nyata yang pernah terjadi 5 tahun yang lalu, di sebuah taman juga

“Jiyeon, kok kamu jadi diam sih? Masih ngerasa bersalah gara-gara tadi kamu telat? Aku udah maafin kamu kok, jangan diem aja yah” kata Kyuhyun

“Ha?” Jiyeon tersadar dari lamunannya

Sepertinya Jiyeon teringat kembali kejadian 5 tahun yang lalu, dan kini kejadian 1 tahun yang lalu berputar kembali dimemori otak Jiyeon

“Jiyeon, kamu tidak kenapa-napa kan?” kata Kyuhyun dengan nada khawatir

Sekarang Jiyeon malah jongkok didepan ayunan sambil menundukan kepalanya

“ANDWAE, sedetik aku bisa ngelupain, sedetik kemudian aku ingat” ujar Jiyeon sambil mengacak rambutnya frustasi

“Jiyeon, kamu kenapa? Inget soal apa?” ujar Kyuhyun dengan suara halusnya seperti biasa sambil ikutan berjongkok didepannya

Jiyeon sendiri tidak sadar telah berbicara sendiri seperti ini, kini dibenaknya muncul memori kejadian yang selama 1 tahun ini menganggunya dan menyiksa batinya

Entah kenapa, sekarang Jiyeon merasa capek sekali, capek kareena ia tidak pernah membagi cerita ini kepada siapa pun. Dengan appanya saja Jiyeon tidak mau apalagi kepada orang lain

“Oppa, mian aku mau pulang aja” ucap Jiyeon saambil berdiri daan hendak pergi

“Emangnya kenapa? Kamu masih ngga enak? Udah aku maafin kok” balas Kyuhyun sambil memegang tangan Jiyeon agar yeoja itu tidak pergi

“Bukan, bukan soal itu, tapi ini tentang aku oppa” jawab Jiyeon sambil melepas tangan Kyuhyun dengan pelan

“Oke, aku ngerti mungkin lusa atau kapan kamu bisa cerita ke aku soal kenapa kamu tiba-tiba seperti ini, tapi aku mau besok kamu berangkat bareng sama aku, gimana?”

“Oppa, aku”

“Bilang iya atau ngga kok susah banget”

“Ya sudah” ujar Jiyeon sambil meninggalkan Kyuhyun

Sepeninggal Jiyeon, Kyuhyun pun memutuskan untuk pulang ke kosannya yang memang berada di sekitar daerah perumahan yang terkenal elite ini

Seharusnya sore-sore seperti ini Kyuhyun sudah harus ada diranjangnya untuk beristirahat, tapi karena Jiyeon ia merelakan untuk beristirahat di ranjangnya. Sejak 2 hari yang lalu Kyuhyun selalu tidur jam 1 pagi, sebenarnya ia tidak boleh tidur jam segitu. Tapi Kyuhyun merasa sangat jengkel kalau harus-harusan beristirahat dikasur dan minum obat

Kyuhyun sangat senang sekaligus penasaran tentang Jiyeon yang datang secara tiba-tiba di hidupnya. Apalagi dia dan Jiyeon sama-sama membenci yang namanya waktu.

Apalagi Jiyeonlah yang mengajaknya bertemu ditaman itu, tempat pertama kali ia bertemu. Tapi tiba-tiba saja Jiyeon memutuskan untuk meninggalkan Kyuhyun. Yeoja itu bahkan tidak memberi alasan kenapa ia bisa seperti itu dan meninggalkannya

Tapi, Kyuhyun sudah biasa diperlakukan seperti itu, ditinggalkan tanpa sebuah penjelasan dan alasan yang pasti.

Uncategorized

[PHOTO] 120317 BEAST BEAUTIFUL SHOW


oh ya yang mau liat oppadeul 🙂 liat aja 😀

credit : @BellaYSKH (Bella Rianti Amalia) and Citra Narantaka 😀

kalau masih belum cukup , masih ada sih yang lain yang lebih jelas di festival tapi nanti ya 😀 admin belum pindahin ke laptop

fanfiction

[oneshoot] Don’t Cry, Baby


Author : Bae Rin Mi

Title : [Oneshoot] Don’t Cry Baby

Genre : Sad, Angts

Rate : All Age

Length : Oneshoot

Cast : Park Jiyeon a.k.a Jiyeon

Yang Yoseob a.k.a Yoseob

Supporting Cast : Lee Taemin a.k.a Taemin

Yong Junhyung a.k.a Junhyung

Note : mian kalau cerita ini ngga nyambung atau jelek, maklum ini ff pertama yang aku buat, jadi harap maklumi aja ya: yang udah baca tolong comment ya heheh

Jiyeon VOP

Tepat 2 tahun kepergianmu, jujur aku belum bisa melupakanmu, melupakan semua kenangan-kenangan kita. Semakin aku melupakanmu, semakin aku mengingatmu. Tuhan, tolong aku, tolong lupakan semua kenangan-kenangan ku bersama dia dimasa lalu.Tepat 2 tahun yang lalu, aku masih bisa melihatmu, melihat dirimu, senyumanmu. Jujur, aku masih ingin melihat senyuman manismu itu, tapi Tuhan berkehendak lain, kamu pergi meninggalkan ku sendiri didunia ini.

Flashback

Hari ini hari yang sangat indah bagiku, aku sudah resmi menjadi yeojachingu seorang namja cantik itu, ya dia adalah Lee Taemin. Namja yang selama ini aku cintai dan aku sayangi, entah kenapa saat pertama kali aku bertemu dengan dia, aku selalu memikirkannya, melihat senyumannya yang selalu mengisi hari-hariku. “jiyeon-ah, ada yang ingin aku bicarakan denganmu”

“ne, oppa? Apa yang ingin oppa bicarakan?”

“hmmm, mungkin ini terlalu cepat, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku lagi, aku menyukaimu Park Jiyeon, maukah kau menjadi yeojachinguku?” tanyanya dengan begitu serius, entah kenapa saat aku melihat wajah, mata dan senyumnya, jantungku berdetak tak karuan, apakah ini yang dinamakan cinta?

“n nne?” jawabku dengan nada sedikit gugup.

“ne? Maukah Jiyeon menjadi yeojachingu oppa?” tanyanya dengan nada serius

“ne oppa”

“saranghae Jiyeon”

“na do oppa”

Jiyeon VOP end

Flashback end

Author POV

“Kenangan-kenangan itu sampai sekarang masih membekas, masih tersimpan memori-memori tentang aku dan Taemin oppa, kenapa Tuhan tidak adil kepadaku? Kenapa? Kenapa disaat aku bahagia, kebahagiaanku diambil? Waeyo oppa?” teriak yeoja cantik itu yang bernama Park Jiyeon

“Jiyeon-ah, lupakan Taemin dan jangan pernah menangis lagi karena dia, oppa yakin Taemin akan bahagia disana jika kamu tidak bersedih lagi, mana Jiyeon yang oppa kenal dulu, yang selalu tersenyum dan ceria?” tanya namja disamping Jiyeon yang bernama Yang Yoseob yang lebih tepatnya Yoseob sekaligus, sahabat kecil Jiyeon

“tapi oppa, kenapa semua ini harus terjadi, aku masih menyayanginya, aku masih ingin melihat wajah, senyumnya, aku rindu dia oppa!”

“tapi jangan menangis, relakan dia pelan-pelan walau itu susah, kau harus coba Jiyeon” saran Yoseob sambil tersenyum

“ne, oppa Jiyeon akan mencobanya, gomawo oppa”

Author POV end

Flashback

Yoseob POV

Hari ini hari yang sangat aku tunggu-tunggu, aku ingin menyatakan cinta kepada seorang yeoja yang sangat aku cintai, sebenernya aku ingin menyatakan cinta dari dulu, tapi aku belum siap, dan aku takut merusak persahabatan yang sudah aku dan Jiyeon bina sedari kecil, oh ya kenalkan namaku Yang Yoseob, namja tampan, imut dan lucu ahahah. Namja yang banyak digilai oleh yeoja-yeoja disekitarku, HAHA. Tapi walau begitu, aku bukanlah namja yang sombong aku namja yang baik hati. Oh ya, lanjut keceritaku saja, hari ini aku akan pergi ketaman, ketempat dimana biasanya Jiyeon pergi setiap sore hari, aku berjalan menyusuri kota Seoul yang indah, udara yang sejuk, pemandangan yang indah, wah sangat bagus pokoknya.Setiba di taman aku melihat Jiyeon sedang duduk, tapi aku melihatnya dengan seorang namja, tapi aku tidak begitu jelas melihatnya karena namja itu terhalang pohon-pohon, aku pun mencoba mendekat melihat siapa namja itu, tapi ternyata namja yang bersama Jiyeon itu adalah LEE TAEMIN, namja yang sangat Jiyeon cintai!!Aku sekilas mendengar Taemin dan Jiyeon berbincang-bincang

“jiyeon-ah, ada yang ingin aku bicarakan denganmu”

“ne, oppa? Apa yang ingin oppa bicarakan?”

“hmmm, mungkin ini terlalu cepat, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku lagi, aku menyukaimu Park Jiyeon, maukah kau menjadi yeojachinguku?”

“n nne?”

“ne? Maukah Jiyeon menjadi yeojachingu oppa?” tanyanya dengan nada serius

“ne oppa”

“saranghae Jiyeon”

“na do oppa”

Deg, jantung ku seakan berhenti berdetak, saat Jiyeon menerima cinta Taemin, hancur sudah harapanku, wae? Wae? Kenapa harus seperti ini, disaat aku mulai berani untuk menyatakan cintanya kepada Jiyeon, kenapa harus seperti ini, Tess Tess tidak terasa air mataku jatuh, “ahh, Yoseob kau jangan cengeng, masa cuma gara-gara ini kau menangis, seharusnya kau bahagia melihat sahabat terbaikmu bahagia bersama orang yang dia cintai” kataku berbicara sendiri

“lebih baik aku pulang kerumah, aku tidak mau melihat adegan yang lebih membuat dadaku sesak”

Yoseob POV end

Jiyeon POV

Hari ini hari yang sangat bahagia, apakah aku bermimpi, bermimpi berpacaran dengan dia, dengan Lee Taemin? Aku pun mencubit tanganku sendiri “appo” ternyata itu benar-benar, buka sekedar mimpi, aku senang sekali, apakah aku harus memberitahu Yoseob oppa kalau aku baru saja menjadi yeojachingunya Taemin? Ah tentu saja, aku yakin Yoseob oppa akan bahagia mendengarnyaTookk Tookk Toook “Yoseob oppa Yoseob oppa” teriak ku sambil memanggil nama Yoseob oppa didepan rumahnya “oppa oppa” teriakku kembali, tapi tidak ada satupun suara yang menjawab, “ah pasti dia sedang tidur, atau mandi, ah sudahlah lebih baik nanti malah saja aku memberitahunya

“Jiyeon-ah? Apa yang sedang kamu lakukan didepan rumahku?” tanya seseorang dibelakangku dan aku pun berbalik kebelakang dan “yaa oppa, kau abis dari mana saja, aku mengetuk-ngetuk pintu rumahmu tapi tidak ada satu orangpun yang menjawab, eh ternyata oppa ada disini, abis dari mana oppa?” tanyaku sambil tidak menjawab pertanyaanya

“ya, kau jawab dulu pertanyaanku sedang apa kau disini? Dan baru aku jawab”

“aku, aku ingin bercerita sama oppa” jawabku dengan senyum mengembang

“mau cerita apa? Sebelum kau bercerita, lebih baik kita ke balkon atas saja, bagaimana?” usul Yoseob oppa

“baiklah aku setuju”

Jiyeon POV end

Author POV

“kau mau bercerita tentang apa?” tanya Yoseob

“tapi oppa jangan menertawakanku ya?” jawab Jiyeon

“menertawakan? Kenapa harus menertawakan, palli oppa ingin mendengar dongsaeng tercinta oppa ini” jawab Yoseob sambil mencubit pipi Jiyeon pelan

“appo oppa”

“hehhe, mianhae Jiyeon-ah”

“yaudah, oppa aku baru saja resmi menjadi yeojachingu Lee Taemin, oppa kenalkan dengan dia, namja yang aku sukai sejak awal masuk sekolah, ternyata dia menyukaiku juga oppa, bahagianya aku” cerita Jiyeon bersemangatdeg deg deg “kenapa aku harus mendengar ini lagi, ah Jiyeon-ah sudah jangan diteruskan, apa kau tau hatiku sangat sakit mendengarnya” jawab Yoseob dalam hati

“ya oppa kenapa bengong? Apakah oppa tidak senang mendengar ceritaku?” kesal Jiyeon sambil memanyunkan bibirnya

“ani, oppa mendengarkan kok, chukkae Jiyeon-ah semoga kamu bahagia” jawab Yoseob sambil memaksakan senyumnya

“gomawo oppa” balas Jiyeon sambil memeluk Yoseob

“ne Jiyeon-ah” jawab Yoseob sambil membalas pelukan Jiyeon

“tolong, jangan lepaskan Jiyeon, aku ingin merasakan ini lebih lama lagi, aku takut tidak bisa memelukmu seperti ini lagi” seru Yoseob dalam hati, tapi ternyata Jiyeon melepas pelukannya yang singkat itu

Flashback end

Author POV end

Jiyeon POV

hari ini, aku pergi kemana aku pertama kali melihat adegan yang tidak aku inginkan, dimana namjachinguku mengalami kecelakaan dan akhirnya meninggal

Flashback on

Roly Poly Roly Poly, bunyi dering hapeku membuatku beranjak dari atas tempat tidur dan bergegas mengangkat telepon tersebut, ternyata “Taemin Chagiya” aku pun tanpa banyak kata langsung mengangkat telepone tersebut

“yeobseo”

“ne yeobseo”

“wae oppa?”

“apakah kamu ada dirumah?”

“ne, waeyo?”

“bisakah kamu ketaman sekarang? Aku ingin memberikan kamu hadiah”

“ya kenapa oppa tidak kerumahku saja?”

“ani, aku ingin memperlihatkan sesuatu, cepat ketaman, aku tunggu jangan sampe telat ya chagi”

“ya oppa”

aku pun bergegas mandi, setelah mandi aku pun menata wajahku, aku tidak mau dilihat jelek oleh Taemin oppa, aku harus berdandan yang cantik

“selesai, saatnya aku pergi ketaman, Taemin oppa i’m coming” teriakku setiba ditaman

“ah, lama sekali Taemin oppa, katanya dia sudah ada ditaman, huft” kesalku

“apa aku menelopnya saja ya”

Tut Tut Tut “ah, kenapa tidak diangkat, kemana Taemin oppa” 2menit kemudian aku melihat ada seseorang berteriak memanggil namaku “PARK JIYEON SARANGHAEYO” aku pun mencari dimana asal suara tersebut, dan ternyata aku melihat Taemin oppa ada disebrang jalan sambil membawa sebucket bunga dan sebuah kotak berbentuk hati

“JIYEON-AH, TUNGGU OPPA DISANA, ADA YANG INGIN OPPA BICARAKAN” teriak Taemin oppa

“NE OPPA, PALLI” teriakku kembaliaku melihat Taemin oppa berlari kearahku, tapi dari arah sebelah kiri aku melihat mobil yang melintas dengan kecepatan tinggi dan BRUK, aku melihat namja yang aku cintai tertabrak mobil tersebut, dan spontan aku berlari sambil dan berteriak “ANDWAE OPPA!!!!” aku berlari ke arah Taemin oppa “OPPA” teriakku disela suara tangisku “Jiyeon-ah” panggil Taemin oppa kepadaku “oppa, hiks oppa” jawabku “Jiyeon-ah, tadinya oppa ingin memberikanmu ini” jawab Taemin oppa sambil memberikan bunga dan kotak berbentuk hati yang sudah hampir hancur tersebut “ini apa oppa?” tanyaku bingung “apa kamu tidak ingat, hari ini adalah hari jadian kita yang ke 200 hari” jawab Taemin oppa sambil berusaha tersenyum “ani oppa, aku mengingatnya” “oh ya Jiyeon, saranghaeyo” chu Taemin oppa mencium dan melumat bibirku, dan akhirnya Taemin oppa melepaskan ciuman tersebut “Jiyeon-ah saranghaeyo, jangan dirimu baik-baik dan tolong lepaskan oppa” jawab Taemin sambil tersenyum “ani oppa, tidak akan!!!” “mianhae Jiyeon, oppa tidak bisa menjagamu lagi, saranghaeyo” jawab Taemin oppa dan kemudian dia menutup matanya “ANDWAE, OPPA BANGUN, OPPA BERCANDAKAN? AYO OPPA CEPAT BANGUN, OPPA JANGAN BERCANDA!!” teriakku, aku tidak peduli orang-orang menatapku aneh, aku hanya peduli dengan Taemin oppa, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku dari belakang

“Jiyeon-ah”

“oppa, hiks hiks” langsung ku peluk seseorang yang menepuk pundakku tadi, ya dia adalah Yoseob oppa, aku langsung memeluk dan menangis dipelukkan Yoseob oppa

“oppa, ini semua bercandakan? Taemin oppa masih hidupkan? Benarkan oppa” sambil melepaskan pelukkan dari Yoseob oppa

“-_______-“

“OPPA JAWAB AKU, INI SEMUA HANYA BERCANDAKAN?” teriakku

“Jiyeon-ah, ini semua REAL!!”

“oppa bohong, Taemin oppa hanya tidur!”

“JIYEON-AH DENGARKAN OPPA BAIK-BAIK, TAEMIN UDAH TENANG DISANA!!”

“hiks hiks hiks” suara tangsiku

Flashback end
“andai waktu itu Taemin oppa melihat kana kiri saat menyebrang mungkin dia masih ada disampingku sekarang, sedang memegang tanganku dan berjalan layaknya orang berpacaran” kataku

“huft, lebih baik aku kerumah Yoseob oppa, siapa tahu dia mau menemaniku pergi ke taman bermain” usulku

Jiyeon POV end

Author POV

“Yoseob-ah, dengarkan kali ini saja kau harus berada dirumah sakit, kau harus menjalani kemoterapi, kalau tidak hidupmu takkan lama lagi” kata seseorang yang tak dan tak bukan appanya sendiri

“anni appa, walaupun aku menjalani kemoterapi hidupku juga takkan lama lagi” jawab Yoseob

“tapi, kemungkinan 30% kau masih bisa hidup”

“30% itu tidak menjamin aku bisa hidup appa, sekali aku katakan TIDAK, pokoknya TIDAK!!” teriak Yoseob sambil pergi dari ruang kerja appanya

Author POV end

Yoseob POV

“dasar orang tua sukanya memaksa kehendak anaknya, ah!!” runtukku

“seandainya aku tidak memeriksa ke rumah sakit milik sahabat appa, mungkin appa tidak akan tahu penyakitku ini” sesalku

“lebih baik aku pulang ke rumah saja” usulku sambil mengemudikan mobilku dengan kecepatan rata-rata

“akhirnya sampai dirumah juga” aku pun segera merebahkan tubuhku diatas kasur, “berapa lama lagi aku akan hidup, huft” kataku sambil memandang langit-langit kamarku

“a jeongmal mystery mystery why, mystery mystery scene, mystery mystery love” bunyi suara hapeku dan ternyata tertera nama “Park Jiyeon” dilayar ponselku dan akupun dengan sigap mengangkatnya

“yeobseo”

“mwo? Ne, aku akan segera turun, chankam”

tut, aku segera memutuskan hubungan teleponku dan aku segera turun kebawah

Yoseob POV end

Author POV

“apakah oppa ada dirumah, lebih baik aku telepon dia aja” kata Jiyeon

“yeobseo” suara Yoseob

“yeobseo, oppa apakah ada dirumah? Cepat keluar, aku ada didepan rumahmu!!”

“mwo? Ne, aku akan segera turun, chankam”

“ne oppa, palli” kata Jiyeonakhirnya Yoseobpun turun kebawah, dia membuka pintu dan “annyeong oppa” kata Jiyeon dengan sebuah senyuman

“wae Jiyeon-ah?”

“apa oppa ada acara? Temani aku ke taman bermain yuk oppa” rajuk Jiyeon sambil bergelendotan ditangan Yoseob

“hmmmm”

“ayolah oppa” kata Jiyeon sambil mengeluarkan puppy eyes andalannya

“ne ne, tapi tunggu sebentar, oppa ambil kunci mobil dulu, ne?”

“asik, gomawo oppa”

di taman bermain

“oppa, kita naik biang lala itu yuk” usul Jiyeon sambil menunjuk permainan biang lala

“ayo”

“oppa, pemandangan kota Seoul di malam hari indah ya oppa”

“ne, Jiyeon” kata Yoseob sambil melihat sekeliling kota Seoul dari atas

“oppa, coba lihat ada sebuah bintang yang bersinar” tunjuk Jiyeon ke sebuah bintang yang paling bersinar

“mana? Oppa tidak melihat”

“itu oppa”

“oh itu, ne”

“oppa, kata oppa kan waktu itu kalau kita meninggal kita akan menjadi bintang, apakah Taemin oppa akan menjadi bintang juga?” tanya Jiyeon

“ne, Jiyeon-ah, bintang yang paling bersinar itu pasti Taemin” kata Yoseob

“jinjjayo oppa?”

“ne, mungkin kau sedang kangen sama Taemin, mangkanya dia hadir”

“oppa tau aja, aku sangat merindukan Taemin oppa, oppa janji ya sama Jiyeon jangan pernah meninggalkan Jiyeon” kata Jiyeon sambil tersenyum

“ne, Jiyeon oppa selalu ada disamping Jiyeon dan tidak akan meninggalkan Jiyeon”

Author POV end

Jiyeon POV

hari ini aku akan pergi kerumah Yoseob oppa, aku ingin memberikan dia sebuah hadiah karena hari ini adalah hari ulang tahunya

“apakah Yoseob oppa menyukainnya ya?” kataku

“ah, lebih baik aku cepat kerumahnya”

di depan rumah Yoseob

“oppa, oppa” 1 menit kemudian “oppa, oppa buka pintunya” “kenapa tidak ada yang menjawab? Apakah Yoseob oppa sedang pergi?” “ah lebih baik aku menelponnya”

“nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif” “ahhh, kemana Yoseob oppa” “lebih baik aku menelpon sahabatnya Junhyung oppa, kali aja dia lagi bermain bersama” usulku

“yeobseo, annyeong oppa”

“apa oppa bersama Yoseob oppa?”
“MWOO? Oppa bohong, tidak mungkin Yoseob oppa ada dirumah sakit, kemarin dia masih baik-baik saja”

tes tes, tidak terasa air mataku jatuh, mana mungkin Yoseob oppa berada dirumah sakit, kemaren dia masih sehat, aku pun segera pergi ke rumah sakit dimana Yoseob oppa dirawat, aku mau memastikkan apa yang dikatakan Junhyung oppa tidak benardi rumah sakitaku pun segera ke tempat reseptionist menanyakan kamar pasien yang bernama Yang Yoseob dan ternyata dia dirawat di ruang nomor 2703. Aku pun berlari sambil sesekali menghapus air mata yang terus turun tanpa henti. Sesampainya dikamar nomor 2703 aku tidak melihat dimana Yoseob oppa, aku hanya melihat eomma Yoseob oppa menangis dan disampingnya terdapat appa Yoseob oppa yang sedang menenangkan istrinya, aku pun segera menghampiri orang tua Yoseob oppa “annyeong ahjusi, ahjumma” kataku “annyeong Jiyeon” sapa mereka berdua serentak “dimana Yoseob oppa?” kataku to the point, tidak ada jawaban dari mereka berdua yang ada hanya sebuah tangisan yang menjadi-jadi “ahjumma, ahjussi dimana Yoseob oppa?” kataku sambil terus menangis “Yoseob ada di ruang UGD” jawab ahjussi akhirnya “UGD? W-wae ahjussi?” kataku “kamu tidak tahu Jiyeon, kalau Yoseob mengidap penyakit kanker otak stadium akhir?” deg, sakit kenapa oppa tidak memberitahu aku kalau dia punya penyakit yang parah!! “ani, ahjussi sejak kapan penyakit itu?” kataku sambil menangis sesengukkan “sejak 3 tahun yang lalu, dan dia selalu menyimpan penyakit ini dan dia tidak mau siapapun mengetahuinya termaksud ahjumma dan ahjussi”

tes tes tes air mataku menetes lebih deras dari sebelumnya, kenapa harus kaya begini kenapa Yoseob oppa tidak mau meberitahuku? Kenapa? Aku pun berlari keluar dari kamar Yoseob oppa

Jiyeon POV end

Yoseob POV

tes, darah keluar dari hidungku, “arrgh, appo, pusing! Shit” aku meraung kesakitan, “Tuhan tolong jangan ambil aku sekarang” dan tiba-tiba kepalaku pusing dan pandanganku kabur

Yoseob POV end

Author POV

“oppa kenapa tidak memberitahuku kalau oppa punya penyakit kanker otak, wae oppa?” teriakku di taman rumah sakit, “hiks hiks” tangis Jiyeon kembali pecah, akhirnya Jiyeon pun pulang kerumahdi rumah

“kenapa disaat aku mulai lupa sama Taemin oppa dan aku tidak pernah menangis lagi, kenapa sekarang harus menangis lagi, WAEYO?” teriak Jiyeon didalam kamarnya, “lebih baik aku tidur, mungkin ini semua hanya mimpi” pikir Jiyeon

keesekoan harinya dirumah sakit

“Sobbie-ah, kau sadar nak?” kata seorang wanita paruh baya tapi masih cantik ya tak lain dan tak bukan ibu dari Yoseob Yang Eunbi, “kemarin Jiyeon menemuimu” kata eomma Yoseob “menemuiku? Jinjjayo?” kata Yoseob setengah kaget “ne, dia datang kesini sambil menangis, dan appa menceritakan semuanya kepada Jiyeon, dan Jiyeon pergi begitu saja sambil menangis” “huft, kenapa Jiyeon harus tau” kata Yoseob dalam hati “apakah hari ini Jiyeon sudah kesini?” tanya Yoseob kepada eommanya “ani, dia belum datang, mungkin nanti” kata eomma Yoseob “oh, gomapta eomma” kata Yoseob

Author POV end

Jiyeon POV

jam alaramku berbunyi, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 08.00 KST, hari ini aku ingin pergi ke rumah sakit, aku mau melihat apakah Yoseob oppa sudah sadar atau belum, akupun segera mandi, setelah mandi akupun berdandan dan langsung mengambil mobilku yang ada di garasi rumah menuju rumah sakitdirumah sakitaku segera menuju kamar Yoseob oppa, sesampainya di kamar Yoseob oppa aku melihat Yoseob oppa sedang berbincang-bincang dengan eomma dan appanya, aku pun sekilas mendengar percakapan mereka bertiga “Sobbie, kau harus melakukan kemoterapi itu” kata appa Yoseob oppa “anni oppa, aku tidak mau melakukannya, walaupun aku melakkukannya, belum tentu aku bisa sembuh” kata Yoseob oppa “tapi, 30% kau masih bisa hidup nak” kata eomma Yoseob “tapi eomma, aku tidak mau percuma buang-buang banyak uang, tapi kalau akhirnya aku harus meninggal” kata Yoseob oppa, tes aku sungguh tidak kuat mendengarnya lagi, akupun berlari keluar rumah sakit, aku pun pergi ke taman rumah sakit.

Jiyeon POV end

Yoseob POV

“Sobbie, kau harus melakukan kemoterapi itu” kata appa “anni oppa, aku tidak mau melakukannya, walaupun aku melakukannya, belum tentu aku bisa sembuh” kataku “tapi, 30% kau masih bisa hidup nak” kata eomma “tapi eomma, aku tidak mau percuma buang-buang banyak uang, tapi kalau akhirnya aku harus meninggal” kataku , ku lihat air mata keluar dari wajah eomma, sungguh aku tidak bermaksud membuatnya menangis, tapi percuma juga aku harus melakukan kemoterapi yang hasilnya nihil, dan kenapa orang tuaku baru peduli pas aku sakit dan selama ini? Aku hanya ditinggal dan mereka sibuk mengurusi perusahaan masing-masing. “mianhae eomma, appa” kataku dengan suara sangat pelan, “kemana Jiyeon, apakah dia tidak menjengukku” ah kau berpikir apa Yoseob, mana mungkin Jiyeon akan menjengukmu, kalau tahu kau sudah membohonginya. “eomma, appa bolehkah aku berjalan-jalan ke taman?” kataku “tapi Sobbie-ah, kau harus istirahat disini” kata appa “sebentar saja, appa Sobbie janji kalau pusing ataupun tidak kuat, bakalan kembali kesini” kataku memohon “ne, hati-hati” kata eommadi tamanaku berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju taman belakang rumah sakit, aku melihat sekeliling koridor banyak orang-orang yang berlalu lalang, sampai ditaman aku melihat sesosok yeoja sedang menangis di bangku taman, aku pun mendekatinya dan aku sontak kaget ternyata yeoja itu adalah Jiyeon

Yoseob POV end

Author POV

“Jiyeon-ah” kata Yoseob yeoja yang dipanggil Jiyeon pun menoleh ke asal suara “oppa” kata Jiyeon “oppa, bogoshipoyo” sambung Jiyeon sambil berlari memeluk Yoseob

“nado Jiyeon-ah”

“oppa apa kabar? Kenapa oppa tidak pernah cerita kalau oppa punya penyakit kanker otak?” kata Jiyeon sambil menangis sesengukan

“mianhae Jiyeon-ah” kata Yoseob sambil membelai rambut hitam panjang Jiyeon

“oppa, hiks hiks” tangis Jiyeon semakin menjadi-jadi

“uljima chagi” kata Yoseob

“oppa, oppa pasti sembuh kan?”

“-_-“

“oppa, jawab Jiyeon!”

“ne, Jiyeon-ah oppa pasti sembuh” kata Yoseob “mianhae Jiyeon, mungkin oppa tidak akan sembuh” kata Yoseob dalam hati

“oppa, Saengil Chukkahamnida” sambil melepas pelukkannya dari Yoseob

“ne?”

“Saengil Chukkahamnida, apakah oppa tidak ingat kemarinhari ulang tahun oppa? Tapi mian Jiyeon baru ngucapin sekarang” kata Jiyeon meyakinkan

“ani, oppa ingat kok, gomapta Jiyeon-ah” kata Yoseob sambil mengeluarkan senyum hangatnya

“oppa, ini buat oppa” kata Jiyeon sambil mengulurkan sebuah hadiah

“apa ini Jiyeon?”

“oppa buka aja”

“ok, oppa buka ya” kata Yoseob sambil membuka hadiah yang diberikan Jiyeon “gomawo Jiyeon” kata Yoseob sambil mengeluarkan sebuah syal

“ini aku buatin khusus buat oppa”

“oppa, lebih baik oppa kembali ke kamar, aku takut oppa kenapa-napa” sambung Jiyeon lagi

“anni, oppa masih ingin menghirup udara disini”

“tapi oppa”

“please, Jiyeon oppa mau disini” potong Yoseob

“ne oppa, tapi kalau oppa kenapa-napa bilang Jiyeon ya”

“ya Jiyeon-ah”

2 menit tanpa ada yang berbicara, akhirnya Jiyeon mulai berbicara, “oppa, gomawo selama ini oppa selalu ngejaga Jiyeon, selalu ada disamping Jiyeon, selalu ngapus air mata Jiyeon kalau Jiyeon menangis karena Taemin oppa, gomawo oppa” kata Jiyeon tidak ada jawaban dari Yoseob oppa, Jiyeon pun menoleh ke sebelah kanan, “oppa, bangun oppa” kata Jiyeon, Jiyeon pun menangis, air matanya terus menerus turun tiada henti “oppa, bangun oppa, please oppa”

Author POV end

Jiyeon POV

hari ini adalah hari pemakaman Yoseob oppa, sungguh aku belum percaya kalau Yoseob oppa sudah pergi meninggalkan aku, kenapa harus orang-orang yang aku sayangi meninggalkan aku? Pertama Taemin oppa, sekarang Yoseob oppa, kenapa? Aku pun berjalan ke arah makam Yoseob oppa “oppa, kenapa oppa meninggalkan Jiyeon begitu cepat, kenapa oppa? Apa oppa tidak sayang lagi sama Jiyeon?” kataku sambil terus menangis “oppa, Jiyeon masih ingin cerita-cerita sama oppa, tapi oppa kenapa harus ningalin Jiyeon?” hiks hiks tangisku kembali pecah, tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundak sebelah kiriku “Jiyeon” aku pun segera menoleh kebelakang “oppa” “Jiyeon, ini ada sebuah surat yang dititipkan Yoseob sebelum dia pergi” kata Junhyung oppa “gomawo oppa” kataku, dan aku pun membuka surat yang diberikan Yoseob oppa

“annyeong Jiyeon-ah, apa kabar? Pasti baik-baik saja kan? Oh ya , mian ya kalau kamu pas baca surat dari oppa ini mungkin oppa udah tidak berada disini lagi, Jiyeon makasih buat semuanya, mian kalau oppa tidak pernah cerita ke Jiyeon, kalau oppa punya penyakit kanker otak, oppa bukannya ngga mau cerita ke Jiyeon, tapi oppa takut Jiyeon nangis lagi, jadi oppa nyimpen semua ini dari Jiyeon, oppa juga ngerti pasti nanti penyakit oppa bakal ketahuan sama Jiyeon, dan benar dugaan oppa, penyakit oppa ini ketahuan sama Jiyeon. Dan Jiyeon apakah ingat, pas Jiyeon cerita ke oppa, kalau Jiyeon jadian sama Taemin, sumpah hati oppa sakit sekali, sebenernya pas hari dimana Taemin nembak Jiyeon, oppa juga mau nembak Jiyeon, tapi oppa keduluan sama Taemin, jadi oppa pura-pura bahagia pas denger kamu jadian sama Taemin dan oppa berdoa semoga Jiyeon dan Taemin awet. Jiyeon, oppa mohon jangan menangis lagi, dan oppa juga mohon Jiyeon baik-baik saja, jaga diri Jiyeon baik-baik, oppa sayang sama Jiyeon, saranghae Park Jiyeon, your my angels, gomawo Jiyeon buat semuanya oppa tidak akan melupakan Jiyeon, SARANGHAEYO” aku pun menangis sejadi-jadinya di samping makam Yoseob oppa, jadi selama ini Yoseob oppa menyimpan rasa sayang yang lebih kepada sahabat “mianhae oppa, Jiyeon tidak tahu kalau oppa mencintai Jiyeon”
aku pun bangkit berdiri dari samping makam Yoseob oppa dan berjalan pergi, sebelum pergi aku menoleh ke belakang dan berkata “NADO SARANGHAE YANG YOSEOB”

-END-