fanfiction · horor · humor · romance · sad · two-shoot

Strange People ( Ending )


IMG-20150205-WA0002

Title : STRANGE PEOPLE by Lee Jaemin

Author : Me

Genre : General, Romance, Humor, Horor, Strange,… (semuaa -_- )

Rated : M ??

Lenght : 2-shoot (ending)

Cast :
• Park Jiyeon

• Kim Jaejoong (Vamp)

 

Ketika sesuatu yang misterius ada dalam rumah mu.. membuat kegaduhan dan keributan.. membuatmu selalu dalam ruang lingkup yang menakutkan..tetapi justru dia adalah perisai pelindungmu.. tingkahnya yang konyol menjadikanmu seorang yang penuh dengan kesabaran.. Hhhhh vampire akan selalu meminum darah. Sampai kapanpun!!

Annyeong readersdeul~
Aku mohon maaf atas keterlambatan kelanjutan ff ini. Terjadi beberapa kendala yang membuat aku harus rela menunda mempublikasikan kelanjutan ff ini. Tapi waktu yang tertunda itu berhasil (walau sedikit) membuat otak ini berfikir lebih jernih dari biasanya alhasil terjadilah pengeditan ulang di beberapa bagian di part ini yang membuat ff ini samakin lama saja waktu penerbitannya ‘author ini udah tau lagi minta maaf malah mengakui kesalahannya yang lain -__-’ gomenasai minna -.-..
Tapi semoga waktu yang tertunda itu bisa membuat ff ini jadi lebih baik dari sebelumnya, dan semoga kalian menjadi jauh lebih menikmatinya.
Dozo~

 


 

Hari sudah malam ketika jiyeon baru saja pulang dari tempat kerja paruh waktunya. Ia terkejut saat mendapati sosok yang dilihatnya tadi pagi tengah duduk tenang di sofa tempat tinggalnya sambil mengutak atik remote televisi miliknya.

Terlalu syok jiyeon sampai binggung harus berbuat apa, ia hanya membeku dan termangu di dekat pintu apartemen nya memandangi sosok pria yang sungguh asing di matanya.
“ Si-sillyehamnida “ butuh waktu beberapa menit bagi saraf saraf sensoriknya menyampaikan kepada otak untuk memberi perintah kepada tubuhnya agar melakukan sesuatu hal melalui saraf saraf motoriknya.sehingga terucaplah satu kata terbata itu.

Pria yang dimaksud oleh jiyeon itu terkejut mendengar sapaanya, dengan cepat ia berdiri dari duduknya dan membungkukan badan sopan pada jiyeon “ A-annoyeonghasimnika jiyeon-shi “ katanya sopan. Suaranya besar dan berat tetapi terdengar lembut di telinganya.

Sesuatu mengganjal pikirannya membuatnya memiringkan kepala heran ‘Dia tau namaku’ batinnya
Jaejoong yang melihat ekspresi heran jiyeon pun mengambil langkah “ Maaf, ku pikir sudah tidak ada guna nya lagi untukku terus bersembunyi darimu, perkenalkan namaku Kim jaejoong “

Jiyeon yang memang pada dasarnya sedang bingung dibuat semakin binggung oleh satu kalimat lumayan panjang itu. Ahh dan juga salam perkenalan itu. Dengan tatapan binggung iya menatap pria di hadapannya ini dari ujung kaki hingga kepala. Pria bertubuh lebih tinggi darinya, berbadan tegap, berkulit putih pucat dan bermata biru laut yang tajam adalah hasil dari analisis singkatnya. Ini pertama kalinya jiyeon melihat sosok itu dengan jelas dan sadar.
“ Jiyeon-shi “ panggilnya sambil melambai lambaikan tangan di depan wajah jiyeon
“ Ye.. ma-maaf tapi dari mana kau tahu namaku? “
Jaejoong tersenyum kecil “ Kita sudah tinggal bersama selama setengah tahun ini, tentu saja aku tahu namamu jiyeon-shi “
“ Tinggal bersama? “ pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulutnya. Dan pria itu hanya mengangguk sebagai tanda jawabannya. Lebih cepat dari sebelumnya kali ini saraf saraf otaknya berjalan lebih cepat.“ Haaa! “ seperti mendapat titik ujung dari semua pertanyaan-pertanyaan dan perkiraan-perkiraan yang berenang liar di pikirannya itu pun membuatnya tersentak kaget.
“ Changkamman changkamman- “ seakan masih belum terlalu yakin dan masih belum bisa mempercayainya. “ Apa maksudnya dengan ‘tinggal bersama’?? “

Jaejoong. pria yang sedang tersenyum apik karna terpana oleh mata jernih berwarna coklat keemasan yang selama ini selalu ingin iya lihat itu pun mengkerutkan alisnya lalu mengangkatnya tinggi melihat tatapan penuh tanda tanya dari si pemilik mata coklat keemasan itu.

“ Emm tinggal bersama.. Disini.. “ katanya meyakinan “ Itu kamarku “ sambil menunjuk pintu kamar yang selama ini jiyeon yakini kalau kamar yang pria tunjuk itu adalah kamar gudangnya. Juga sempat iya sulap jadi tempat tinggal sementara sahabat dekatnya dari jepang beberapa waktu lalu itu.

Dengan tidak etnis mulut itu menganga lebar dan di bingkai rapih oleh ekspresi yang sangat tidak baik di keluarkan oleh seorang yeoja. Beruntung dengan cepat jari jari panjang nya itu menutupi segalanya.

Kruyuukkk
Bunyi suara yang terdengar sangat nyaring keluar dari perut jaejoong . Baik jaejoong ataupun jiyeon sama sama terdiam dan beralih menatap ke arah perut jaejoong yang baru saja berteriak kelaparan
“ Mi-mian..Keundae- bolehkan aku ikut makan bersama? “ jaejoong dengan malu malu sambil meremas perutnya dan menatap lurus kearah bungkusan makanan yang di bawa oleh jiyeon

Hey ini pertama kalinya dia meminta ijin untuk meminta makanan milik jiyeon
Jiyeon masih blank pikirannya kosong dan ia hanya terdiam. Jaejoong malah menatap nya memelas
“ Jiyeon-shi “ panggilnya
‘Ini aroma makanan kesukaanku. jjajangmyeon’ batin jaejoong melonjak senang, membayangkan kedua sumpitnya mengapit satu barisan mie mie panjang itu ke udara lalu asap asap putih mengepul tinggi di atasnya. Aroma gurih manis menyeruak keluar dari sela-sela mie itu. Sukses!!. Sukses mengundang air liurnya sekarang.
“ Jiyeon-shi “ panggilnya lagi dan kali ini mencoba untuk melangkah mendekati jiyeon yang sedari tadi hanya melongo tanpa mengubris sedikitpun kata katanya.

Sebelum sentuhan dari tangan bersuhu dingin milik pria itu mengenai bahunya. Jiyeon langsung tersadar lebih tepatnya berusaha keras menyadarkan diri dari lamunannya. ia langsung mengambil jurus seribu, melangkah menghindari lengan yang berjarak beberapa centi akan bersentuhan dengan bahunya itu lalu berjalan cepat ke arah sofa dan mengambil kursi lipat lalu mendudukan dirinya berseberangan dengan jaejoong ia tak mau mengambil resiko jika harus duduk bersebelahan disofa dengan pria yang entah jiyeon harus menyebut pria itu dengan sebutan apa.

Jiyeon meraih bungkusan makanan yang ia bawa dan meletakkan nya diatas meja, membuka satu bungkusan dan langsung memberikannya pada jaejoong lalu membuka bungkusan yang lain untuknya sendiri. Iyaa! Jiyeon memang sengaja membeli 2 porsi bungkus makanan bernama jjajangmyeon itu, bertanya mengapa? Masih ingat dengan kejadian 2 porsi camilan itu kan, nah itulah jawabannyaa~
“ J-Jya si-silahkan jaejoong-shi “

Jaejoong yang tadinya menyirit heran dengan respon jiyeon yang berusaha menghindarinya berubah menjadi senang dan berbinar setelah mendengar kata ‘persilahkan’ yang baru saja jiyeon katakan dengan nada yang bisa dibilang nada ketakutan. Mata jaejoong berbinar, benar saja satu mangkuk jjajangmyeon telah terpampang jelas dihadapannya, aromanya sungguh nikmat seolah memanggil-manggil lidah nya untuk cepat melahap habis makanan itu
“ Gumawo “ jaejoong melempar jiyeon dengan senyuman termanisnya dan langsung lompat melahap makanannya
Jiyeon kembali membatu, kali ini karena melihat senyuman itu. Ia merasa ada sesuatu yang hangat yang menyeruak keluar dari dalam tubuhnya saat melihat senyuman itu,dan melihat jaejoong memakan makanan nya dengan begitu lahap membuat jiyeon merasa sangat lapar tiba tiba. Akhirnya mereka makan bersama dalam diam

 


 

Waktu sudah menunjukan pukul 12 malam saat jiyeon baru saja menyelesaikan tugas tugasnya. Jiyeon sudah mengenakan piyama tidurnya sekarang, ia juga sudah membasuh muka dan menyikat giginya dan juga sudah berada di atas ranjang dan dibalik selimutnya. Matanya sudah hampir terpejam jika tidak mendengar suara gaduh di luar kamarnya. Dengan rasa penasaran yang tinggi ia memberanikan diri untuk melihat keluar kamar

selama ini jiyeon tidak pernah memberanikan diri untuk keluar dari kamarnya karena takut kalau kalau sosok yang membuat kegaduhan itu ternyata berbadan besar dan berwujud yang menyeramkan jadi ia tidak pernah sekalipun mencari tahu apa sesungguh nya yang selalu membuat kegaduhan di luar kamarnya tiap malam itu.

Tapi setelah jiyeon tahu kalau sosok itu berwujud seperti jaejoong tidak berwujud yang aneh aneh seperti yang selama ini berenang liar di otaknya. Sekarang jiyeon memberanikan diri untuk keluar.
Ceklek
Jiyeon berdiri di depan pintu kamarnya. Jaejoong yang berada di depan pintu kamar mandi terkejut melihat jiyeon berdiri disana.
“ Apa aku menggangu? Maaf ku pikir kau sudah tidur “
“ Apa yang sedang kau lakukan? “ bukannya menjawab jiyeon malah berbalik bertanya.
“ Aku?? Beraktifitas. Melakukan perkerjaan rumah tentunya “
Jiyeon mengkerutkan kening. Beraktifitas? Tengah malam begini? Pekerjaan apakah yang yang dilakukan orang malam malam begini selain tertidur? pikir jiyeon

Jiyeon-shi author kasih tau ya kalau jaejoong itu masih berdarah vampire. Vamp itu kan tertidur disiang hari dan sebaliknya mereka beraktifitas di malam hari. Jadiii yah mengertilah mengapa selama ini selalu ada suara suara gaduh diluar kamar yang mengganggu tidurmu dimalam hari, itu semua karna urri vampire sedang beraktifitas hehe

Jaejoong kembali menyiram pakaian nya dengan detergen dan langsung membawa pakaian itu ke bawah air mengalir. vampire kok nyuci baju #Plakk Jiyeon mendekat ke arah kamar mandi
“ Apa yang sedang kau kerjakan jaejoong-shi “
“ Mencuci “ katanya singkat padat dan jelas
Oke untuk beberapa saat jiyeon tertegun, otaknya mulai merespon kata yang di ucapkan jaejoong barusan ‘mencuci? Yang benar saja. Dengan cara seperti itu mencuci pakaian?? Jiyeon tidak habis fikir darimana jaejoong berasal. Apa dia tidak pernah diajarkan cara mencuci pakaian?’ Batin jiyeon
“ Mencuci? “ tanya jiyeon blak blakan. Ditanggapi anggukan mantap oleh jaejoong
“ Kau yakin?? “ tanya jiyeon meyakin kan. Membuat jaejoong menghentikan gerakannya sejenak dan menatap jiyeon lalu kembali mengganguk mantap.
“ Ck, bukan begitu caranya “ jiyeon memutar bola matanya jengah dan akhirnya jiyeon bertindak ia menguncir rambut panjang nya kebelakang lalu masuk ke kamar mandi dan mengambil alih pakaian yang berada ditangan jaejoong.
“ He?? “ jaejoong binggung dan kaget
“ Begini caranya, masukan pakaian mu kedalam bak besar ini lalu beri air sebanyak dua kalinya dan berikan satu cup deterjen ingat cukup satu cup saja tidak perlu berlebihan kalau berebihan itu namanya pemborosan, lalu setelah itu di injak injak seperti ini hingga berbusa “
“ Ahhhhh keurikunnaa~ aku mengerti sekarang kenapa kalau aku mencuci tidak pernah ada busa busanya. Ohh jadi begini caranya mencuci pakaian? “ saut jaejoong dengan lugunya

Hongg.. jiyeon hanya bisa melongo mendengar sahutan jaejoong ‘jadi pria ini benar benar tidak mengerti caranya mencuci’. Jiyeon pun turun dari bak dan mempersilahkan jaejoong menggantikan posisinya. Dengan sangat semangat jaejoong menginjak-injak pakaian nya bahkan sesekali melompat lompat kecil. jiyeon tersenyum melihatnya.
“ Setelah itu dibilas seperti ini lalu diperas dan dijemur seperti ini “

Jaejoong yang sedang serius dan semangatnya memperhatikan penjelasan dari jiyeon tiba tiba saja pandangan nya beralih pada leher jenjang jiyeon yang terekspos. Matanya yang sedang berbinar semangat berubah menjadi menyipit. Leher jenjang itu menarik titik fokus pandangan nya dari segala hal.ia bahkan seolah bisa melihat dengan jelas darah yang sedang mengalir deras di balik kulit mulus leher jenjang itu. Seakan memanggil dirinya untuk mendekat

DEG!
Darah jaejoong mendesir seketika, adrenalin nya memacu cepat tenggorokannya memanas tiba tiba.ia berusaha keras menahan hasratnya dalam dalam
“ Jaejoong-shi “ bersyukurlah panggilan jiyeon berhasil mengintrupsinya untuk kembali.
“ A-arraso arraso, sekarang biar aku yang menyelesaikan sisanya, ini sudah malam lebih baik jiyeon-shi istirahat saja “ jaejoong menggeret jiyeon keluar lalu menutup pintu kamar mandi dari dalam, membuat jiyeon terkejut kejut dibuatnya. ‘baiklah’ pikir jiyeon, tak mau ambil pusing rupanya.

Di dalam kamar mandi jaeoong sedang berusaha mengontrol emosinya, persediaan kantung darahnya memang tengah habis sekarang. Ia berniat membeli beberapa kantung darah lagi malam ini di rumah sakit. Astagaaa tenggorokannya benar benar tercekat. Rasanya seperti baru menenggak sebotol cuka

 


 

Keesokan harinya masih berjalan seperti biasanya bagi jiyeon. Pergi belajar dipagi hari lalu pergi bekerja paruh waktu malam harinya. beberapa bulan yang lalu ia berkunjung ke sebuah restoran keluarga di dekat kampus dengan beberapa teman temannya dan siapa sangka bahwa itu adalah awal darinya mendapatkan pekerjaan paruh waktu, pemilik restoran yang sangat ramah berbaik hati menerimanya bekerja disana dengan waktu bekerja yang di sesuaikan dengan jadwal kuliahnya.

Bulan sabit yang sangat indah bak senyuman lebar itu menemani langkah demi langkah yang jiyeon tempuh, ia baru saja pulang dari restoran tempatnya bekerja, dengan semangat dan langkah yang riang jiyeon berjalan pulang senyuman indah pun terlukis jelas di bibirnya rupanya suasanya hati sang gadis nan rupawan ini sedang baik. Entah apa yang membuat suasana hatinya bahagia yang jelas ia ingin cepat cepat pulang sekarang, ia rindu berada di apartmen nya. eohoo rindu dengan apartemen atau rindu dengan teman baru di apartemenmu itu yeonieee kekeke

“ Tadaima~ “ sapa jiyeon riang saat memasuki apartemen nya. Sedetik berikutnya ia merutuki kebodohan mulutnya yang mengucapkan salam itu.
“ Okairi “ balas jaejoong manis. Jiyeon merasa malu dengan kelakuannya tapi tidak bisa disangkal kalau ia juga senang. Apalagi jaejoong membalasnya.
“ Eh jaejoong-shi juga mengerti bahasa jepang ya? “ katanya berusaha menutupi rasa malu
“ Hehe sedikit sedikit jiyeon-shi “
“ emm, jaejoong-shi sedang apa? “
“ Mencuci “ kata jaejoong tak kalah riangnya
Aigoo jangan bilang ia memcuci semua pakaiannya karna baru tahu caranya mencuci yang benar batin jiyeon
“ Mencuci ya “ kata jiyeon sambil menuju kamarnya. Jaejoong pun sudah ada didalam kamar mandi sedang menuangkan cairan detergen ke dalam bak.
“ Iya, mencuci sangat menyenangkan jiyeon-shi banyak busa busa berterbangan hehe “ tutur jaejoong dengan bahagianya
“ Memang pakaian jaejoong-shi masih ada yang kotor? “
“ Ani, aku tidak mencuci pakaian tapi aku mencuci piring “
“ Emmm mencuci piring “
sedetik, dua detik, tiga detik, finish!
“ Piring!! “ pekik jiyeon dari dalam kamar, ia langsung melompat ke luar menuju tempat jaejoong berada sekarang
“ Andweee!! “ teriak jiyeon tepat saat jaejoong ingin memasukan kakinya kedalam bak
Jiyeon mengusap wajah nya kasar ‘Astaga dari planet mana sebenarnya kau berasal jaejoong-shi ‘ batin jiyeon geram.
.
.
Setelah mengajarkan jaejoong cara mencuci piring ia juga mengajari jaejoong beberapa hal lain yang sangat jiyeon yakini kalau jaejoong pasti belum mengetahuinya, seperti menyalakan kompor, mengganti seprai dan mengganti lampu bohlam dan lain sebagainya.

Sekarang mereka berdua sedang menyiapkan makan malam, sedari tadi jiyeon tidak henti hentinya mengoceh tentang ini dan itu, mana yang boleh mana yang tidak boleh, mana yang baik mana yang buruk, mana yang harus mana yang dilarang mengenai segala hal kepada jaejoong.
Jaejoong yang memang dapat belajar dengan cepat langsung tanggap dengan semua yang di katakan jiyeon, sambil menyimak sesekali tangan nya mengaduk-aduk sup panas di atas kompor. Itu tugasnya saat mereka berdua sedang memasak kata jiyeon.

Jiyeon yang masih belum berhenti mengoceh tangan nya tetap lincah memotong motong sayuran sesekali ia mengawasi jaejoong yang sedang melakukan tugasnya
Crassh
“ Shh “ jiyeon meringis kesakitan saat jarinya teriris.
Sebersit cahaya merah muncul di kedua mata jaejoong, ia menatap horor tetesan darah yang keluar dari jari jiyeon. Jiyeon langsung membawa jarinya kebawah air mengalir dari wastafel. Jaejoong menatap jiyeon tajam. Oh tidak! Tengkuk jiyeon terekspos dan terpampang jelas di hadapannya sekarang, jaejoong semakin lepas kendali ia haus tiba tiba ingin rasanya menerkam jiyeon saat ini juga. Sungguh sang vampire sudah di luar kendali.

Brakk!
Suara pintu kamar dibanting membuat jiyeon melonjak kaget di tambah juga heran melihat jaejoong sudah tidak ada di sampingnya ‘A-Ada apa dengannya?’ gumam jiyeon. Diambilnya kotak p3k yang ada di samping televisi, setelah di pasangi plester rasa sakitnya sedikit berkurang dan jiyeon pun kembali melanjutkan acara masakannya yang sempat tertunda.

Setelah matang dan segalanya sudah siap jiyeon memanggil jaejoong dalam kamarnya, sempat jiyeon kira kalau jaejoong kesal padanya yang tidak berhenti mengoceh lalu mengurung diri dikamar tapi selang beberapa detik jaejoong keluar dari dalam kamarnya dengan tenang. Mereka berdua berjalan bersamaan menuju sofa dan duduk bersebrangan. Jiyeon menatap air muka jaejoong yang berubah drastis tiba tiba ‘ada apa dengan nya? apa terjadi sesuatu’
Jaejoong menyendok makanan nya dalam diam “ Jiyeon-shi lain kali tolong lebih berhati-hati lagi “ ujar jaejoong terkesan dingin dan dengan suara beratnya
“ Ne? “ jiyeon sedikit mengkerut ketakutan mendengar suara berat jaejoong “ Oh ini? Tidak apa-apa kok hanya luka kecil “ katanya sambil menyentuh ujung jarinya yang di plester
Jaejoong bringis ia tidak suka jawaban dari jiyeon. Jiyeon yang melihat tatapan tak suka jaejoong langsung buru buru menambahkan “ Iya-iya lain kali aku akan lebih berhati-hati lagi “ katanya membuang muka pada jaejoong dan beralih memandang sumpitnya ketakutan.

Jaejoong yang melihat perubahan jiyeon akhirnya melunak dan seakan tersadar. Ia tak bermasud berbicara kasar pada yeoja dihadapannya ini. Sungguh. Tak ada niatan atau fikiran nya sedikitpun untuk berkata dengan intonasi yang bisa di bilang tidak kecil itu. Ini memang salahnya, tapi ia menafsirkannya dengan cara yang salah, rasa bersalah pun tak dapat terelakan lagi telah masuk merambat ke dalam dadanya. Akhirnya ia berusaha untuk melunak dan menarik tipis kedua ujung bibirnya lalu mengacak-acak rambut jiyeon pelan.

Jiyeon yang baru pertama kalinya dapat perlakuan lembut oleh pria kelewat polos itu pun menegang seketika. Merasakan sentuhan sentuhan lembut di puncak kepalanya membuat tubuhnya menegang seketika.

Entah sejak kapan mereka berdua jadi sedekat dan seakrab ini, sadar tidak sadar jiyeon mulai lebih suka berada di apartemen nya lama lama dari pada berada diluar. Ia merasa lebih suka dan menyenangkan jika berada ditempat tinggalnya.

 


 

Tidak terasa sudah hampir seminggu jaejoong selalu muncul tiap malam di apartemen milik mereka berdua ini. Jiyeon yang seharusnya sudah beristirahat di atas ranjangnya dengan senang hati menemani jaejoong hingga waktu waktu tengah malam seperti ini. Mereka melakukan banyak hal yang mereka buat sendiri.

Sore ini terasa begitu cerah. Tak sedikitpun awan mendung menggantung di atas senjanya langit sore yang menyejukan mata ini, seolah sang mendung pun mengerti bahwa hari ini tak pantas ia rusak dengan kehadirannya, meski demikian suasana yang menyenangkan ini tak pelak mengurangi aktifitas dan kesibukan manusia yang bernaung dibawah senjanya langit keemasan ini, sekalipun ini adalah hari ketujuh dalam sepekan.
Seorang yeoja berparas cantik dengan rambut panjang berwarna hitam yang selalu terlihat mengkilau dan bernama lengkap Park Jiyeon ini sedang free dari segala kegiatan apapun terlihat sedang asik membaca bukunya didalam kamarnya.

Prangg!!. Bunyi benda pecah membuat jiyeon terkejut didalam kamarnya dan langsung melompat keluar kamar
“ Jae- gwenchana? “ jiyeon lekas menghampiri jaejoong yang sedang memunguti pecahan kaca di dekat wastafel.
“ Cuci dulu tangan mu “ ujar jiyeon penuh kesabaran saat melihat tangan jaeoong masih penuh dengan busa “ Tidak ada yang terluka kan? “ katanya sembari memeriksa lengan jaejoong yang baru bersih dari busa busa.
“ Mianhae tanganku licin “ katanya seperti anak kecil yang baru saja terjatuh dari sepeda kecil beroda tiga. Beruntung anak kecil berbadan besar kelewat polos sepertinya ini tidak menangis dan merengek karena kesakitan.ckckck.
“ Lain kali hati-hati dan tidak perlu menuangkan sabun sampai sebanyak ini cukup dikira kira saja “ jiyeon memaklumi namja kelewat polos ini penuh kesabaran
“ Oh iya, aku mau pergi ke pasar tradisional. Setiap hari minggu aku selalu belanja disana untuk kebutuhan ku apa kau mau ikut? “
“ YA aku ikut “ jawab jaejoong dengan spontan tanpa berfikir.
Heyy cepat sekali perubahan moodnya. Ckckck. Like a children sekali vamp yang satu ini.
Bosan juga kan selalu di dalam apartemen sekali sekali jalan keluar tidak masalah kan toh hari juga sudah mulai gelap pikir jaejoong setelahnya.
Jiyeon yang sudah berada di dalam kamarnya tersenyum ia tidak menyangka bisa seakrab ini dengan orang yang dulu iya ia kira adalah makhluk makhluk berwujud menyeramkan itu.

Mereka pun bersiap, dan tak lama mereka akhirnya berangkat.

 


 

Sunday Market

Dengan menggunakan trem sampailah mereka berdua di pasar tradisional yang buka hampir 24 jam ini, pasar yang sudah terkenal sejak abad penjajahan dulu. Masih terlihat jelas beberapa arsitektur arsitektur klasik kuno jaman penjajahan belanda dahulu yang berada di langit langit ruang pasar indoor ini. Jaejoong dengan setianya masih terus berjalan mengekori jiyeon, ia tidak biasa berada dalam kerumunan banyak orang seperti ini. Pasar yang bersih tertata dan teratur ini adalah hal pertama bagi jaejoong pergi ke tempat seramai ini. Banyak orang berlalu lalang, bahkan beberapa orang membawa panggulan besar berisi sayuran sayuran segar di kepalanya.
“ Jaejoong-shi “
“ Ye “ jawabnya yang masih setia membuntuti jiyeon. Tetapi matanya tak berhenti melihat lihat ke kanan dan kiri, tempat dimana kios kios berjejer rapih berbentuk barisan memanjang. Memamerkan barang barang yang di perdagangkan.
“ Jaejoong-shi tahu cara membeli barang kan? “
Sebuah gelengan menjadi jawabannya. Jiyeon tersenyum miris ia sudah menebak jawabannya, tak heran mengapa selama ini makanan nya selalu di ambil alih oleh pria bermata biru ini. Kalau kalian bertanya-tanya bagaimana caranya jaejoong membeli kantung kantung darah nya di rumah sakit jawabanya adalah ‘mengambil secara diam-diam’
*’loh itu namanya mencuri dong, aish jaejoong oppa pabo!’ ‘Yak dari pada aku membunuh orang lebih baik mengambilnya dirumah sakit kan’ ‘benar juga’ pikir author pongo

“ Baiklah perhatikan aku baik baik ya “ kata jiyeon sambil menuju bagian vegetables. Tangan nya terbiasa memilah bahan makanan, diambilnya sebonggol wortel, brokoli dan timun lalu bertanya pada pedagang berapa jumlah harganya lalu membayar sesuai dengan tarifnya. Lalu jiyeon menatap jaejoong yang berdiri di sampingnya dengan tatapan seolah bertanya.
“ mengerti? “
“ Em jadi pilih dulu sayurannya lalu bertanya harga baru di beri uangnya, begitukan “ jaejoong mencoba menjelaskan sepekenaannya.
“ Iya benar yang paling penting adalah kau harus pandai pandai memilih barang yang ingin kau beli memiliki kualitas yang terbaik “ tambah jiyeon. Jaejoong mengangguk-angguk paham.
“ Ayo sekarang kita kebagian buah-buahan “

Sesampainya dikios buah buahan jiyeon sibuk memilih buah jeruk yang sedang sale. Jaejoong sedikit menggeser ke samping bosan juga hanya diam saja dari tadi. Dilihatnya kios yang menjual buah strawberry mengundang air liurnya untuk mencicipi buah merah ranum yang besar besar itu. Diliriknyanya lagi jiyeon yang masih sibuk memilih buah jeruk. Jaejoong berfikir jauh sebentar dari jiyeon tidaklah masalah

Setelah memasukan buah jeruk yang ia beli kedalam trolly belanjaan nya. Jiyeon berbalik dan panik tidak menemukan jaejoong di belakangnya, matanya menyapu deretan kios kios disekitarnya lega hatinya ketika melihat jaejoong melambai-lambaikan tangannya kira kira tujuh kios dari kios jeruk

“ Apa yang kau beli? “ tanya jiyeon yang melihat jaejoong sedang memperhatikan buah cherry merah matang. Ditangannya sudah terdapat sekotak buah strawberry dan sekotak buah apel. Jiyeon mengambil alih buah buahan dari tangan jaejoong dan memasukannya kedalam trolly
“ Omoni berapa harga sekotaknya? “
“ 3 won saja untuk pria tampan seperti mu nak “ Omonim penjual buah cherry itu pun tak bisa menutupi senyumnya saat melihat pasangan namja dan yeoja aneh di hadapannya ini. Sang pria yang berbelanja dengan senang. Dan si yeoja yang perhatian dan dengan setia mengikuti kekasihnya yang sedang menikmati momen shopping belanjanya. Sungguh ironis! Dunia benar benar sudah terbalik sekarang.
“ Igeo “ jaejoong menyerahkan uangnya kepada pedagang dan memasukan kotak cherrynya kedalam trolly. Matanya kembali melirik ke arah buah anggur, persik, melon,dan pisang. Dia benar benar sedang dalam keadaan mood yang baik sekarang. Mata nya terlihat menyala nyala pancaran akan kebahagiaan.

“ Jae “ jiyeon menegur teman seapartemen nya yang seperti orang kesurupan melihat macam jenis buah-buahan. Seperti seorang yang baru melihat berbagai macam yang benar benar baru dalam hidupnya.
“ Ye “ jaejoong menoleh sebentar ke arah jiyeon yang sedang menggeret trolly yang sudah penuh lalu kembali beralih pada buah semangka yang ada di tangannya.
Jiyeon tersenyum melihat tingkah jaejoong
“ Tidak ada tempat lagi untuk buah semangka mu, sedangkan kita belum membeli beras dan daging “ jelas jiyeon dan menunjuk ke arah trolly yang penuh dengan berbagai macam jenis buah-buahan
“ Oh mianhae. Dimana kita bisa membeli trolly seperti ini? “ tanya jaejoong santai
“ YEE! “
Jiyeon terkaget kaget mendengar penuturan jaejoong. Pelajaran baru bagi jiyeon ,ia harus lebih berhati hati lagi mengajari pria kelewat pintar ini dengan sesuatu hal yang baru kalau tidak mau seperti ini jadinya.

 


 

Acara belanja telah usai sekarang jiyeon sedang mencoba menata belanjaan nya ke dalam kulkas. Dan benar saja kulkasnya sudah penuh dengan buah-buahan milik jaejoong sedangkan buah melon dan semangka yang super besar ini masih berada di luar. Jiyeon menasehati jaejoong untuk membeli secukupnya saja kalau tidak mau seperti ini jadinya.
Dan seenak jidatnya jaejoong malah bertanya pada jiyeon dimana ia bisa membeli benda kotak persegi panjang bernama kulkas itu. Jawabannya adalah benjolan besar di kepala jaejoong akibat lemparan buah semangka dari jiyeon.

Jaejoong yang sedang meringis sambil mengosok gosok rambutnya merengut ketakutan saat jiyeon tiba tiba saja berdiri lalu pergi meninggalkannya kekamar. Merasa bersalah jaejoong ingin bertanggung jawab sebagai tanda perminta maafan nya, ia mengambil alih pekerjaan jiyeon tadi, dikeluarkan nya semua isi kulkas dan mulai menatanya kembali dari awal.

Jiyeon yang ada didalam kamar sedang sibuk mengambil box berukuran sedang di atas lemarinya. Pikir jiyeon box itu bisa jadi wadah sementara untuk bumbu bumbu dapur yang ada di dalam kulkas. Entah tubuhnya yang terlalu pendek atau lemarinya yang terlalu tinggi jiyeon sampai jengkel dibuatnya.

Hap! Dengan sekali lompatan jiyeon menarik box itu, naas tumpukan buku buku besar diatas sana ikut terseret juga. Alhasil tumpukan buku itu pun mulai oleng dan siap jatuh diatas tubuh jiyeon. Jiyeon yang sudah siap merasa sakit menutup matanya erat. Tapi, tidak, jiyeon tidak merasakan sakit apapun ia membuka matanya dan menatap tumpukan buku buku itu masih rapih di atas lemari “ Huft “ jiyeon menghela nafas lega. Buku buku itu masih pada tempatnya
“ Dasar ceroboh “ jiyeon menoleh cepat kearah pintu dimana jaejoong sedang berkacak pinggang sekarang.

Iya. Dengan kecepatan kilat yang pria berdarah vamp ini miliki dia baru saja menyelamatkan jiyeon dari kecerobohan yeoja strong itu. Tanpa jiyeon ketahui pastinya.

 


 

Hari demi hari terus berlalu, hitungan bulan demi bulan pun juga berlalu tak terasa sudah lebih dari 2 tahun jiyeon dan jaejoong tinggal bersama. Dan dalam kurun waktu 2 tahun itu juga jiyeon dan jaejoong sama sama belajar saling berbagi, mengerti, memahami, mengasihi dan menyayangi.

Dua tahun adalah waktu yang tidak sedikit, itu waktu yang cukup banyak untuk membuat dua sejoli yang tinggal bersama di sebuah apartemen dilantai lima ini saling mengenal satu sama lain.

Hari ini adalah hari upacara kelulusan jiyeon dan ia terpilih menjadi lulusan terbaik tahun ini, kemarin staff kampus memberi tahu jiyeon untuk mempersiapkan pidatonya untuk upacara hari ini.

Jiyeon senang dan bangga tapi ia malah terlihat murung dan sedih pagi ini, ia pikir akan lebih baik jika kedua orang tuanya juga ikut merayakan hari bersejarah ini. Dalam hatinya ia ingin menangis tapi ia sudah berjanji pada kedua orang tuanya yang sudah berada di surga sana untuk tidak pernah menangisi mereka. Jiyeon harus menjadi wanita yang kuat supaya bisa melindungi diri sendiri itulah pesan kedua orang tuanya sebelum pergi. Jiyeon yakin ibu dan ayah nya selalu mengawasi dan melindunginya dari surga sana.
.
.
Upacara telah selesai. Jiyeon yang entah mengapa terlihat sangat cantik hari ini terlihat sedang berjalan akan keluar melewati pintu utama namun tiba tiba sebuket bunga lily putih menghalangi pandangannya
“ Chukaeyo yeonie “ kata seseorang dibalik bunga lily itu. Suaranya terdengar sangat riang dan penuh dengan bibit kebahagiaan. Jiyeon tahu persis suara itu, sudut bibirnya tertarik keatas ia tersenyum bahagia sangat bahagia lalu mengambil buket bunga itu.
“ Gomawo joongie “ pipinya merona merah

Cup!

Mata jiyeon membelalak kaget saat jaejoong mengecup keningnya. Jiyeon membatu ditempat
Orang orang disekitar mulai memperhatikan mereka berdua lalu suara bisik-bisik mulai terdengar membicarakan mereka berdua. Sekuat tenaga jiyeon mengembalikan dirinya ke alam nyata
“ Yah! Apa yang kau lakukan bodoh “pekik jiyeon siap menjewer telinga jaejoong. Terlambat!! ia kalah cepat oleh pergerakan jaejoong yang langsung menghindar dan langsung mengangkat tubuh jiyeon di bahu kanan nya. Semua mata menatap horor mereka berdua. Bagaimana tidak cara jaejoong menggendong jiyeon yang terbilang tidak etnis atau romantis itu lah yang jadi penyebabnya. Masa jiyeon di gendong ala ala tukang beras yang sedang membawa sekarung beras di pundaknya.

Kondisi jiyeon?? Jangan ditanya. Mukanya sudah merah padam menahan malu, sumpah serapah juga sudah ia keluarkan sedari tadi meminta di turunkan oleh jaejoong sambil memukul mukul punggung jaejoong dengan buket lily yang dipegangnya. Namun jaejoong tidak mengindahkannya, dengan santai ia malah melenggang membawa jiyeon pergi dari sana.

 


 

Jaejoong tak tahan ia sebal, sudah dari tadi ia diacuhkan terus oleh jiyeon. Jiyeon masih saja cemberut dan marah dengan kelakuan nekatnya di pesta wisuda tadi
Hal yang sama yang juga biasa dilakukannya saat dirinya marah atau tak suka pada jiyeon jika ada orang lain yang berkunjung ke aparatemen nya, seperti minho atau myungsoo yang sesekali berkunjung ke apartemennya bersama jiyeon. Bedanya! Seharian utuh itu jaejoong akan menghilang tiba tiba dan saat muncul kembali mulutnya sudah terkunci rapat tidak akan mengatakan sepatah kata apapun saat jiyeon tanyakan sesuatu.

Kue manis, boneka teddy, buku best seller keluaran terbaru, ice cream dan segala macam rupa lain yang jiyeon suka sudah jaejoong berikan untuk membuat jiyeon berhenti merajuk seperti ini. Tapi jiyeon masih saja bungkam. Sesungguhnya jiyeon sudah menahan hasratnya sedari tadi, ia tak tahan melihat jaejoong yang mati matian menggodanya sedari tadi.
Tapi jiyeon tetap pada pendiriannya. Biar saja sekali sekali mengerjai jaejoong seperti ini tidak apa kan ‘Memangnya cuma kamu yang bisa marah aku juga bisa, rasakan’
“ Huft “ diliriknya jaejoong yang kembali menghela nafasnya, entah sudah berapa kali helaan itu terulang.
“ Yeonie aku harus apa lagi eoh? Aku sudah meminta maaf bahkan memohon padamu. Aku juga sudah memberikan emua ini padamu. Sudahan ya marah nya, Ne~ “
“ Puft “ jiyeon tidak tahan melihatnya. Jaejoong hampir saja menangis
Jaejoong yang memergoki jiyeon kelepasan tawanya pun terhentak, smirkevil pun terundang keluar melihat tawa tertahan itu.
“ Eohoo jadi aku sedang di kerjai eoh? Beraninya kau mengerjaiku Park Jiyeon! “ jiyeon yang sudah tidak tahan pun menutup mulutnya dan tertawa terbahak. Mengeluarkan segala tawa yang sedari tadi ia tahan.
“ Rasakan ini Park Jiyeonnn “ jaejoong menikam jiyeon dengan kelitikannya
“ Ahahaha. Yah yah hentikan! “ jiyeon tertawa semakin keras. Pinggang adalah bagian paling sensitifnya. Ia tak tahan terus di kelitiki oleh jaejoong tanpa ampun. Jaejoong yang kesal semakin menjadi jadi mengelitiki jiyeon, alhasil terjadilah pertempuran kecil di dalam apartemen yang beberapa detik lalu terasa sangat hening ini. Pertempuran kecil bernama pertempuran kelitik menjadikan ruangan ini penuh keramaian.
Brukk. Tubuh keduanya jatuh bersamaan ke atas karpet berbulu tebal yang tergelar sempurna di ruang tengah apartemen mereka. Dan masih saling mengelitik keduanya semakin tertawa lepas. seru sekali sepertinya aku mau ikutan dongg #plakk
“ Hahaha hahaha “
“ Joongie hentikan hhaha “ jaejoong semakin gencar mengelitik
“ Tidak!! Ini pelajaran untuk yeoja menyebalkan sepertimu hahaha “ jiyeon semakin geli perut nya mulai kram
“ Mianhae.. mianhae.. Yak! “

Jiyeon tidak habis akal ia berniat melawan untuk menjewer telinga jaejoong. Hap! Jaejoong menangkap tangan jiyeon yang hendak menjewer telinganya sedangkan tangan lain nya yang bebas masih setia mengelitik jiyeon.
“ Hhahaha yah sudah sudah. Aku tidak kuat “ jiyeon menyerah ia berhenti menyerang. Jaejoong pun tertawa kemenangan!
“ Hah~ hah~ “ jiyeon dan jaejoong saling mengatur nafas mereka dengan posisi yang masih nyaman berbaring di bawah sana. Jiyeon dan jaejoong saling berhadapan dan berpandangan

Jiyeon tersenyum bahagia ia merasa sangat beruntung memiliki jaejoong di sisinya. Mata biru laut dan mata coklat keemasan itu saling memandang. Tangan jiyeon terulur untuk membenahi tatanan rambut jaejoong yang sedikit berantakan.
“ Joongie “ Panggilnya lirih
“ Hm “ jiyeon tersenyum mendengar gumaman itu. Terdengar sangat dekat
“ Terimakasih “ ucapnya merdu “ Aku sangat bahagia “ lanjutnya sambil memandangi hasil tatanan yang ia buat “ Terimakasih karna sudah mau menemani ku selama ini “ entah dimana letak titik salahnya yang jelas kalimat jiyeon barusan terdengar begitu tulus dan sungguh sungguh di telinga jaejoong. Membuat jaejoong tak bisa menahan senyuman nya

Hatinya ikut tersenyum mendengar kalimat yang terlontar dari bibir mungil itu. Ia bersyukur bisa dipertemukan dengan yeoja unik seperti jiyeon. Dengan gerakan pelan kedua mata itu menyipit membentuk bulan sabit yang sangat tipis, bibir itu pun sudah menarik senyuman lembut. Jiyeon sampai dibuat terpaku melihatnya.

Jiyeon termenung dan menerawang sejenak. Ia sangat senang berada di sisi jaejoong.rasa nyaman dan hangat selalu menyelimuti dirinya melalui jaejoong. Dan sangat jiyeon sadari kalau dirinya sudah sangat tergantung pada pria yang ia kira dulu berwujud menyeramkan ini.
Ia tak habis fikir dengan semuanya yang terjadi pada dirinya sampai saat ini. Ia begitu bersyukur tuhan telah memberi jaejoong disampingnya, membantu kehidupannya, membantu kebahagiaannya bahkan sekarang sangat jiyeon sadari kalau pria berkulit putih pucat dihadapannya ini telah membantu mengisi kekosongan di hatinya.
“ Joongie “ panggilnya lagi. Kali ini tangan jaejoong ikut membenahi tatanan poni jiyeon lembut.
“ Hmm “ sahutnya dengan suara bassnya.
“ Joongie “ Panggilnya sekali lagi. Jiyeon rasa ia sudah mencapai titik tertingginya, ‘rasa’ yang sedang penuh mengisi hatinya seakan sedang meluap luap tumpah sekarang. Pria dihadapannya ini, pria yang sedang menatap matanya lekat ini, pria yang selama ini telah membanjirinya dengan lautan kasih sayang dan perhatiannya, sifat yang hangat dapat diandalkan dan penyayang ini adalah pria yang sudah ia anggap lebih dari sekedar teman.

Jiyeon rasa ia sudah gila, ia gila akan jaejoong, ia tak ingin dipisahkan dengan jaejoong ia tak mau berjauhan dengan jaejoong, terdengar egois memang tapi ini adalah cara untuk mempertahankan kebahagiaan yang telah datang kepadanya ini. Ia hanya tak ingin kembali sendiri dan kehilangan kebahagiaan yang sangat singkat ini.

Jiyeon mengedipkan matanya sedikit lama, ia yakin hal yang akan ia lakukan ini adalah benar. Entah apa yang akan ia dapat di akhir nanti, yang jelas ia sudah mencoba berusaha bukan.
“ Ada apa hmm? “ sahutan jaejoong berhasil membuat mata indah itu terbuka
Jiyeon kembali menarik senyuman, tangan yang awal mulanya berada di rambut jaejoong sekarang berpindah meremas bulu bulu karpet tebal itu seakan menambah kegugupan yang melanda dirinya.
“ Jae.. aku rasa.. “ jiyeon memberanikan diri menatap mata tegas itu, dapat dilihat mata itu seolah sedang menunggu kelanjutan kata katanya.
“ Aku rasa.. “ jiyeon memejamkan matanya dan menarik nafas panjang lalu menghembuskannya pelan.
“ Entah perasaan ini mulai muncul sejak kapan jae. Aku pun tak tau kepastian nya tapi yang jelas yang paling ku rasakan saat ini ialah perhatianmu, keberadaanmu, dan juga kasih sayangmu yang telah memenuhiku. Aku sadar kalau aku sudah sangat bergantung padamu. Aku tak ingin dijauh kan denganmu, aku tak ingin di pisahkan dengan mu. Aku selalu ingin berada di dekatmu bersama denganmu. Jaejoong-ah aku rasa aku sudah jatuh hati pada mu. Aku mencintaimu jae “ tutur jiyeon lembut, tenang dan penuh dengan perasaan.

Tangan jaejoong yang awalnya membelai lembut surai hitam jiyeon itu sekarang terhenti. Ia berusaha mencerna ulang kalimat demi kalimat yang baru saja jiyeon katakan.

Berhentinya pergerakan tangan jaejoong membuat jiyeon memberanikan diri membuka matanya. Ia merasa jantungnya seperti akan melompat keluar sekarang.

Srettt. Jaejoong bangun dari posisi terbaringnya dan duduk bersila. Jiyeon pun melakukan hal yang sama. Jiyeon hanya terdiam menatap garis wajah jaejoong yang sangat sulit untuk dibaca ‘ada apa jae? Apa jawaban mu? Apa pernyataanku ini salah?’ ‘bicaralah jae katakan sesuatu jangan membuatku takut’
“ yeonie ku rasa.. “ kalimat itu menggantung, jiyeon mengigit kecil bibirnya menunggu kelanjutan dari untaian kalimat itu
“ A-aku rasa aku belum mengangkat pakaian di luar “
Cekitttt! untaian kata itu berhasil membuat hati jiyeon tercubit dan seakan terjun jatuh ke bawah lubang yang sangat dalam ‘A-ada apa ini? Mengapa ia menghindar??’. Jiyeon menunduk lesu diiringi kepergian jaejoong. Jiyeon merasa waktu telah berhenti berdetak sekarang. Cairan bening bernama air mata itu sudah mulai berlinang, semakin lama semakin memenuhi kelopak matanya, dengan sekuat tenaga ia berusaha menahan air itu agar tidak tumpah jatuh membasahi pipinya. Digigitnya kecil bibir mungil itu berusaha menyembunyikan isakan yang akan keluar dari sana. Dengan sedikit gontaian ia berjalan lesu menuju kamarnya.
.
.
Jaejoong meremas besi balkon kuat, dadanya menyesak seolah dihimpit batu besar.
“ Maaf. Ini salah. Kau dan aku berbeda.. dan kita tak mungkin bisa bersama karna aku tidak baik untukmu yeonie. Maafkan aku “ batin jaejoong yang semakin menyesakan hati, ia tahu jiyeon pasti telah menangis sekarang. Jiyeon adalah yeoja yang terlihat kuat diluar tapi memiliki hati yang sangat lemah dan mudah untuk tersakiti didalam.

Jaejoong geram ia merasa sangat jahat. Mengapa ia baru menyadarinya sekarang. Mengapa ia dengan mudahnya memberikan semua itu pada jiyeon sehingga membuat gadis itu menjadi tergantung padanya. Jaejong tersadar dan meruntuki segala kebodohannya sekarang. LALU apa yang harus ia perbuat sekarang? Apa yang harus ia lakukan untuk membenahi segalanya sekarang? Arghhh kau sungguh namja sialan jae!! Geram jaejoong hampir mematahkan pagar besi balkon itu.

 


 

Jaejoong pov

Malam sudah menjelang tetapi mengapa ia masih mengurung dirinya didalam. Dia bahkan belum memakan apapun sejak upacara itu. Dan ini membuatku sangat khawatir. Tidak! Ini tidak bisa dibiarkan
Tok tok..
“ Jiyeon~ “ panggil ku pelan. Ku pandangi lekat foto figura kami berdua yang tengah tersenyum di pintu kamar nya. Terlihat begitu bahagia. Dan senyuman itu berhasil membuatku kembali merutuki kebodohan yang selama ini ku perbuat. Beberapa menit berlalu tapi tak ada sahutan dari dalam.
“ Yeon~ “ panggiku lagi. Ku genggam knop pintu yang terasa dingin itu. Meskipun tak sedingin telapak telapak tanganku.
“ Yeonie~ “ ku coba putar knop pintunya. Terkunci!

Tok tok..
“ Jiyeon! Jawab aku “ perasaan gugup dan rasa takut itu mulai merambat mendekatiku
“ Nde~ “
Nyutt. mengapa suara itu terdengar begitu menyakitan dan memilukan. Maafkan aku yeonie, tidak! Namja bodoh sepertiku tak pantas mendapatkan maaf darimu. Jauhi aku jika perlu lenyapkan lah aku yeonie, aku terlalu kejam padamu. Memberi mu semua harapan palsu ini.
“ Jiyeon-ah kita perlu bicara “ tekat ku bulat. Aku akan menyelesaikan segalanya sekarang!

Ceklek. Bunyi itu terdengar tapi pintu ini masih belum terbuka.
“ Aku akan masuk “ gumamku sebelum memutar knop pintu itu.
Jiyeon. Yeoja yang sangat menyenangkan dan memiliki senyuman sangat luar biasa itu terlihat duduk di tepi ranjangnya, dan kali ini yeoja yang biasanya periang dan selalu memasang senyuman pada pada semua orang itu terlihat berbalik 180 derajat. Terlihat begitu berantakan, hancur dan rapuh. ‘astaga apa yang telah kulakukan padanya’
Aku mendekat, meminimalisir jarak antar aku dengannya.aku harus berfikir jernih dan aku harus menyelesaikanya sekarang juga. Hhhh dia bahkan masih memakan pakaian yang ia kenakan saat pesta wisudanya tadi.

Aku melangkah mendekat, mengambil kursi belajarnya dan mencoba untuk mengambil posisi dekat dengannya. Gelap. Meski ruangan ini terlihat begitu gelap namun aku masih dapat melihat dengan jelas bekas aliran air mata dipipinya, hidung merahnya dan mata sembab nya. Mata sendu itu hanya memandang kosong ke bawah sana. Aku merasa sebagai pria yang paling jahanam sekarang membiarkan nya menjadi seperti ini.
“ Jiyeon-ah “ panggilku mengisi keheningan yang tercipta sedari tadi.

Ku lihat tubuhnya sedikit melonjak karna panggilanku. Tapi matanya masih setia menatap kebawah sana.
“ Jiyeon-ah a-aku bukan pria yang baik untukmu “ ia mendongkah, ia menatap ku nanar. ‘oh astaga apa yang harus aku lakukan sekarang!’mata itu, mengapa mata itu terlihat begitu memilukan.
“ Yeon-ah aku bukan lah pria yang pantas untukmu. Kau begitu sempurna. Dan kita berbeda. Aku tak bisa menjadi pendampingmu “ aku tak kuat, mata itu! Kumohon jangan menatapku dengan mata itu yeonie.
“ Keundae wae? Lalu apa yang selama ini kau lakukan? Mengapa kau selalu ada di sampingku, mengasihiku dan selalu melindungiku? Kau bahkan membuatku bergantung padamu. Kau seperti membawaku terbang jauh tinggi dan sekarang kau menghempaskanku ke dasar lembah dari atas sana ” cekitt. Hati ini seperti kembali di cubit mendengar tutur katanya. Dan oh tuhan hati ini seperti di iris iris melihat air mata yang jatuh mengalir membanjiri pipinya yang memerah itu. Aku tahu iya sedang menahan isakan nya sekarang.

Ingin rasanya ku dekap tubuh rapuh itu, tapi hal ini pasti malah akan membuat segalanya menjadi lebih rumit lagi.
“ Tidak yeonie. Aku tidak pernah sedikitpun berfikir seperti itu. Aku tulus melakukan semuanya. Dan aku tak pernah berniat sedikitpun untuk menghempaskanmu seperti yang kau bilang tadi. Semua ini terjalin begitu saja yeonie. Aku juga tidak menyadarinya kalau kita sudah sejauh ini. Bukannya aku ingin mengelaknya, tapi semua ini memang seharusnya tidak benar terjadi “
“ Lalu kenapa! Kenapa semua ini terjadi padaku! Tak cukupkah segala penderitaan yang selama ini terjadi padaku. Tak cukupkah penderitaan yang selama ini ku alami. Ku pikir ini adalah waktu dimana jalan hidup ku akan berubah menjadi lebih baik tapi ternyata aku salah. Tuhan bahkan memberikanku cobaan yang lebih berat lagi sekarang. Aku benci diriku! “

Jiyeon meledak. Ia menangis menjerit dalam tiap kata yang diucapkannya. Ia mengijinkan suara isak itu lolos keluar dari bibirnya, dia terlihat sangat memilukan sekarang. Tuhan tolong hentikan semua ini. Aku tak kuat melihatnya sepeti ini.
“ Hiks Hiks “ Lagi. Isakan itu kembali lolos dari bibir yang sudah sangat pucat itu.
Aku mencoba mendekat. Ku coba merengkuh tubuh gemetar itu dalam dekapan ku. Srakk. Tapi dia menolaknya. Ia mendorong tubuhku pelan untuk menjauh. Tubuhnya bergerak begitu lemas
“ Tinggalkan hiks tinggalkan aku sendiri “ ucapnya disela sela tangisannya. Dan kata kata itu membuatku semakin tak tega. Dia begitu rapuh jika aku menggenggam nya iya pasti malah akan hancur sekarang. Lalu apa yang harus aku lakukan?!!
“ Tidak yeonie! Kau tidak boleh begini. Kau bisa jatuh sakit nantinya “
“ Hiks aku ingin sendiri Jaejoong-shi “ katanya sedikit menjerit. Membuatku terdiam dan mengeras. Tangan ku mengepal dan gigiku mulai bergertak. Hhhhh aniya! Kau tidak boleh meledak jae, kau harus tetap stabil. Kendalikan emosimu dan selesaikan semuanya dengan kepala dingin. Akan fatal jika kau meledak, ingat itu. Ingat itu.
“ Setidaknya makanlah sesuatu dulu, kau belum memakan apapun dari siang ini “ aku melembutkan suara.membuat suara yang benar benar terdengar menenangkan. Ku coba kembali menyentuh lengan nya,ia terlihat sedang mengatur nafas beratnya yang terdengar sangat melelahkan.
“ Ku mohon jae-ah. Aku sungguh butuh waktu untuk sendiri. Mengertilah! Setidaknya untuk hal ini saja!! “ ia tetap menolak. Ia bahkan berusaha melepaskan genggaman tanganku, tapi aku menolak melepaskannya. Dan tangisan itu juga masih belum berhenti, kuyakini tangisan ini membuatnya semakin melemas. Ia memukul mukul dadaku dengan segenap segala sisa tenaganya tapi sungguh pukulan itu tak terasa apa apa padaku. Kuraih kedua tangannya kuat.
“ Aku takkan pergi kemanapun. Tubuhmu sangat lemas jangan membuatku khawatir yeo- “
“ Berhenti mengkhawatirkanku!!! “ jeritan itu menjadi kata terakhir dari segala sisa tenaganya, sebelum akhirnya ia terjatuh tak sadarkan diri.

Aku panik bukan main. Ku guncangkan tubuh tak berdayanya mencoba memasikan agar dia tetap tersadar,tetapi mata itu sudah terpejam tenang. Ku angkat cepat tubuhnya berbaring ke atas ranjang. Wajahnya sangatlah pucat. Badannya juga terasa sangat dingin.
“ Yeon.. yeonnie.. jangan membuatku takut.. jiyeonie! “ ku guncang tubuhnya, ku tepuk pipinya.
Aku panik bukan main. Pikiranku kacau, astaga apa yang harus ku lakukan.

Ku raih pergelangan tangannya dan mencoba untuk tenang. Mencoba merasakan sesuatu yang seharusnya mengalir dengan lancar disana
“ Tidak! Denyut nadinya terlalu lemah “
Dengan cepat kusambar jaket tebalnya dan kubalitkan pada tubuhnya. Sedikit tergesa aku mengangkat tubuhnya untuk membawanya ketempat perkumpulan para-para medis yang seharusnya mereka jauh lebih memahami cara menangani hal hal seperti ini. Rumah sakit!!

Jaejoong pov end


 

 

 

Tebece….
KABOOOOOORRRRRRRR!!! Hehehe

Ps: Aku akan buat kelanjutannya di sequel yah. Dan aku berjanji pada kalian sequel akan publish bulan ini juga.. selamat menungguuuu ^^, sekali lagi miannn typo bertaburan

11 tanggapan untuk “Strange People ( Ending )

  1. kyaaaaa serbu author smbil bwa parang .. Knpa msty TBC wae wae wae?? #ala jiy ke jae td kekeke lebay
    wlo sbel dah tu ma pnyakit TBC tp sneng jg cz k0ntrak jaeye0n dperpanjang wkwkwkwk
    truz &sring ya thor k0ntra jaeye0n c0uple cz mrka couple super duper perfect

  2. kyaaaaa serbu author smbil bwa parang wkwkwk
    ya ya wlo TBC ane benci ntu tp suka jg cz JAEYE0N kontrak dperpanjang hahaha aseek aseeek #gopir goyang vampir ckakaka

  3. Yakkkk baru tau kalo udh dilanjuttt >_< Aigooo Jae.. kamu tega teganya sama jiyi~ Tapi emang sihh kalo jadi jae pasti bakal bimbang juga~ mereka berbedaaa ㅜㅜ

  4. kyaaaaaa authorrrrr kamu bikin aku gereget deh-___- lagi seru-seru baca eh malah tbc-____-
    ngakak banget ini jaejoongnya xD wkwkwk
    ooohh jadi si ‘anu’ yg selama ini tinggal di apartemennya jiyeon itu jaejoong tooohh O.o
    aaaaaaa aku penasaran banget apa yg bakal terjadi selanjutanya……
    ditunggu banget nih kelanjutannya 😀

  5. Huaaa terus gmn hubungan jaeyeon,,
    Jae php in jiyi doang,, sekarang jiyi jd down gitu.
    Jaeyeon bisa bersatu gx ya?
    Next

  6. kamu jahaaaaaat thooooorrrr…
    kamu PHP! kamu jaaaaa-aaaaaat T_T
    nappeun authornim..ish-_____-
    wae? jaejoong pun php kali disini…dengan kepolosannya yang ngegemesin itu dan bikin jiyeon jatuh cinta, dan dengan kepolosan itu pula dia menolak jiyeon. yaampun kenapa baru sadar sekarang kalau dunia kalian itu beda hah? kenapa? kenapa hah? *angkat kerah baju jaejoong*
    siwon kamu sadarkanlah pria satu ini..haha :D(lupa sama kekesalan diri sendiri kalau denger nama siwon)

    oke balik ke topik…ff mu mengalami banyaaaak banget perubahan thor, jadi lebih baik pastinya…chukkhae! saengil chukkhae! bahasanya pun lebih rapi mungkin efek dari revisi sana sini kali ya…tapi kamu hebat bisa nyelesaiin ini ditengah2 kesibukan yang segudang… jjang! super jjang!!^^
    aku tunggu the real ending ff ini…happy ending juseyooooo
    aku tau kamu bersemangat thor, tapi jangan lupa jaga kesehatan arra?

  7. Uh.. uh.. uh…. tegang!! Jaejoong.. wae? Kenapa kau tolak jiyeonie? Walau kalian berbeda tapi,, ahk! Sudahlah … T_T
    Omo aku greget bngt.. sih… >.<

  8. Huwahh~ 😦 mengapa tebece thor ?? u,u katanya 2shoot.. Penasaran banget ini.. 😦 Kalo jiyi tau ternyata jaejoong itu vampir begimana yaa ?? Polos banget jaejoong nggak tau apa-apa semoga jiyi sama jaejoong bersatu.. Yaa walaupun jiyi harus jadi vampir mungkin’-‘ update soon author-nim ^^)b

  9. ouh ya ampun…. ni aq nunggu2 ff ni ternyata nongol di bln maret.. tpi g pa2 cukup puas…
    what. y ampun. .. itu tbc… jgn lama2 ya .. g sabar ni tau klanjutannya..

  10. ya ya ya authornya malah kabur lagi.kira in beneran end tadi?oh tu jaejoong punya uang dari mana ya kira2?.siang tidur,malam cuci mencuci…padahal kan vampire pasti melewati jaman ke jaman,apa baru bangkit? dtggu pokoknya sequelnya…

  11. Keren thor….. daebak !

    Haii,,, salam kenal… aku readers baru disini. tian imnida, 95line.
    kalau gak keberatan mampir ke wp abal-abal aku juga yah…
    (tianyulistiantielf.wordpress.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s