fanfiction · Ficlet · frienship · humor · romance

| FICLET| Beautiful Target


Title: FICLET | Beautiful Target

Genre: gak jelas (?)

Author: Kim Il Sung aka Linda

Rate: All Age

Lenght: FICLET

Cast: Park Jiyeon

Cho Kyuhyun

kyu pov

cafe strawberry merupakan cafe yg terkenal di korea, selain menarik pengunjung dari pelayananya,

cafe ini memiliki desain interior yg cukup unik dimata setiap orang yg masuk.

Disinilah aku bersama dgn hyungku.

aku masih menutup mata memikirkan apa yg harus kulakukan nanti.

“pallie, tidak usah berpikir lg” ujar hyuk jae

“sebentar aku sedang berusaha untuk semua ini” jelasku. Aku hanya bisa merenung seperti orang galau.

“ayolah kawan kau ini keren dan tampan” ujar donghae diikuti anggukan siwon.

Huh seenaknya saja mereka berbicara.

aku tahu kalian berdua itu perfecsionis tp setidaknya pikirkan dongsaengmu yg masih di bwah rata rata ketampanan kalian.

“cepat tembak dia”kata siwon seraya mengedipkan sebelah matanya ke arah gadis yg duduk di dekat jendela besar cafe ini, membuatku iri saja kpd matanya yg semakin menambah pesonanya.

“iya cepat kau pasti bisa” ucap donghae dgn enteng.

huh aku tau kau org yg romantis tp pikirkan nasibku nanti bila aku di tolak olehnya.

Hatiku tak sanggup menerima konsekuensinya.

“ayo cepatlah” ujar mereka. Dasar bawel terserah aku dong mau bergerak kapan. Hidup hidupku ini.

“jangan terlalu bnyk berpikir nanti dia keburu di rebut orang lho” kata siwon sekali lagi dgn gayanya ia kembali mengedipkan sebelah matanya.

Memberi isyarat ke arah gadis itu.

aku kembali berpikir sampai seorang pelayan cafe berhenti tepat disampingku dan memberiku sebuah amplop kecil berwarna biru.

“apa ini?” tanyaku tak mengerti pelayan itu hanya tersenyum sambil sesekali melihat kearah gadis yg sedari tadi kami bicarakan.

“ia bilang ini untukmu” kata pelayan itu sembari meninggalkan aku sendiri dgn amplop kecil tadi okay anggap ke 3 hyungku ini tidak ada.

aku melihat semburat wajah malu dari gadis yg aku sudah incar incar sejak dulu. benarkah ini darinya? Apa ini surat cinta?

“wow man ini mengejutkan cepat baca dan beri tahu apa isinya?” ujar hyuk jae tak percaya sma seperti aku.

“iya cepat buka dan bacalah”

Aku pun terpengaruh dan membukanya untuk kubaca. Aku nyaris tak menduga dgn isinya. Aku pun melihat ke arah gadis itu. Ia tersenyum lalu melambaikan tangannya untuk berpamitan padaku.
Ini bukan mimpi.

“hyaa apa isinya” pekik donghae sembari mencoba merebut amplop itu.

“heemmmm mau tau saja urusan orang”

“hyaa dasar kurang ajar” teriaknya. Hehe biarkan saja.

***
to: kyuhyun

annyeong nan jiyeon imnida. Salam kenal oppa.

Oppa aku menyukaimu sejak aku melihatmu di kampus waktu itu.

Oh iya oppa bisakah kita besok bertemu lg di sini jam 10 pagi.

Tolong Rahasiakan dari teman temanmu ya oppa annyeong sampai berjumpa besok.Park ji yeon

END

fanfiction

Would You Be My Girlfriend?



Title: Would You Be My Girlfriend?

Genre: Romance

Author: Bae Rin Mi aka Bella

Rate: 13+

Lenght: one shoot

Cast:  Park Jiyeon aka Jiyeon

Yang Yoseob aka Yoseob

Note: maaf ini ff selingan my first love dilema. oh ya maaf kalau ceritanya aneh atau apalah ini dibuat gak nyampe sehari hehehe, mian yah

Apakah kalian tahu BEAST? Yah pasti kalian tahu BEAST!! Boyband terkenal di KOREA hahah. Kau pasti juga mengetahuiku, aku adalah namja paling imut dan merupakan Main Vocal di BEAST. Yah siapa lagi kalau bukan Yang Yoseob. Aku ingin bercerita, aku menyukai seorang gadis cantik nan manis, dia merupakan salah satu member Girlband terkenal di Korea, apakah kalian tahu Park Jiyeon? Yah dia merupakan Visual dari Girlband T-ARA. Aku menyukainya sangat menyukainya, tapi aku sadar kalau dia selalu menganggap aku sebagai sahabat tidak lebih. Walaupun begitu aku tidak akan pernah berhenti untuk mencintainya. Aku menyukai Jiyeon pas pertama kali aku bertemu dia disuatu acara, disitu banyak Boyband dan Girlband yang datang, dan salah satunya T-ARA. Aku menyukai dia pada pandangan pertama, pas pertama kali melihat senyumanya entah kenapa didalam hati ini terasa ada yang mengelitik. Dan apa kalian tahu pas pertama kali aku menatap matanya dan senyuman itu membuat ku terpanah dan aku tidak bisa melupakannya. Dia yeoja pertama yang berhasil merebut hatiku. Walaupun banyak yeoja2 yang dekat denganku tapi tidak ada yang bisa berhasil merebut hatiku kecuali Jiyeon. pas setelah hari dimana aku melihat dia aku langsung akrab dengannya, kamu sering bertemu di luar kesibukan kami. Aku pun sempat berfikir apakah aku bisa menjadi namjachingunya? Tapi aku menggeleng mana mungkin seorang yeoja cantik nan manis kaya dia menyukaiku. Namja yang tidak ada apa2nya. Kau tau ingin sekali aku berteriak dan bilang ke dia “JIYEON-AH SARANGHAE” tapi aku terlalu pengecut untuk menyatakannya. Aku takut nantinya aku ditolak, aku terlalu mencintainya dan pasti sakit bila ditolak oleh orang yang kita cintai. Kadang aku cemburu melihat kedekatan Jiyeon dengan namja2 seperti Minho SHINee, Yoo Seung Hoo dll. Ingin sekali aku bilang kenamja2 tersebut “JANGAN SENTUK JIYEONKU ATAU KAU AKAN KUBUNUH” tapi aku ingat aku bukan siapa2nya. Miris bukan mencintai seseorang yang tidak mencintai kita.

***

Setelah beberapa lama aku dekat dengan Jiyeon, aku memberanikan diri untuk menyatakan cinta ke dia. Setelah belajar tentang yeoja dari Junhyung hyung, aku pun bertekat hari ini untuk menyatakan cinta ke Jiyeon, saat aku berada didepan rumahnya, aku melihat sebuah mobil dan Jiyeon turun dari dalam mobil itu bersama seorang namja, aku pun tidak bisa melihat wajah namja tersebut karena namja tersebut tertutupi pohon yang ada didepannya dan tiba2 namja tersebut mencium bibir Jiyeon. sakit sangat sakit melihat adegan didepan mataku yeoja yang aku cintai sedang berciuman dengan seorang namja yang tidak aku kenal. Dan aku pun menjalankan mobil ku ke sungai han. Sesampainya didepan sungai han, “ARRRGGGGGGGHHHHH” erangku, “SHIT” kenapa harus namja itu yang mencium Jiyeon kenapa gak aku aja? “SIAPA NAMJA TADI? APAKAH DIA NAMJACHINGU JIYEON?” pertanyaan itu terus berputar2 dikepalaku. Sungguh sangat sakit kalau Jiyeon sudah memiliki namjachingu tapi mau begimana lagi, aku harus rela asal dia bahagia. Kan seperti kata Doojoon hyung “relakan orang yang kamu sayang, asal dia bahagia” tapi jujur aku belum bisa merelakannya.

***

Setelah kejadian beberapa hari didepan rumah Jiyeon, Yoseob terlihat seperti bukan Yoseob yang dulu, Yoseob yang ceria, lucu dll. Sekarang berubah menjadi Yoseob yang pemurung dan jarang tersenyum. “Seob, udah relain Jiyeon dia udah punya Namjachingu. Masih banyak kok Jiyeon2 yang lebih cantik diluar sana” kata Gikwang. Tapi Yoseob selalu mengatakan “Plis, aku Cuma suka 1 Jiyeon dan gak ada yang lain!! Aku Cuma suka Park Jiyeon VISUAL GB T-ARA” kata2 itu yang selalu Yoseob lontarkan kepada semua orang yang bertanya.

***

Aku menangis yah aku menangis sekarang dan kalian pasti tau sebabnya kenapa aku menangis? Ya aku menangisi seorang Yeoja yang amat sangat aku cintai siapa lagi kalau bukan Park Jiyeon yeoja yang selalu berhasil merebut perhatian di dalam pikiran dan hatiku. Hari ini jadwal BEAST lagi sengang, aku pun berjalan2 mengelilingi kota Seoul, tidak lupa perlengkapan penyamaran agar tidak bertemu dengan para B2UTY/B2STLY ditengah jalan, bukannya aku tidak mau bertemu dengan fans2 ku tapi suasana hatiku lagi tidak sebagus dulu. Aku pun pergi ke salah satu tempat di kota Seoul yah aku pergi ke Namsan Tower tempat dimana biasanya aku pergi dengan Jiyeon. sebenarnya aku tidak ingin pergi kesini, Cuma aku ingin memflashback kenanganku bersama Jiyeon.

-flashback on-

“Oppa, kita ingin pergi kemana?”

“udah ikut aja, oppa gak akan menculik kamu kok” kataku sambil memamerkan senyuman terbaikku

“bukan itu oppa, Cuma aku bingung aja tumben oppa mengajak aku ketempat umum selain cafe yang biasa kita datengin”

“hehe, sekali2 Jiy”

“emang kita mau kemana oppa?”

“oppa mau ngajak kamu ke Namsan Tower”

“waaah, sudah lama aku tidak kesana” kata Jiyeon sambil tersenyum senang

“mangkanya oppa ngajak kamu kesana”

“oppa, aku takut nanti aku ketahuan sama fans2 oppa gimna? Bisa2 aku dicakar”

“hehhe, kamu lucu deh tenang aja gak akan ketahuan kok” kataku sambil tersenyum hangat

-flashback end-

Aku ingat, tempat ini tempat dimana saksi bisu antara aku dan Jiyeon. tempat terindah bagiku dan tentu buat Jiyeon tidak ada indah2nya. Aku ingat, past pertama kali aku makan ice cream dikedai ice cream berdua dengan Jiyeon.

-flashback on-

“jiy, apa kamu mau makan ice cream dikedai sebelah sana?” kataku sambil menunjuk sebuah kedai yang banyak didatangi oleh pelangan

“tapi disana rame oppa, apakah nanti kita tidak ketahuan” jawab Jiyeon sambil harap2 cemas

“tidak akan ketahuan kok, ayo kita kesana” aku pun menarik tangan Jiyeon pelan ke tempat kedai tersebut dan aku pun memesan 2 ice cream rasa coklat dan memberikannya 1 ke Jiyeon.

“nih, ice creamnya” kataku sambil menyodorkan ice cream ke arah Jiyeon

“kok, oppa bisa tahu sih rasa ice cream favorite ku?” kata Jiyeon bingung

“apa sih yang tidak oppa tahu” kata ku sambil mengedipkan sebelah mataku

“ihs oppa” balas Jiyeon sambil mempautkan bibirnya, lucu ingin sekali aku mencubit pipinya. Tapi kuurungkan niatku itu. Aku pun melihat Jiyeon sedang makan ice cream, dan Jiyeon makan ice cream blepotan dengan sigap aku pun mengambil tissu dan mengelap bibirnya yang terkena noda ice cream, sontak Jiyeon kaget dan Jiyeon mengambil tissu yang aku pegang dan berkata “gomawo oppa, biar aku aja yang membersihkannya sendiri”

-flashback end-

Terlalu banyak kenangan disini dan aku pun pergi ke berkeliling namsan tower aku melihat banyak pasangan sedang berkencan dimalam yang indah ini. Aku ingin sekali merasakan seperti mereka berpacaran dengan mesra dan bebas tidak dikejar2 dengan para fans fanatiknya. Dan tanpa sengaja aku melihat seorang Yeoja mirip dengan Jiyeon. apa itu Jiyeon? pikirku. Tapi mana mungkin Jiyeon ke sini sendirian. Aku pun penasaran dengan yeoja tersebut, aku beranikan diri menghamprinya dan ternyata benar itu Jiyeon yeoja yang selalu membuatku tergila2 dan tidak bisa melupakan senyumannya itu.

“Jiyeon-ah” kataku sambil menepuk pundak sebelah kirinya, dia pun menoleh dan berkata “oppa”

Aku pun langsung duduk disebelah Jiyeon tanpa di suruh oleh Jiyeon “kenapa kamu ada disini ditengah malam yang dingin ini” kataku

“ani oppa, aku hanya ingin berjalan2 sebentar” katanya sambil tersenyum, senyuman itu senyuman yang membuatku menyukainya, senyuman yang membuatku tidak bisa berpaling dari yeoja lain. “oppa sendiri kenapa ada disini” katanya balik bertanya padaku

“enggh, oppa hanya berjalan2 saja cari suasana berbeda bosen di drom terus” kataku sedikit berbohong

***

Hari ini aku abis pergi bersama dengan Myungsoo oppa, diperjalanan aku pun memikirkan Yoseob oppa, namja yang selalu membuatku tidak bisa melupakannya, kelakuannya yang membuatku ingin bersama dia terus. Aku menyukainya sejak pertama kali aku melihat BB BEAST debut pertama kali di acara MUBANK, aku menyukai namja yang paling imut diantara member BEAST yang lain, tapi pas pertama kali melihat aku hanya menyukai sebagai bias tidak lebih tapi pas aku kenal dengan dia lama2 rasa suka ku ini berubah jadi rasa sayang kepada seorang namja. Ingin sekali aku menjadi yeojachingunya tapi itu tidak mungkin karena Yoseob oppatidak mungkin menyukai gadis sepertiku. Dan aku tau dari Eunjung eoni kalau Yoseob merupakan fanboy dari IU salah satu penyanyi terkenal dan juga merupakan sahabat ku dari aku, IU dan Luna bersekolah.

“Jiyeon-ah”

“Jiyeon-ah” panggil Myungsoo oppa yang berhasil membuat ku terlonjak “ne oppa, wae?” tanyaku

“anni, kenapa melamun aja? Sedang memikirkan sesuatu?” aku pun hanya mengelengkan kepala dan lanjut menatap jalanan lagi.

Setelah kejadian tadi aku dan Myungsoo oppa tidak ada yang berbicara dan tak terasa aku sudah sampai didepan rumah, aku pun turun dari mobil Myungsoo oppa “oppa, makasih buat hari ini” kataku sambil tersenyum “ne, Jiyeon-ah, oh ya Jiyeon saranghae” kata Myungsoo oppa dan tiba2 langsung mencium bibirku kilat, aku pun tersontak kaget “mian Jiyeon-ah” kata Myungsoo oppa merasa bersalah, aku hanya menatap Myungsoo oppa dengan tatapan datar dan Myungsoo oppa pun pamit. Aku pun memegang bibirku, first kiss ku diambil Myungsoo oppa.

***

Aku pun berjalan tanpa arah dan tanpa sengaja aku sudah sampai didepan namsan tower “kenapa aku kesini? Disini terlalu banyak kenangan antara aku dengan Yoseob oppa” kataku dalam hati

Dan aku pun duduk di salah satu bangku didekat aku berdiri, aku pun duduk dan menatap ke langit “bintang yang indah” kataku bergumam

Dan aku merasa ada seseorang yang memanggil namaku dan aku merasa familiar dengan suaranya, aku menoleh ke asal suara tersebut dan

“Jiyeon-ah” katanya sambil menepuk pundak sebelah kiriku, aku pun kaget dan berkata “oppa” ternyata benar dugaanku kalau dia Yoseob oppa

Tiba2 Yoseob oppa pun langsung duduk disebelahku “kenapa kamu ada disini ditengah malam yang dingin ini” katanya dengan senyum manis yang membuat ku teduh

“ani oppa, aku hanya ingin berjalan2 sebentar” kataku sambil tersenyum. “oppa sendiri kenapa ada disini” aku pun balik bertanya kepada oppa

“enggh, oppa hanya berjalan2 saja cari suasana berbeda bosen di drom terus” katanya

“oppa jalan2 yuk” kataku, Yoseob oppa pun menganguk dan tersenyum, Yoseob oppa pun mengenggam tanganku, aku pun kaget dan tak terasa ada sesuatu yang menjalar didiriku “mian Jiyeon-ah” kata Yoseob oppa dan melepaskan genggaman tangannya dariku

“ani oppa gwenchana” kataku tersenyum aku pun berjalan berdua dengan Yoseob oppa menikmati suasana kota Seoul di malam hari.

“Jiy, oppa boleh bertanya?” kata Yoseob oppa

“ne, mau bertanya apa oppa?”

“tapi janji kamu gak marah”

“marah? Kenapa harus marah? Gak kok” kataku tersenyum

“begini, kamu berpacaran dengan Myungsoo ne?” aku pun kaget setengah mati, berpacaran? Sejak kapan aku berpacaran dengannya?

“ani oppa, aku tidak berpacaran dengannya, wae?”

“jinjaa?” kata Yoseob oppa dengan wajah yang sumringah

“ne, emang kenapa oppa?” kataku penasaran

“anni, hanya bertanya”

***

Setelah kejadian malam hari di Namsan Tower Yoseob pun kembali seperti Yoseob yang dulu dan teman2 segrupnya pun merasa bingung kemarin “Yoseob pemurung dan sekarang dia ceria, dasar anak aneh” kata Doojoon selaku leader dari grup tersebut

***

Hari ini aku senang sekaali ternyata dugaanku selama ini salah dan kejadian malam hari yang aku liat juga salah ternyata Myungsoo bukan pacarnya Jiyeon dan yes!! Aku masih bisa bersamanya. Aku pun mondar mandir didepan pintu kamarku, aku ingin menyatakan cinta ke Jiyeon hari ini juga tapi aku takut ditolak Jiyeon. setelah menimbang nimbang antara menyatakan cinta ke Jiyeon atau tidak dan aku putuskan malam ini untuk menyatakan cinta aku pun tidak peduli kalau akhirnya diterima atau ditolak, aku pun pergi ke rumahnya Jiyeon, sengaja aku tidak menelponnya. Aku pun melajukan mobilku dengan kecepatan sedang, aku berhenti didepan toko bunga, aku turun dari mobil dan membeli sebuah bunga lilly bunga kesukaan Jiyeon. setelah membeli bunga aku langsung pergi ke rumah Jiyeon. aku memencet bel rumah Jiyeon dan keluarlah gadis cantik gadis yang sangat aku cintai, dia menghampiriku dan berkata “oppa, ada apa kenapa kesini?” tanyanya bingung

“hmm, Jiy ada yang ingin aku bicarakan”

“bicara aja, kenapa harus kerumah segala ditelepon kan bisa”

“tapi ini serius”

“yaudah oppa silahkan mau bicara apa?”

“hmmm, bingung harus mulai dari mana, Jiy saat pertama kali melihat kamu, oppa sudah mulai suka sama kamu, tapi pas pertama kali itu Cuma sekedar kagum tapi lama kelamaan rasa itu berubah jadi rasa sayang dan cinta, oppa sempet cemburu dengan beberapa cowok yang dekat dengan kamu, dulu ingin rasanya bilang jangan ganggu Jiyeon tapi oppa sadar, oppa bukan siapa2 Jiy, pas waktu 2 hari yang lalu oppa kerumah Jiy dan oppa lihat kamu dengan Myungsoo, dan tiba2 Myungsoo mencium kamu, sakit Jiy. Awalnya oppa mengira Myungsoo namjachingu kamu, jadi wajar aja kalau mencium kamu tapi setelah oppa bertanya kalau kamu belum punya namjachingu rasa percaya diri oppa muncul buat menyatakan  cinta ke Jiyeon. jiyeon, walau ini begitu cepat, tapi oppa yakin bahwa Cuma kamu satu2nya yeoja yang oppa sayang, jadi Jiy, would you be my girlfriend?” kataku, Jiyeon hanya menatapku dengan tatapan tak percaya

“oppa ini semua serius?” katanya dengan tidka percaya

“ne Jiy, oppa serius. Would you be mine?” ulangku lagi

“n-ne oppa”

“jinja?” kataku dengan tampang tak percaya “saranghae Jiyeon-ah jeongmal saranghae” aku pun langsung memeluknya dan aku pun memberi dia bunga yang aku beli tadi

“ne oppa nado saranghae”

Aku pun langsung mencium bibir mungil Jiyeon, manis. Setelah beberapa lama aku berciuman aku pun melepaskan ciuman itu. “Jiyeon kau adalah gadis yang sangat oppa cintai, semoga kita bisa selalu bersama saranghae”

“ne oppa nado”

-END-