chapter · fanfiction · romance

When It Fall { first}


whenitfall
Author : Han Rae In

Title     : When It Fall (first chapter)

Length : Chapter

Genre : Romance, Life, Sad

Rating : NC-17

Cast : – Park Jiyeon
– Cho Kyuhyun

Halooo…aku muncul lagi setelah setahun hilang..eh apa lebih ya? pokoknya udah lama. Ini chapter dan aku janji bakal sampai finish buat yang ini, serius…kok kalian ngga percaya gitu sih? soalnya ini spesial aku jadiin hadiah buat sahabat aku, Kim Il Sung-ssi yang makin dewasa, makanya aku buat ratingnya nc-17 ahaha hadiah kedewasaan :p
buat Kim il sung-ssi, terima kasih ya supportnya selama ini 🙂
Lanjutkan membaca “When It Fall { first}”

fanfiction · ONESHOT

Blood


blood

BLOOD

Title : Blood
Author : Jaemin_Lee
Rating : PG-15
Length : Oneshot
Genre : Angst, Darkfic, Supernatural, family or friendship?
Cast :
– Lee Taemin (17)
– Park Jiyeon (21)
– Choi Minho (21)
– Cho Kyuhyun (21)
– Shim Changmin (21)
– Choi Shiwon (22)
– Han Kyung (23)

Note :
Hai semua ! Saya kembali. Auhtor mau jujur ni kembalinya saya kali ini karna paksaan dari orang orang yang maniak sekali oleh yang namanya fanfiction. cih! Haha
Berhubung otak saya lagi eling dan mau berjalan adanya waktu adanya ide dan adanya paksaan alhasil jadilah fanfiction ini.
Walla~ hope you enjoyed ^^

Lanjutkan membaca “Blood”

fanfiction · Ficlet · frienship · humor · romance

[Ficlet] Beautiful Day| Sequel of Beautiful Target


beautiful day ficlet

Title     :           Beautiful day (sequel of beautiful target)

Author :           Kim Il Sung

Genre  :           Romance, friendship,humor

Length :           Ficlet

Rating :           PG-21 (karena ff ini merusak otak, jiwa, dan raga anak)

Cast     :           -Cho Kyuhyun

-Park Jiyeon

-Member of SUPER JUNIOR, TVXQ,and SHINee

Note    :           HAI GUYSS, INI HALANGAN SAYA INI HALANGAN SAYA????? Tanda              tanya saya bingung mau ngomong apa jadi intinya saya mau ngomong WE ARE BACKtanda seru.

*keep reading*

Lanjutkan membaca “[Ficlet] Beautiful Day| Sequel of Beautiful Target”

fanfiction · Ficlet · frienship · humor · romance

| FICLET| Beautiful Target


Title: FICLET | Beautiful Target

Genre: gak jelas (?)

Author: Kim Il Sung aka Linda

Rate: All Age

Lenght: FICLET

Cast: Park Jiyeon

Cho Kyuhyun

kyu pov

cafe strawberry merupakan cafe yg terkenal di korea, selain menarik pengunjung dari pelayananya,

cafe ini memiliki desain interior yg cukup unik dimata setiap orang yg masuk.

Disinilah aku bersama dgn hyungku.

aku masih menutup mata memikirkan apa yg harus kulakukan nanti.

“pallie, tidak usah berpikir lg” ujar hyuk jae

“sebentar aku sedang berusaha untuk semua ini” jelasku. Aku hanya bisa merenung seperti orang galau.

“ayolah kawan kau ini keren dan tampan” ujar donghae diikuti anggukan siwon.

Huh seenaknya saja mereka berbicara.

aku tahu kalian berdua itu perfecsionis tp setidaknya pikirkan dongsaengmu yg masih di bwah rata rata ketampanan kalian.

“cepat tembak dia”kata siwon seraya mengedipkan sebelah matanya ke arah gadis yg duduk di dekat jendela besar cafe ini, membuatku iri saja kpd matanya yg semakin menambah pesonanya.

“iya cepat kau pasti bisa” ucap donghae dgn enteng.

huh aku tau kau org yg romantis tp pikirkan nasibku nanti bila aku di tolak olehnya.

Hatiku tak sanggup menerima konsekuensinya.

“ayo cepatlah” ujar mereka. Dasar bawel terserah aku dong mau bergerak kapan. Hidup hidupku ini.

“jangan terlalu bnyk berpikir nanti dia keburu di rebut orang lho” kata siwon sekali lagi dgn gayanya ia kembali mengedipkan sebelah matanya.

Memberi isyarat ke arah gadis itu.

aku kembali berpikir sampai seorang pelayan cafe berhenti tepat disampingku dan memberiku sebuah amplop kecil berwarna biru.

“apa ini?” tanyaku tak mengerti pelayan itu hanya tersenyum sambil sesekali melihat kearah gadis yg sedari tadi kami bicarakan.

“ia bilang ini untukmu” kata pelayan itu sembari meninggalkan aku sendiri dgn amplop kecil tadi okay anggap ke 3 hyungku ini tidak ada.

aku melihat semburat wajah malu dari gadis yg aku sudah incar incar sejak dulu. benarkah ini darinya? Apa ini surat cinta?

“wow man ini mengejutkan cepat baca dan beri tahu apa isinya?” ujar hyuk jae tak percaya sma seperti aku.

“iya cepat buka dan bacalah”

Aku pun terpengaruh dan membukanya untuk kubaca. Aku nyaris tak menduga dgn isinya. Aku pun melihat ke arah gadis itu. Ia tersenyum lalu melambaikan tangannya untuk berpamitan padaku.
Ini bukan mimpi.

“hyaa apa isinya” pekik donghae sembari mencoba merebut amplop itu.

“heemmmm mau tau saja urusan orang”

“hyaa dasar kurang ajar” teriaknya. Hehe biarkan saja.

***
to: kyuhyun

annyeong nan jiyeon imnida. Salam kenal oppa.

Oppa aku menyukaimu sejak aku melihatmu di kampus waktu itu.

Oh iya oppa bisakah kita besok bertemu lg di sini jam 10 pagi.

Tolong Rahasiakan dari teman temanmu ya oppa annyeong sampai berjumpa besok.Park ji yeon

END

fanfiction

Mystery Part 6


Title: Mystery (Part 6)

Genre: Romance, Funny

Rate: All Age

Lenght: Series

Cast : Kim Jong Woon a.k.a Yesung

Han Rae In a.k.a Rae in

Choi Siwon a.k.a Siwon

Kim Il Sung a.k.a Il Sung

Bae Rin Mi a.k.a Rin Mi

Cho Kyuhyun a.k.a Kyuhyun

Suporting Cast : cari sendiri :p

Yesung POV

“hahhahahha, lucukan aku bilang!! Lihatlah eunhyuk kasian sekali sih tuh orang” jelas Yeoja itu

“hahhahah iya benar juga dia itu memang kasihan” sambungku sambil memakan sepotong kue “kalau boleh tahu kau itu seorang ELF bukan?” tanyaku

“bukan sih? Tapi aku kenal sama Super Junior kok” jelas Yeoja itu sambil menonton video membuatku tersadar “pantas saja dia tidak mengenaliku” kataku dalam hati

“hei, kau ini punya nama samaran atau tidak? Tidak enak nih kalau aku tidak tahu mau memanggilmu apa?” tanya Il Sung

“matilah aku, aku harus menjawab apa? Satu-satunya nama samaranku hanya Yesung, aduh rasanya saat-saat terpojok seperti ini aku ingin menonton cartoon Detective Conan”

“ayo katakan padaku biara aku bisa tahu” bujuknya

“memangnya aku ini anggota FBI apa ada nama samaran” jelaslku kepadanya, lebih baik berpura-pura tidak memiliki nama lain dari pada akhirnya mati

“kalau begitu aku panggil kau Soohyun yah!! Habinya kau sekilas mirip dia di MV Neverland U-Kiss” sarannya dan sepertinya lebih baik aku mengiyakan biar tidak bikin susah diriku lagipula aku tidak keberatan

“hei-hei Soohyun lihat orang itu lihat” Il Sung pun menunjukkan kepadaku orang ia tunjuk

“yang mana Il Sung?” tanyaku sambil mendekati laptopnya

“itu yang BABO banget!” jelasnya membuatku berpikir 2x

“hmm?? Mbaknya kalau orang BABO dimana-mana itu banyak”

“oh iya juga, maaf yah abangnya jadi bingung dah” jelasnya

“nih lihat yang itu yang gaya ngedancenya babo banget!! Kalau tidak salah namanya Yesung” tambahnya entah mengapa itu membuatku merasakan getaran-getaran esmosi eh ralat maksudnya emosi dalam hatiku

“tuh lihat sumpah babo banget tuh orang mana jalannya kece banget lagi” jelasnya membuatku tersedak ketika mendengarnya

“mbaknya!! Kok saya merasa tersinggung yah”

“kenapa? Lihat yang itu aduh sumpah Yesung itu bikin malu saja, lihat saja masa kaya gitu aja tidak bisa, bikin malu SuJu aja deh” jelasnya

“oh iya iya benar-benar bikin malu aja yah!!” kataku gemetar “dasar yeoja kurang ajar menyesal aku minta nonton video tau begini lebih baik tadi nonton foto aja yang tidak bisa bergerak” umpatku kesal dalam hati

“hmm?? Sepertinya aku pernah lihat Yesung tapi dimana yah?” katanya membuatku semakin tersedak

“jinja?”

“iya, kayanya aku pernah lihat tapi dimana yah?” pikir Il Sung

“pasti saking gantengnya kau bermimpi bertemu dengan Yesung SuJu kan?” sambungnya

“ihhh, ganteng dari mana dah!!” lanjut Il Sung “oh iya aku ingat orang ini seperti orang gila yang aku temui kemarin” jelas Il Sung

“MWO??? Orang gila!!” pekik Yesung

“iya!! ,asa gara-gara aku lempar kaleng dia teriak kalau ketampanannya luntur, padahal tanpa dilempar kaleng wajahnya juga nanti luntur sendiri” jelas Il Sung

“jadi kemarin itu kau? Dasar wanita sialan! Kenapa aku harus bertemu lagi denganmu dan mendengarkan kata-kata biadap yang keluar dari mulutmu” runtukku dalam hati

“lebih baik kita ganti nonton video aja yah, abisnya video yang ini bikin sakit gigi, bisa-bisa nanti gigiku copot lagi sebelum masanya!!” pintaku

Yesung POV end

Rae In POV

“beginih nih yang namanya orang susah!! Udah tahu sakit infeksi lambung malah makan-mankanan yang dilarang ditambah kaki sakit kayanya hidupmu suram sekali Rin Mi, kenapa tidak sekalian kena komplikasi penyakit mematikan saja!!” gerutuku sejak tadi yang sedang menunggu dibagian administrasi

“ya ampun!! Lama banget sih” runtukku dalam hati “hah, tau begini aku tidak mau menebus obat buat dia lihat saja sekarang aku jadi orang susah” gerutuku kembali

“kalau nanti aku kembali ke kamar Rin Mi aku akan memarahinya hahha” kataku senang

“kau sungguh pintar sekali Rae In ahhah” kataku sambil tertawa

“oh iya!! Ngomong-ngomong aku berbicara dengan siapa yah?” tanyaku pada diriku sendiri

“tentunya bukan dengan Rin Mi dan dia lagi dikamarnya terbaring sakit dan tidak berdaya kaya nenek-nenek aja dan yang lebih bagusnya aku masih tetap disini menunggu obatnya Ran Mi” kataku sengit, aku pun melihat sekeliling “sepertinya banyak yang melihatku dengan tatapan aneh yah biarin saja deh!! Sudah terlanjur ngomong sendiri yasudah lanjutkan saja dari pada tidak ada kegiatan lebih baik marah-marah tidak jelas” tegasku namun ketika aku ingin memulai kembali marah-marah, nama Rin Mi pun dipanggil

“BAE RIN MI” kata salah satu Asisten Apoteker yang bekerja di RS ini

“ne” balasku, aku pun langsung mendekati Asisten Apoteker itu untuk mengambil obatnya Rin Mi, beberapa menit kemudian aku pun selesai dalam urusan ambil mengambil obat

“obat-obat ini bisa bikin sembuh atau bikin overdosis yah?” tanyaku bingung

“ihh, Rin Mi kuat apa minum obat sebanyak ini? Aku sih tentunya tidak kuat kalau langsung sekaligus tapi kalau dipaksain mungkin kuat kali” pikirku

“yasudahlah lebih baik aku cepat-cepat pergi menuju kamar Rin Mi kasihan dia kalau nunggu lama” tegasku namun ketika aku ingin pergi menuju kamae Rin Mi seseorang yang ingin pergi menuju luar Rumah Sakit menghalangi jalanku

“HYAA!!! Bisa minggir atau TIDAK!!” bentaknya dengan keras

Rae In POV end

Author POV

Seorang namja yang sedang berjalan-jalan ditengah lorong Rumah Sakit terlihat sedang menelepon

“ne, nan arra” katanya dengan tampang serius

“iya, saat ini aku akan bersiap-siap untuk kembali ke Seoul dan mengemasi barangku lalu kembali kemari lagi tapi setelah menyelesaikan administrasinya sungmin” jelasnya

“baik ahjusi” katanya dan itupun menjadi akhir perbincangan, ia pun menutup teleponnya dan segera menyelesaikan urusnanya yang menunggu di bagian administrasi beberapa menit kemudian pria itu pun selesai, karena ia sedang buru-buru ia pun langsung pergi menuju keluar Rumah Sakit namun ketika ia ingin keluar seorang yeoja yang bernama Han Rae In yang ingin menuju ke dalam Rumah Sakit menghalangi jalan namja itu, karena Rae In merasa kesal ia pun kekiri namun namja itu pun juga jalan ke kiri, kemudian namja itu pun mencoba untuk keaarah kanan namun Rae In juga kekanan secara serentak. Namun hal itu tambah membuat pria itu kesal

“HYAA!!! Bisa minggir atau tidak” bentak namja itu kepada Rae In

“bisa kok” balas Rae In “tapi kau duluan yang minggir” tambah Rae In

“MWOO?? HYAA!! Aku sedang buru-buru jadi sebaiknya kau cepat minggir dari sini” bentak Siwon lagi, namun Rae In hanya terdiam dan menatap sinis namja didepannya, ia pun mendekati pria itu untuk melihatnya

“hyaa!! Apa yang kau lakukan? Cepat minggir” pekik namja itu, namun Rae In pun tidak menghiraukan namja itu, ia pun tetap melihat namja itu semakin lama Rae In semakin dekat dengan namja didepannya membuat pria itu menelan ludah “wae? Kenapa kau melihatku begitu?” tanya namja itu bingun, dan kini Rae In pun sedang memutari namja itu dan kembali lagi ke hadapan namja itu

“wae???” tanya namja itu lagi

“neo!! CHOI SIWON!!” pekik Rae In dengan keras sehingga membuat seluruh isi ruangan menengok ke arah mereka

“hya!! Apa yang kau lakukan, kau ingin memfitnah” bisik Siwon, namun semua isi ruangan sudah terlanjur melihat mereka dengan tatapan tajam

“aaaaaaah maksudku CHO SIWON!! Apa kabar teman lamaku!!” sambung Rae In dengan senyuman mengembang sehingga cukup meyakinkan seluruh ruangan

“cepat ikut aku” Rae In pun menarik tangan Siwon dan membawanya pergi

“hyaaa, aku mau dibawa kemana?” tanya Siwon

“sudahlah diam dan menurutlah” perintah Rae In

“bagaimana aku bisa menurut dengan orang yang hampir membocorkan rahasiahku?” pekik Siwon

“husssssssst!! Aku bilang diaaaaaaam!! Keep silent, please!!” perintah rae In dan seketika Siwon pun menjadi diam, sementara itu Rae In pun tetap membawa Siwon sambil terus menariknya kesuatu tempat

“tunggu ngomong-ngomong kok jadi sepi yah?” tanya Rae In, Rae In pun melihat kearah Siwon “kok diam sih!” kata rae In

“tadi kan anda menyuruhku untuk diam!!” jawab Siwon

“oh iya ya masa aku bisa secepat itu lupa” kata Rae In

“jangan-jangan kauy punya penyakit demensia ya?” celetuk Siwon tiba-tiba kepada yeoja yang ada disampingnya

“idiiiiiiih!! Memangnya aku ini nenek-nenek lanjut usia apa, sudah terkena demensia aku ini tadi lupa karena saking buru-buru” jelas rae In

“aduuuh.. pintar banget sih cari alasan” sambung Siwon tiba-tiba sambil menatap Rae In serius

“kenapa? Memang itu benar” jelas Rae In kembali

“bilang saja kau senang” kata Siwon lantas memberi isyarat dengan tatapan matanya yang menuju ke tangannya

“MWOO??” Rae In pun melihat ke bawah dan seketika ia pun langsung melepas tangan Siwon dengan kasar

“CHOI SIWON itu orangnya memnag percaya diri sekali yah?” tanya Rae In kemudian

“hmmm? Kadang iya, kadang tidak!! Tergantung keadaanlah” jelas siwon

“lalu menurutmu apakah keadaan yang tadi sangat mendukung rasa percaya dirimu” sambung Rae In

“boleh aku tanya berapa umurmu skerang?” tanya Siwon

“ihhh!! Orang tanya apa dia balik tanya?” ketus Rae In “memangnya mau banget tau yah?” kata Rae In sengit

“kalau tidak mau kasih tahu yasudah lagi pula aku hanya mau bertanya saja” kata Siwon dengan aktingnya yang cemberut

“ehhhh, jangan cemberut gitu!! Aku minta maaf aku sudah kasar” kata Rae In menyesal

“waaaaaah? Segitu bagusnya aktingku barusan harusnya aku ikut syuting Dream High 2, karena menurutku wajahku lebih mendukung ketimbang Jinwoon 2AM” jelas Siwon dalam hati

“hyaaaa!! Kenapa kau tersenyum-senyum begitu?” bentak Rae In

“jangan-jangan kau sedang mengerjaiku yah?” sambung Rae In  kembali

“tidak kok!! Aku hanya sedang teringat suatu film yang membuatku seperti ini” jelas Siwon asal

“aduuuuuh!! Pintar banget sih cari-cari alasan?” ketus Rae In dengan tatapan sinis

“kau ini selain cerewet, pintar juga yah ngambil kata-kata orang lain” balas Siwon kesal

“memangnya kalau iya kenapa?” kata Rae In sengit

“sekarang aku mau tahu kau ini sudah umur berapa? Masih remaja atau sudah tua? Masih perawan atau sudah janda?” tanya Siwon dengan tampang penasaran

“memang hari ini semua orang ngajak ribut yah!! Tadi teman-temanku, sekarang kau!! Nanti siapa lagi? Semuanya aja protes, kenapa tidak demo aja sekalian disini” runtuk Rae In dengan kesal sehingga membuat Rae In pergi menuju bangku disebelahnya dengan wajah yang kesal

“aduh suasana jadi tidak enak nih” kata Siwon sambil mencoba menghampiri yeoja yang telah menyeretnya kesini

“sedih sekali sih hidupku, hiks hiks” kata Rae In sambil menutupi wajahnya yang sedang menangis

“yah yah yah!! Dia menangis lagi” kata Siwon panik “bagaimana ini? Harusnya tadi aku tidak memperburuk keadsaan” tanya Siwon bingung, Siwon pun mencoba meneangkan suasana yeoja disampingnya dengan menepuk-nepuk punggungnya pelan-pelan

“jangan bersedih yah!! Aku yang salah, aku minta maaf sudah melukai perasaanmu” jelas Siwon dengan senyuman manisnya, Siwon pun hanya bisa berkata seperti itu karena yeoja disampinya terlihat sangat sedih

“hiks hiks hisk” namun Rae In tetap menangis entah mengapa rasanya air mata Rae In tidak berhenti bercucuran

“ayolah tersenyum, jangan menangis kembali! Aku kan sudah minta maaf” Siwon pun hanya pasrah sekaligus merasa bersalah ia merasa seperti orang bodoh dan dibuat salah tingkah. Kini ia pun hanya bisa diam dan tidak tahu apa lagi yang harus dilakukannya demi menenangkan wanita disampingnya.

“apa yang salah padaku! Aku merasa tidak ada yang berpihak kepadaku, aku tahu kata-kataku kasar, tapi aku tidak pernah bermaksud seperti itu” kata Rae In sambil terus menangis, dan Siwon hanya bisa menatapnya sedih.

“hiks… hikss!! Apakah sikapku ini salah? Wae ireoke nae mameul apeuge hanayo?”

“mianhae jeongmal mianhae bukan maksudku membuatmu sakit”

“eoteokhe? Apa yang harus aku lakukan? Kenapa seperti ini?” Siwon pun memeluk Rae In secara tiba-tiba

“jeongmal mianhae, aku memang salah! Kau tidak perlu melakukan apapun, sikapmu itu wajar sekarang kau hanya perlu diam dan tenanglah” kata Siwon sambil terus memeluk Rae In untuk menenangkannya

“dag dig dug dag dig dug” suara jantung Rae In pun bergema keras

“haaaah” Rae In pun mendorong Siwon karena terkejut, namun Rae In tidak sadar sudah mendorongnya terlalu keras sehingga membuat Siwon terpental kebawah

“hya!! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mendorongku?” pekik Siwon sambil membenarkan posisinya dan mencoba duduk disamping yeoja itu kembali

“eotteokhe? Jantungku tidak berhenti berdebar keras!” runtuk Rae In dalam hati, sementara itu Siwon pun sudah berdiri dan mencoba duduk namun tiba-tiba Rae In pun berteriak

“ANDWAE!!” pekiknya tiba-tiba

“wae?” tanya Siwon bingung, ia pun mencoba mendekat

“ANDWAE” pekik Rae in kembali “ANDWAE aku bilang ANDWAE, ANDWAE”

“hyaa!! Gwenchana??”

“aku harus pergi! Saat ini temanku dalam keadaan sekarat jadi aku harus cepat memberikan ini. Sampai jumpa!” jelas Rae In, kemudian ia pun pergi

“hyaaa, tunggu kau mau kemana?” tanya Siwon namun semua itu sudah terlambat Rae In pun sudah terlanjur menghilang

“cepat sekali dia itu menghilang” kata Siwon heran

“benda apa itu?” Siwon pun mendekati gelang berwarna putih

“HAN RAE IN, jadi nama yeoja itu”

Author POV end

***

Kim Il Sung POV

Kini jam menunjukkan pukul 13.30 KST dan aku masih berada di taman bersama namja yang namanya masih dirahasiakan

“wae?” tanyannya dengan tatapan bingung karena aku terus menatapnya

“semakin aku melihatmu semakin aku jadi mengenalmu” jawabku

“maksudmu itu apa?” tanyanya sekali lagi

“semakin aku melihatmu semakin aku mengenalmu, semakin aku mengenalmu aku semakin mencurigaimu” jelasku kepadanya

“mencurigakan bagaimana? Tanyanya lagi

“wajahmu itu” kataku sambil menujuk wajahnya

“wajahku”

“iya wajahmu itu”

“memangnya ada apa dengan wajahku”

“wajahmu mirip seorang yaitu” baru saja aku mau menjelaskan ia pun memotong pembicaraan

“stoop!! Jangan katakan mirip orang gila yang kau temui kemarin” bentaknya

“iya iya, tapi wajahmu itu terlihat” aku pun mencoba melanjutkan pembicaraan namun ia melakukannya lagi

“stop! Jangan bilang wajahku terlihat seperti alien” lanjutnya

“bukan itu, maksudku wajahmu itu sangat” aku pun kembali berbicara bermaksud menjelaskan lagi namun ia melakukannya kembali

“stop!! Aku bilang stop, ya stop!!” katanya mencoba meyakinkan

“hyaaaaaaaa!!” bentakku keras “STOP INI STOP ITU BEGINI STOP BEGITU STOP!! Aku belum selesai berbicara tidak bisakah kau berhenti berkata STOP!!” bentakku kembali

“memangnya kenapa dengan kata stop?” tanyanya bingung

“bisakah kau mencari kata-kata selain stop” perintahku

“BERHENTI!!” aku pun mengusap jidat tak percaya

“sudah berapa tahun kau sekolah”

“kira-kira 12 tahun lebihlah”

“kalau begitu kau tidak pernah TK yah”

“kenapa?”

“nenek-nenek mau kesandung juga tahu kata lain STOP itu BERHENTI” jelasku kesal

“berarti nenek-nenek itu memaksakan diri tahu ngga!!”

“maksudmu?”

“iya, sudah mau kesandung masih saja sempet mikir kata lain dari STOP kalau begitu sih jadinya ngga tepat”

“terus yang tepat itu bagaimana?”

“nenek-nenek jago bahasa inggri yang tahu kata lain dari STOP”

“ngga usah ngomong aja yah!”

“kenapa?”

“membuatku kesal bodoh” runtukku dalam hati

“haaaaaaaah, eoteokhe?” teriakku karena teringat sesuatu

“ada apa?”

“aku harus kembali”

“lalu kau besok akan kemari lagi kan?” tanyanya mencoba meyakinkan

“entahlah mungkin ya, tapi mungkin juga ngga”

“kau jangan membuatku PHP begitu”

“memangnya aku ini kekasihmu apa?”

“setidaknya kau jangan membuatku seperti ini”

“memangnya apa yang membuatmu ingin bersamamu”

“temanilah aku selama di Rumah Sakit ini, aku sangat bosan semenjak datang kesini aku tidak punya pekerjaan yang harus aku kerjakan”

“makannya cari saja hobi baru”

“ya nonton video bersamamulah hobi baruku”

“terserah”

“jadi bagaimana?”

“tunggu saja aku pada sore hari aku akan berusaha menyempatkan diri datang kemari”

“ok bos”

Kim Il Sung POV end

 

Bae Rin Mi POV

“menyebalkan sekali” runtukku sedari tadi

“kenapa semua kesialan terjadi kepadaku?” tanyaku kesal

“jangan-jangan yang dikatakan Rae In itu benar lagi” pikirku tiba-tiba, aku pun langsung berkaca “wajahku ini terlihat sehat dan cantik” kataku sambil tersenyum

“masa orang secantik aku ditakdirkan untuk sakit? Dasar Rae In ini bisa-bisanya dia bilang seperti itu” pikirku dengan penuh kerja keras namun sesuatu pun muncul kembali dipikiranku

“kakiku sakit karena namja tidak tahu diri itu, mana orangnya seram banget lagi udah gitu ganteng-ganteng tapi GAY, ih memalukan negara banget! Gaya udah keren sukanya sama CHO KYUHYUN, cih bikin merinding aja! Kalau aku suka sama KYUHYUN wajar aja, tapi dia? Ih bikin moodku hilang aja “ kataku panjang lebar sambil berkaca

“tunggu dulu mikirin yang kaya gitu aja udah bikin moodku hilang bagaimana kalau aku benar-benar melihat dia kaya gitu! Kira-kira dia udah mulai suka sama cowok sejak kapan yah?” tanyaku, aku pun mulai khawatir dengan laki-laki itu dan tiba-tiba semua pikiran muncul dibenakku

“bagaimana kalau dia benar-benar jatuh cinta dengan CHO KYUHYUN?”

“bagaimana kalau dia berbuat nekat?”

“sebenarnya apa yang ada dipikirannya?”

“sungguh sial harusnya kemarin aku menahannya dirumahku, dan harusnya aku meluruskan otaknya yang bengkok” tanyaku dengan hati gelisah

“haaaaaaaaishhh, lebih baik aku keluar saja rasanya aku mau muntah memikirkannya ditambah lagi melihat wajahku sendiri” putusku

Bae Rin Mi POV end

***

Cho Kyuhyun POV

“haish jinja!” runtukku kesal

“MWO? Berita macam apa ini!” teriakku dengan kerasnya

“haish jinja haish jinja hyaaaaaaaaaaa!!” bentakku sambil memukul meja dengan keras

“HYAA!! Kyuhyun kau ini apa-apaan sih!” sambung Leeteuk hyung mencoba menegurku, aku pun diam dan hanya menoleh dengan tatapan penuh amarah

“ahhhh a-aku mengerti kok! Silahkan kau lanjutkan” katanya dengan tergagap-gagap

“Kyuhyun apa kau baik-baik saja” tanya Sungmin hyung kepadaku

“menurut hyung?” jawabku sinis sebab terlalu malas saat ini untukku berbicara lembut

“jangan begitu, ceritakan kepada kami” sambung Yesung hyung

“aku sedang tidak dalam mood yang baik untuk menceritakan apa yang terjadi” jawabku dengan sinis kembali

“kau ini diperhatikan salah tidak diperhatikan juga salah”

“sudahlah Leeteuk hyung lebih baik biarkan dia sendiri saja dulu”

“tapi Sungmin aku hanya ingin mencoba menenangkannya”

“tidak perlu” sambungku tiba-tiba berusaha memotong pembicaraan

“aku mau sendiri” lanjutku, aku pun langsung pergi keluar untuk mencari udara segar terlalu sesak untukku saat ini melanjutkan membaca berita yang telah beredar

“haishh, menyebalkan sekali memikirkan apa yang terjadi” pekiku didepan pintu

“haishh, menyebalkan sekali memikirkan apa yang terjadi” gerutu sebuah suara yang sepertinya tidak asing untukku

“haish, sungguh menyebalkan sekali” gerutunya sekali lagi membuatku menoleh ke asal suara itu

“hyaa, kursi roda babo tidak bisakah kau membawaku jalan-jalan! Kau ini sungguh manja kenapa harus aku yang membawamu jalan-jalan sih” runtuknya kepada kursi rodanya membuatku geli melihat tingkahnya

“BABO” kataku dengan nada pelan “pagi-pagi begini sudah ribut” desahku

“aduh, malang sekali nasibklu ini tidak bisakah aku beruntung sekali saja” katanya kesal, aku yang merasa tidak asik dengan yeoja itu pun terus mengikuti dari belakang secara perlahan-lahan

“kenapa disaat seperti ini mereka harus pergi sih, sungguh kejam sekali teman-temanku” runtuknya sekali lagi

“geu Yeoja?” aku terus bertanya-tanya dalam hati tentang yeoja itu

“coba ada seorang malaikat yang datang untuk menemaniku” pintanya membuatku tambah bertanya-tanya tentangnya

“sepertinya aku pernah bertemu dengannya tapi dimananya?” tanyaku bingung aku pun berusaha mengingatnya kembali

“menyebalkan! Harusnya kemarin aku bukan hanya menahan dan meluruskan otaknya yang bengkok karena CHO KYUHYUN tapi harusnya aku minta pertanggung jawaban akan kakiku ini” teriaku kesal seketika aku pun langsung ingat akannya, aku pun kemudian mempercepat langkahku dan berhenti tepat didepannya

“nuguseyo?”

Kyuhyun POV end

***

Author POV

Seorang yeoja sedang duduk dikursi roda terlihat begitu kesal

“menyebalkan sekali” runtuknya, ia pun menggerakkan kursi rodanya meninggalkan kamar tempat ia dirawat

“coba disaat seperti ini datang seorang malaikat yang baik hati yang bisa membantukku” pintanya dengan penuh harapan

“menyebalkan! Harusnya aku bukan hanya menahan dan meluruskan otaknya yang bengok karena CHO KYUHYUN tapi harusnya aku minta pertanggung jawaban akan kakiku ini” teriaknya kesal, yeoja itu pun hanya bisa mengaduh karena keadaanya, kini yeoja itu pun terdiam bingung ia melihat dari bawah hingga keatas

“siapa sih orang ini?” tanyanya dalam hati

“dilihat dari penampilannya yang rapi sepertinya ia bukan orang sembarangan” pekiknya setelah meneliti pria di hadapannya

“nuguseyo?” tanya yeoja itu namun pria dihadapannya hanya menatap diam

“hya! Nuguya?” tanya yeoja itu kembali namun prria itu tetap diam dan terus menatap yeoja dihadapannya

“huft” yeoja itu pun menghembuskan napas geram

“HYAAA!!” teriak yeoja itu dengan keras

“aku bertanya kau ini siapa? Kenapa kau menghalangi jalanku? Lalu kau ini punya kelainan pada telinga atau mulutmu sih?” bentaknya kepada pria di hadapannya sehingga membuat pria itu meresponnya dengan mendekati wajah yeoja itu

“MWO? Kenapa kau melihatku begitu?” tanyanya kembali

Apa mungkin kau juga punya kelainan pada matamu?” tambahnya lagi, namun namja itu semakin mendekatkan wajahnya ke yeoja itu, namja itu pun tersenyum

“tidak salah lagi” katanya

“apa? Apanya yang tidak salah”

Author POV end