fanfiction · ONESHOT · sad

[oneshoot] Sunbae, I Love U


1422458296411

Author: Bae Rin Mi

Title: Sunbae… I Love U

Leght: Oneshoot

Genre: Sad

Rating: PG-15

Cast:    Park Ji Yeon as You

Do Kyung Soo as D.O

Son Wendy as Wendy

Park Chanyeol as Chanyeol

Maaf baru sempet comeback ff:”D maklumin sibuk mencari cara agar d.o menjadi pacar author /g. oh iya ini ff genrenya sad lagi, gak tau kenapa author demennya buat yang sad:”D mungkin secara alami author ga pernah ngerasain happy ending:”””D /g. udah ah dari pada banyak bacot cekidot aje:”)


“Harusku akui, aku menyukaimu. Menyukaimu lebih dari seorang sunbae dan hobae”


You POV

Kring… kring…. (angap aja bunyi jam weker). “ah berisik sekali” runtukku sambil mematikan jam weker yang berada tepat disamping tempat tidurku. Aku pun melirik kearah jam tersebut “masih jam 05.30 KST, ah sebaiknya aku tidur lagi” aku pun mulai memejamkan mata lagi, tapi aku teringat sesuatu. Aku pun mulai bergegas bangun dari tempat tidurku, aku buru-buru masuk kedalam kamar mandi. Setelah mandi aku memakai baju seragam sekolah. Aku pun bergegas turun kebawah, disana sudah ada eomma, appa dan oppaku dimeja makan.

 

Aku pun duduk disalah satu meja makan tersebut. “tumben sekali orang seperti kau bangun jam segini” sindir oppa ku, Park Chanyeol. “yaaaak, maksudmu orang seperti apa? Ah?” jawabku setengah kesal. Yah aku paling malas setiap pagi harus berdebat dengan manusia berkuping aneh ini, yah walau dia menyebalkan aku tetap menyayanginya.

 

“sudah sudah, Chanyeol-ah jangan bertengkar terus dengan dongsaengmu” lerai appa sambil tersenyum melihat kedua anaknya ini. “gomawo appa” kataku. “Jiyeon-ah kau tumben sekali sudah rapi jam segini, apa ada jam tambahan?” Tanya eommaku. “ani eomma, aku hanya ingin berangkat lebih pagi dari biasanya hari ini, karna ada sesuatu” jawabku sambil memberikan wink ke eomma.

 

“yasudah, kamu habiskan sarapanmu, abis itu langsung berangkat diantar Chanyeol oppa” balas eomma. “Diantar Chanyeol oppa? Ani yang ada nanti aku tidak bertemu dengannya” kataku dalam hati. “ani eomma, aku ingin naik bus saja. Ada sesuatu yang ingin aku beli didekat halte bus” kataku sambil tersenyum. Tapi, “baguslah, irit bensin, dan tak usah memutar jalan untuk kekampusku” kata Chanyeol oppa sambil mengeluarkan smirknya. Aku pun hanya memberikan Chanyeol oppa Death Glare.

 

Setelah sarapan aku pun langsung pergi kesekolah tak lupa aku mencium kedua pipi eomma dan appa. “eomma, appa aku berangkat” kataku sambil melesat keluar rumah menuju halte bus. Aku pun berjalan dengan senyum mengembang diwajahku, “ah aku tak sabar untuk bertemu dengannya” kataku sambil memegang kedua pipiku dengan tanganku.

 

Tak berapa lama aku pun sampai di halte bus tempat aku bertemu dengan dia. Aku pun duduk disalah satu bangku halte dan melihat kesekeliling mencari cocok namja yang ingin ku temui. “apakah dia sudah berangkat?” gumamku dalam hati. Aku pun memandang kedua sepatuku sambil berdecak “kapan kau datang sunbae”. Aku pun mengangkat kepalaku kali saja dia sudah ada disekitarku. Dan benar saja orang yang ku tunggu sudah bertengker manis disamping tiang menunggu bus datang. Dia adalah sunbae disekolahku, namanya Do Kyung Soo atau yang akrab dipanggil D.O, dia merupakan siswa popular disekolahku, dia merupakan ketua tim basket dan dia juga anak kelas 3-1. Yah walau umur kami berpaut 2 tahun, tidak menghalangkan rasa sayangku kepada sunbae favorite ku ini.

 

Tidak lama kemudian bus yang menuju ke sekolah kami datang, aku pun memasuki bus. Tapi bus tersebut penuh aku pun tak kebagian tempat duduk. Akhirnya aku memutuskan berdiri didekat pintu keluar, supaya bisa turun duluan. Dan D.O sunbae ternyata juga berdiri didekatku. Deg… deg… “omona jantungku berdetak tak karuan seperti ini” gumamku dalam hati sambil memegang dadaku. “tahan jiyeon pabo, kau berdiri disampingnya aja seperti ini, apalagi kau tidur bersamanya. Bisa mati muda yang ada”

 

Aku pun hanya memandang kebawah, aku tidak berani menatapnya. Tanpa disengaja bus berhenti mendadak, menyebabkan aku hampir terjatuh, untung saja disebelahku dengan sigap menahan badanku supaya tak terjatuh. Aku pun mendengar para penumpang bus berbicara memarahi supir bus atas insiden yang tak diharapkan. Aku pun melihat kesamping siapa seseorang yang membantuku tadi. Aku pun menegok kesebelah kiri “omona, eomma appa apakah ini mimpi?” kataku dalam hati sambil terus menatap orang disampingku.

 

“agashi gwenchana?” katanya sambil membantuku berdiri. “an…ni gwen…chana” kataku sambil terbata. “oh tuhan harus ku akui dia tampan dilihat dari posisi seperti ini” aku pun perlahan berdiri seperti posisi tadi, “kamsahamnida” kataku sambil tersenyum. Dan dibalas senyuman juga olehnya “oh tuhan apa kah ini mimpi? Kalau iya tolong jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini”


Untung saja bel masuk belum berbunyi. Aku pun memasuki gerbang sekolah, aku melihat dia berjalan dengan coolnya. Ditangan kirinya memegang buku dan dikedua telinganya terpasang headseat. “oh god, kenapa dia terlihat begitu keren dengan gayanya seperti itu” aku pun terus memperhatikan dia. “andai aku menjadi pacarnya” batinku.

 

Aku pun memasuki kelas dan duduk dibangku ku. Yah aku akan memulai rutinitasku sebagai pelajar seperti biasanya. “tumben kau datang jam segini” kata temanku, Wendy. “yah kau taulah apa rutinitasku tiap pagi” jawabku sambil memuka buku pelajaran. “ah, kau masih mengikuti d.o sunbae?” tanyanya. “seperti itulah” jawabku acuh tak acuh. Aku sedang tidak mood membicarakannya atas apa yang aku lihat tadi.

 

-flashback on-

Aku terus mengikuti D.O sunbae, tak terasa sudah sampai didepan kelasnya. Aku pun berdiri disamping tempat sampah tak jauh dari pintu kelasnya. Aku pun melihat pemandangan yang tak seharusnya ku lihat. D.O sunbae mencium pipi wanita itu. Aku tidak tahu hubungan D.O sunbae dengan wanita itu. Yang aku tahu mereka memang dekat tapi kalau pacar sepertinya tidak mungkin.

 

Aku pun terus memantau apa yang terjadi selanjutnya, wanita itu merangkul tangan D.O sunbae. D.O sunbae pun tak melarang wanita itu memegang tangannya. “apakah mereka berpacaran?” batinku. Sepertinya D.O sunbae bahagia sekali dengan wanita itu, aku pun berbalik arah berjalan menuju kelasku. Aku pun tak kuat lagi melihat D.O sunbae dengannya. Ada rasa yang tak biasa di sebelah sini, seperti ada yang menusuk-nusuk dengan benda tajam didaerah hati. “oh tuhan inikah yang dinamakan patah hati?”

-flashback off-

 

Jam istirahat pun berbunyi. Aku dan Wendy berjalan ke arah kantin, sudah saatnya perutku diisi makanan karna sedari tadi berbunyi minta jatah makan. “kau yakin akan terus menjadi stalker D.O sunbae?” tanya Wendy. Yah aku pun tidak tahu harus menjawab apa, karna sehari tanpa mengikuti D.O sunbae terasa aneh sekali. “molla” jawabku singkat.

 

Aku berjalan kearah tempat duduk yang biasa aku duduki bersama Wendy. “kamu mau pesan apa? Biar aku pesankan sekalian” tanya Wendy. “samakan denganmu” Wendy pun pergi membeli makanan. Aku pun hanya menatap sekeliling, tak ada semangat semenjak kejadian tadi. Sakit hanya itu yang aku rasakan.

 

Aku pun mengedarkan pandanganku kesegala arah. Tak disangka aku menemukan sosok orang yang sangat ingin ku lihat dan ingin ku hindari. Ya D.O sunbae sedang bersama teman-teman club basketnya. Aku tahu pasti mereka habis latihan basket, karna dikeringat bercucuran dimana-mana dan baju basket yang mereka gunakan. Tapi ada sosok lain yang aku lihat. Wanita tadi pagi yang dicium oleh D.O sunbae. Aku tahu wanita itu, dia adalah ketua tim Cheerleaders Bang Minah atau biasa disapa Minah. Yah dia adalah sunbae populer disekolahku juga, dia terkenal cantik, baik serta pintar. Ya aku akui dia sempurna tak jarang banyak namja yang ingin menjadi pacarnya.

 

Aku pun terus mengamati gerak gerik mereka berdua. Minah sunbae tak segan-segan menyuapi D.O sunbae didepan teman-temannya. “apa benar mereka berpacaran?” hanya kalimat itu yang selalu berputar dikepalaku. Sakit, ini sakit sekali. Aku tahu aku bukan siapa-siapa D.O sunbae, tapi melihat kejadian itu rasanya ingin marah. Ingin berlari kearah mereka dan memaki habis-habisan. Tapi apa hak ku? Mereka kenal dengan ku saja tidak.

 

Aku harus memastikan D.O sunbae dan Minah sunbae apa mereka benar bepacaran atau tidak. Jika mereka berpacaran, aku hanya akan menyimpan perasaan ini rapat-rapat. Aku juga tidak mau sampai orang lain mengetahui, cukup Wendy yang tahu perasaanku terhadap D.O sunbae.

 

Aku pun kembali ke kelas, aku menghiraukan panggilan Wendy sahabatku. Aku hanya ingin cepat-cepat bel masuk dan pulang kerumah dengan tenang. Aku ingin melupakan kejadian hari ini.


Aku menelusuri jalan Gangnam seorang diri. Ya setelah bel pulang sekolah aku memutuskan untuk berjalan kaki dari rumah kesekolah. Aku tidak mau bertemu dengan D.O sunbae lagi. Aku tidak ingin menambah luka lebih dalam didiriku. Aku harus melupakan D.O sunbae, secepat kilatan cahaya.

 

Aku mengedarkan pandangan ku kesegala arah, terlalu banyak manusia didaerah ini. Ya maklum saja ini merupakan daerah yang lumayan padat penduduk dan rata-rata penduduknya merupakan Chaebol. Aku memutuskan untuk istirahat sejenak dicafe tak jauh dari tempat aku berdiri. Aku pun memasuki cafe tersebut ternyata cafe ini sangat bagus dan ramai dengan pengunjung. Tak heran juga dekorasi cafe ini sangat cocok untuk pasangan yang sedang jatuh cinta.

 

Aku pun berjalan ke arah meja kosong disamping jendela, yah aku memilih tempat itu karna strategis dan pemandangannya juga sangat indah. Sambil menunggu pesananku, aku melihat kesekeliling terlalu banyak manusia yang sedang dimabuk cinta. Ahh aku kesini hanya seorang diri, andai aku bersama D.O sunbae, mungkin aku sangat bahagia. Tidak tidak tidak apa yang aku pikirkan. Pikiran bodoh macam apa, aku pun memukul mukul kepalaku. Biarkanlah orang menganggapku gila aku tak peduli.

 

Tak berapa lama pesananku datang, aku pun meminum hot caramel dan memakan sedikit red velvet pesananku. Tak lama hpku berdering, bertanda ada panggilan masuk, aku pun mengangkat telpon tersebut.

“yeobseo”

“ne, aku akan segera kesana. Jemput aku didepan Cafe De Chocolate Coffe”

Aku pun bergegas keluar cafe, karna Chanyeol oppa menyuruhku pulang cepat. Karna ada sesuatu yang ingin dibicarakan kedua orang tuaku. Aku pun tak lupa meninggalkan uang dimeja. aku pun keluar dengan tergesa-gesa tanpa sengaja aku menabrak seseorang didepan ku. Aku pun tak sempat mengangkat kepalaku. “mianhae” kataku dan berlalu keluar cafe.


Aku pun sedang berada diruang tamu rumahku. Disini sudah ada semua keluargaku, aku heran appa dan eomma jam segini sudah ada dirumah. Biasanya mereka pulang saat aku sudah terlelap tidur. Aku pun memutuskan untuk berbicara “ada apa eomma appa, kenapa kalian menyuruh kami berkumpul?” tanyaku. Karna aku penasaran dari tadi apa yang ingin kedua orang tuaku bicarakan.

 

“hmm anu, mungkin ini mendadak bagi kalian tapi ini udah lama eomma dan appa rencanakan. Kita semua akan pindah ke Jepang, karna perusahan appa sedang maju diJepang dan kita akan pindah semua ke sana. Dan Chanyeol juga akan belajar bisnis di Jepang, supaya bisa meneruskan usaha appa.” Kata appa. Aku pun hanya menatap kedua orang tuaku tak percaya, aku harus meninggalkan negara ini? Negara dimana aku bisa menemukan rasa cinta, kasih sayang dan sakit hati. Aku pun belum sempat berpacaran dengan D.O sunbae, tapi kenapa aku harus pergi ke Jepang?

 

“tapi, gimana sekolahku eomma appa? Aku saja baru kelas 1 dan sebentar lagi ujian kenaikan kelas 2. Apa yang aku lakukan jika tidak ikut ujian.” Terangku. “appa sudah mengurus semuanya, lusa kita akan berangkat ke Jepang. Appa juga sudah bilang ke pihak sekolahmu. Jadi tinggal kamu bereskan barang-barangmu sebelum lusa.” Lanjut appa.

 

“dan buat Chanyeol, appa sudah mendaftarkan kamu di Universitas ternama diJepang. Kamu bisa langsung masuk disana karna appa sudah mendaftarkan jauh-jauh hari. Nah kalian berdua bereskan barang-barang lusa jam 10 pagi pesawat kita take off”


Apakah ini mimpi? Kalau iya tolong bangunkan. Mimpi yang tidak ingin aku mimpikan. Jepang? Negara macam apa yang akan aku tinggali. Apa di Jepang akan ada D.O sunbae yang lain? Pasti tidak akan. Aku hanya ingin tinggal di Korea. aku ingin berbicara dengan D.O sunbae aku ingin menyatakan cintaku kepadanya. Tapi semuanya tidak akan pernah bisa, lusa aku sudah tidak ada di negara ini lagi. Aku harus apa?

 

Aku pun membuka hp ku dan memencet nomor hp Wendy, aku ingin membicarakan ini semua kepadanya. “telpon yang anda hubungi sedang diluar servis area…” “ahhh sial kenapa disaat genting seperti ini Wendy pun tak ada jawaban” kesalku. Aku pun mengetik SMS ke Wendy, kali saja dia membaca pesanku jika hapenya sudah aktif.

 

“Wendy, besok bisa bertemu? Aku ingin membicarakan sesuatu yang penting. Ini berhubungan dengan hidup dan matiku. Besok aku tunggu kamu di Ando Cafe. Jam 14.00 KST jgn sampe telat”

 

Aku pun menekan tombol send, semoga Wendy membaca pesanku. Aku pun meletakan kembali hpku meja samping tempat tidurku. Saatnya aku tidur, semoga aku bertemu dengan D.O sunbae walau hanya dalam mimpi.


Jam menunjukan pukul 11.00 KST, apa aku terlalu lama tidur? Tapi jika bisa malah aku tidak ingin terbangun dari tidur. Aku pun bergegas pergi ke kamar mandi, karna jam 14.00 nanti aku ada janji dengan Wendy.

 

Aku pun membuka pintu kamar mandi, wangi orange tercium didalam kamar mandi ku. Aku suka wangi ini, wangi yang bisa bikin hati ku tenang. Aku pun melucuti seluruh pakaian ku dan aku berendam di dalam bathtub. “ah segarnya” pikirku.

 

Aku pun membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya, hari-hari tanpa Wendy dan juga hari-hari tanpa mengikuti kemana pun D.O sunbae berada. Kalau aku bisa menolak tujuan appa, aku akan menolak. Tapi jika aku menolak aku hanya akan menjadi orang egois.

 

Aku pun menyelesaikan acara mandi ku. Aku pun keluar kamar mandi dan memakai pakaian yang telah aku siapkan terlebih dahulu. “hari ini hari terakhir aku melihat orang-orang terdekatku” aku pun bergegas berdandan, ku poles sedikit blush on diwajahku dan lipstik pink muda. “aku terlihat cukup menarik bukan untuk bersanding disamping D.O sunbae”

 

Jam menunjukan pukul 13.25 KST aku pun bergegas turun kebawah. Ternyata ada Chanyeol oppa yang sedang sibuk menonton acara di TV. “kau mau kemana?” tanyanya. “aku ingin bertemu dengan Wendy, lagi pula aku ingin memberikan salam perpisahan kepadanya” jelasku. “oh, apa kau mau oppa antar?” tawarnya. “ani, aku bawa mobil saja. Lagian bukannya hari ini oppa mau ke kampus?”. “astaga aku hampir lupa” Chanyeol oppa pun berjalan menuju kamarnya. “aku berangkat” kataku, tak taulah Chanyeol oppa mendengar atau tidak.


Aku pun sudah berada didalam Ando cafe, cafe yang sangat terkenal karna pernah menjadi tempat salah satu syuting drama korea 49 days. Aku pun melihat kearah jam tanganku, 14.25 KST. “Wendy kemana? Apakah dia belom membuka pesan yang aku kirim semalam?” pikirku. Aku pun memutuskan untuk meneleponnya

“yeobseo, Wendy eodiga?” tanyaku.

“oh okay, apa mau ku pesankan makanan sekalian?”

“okay aku tunggu” aku pun menutup pembincaraan ditelpon dengan Wendy, ternyata dia sedang ada dijalan menuju kearah sini.

 

Aku pun memandang jalanan diluar kaca tempat ku duduk. “daerah sini memang selalu ramai dengan manusia manusia” pintu cafe pun terbuka, keluarlah sosok Wendy. Aku pun melambaikan tangan ku supaya Wendy bisa melihatku.

 

Wendy pun duduk didepanku, sebelumnya dia memesan makanan serta minuman terlebih dahulu. “jadi apa yang ingin kau ceritakan?” aku bingung harus memulai bercerita dari mana. “tunggu sebentar aku berfikir dulu” jawabku. “jadi begini….” akupun menceritakan tentang semuanya, mulai dari aku keluar sekolah, D.O sunbae sampai aku tinggal di Jepang. “jadi aku harus bagaimana? Aku tidak mau meninggalkan negara ini, aku juga tidak mau meninggalkanmu.” Jelasku.

 

Wendy pun hanya melihatku dengan tatapan sendu, yah aku tau dia pasti sedih. Aku pun juga sama sedih, aku tak rela meninggalkan sahabatku. “lebih baik kau ikuti saja apa kata appamu, lagian itu juga lebih baik, kau juga akan bisa melupakan D.O sunbae. Oh iya ngomong-ngomong dengan D.O sunbae, ternyata Minah sunbae dan D.O sunbae memang berpacaran” terang Wendy. Deg… sakit, perasaan ini datang lagi kenapa harus Minah sunbae yang menjadi pacar D.O sunbae.

 

“oh seperti itu” jawabku tanpa adanya semangat, “aku tau kamu sakit hati kan, tapi aku punya cara, kenapa kamu tidak mengirimi D.O sunbae surat? Yah walau itu terkenal konyol setidaknya D.O sunbae tau perasaanmu terhadapnya. Dan setidaknya cintamu tersampaikan walau akhirnya tidak tau terbalas atau tidak, gimana? Kalau kamu setuju nanti aku yang kasih ke D.O sunbae suratnya” usul Wendy

 

Ada benarnya juga sih, tapi aku tidak mau merusak hubungan Minah sunbae dan D.O sunbae. “hmmm baiklah, besok pagi aku akan kasih suratnya kekamu dan kamu jangan sampai membuka pesan itu, hanya D.O sunbae yang boleh buka” jelasku. “siap bos”


Aku pun duduk didepan meja belajar didalam kamarku, aku bingung harus memulai menulis surat dari mana. Aku belom pernah menulis surat cinta untuk namja sebelumnya. Aku pun memikirkan kata-kata yang ingin aku curahkan di selembar kertas berwarna peach didepanku. Aku pun menulis semua perasaan yang aku rasakan terhadap D.O sunbae. Aku pun melihat kearah jam weker disamping ku. Pukul 02.30 KST tak terasa aku menulis surat untuk D.O sunbae sampai selarut ini.

 

Aku pun melipat surat yang telah ku buat dan ku masukan kedalam amplop. Tak lupa aku beri sedikit parfume diamplop surat tersebut. Biar terkesan seperti surat cinta sungguhan. Aku pun berjalan ke arah tempat tidurku, kupejamkan kedua mataku, semoga aku tidak telat bangun.


Aku pun membuka kedua kelopak mataku, cahaya matahari menembus jendela kamarku. Pukul 06.55 KST, 3 jam lagi aku akan take off. Aku pun bergegas kekamar mandi. Setelah mandi aku pun membersekan semua perlengkapanku. Sebentar lagi aku akan pergi ke bandara. Sebelum berangkat aku memandang sekali lagi kamar yang biasa aku tempati. “aku akan merindukan masa-masa tidur didalam sini” aku pun menyeret koperku tak lupa aku memasukan surat cinta untuk D.O sunbae.

 

Aku memasuki mobil dan melaju ke arah bandara. Jalanan hari ini tidak terlalu ramai, jadi aku terlalu cepat sampai bandara. Tapi itu malah bagus untukku, karna aku bisa menunggu Wendy lebih lama, dia janji kepadaku ingin mengantarku ke bandara dan mau melihatku terakhir kalinya sebelum lepas landas.

 

Aku melihat dari jauh Wendy tengah berlari ke arahku. Dia pun langsung memelukku “Jiyeon-ah aku akan sangat merindukanmu nanti” katanya sedikit terbata, aku tau dia menangis. Aku pun memeluk dia erat, aku juga sama akan sangat sangat merindukannya.

 

“Wendy, ini surat untuk D.O sunbae. Awas jangan kamu buka” tegasku. “okay Jiyeon-ah aku akan menyampaikan surat ini ke D.O sunbae” jelasnya. Pesawat yang akan membawaku sebentar lagi lepas landas, aku pun memasuki pintu keberangkatan. Tak lupa aku memeluk sahabatku Wendy “jangan lupa sampai sana hubungi ku secepatnya” aku pun hanya menganggukan kepala tanda iya.

 

“Jiyeon-ah cepat pesawat sudah mau berangkat” teriak Chanyeol oppa. Aku pun melepaskan pelukan dari Wendy “Goodbye my bestfriend” kataku kepada Wendy. Aku pun melambaikan tangan ke arah Wendy sambil menarik koper dengan tangan kiriku.

 

Aku pun memasuki pesawat, bebarapa menit lagi pesawat akan berangkat. “selamat tinggal Korea, selamat tinggal Wendy dan selamat tinggal D.O sunbae” kataku dalam hati.

You POV end


D.O POV

Aku pun sedang berjalan dengan pacarku Minah, tak sengaja ada seorang perempuan aku tak tahu namanya meneriaki namaku “D.O sunbae” aku pun menoleh ke arah wanita tersebut. Mukanya tidak asing, apa dia adik kelasku?

 

“kamu siapa?” tanyaku. “oh maaf sunbae, aku adik kelasmu. Aku kelas 10, oh yah sunbae ada yang ingin aku berikan kepada sunbae” aku pun penasaran apa yang ingin dia kasih, aku menoleh ke arah pacarku Minah, ada tatapan tak suka darinya. “kamu mau meberikanku apa?” jawabku. “tapi ini rahasia, maaf Minah sunbae sebelumnya apa boleh aku pinjem D.O sunbae sebentar. Hanya 5 menit” dia meminta waktu 5 menit kepada Minah.

 

Minah pun memberikan izin. “chagiya sebentar yah” aku pun berjalan ke arah wanita tersebut. “oh iya nama kamu siapa” aku pun menanyakan namanya. “maaf sunbae aku hampir lupa mengenalkan namaku. Namaku Wendy.” Jelasnya. Aku pun bertanya lagi “apa yang ingin kamu berikan kepadaku?” “anuu… hmm ini sunbae ada titipan surat untuk sunbae, katanya tolong dibaca kalau sunbae di rumah. Jangan sampai pacar sunbae tau” jelasnya.

 

Aku pun hanya menganggukan kepala, antara bingung dan heran “okay, aku akan membacanya setelah sampai dirumah. Seblumnya terima kasih” ucapku. “maaf menganggu waktu sunbae, aku permisi dulu” aku pun menatap surat ditanganku. Aku ingin membacanya sekarang tapi ada Minah takut dia berfikir macam-macam. Aku pun memasukkan surat itu kedalam kantong celana ku, aku berjalan ke arah Minah. Aku melanjutkan acara kencanku.


Aku pun sampai dirumah, aku merebahkan badanku dikasur. “melelahkan” aku pun mengingat surat yang Wendy kasih kepadaku. Aku merogoh saku celanaku. Ku ambil sepucuk surat berwarna peach. Ku buka isinya dan wangi orange menjalar kedalam hidungku “wangi yang sangat kuat dan aku menyukainya”

 

Aku membaca surat tersebut

Untuk D.O sunbae yang aku cintai

Maaf seblumnya aku menulis surat yang tidak seharusnya aku tulis, tapi jika aku tidak tulis hanya akan menyiksa perasaanku. D.O sunbae maaf karna terlalu lancang mencintai sunbae, aku tahu kalau sunbae sudah bersama dengan Minah sunbae, tapi aku mencintai sunbae sudah lama, sejak aku kelas 2 SMP. Saat itu aku melihat D.O sunbae berdiri di halte bus tempat biasa sunbae menaiki bus. Aku selalu melihat sunbae berdiri dengan kedua headseat bertegker di kedua telinga sunbae. Menurutku sunbae terlihat sangat keren dan tampan. Aku menyukai sunbae pertama kali saat sunbae menoiongku yang hamoir tertabrak mobil. Apa sunbae ingat mungkin tidak. Mulai saat itu aku selalu mengikuti sunbae mulai dari naik bus yang sama dan bangun lbih pagi dari biasanya hanya ingin melihat sunbae. Walau tak berani bertatapan atau sekedar menyapa “hai” tapi itu sudah lebih dari cukup. Mungkin kalau sunbae tau kegiatanku seperti ini, sunbae akan mengecapku sebagai sesaeng. Tapi tak apa karna aku memang sesaeng D.O sunbae hihi. Oh iya mulai saat ini, saat sunbae membaca surat dari ku sunbae tidak akan pernah menemukan sesaeng yang selalu mengikuti sunbae kemana pun sunbae berada. Karna aku sudah berada ditempat yang tak sunbae lihat. Sebelum aku mengakhiri surat aneh ini aku ingin mengucapkan selamat semoga sunbae bahagia dengan Minah sunbae. Kalian terlihat serasi. Sunbae, setlah ini aku merelakan sunbae dengan Minah sunbae. Aku sudah ikhlas. Lagian perasaanku juga tak akan terbalas, sunbae kenal ku aja tidak. Tapi mungkin sunbae pernah melihat wajahku walau hanya sesaat. Sunbae, aku menyukai sunbae tidak hanya menyukai tapi menganggumi dan mencintai sunbae dengan sengenap jiwa yang aku miliki. Sebelumnya, terima kasih atas pertolongan sunbae yang telah menyelamatkan aku dulu. Semoga sunbae selalu bahagia. Sunbae, I Love U.

Tertanda

Park Ji Yeon

Aku pun selesai membaca surat dari wanita bernama Park Jiyeon, jadi selama ini aku mempunya sesaeng yang selalu mengikuti ku kemana saja. Oh tuhan andai aku tau dia sebelumnya, mungkin aku bisa membalas perasaanya.

 

Aku pun melipat kembali surat dari Jiyeon. aku menyimpan surat tersebut dilaci. “semoga kita bertemu lagi dilain waktu Park Jiyeon”

END

 

Maaf ga jelas ffnya:”D dan harap maklumi kalau banyak typo dimana-mana. Makasih yang udah mau baca jangan lupa RCLnya hihi:”DDDD

10 tanggapan untuk “[oneshoot] Sunbae, I Love U

  1. yah pda akhirnya d.o sma jiyeon ga bersatu. Jiyeonnya pindah ke jepang, dan ternyata d.o itu udh paaran sma minah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s