Adventure · chapter · family · fanfiction · Fantasy · humor · romance · sad

Blue Eyes | Chapter 2 |


 

By MysteryofPharmacy
By MysteryofPharmacy

 

Main tittle : Blue Eyes

Author : Kim il sung

Main Cast : -Park Ji yeon

-Andre Cho As Cho Kyuhyun

-Alfreda As Go Ahra

-Hana Shizuka As I’m Yoona

-Song Seiri As Yang Yoseob

-Kim Nana As Kim Tae Hee

-Marcus Cho As Cho Kyuhyun

Length : Chapter

Genre : Mystery, Fantasy, Romance, Funny, adventure.

Rating : Nc 17⁺

Note : Annyeong everybody!! maaf banget sebelumnya author telat publish. sebenernya author sangat bingung mau meneruskan ff yang mana dulu karena memang banyak yang belum ada endingnya. itu hal yang paling author sesali. tapi author ucapkan terima kasih buat reader yang udah mau baca ff aku terutama The Day We Fall In Love banyak sekali yang meminta lanjutannya. Mianhe author masih belum dapat mempublishkannya. entah akan berlanjut kapan tapi sedang di usahakan. oh iya ini hanya sekedar ff selingannya. maaf bila ratingnya di ganti NC tapi author lebih memperbanyak scence romancenya kok. hehe.

 

To all My Best friend: Jangan patah semangat bagi kalian yang dalam masalah. Kita selalu mensupport kalian. Tersenyumlah selalu dan yakinlah jika kalian bisa.

HAPPY READING!!!!

#

 

Face Behind The Mask

( Park Ji Yeon Pov )

 

Blue Islands. Tempat dimana aku pertama kali terdampar di dunia ini. Terdiri dari hutan besar yang di penuhi berbagai flora dan fauna dengan species yang berbeda serta langka semua itu yang menjadikan khas dan keunikan di pulau ini. Benar-Benar sebuah keajaiban. Salah satu Contohnya yaitu binatang yang ada dihadapanku saat ini Aguila yaitu seekor burung Elang Raksaksa yang merupakan simbol dari pulau ini. Legenda mengatakan bahwa Aguila merupakan binatang langka yang berada di dunia ini dan hanya diketahui keberadaannya oleh makhluk Ghost yang memiliki Cora Blue yaitu sebuah batu yang memiliki kekuatan luar biasa selain Chrystal Blue yang begitu terkenal dan coba tebak ternyata Andre merupakan satu satunya Ghost yang memiliki Cora Blue yang tidak mungkin dimiliki oleh makhluk lainnya. Aku sampai sekarang sulit percaya bila pria dihadapanku begitu luar biasa. Bahkan makhluk Blue Islands saja tidak mampu melihat burung sebesar ini. Sebenarnya aku tidak mengerti kenapa aku mampu melihat Aguila. Namun Andre menjelaskan bahwa manusia sepertiku pada umumnya memiliki kemampuan lebih untuk dapat melihat sesuatu yang tidak nyata. Oh iya satu lagi ternyata Aguila merupakan kunci masuk ke dalam Blue Islands, karena pulau ini sangat istimewa maka tidak ada satu pun yang tahu tentang keberadaannya. Hal itu di sebabkan karena pelindung pulau ini yaitu Andre Cho yang tidak memperbolehkan bangsa Blue World memasuki wilayah miliknya. Karena terlalu berbahaya maka ia menggunakan segenap kekuatannya untuk melindungi pulau ini dan membuat Kekkai yang amat kuat yaitu sebuah pelindung yang menutupi pulau ini dengan pengawalan ketat para Aguila yang tersebar mengelilingi Pulau besar ini dan menjadikan pulau ini tidak terlihat sama sekali jika dilihat dari luar sana.

“Kau masih melindungi manusia itu Andre~ssi” tegur Saiya manusia pohon penghuni Blue Island lainnya begitu melihat kami. Manusia pohon ini adalah jelmaan dari sebuah Pohon raksasa. Saiya merupakan Pohon Besar dengan ciri Khas memiliki akar gantung fungsi dari akar akar tersebut rupanya adalah untuk membunuh ribuan makhluk berbahaya yang dapat mengancam pulau ini begitulah penjelasan dari Andre.

“tenanglah Saiya… akan kupastikan ia tidak akan menyentuhku” kata Andre mencoba menenangkan manusia pohon yang kini mulai menatapku dengan tajam beserta akar gantungnya yang mulai bergerak mengincarku.

“Wahai gadis manusia. Berjanjilah kau tidak akan mendekati Tuan Kami. Jika kau melukainya maka aku tidak akan segan segan menusuk jantungmu saat itu juga” Katanya dengan nada mengancam. Aku bergidik ngeri dan mengangguk pelan mengiyakan ucapannya sembari menghindari kontak tatap mata langsung dari Saiya yang menakutkan.

“Andre~ssi… kenapa kau masih melindungi gadis itu? Apa kau tahu konsekuensinya jika suatu saat nanti dia menjadi ujung tombak yang mampu membahayakan nyawamu” sambung Alfreda seorang peri cantik dari pulau ini yang berstatus sebagai ibu asuh Andre. Peri itu pun mendekati Andre lalu menarik lengan makhluk Ghost itu seolah ingin menjauhkanku dari sisinya.

“Tidak perlu khawatir bibi Alfreda. Manusia ini hanya Makhluk biasa. Dia tidak akan mampu membunuhku” Balas Andre seraya memeluk tubuh Bibinya itu dan meyakinkannya untuk tidak terlalu mengkhawatirkannya. Aku merasa iri melihat pemandangan menyedihkan di hadapanku. Hatiku sedikit sesak. Sepertinya keberadaanku begitu di takuti di dunia ini. Rasanya aku benar benar rindu Eomma. Ingin sekali aku memeluknya dengan erat sembari menangis di pelukan hangatnya sama seperti Andre yang kini memeluk bibinya dengan penuh kasih sayang.

#

Hari telah berganti malam dan semakin larut. Layaknya waktu di bumi seluruh makhluk Blue World ikut beristirahat di malam hari. Sepi. Hanya suara binatang malam yang masih sudi menghiasi sisa malam ini. Mungkin karena di sekelilingku merupakan hutan besar. Dingin. Tubuhku terasa dingin. Itu mungkin akibat aku habis jatuh ke dalam air laut. Padahal Andre sudah memberiku sebuah pakaian yang lumayan hangat sebagai pengganti dari pakaian ku yang basah akibat kecerobohanku sendiri. Aku sedikit menyesal akan sifat keras kepalaku. Jika saja waktu itu aku bisa bersikap lebih penurut mungkin kejadian tadi tidak akan pernah aku alami. Semua orang menatapku dengan penuh amarah tak terkecuali Alan Choi yang merupakan ketua desa di pulau ini. Bahkan tumbuhan saja tidak sudi untuk aku pijak. Mungkin karena aku sudah membuat Tuan mereka ikut terluka. Hikss. Tidak terasa aku meneteskan air mataku lagi. Ini sudah kesekian kalinya aku menangis. Apalagi yang bisa aku lakukan sekarang jika tidak menangis. Rasanya aku mulai gila. Ingin rasanya aku mengeluarkan amarahku. Namun apa dayaku. Tidak mungkin aku mengamuk seperti itu di tanah orang. Bagi mereka aku hanyalah penjajah yang suatu saat mampu melukai Andre. Makhluk yang mereka sayangi. Aku merasa hidupku seakan tidak berarti. Hikss… aku ingin segera pulang.

#

(Andre cho POV)

Gadis itu tertidur pulas. Dengan balutan dress berwarna putih yang mengikuti setiap lekuk tubuhnya yang indah. Aku sedikit menyunggingkan sudut bibirku. Gadis itu semakin aku cermati ia semakin terlihat manis ditambah lagi ia tertidur dibawah sinar bulan yang memancarkan cahayanya tepat ke arahnya serta poni rambutnya yang sedikit bergoyang akibat terpaan angin. Sungguh betapa cantiknya wanita itu saat kupandangi dari atas pohon rindang tempat dimana aku bersantai. Benar benar mirip. Batinku.

“Kau sungguh Bodoh Marcus Cho, apakah gadis cantik itu yang membuatmu mampu merelakan segala kebangsawananmu?” Rutukku begitu aku mengingat masa lalu. Aku menatap ke arah sinar bulan dia atas langit yang di penuhi dengan bintang bintang. Entah kenapa pikiranku saat ini sedikit buyar. Ditambah lagi masalah kemunculan gadis ini. Aku tidak tahu pasti kenapa ia bisa membuka segel untuk memasuki dunia Blue World yang sudah di kunci hingga berjuta juta tahun lamanya. Namun yang pasti ia harus segera dikembalikan ke tempat asalnya sebelum semua orang tahu termasuk Sapphire Blue tentang keberadaannya saat ini. Para pemangsa manusia bahkan sudah turun dari atas langit untuk mengincar nyawa gadis ini dan bahkan mereka sudah menjebaknya kedalam dunia kegelapan lalu merasuki hatinya hanya untuk menangkapnya. Cihhh. Jika saja saat itu aku telat mungkin saja nyawa gadis ini sudah melayang dan yang terburuknya para pasukan sapphire blue bisa mengetahui pulau ini serta keberadaanku ditambah lagi gadis ini.

Aku tertawa renyah. Cihh. Semua ini tidak bisa di remehkan. Walau aku sudah menggunakan segenap kekuatanku dan mampu mengusir ancaman kemarin tapi bisa saja sewaktu waktu para pemangsa itu datang lagi. Seberapa kuatnya kekuatanku namun aku tetaplah hanya Ghost. Padahal mereka sudah lama tersegel bersamaan dengan Kuil yang juga merupakan tempat pintu masuknya manusia ke dunia ini. Ciiihh… Aku harus menyelidiki kekuatan macam apa yang mampu memicu kembalinya malapetaka ini?

“Chrystal Blue….” Bisik Hana Shizuka. Roh miko penunggu Pulau ini. Aku sedikit tertegun akan kehadiran gadis berkulit putih itu secara tiba tiba disampingku. Selain dikarenakan ia jarang menampakkan dirinya. Aku pun terkejut ia berani untuk bertatap muka dengan makhluk semacam diriku. Sebenarnya kami berasal dari aliran yang berbeda bagaikan air dan api. Jadi baik diriku ataupun dirinya jika kami saling berhadapan sama saja itu adalah tanda sebuah peperangan untuk kaum Ghost dan Roh Miko. Padahal dahulu kala Ghost dan Roh Miko saling bekerja sama untuk melindungi dunia ini termasuk pulau indah ini. Namun karena sebuah kecelakaan yang menyebabkan keduanya salah komunikasi hingga sekarang kedua kaum itu masih tidak dapat berdamai.

“Apa maksudmu?” tanyaku tidak mengerti mencoba memulai pembicaraan tanpa adanya kontak fisik yang mampu membuat tanda perpecahan diantara Ghost dan kaumnya kembali. Perlu aku jelaskan jika Miko ini mampu memberi isyarat melewati miko lain hanya lewat sentuhan saja.

“Kau adalah kunci Blue World ini. Dan gadis ini merupakan Kunci dunianya. Jagalah dia baik baik. Jika Prince Marcus menemukan gadis ini maka kehidupan Blue World dapat terancam” terangnya sembari memberikan cerminan akan masa depan Blue World melewati cermin berbentuk ovale yang di bawanya. Aku terdiam dengan apa yang kulihat di sana. Benar aku lupa bila salah satu kekuatan dari kaumnya yaitu mampu melihat masa depan.

“Apa itu masa depanku?” aku bertanya lagi namun dengan senyuman dingin tak percaya layaknya meremekan takdirku yang ia perlihatkan. Ia pun hanya diam tak membalas ekspresiku.

“Masa depan dapat berubah. Tapi kematian tidak dapat di hindari” Ujarnya sesaat sebelum ia menghilang dari pandanganku.

Ddsssss…… Angin malam berhembus kencang. Menerpa dedaunan yang jatuh dari dahannya bersamaan dengan pikiranku yang semakin gundah. Entah apa yang membuatku cemas. Namun hana makhluk miko itu benar. Aku harus segera mencegah segala musibah yang akan datang. Masa depanku. Mungkin itu bisa kucegah atau justru sebaliknya masa depan itu akan menjadi ujung tombak yang membahayakannku. Namun sebelum itu tugasku hanya satu yaitu melindungi Blue Islands.

#

(Author Pov)

Gadis itu menaikan alisnya lalu mengerucutkan bibir mungilnya yang berwarna pitch itu begitu ia mendengarkan Andre makhluk Ghost yang sedang ia cari tidak berada ditempatnya. Dengan penampilannya yang kini sedang dalam keadaaan sedikit berantakan gadis kelahiran Korea itu sepertinya memutuskan untuk menyusul makhluk Ghost yang penuh dengan misteri itu. Namun gadis itu segera menghentikan langkahnya dan teringat akan kata kata Andre yang melarangnya untuk pergi terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Jiyeon mulai mengerucutkan bibirnya lagi dan merasakan gerakan tidak wajar dari dalam perutnya yang sejak tadi pagi berdendang dan mengganggu tidur nyenyaknya. Gadis itu mulai mengelus perutnya yang semakin hari semakin mengecil.

“Lihatlah. Baru seminggu lebih aku tinggal disini tetapi tubuhku bahkan sudah kurang gizi dan nutrisi. Perutku bahkan sudah sangat kecil, Bagaimana aku bisa tumbuh menjadi gadis yang sehat bila tiap pagi aku harus menunggu pria tidak jelas itu terus menerus. Bisa bisa sebelum pulang aku mengalami busung lapar” gerutunya dengan memperagakan gerakan yang aneh.

“Kyaaaaaaaaa…….. Aku tidak mau menjadi gadis yang memiliki penyakit aneh itu” Teriaknya dengan keras sehingga membangunkan beberapa binatang di pulau ini. Andre segera membekap mulut gadis itu secara tiba tiba dari arah belakang dengan selendang tipis milik alfreda yang khusus diberikan kepadanya untuk dapat mengontrol Jiyeon. Jiyeon terlonjak kaget dan langsung terduduk kebawah setelah Andre melepaskan selendang miliknya.

“Hyaaa kau membuatku terkejut tidak bisakah kau datang dengan cara baik baik? Bagaimana bila aku memiliki lemah jantung aku bisa mati disini sebelum kembali ke duniaku” pekik Jiyeon sembari mengelus dadanya yang masih berdebar dengan kerasnya akibat kedatangan Andre yang begitu cepat dan tiba tiba.

“Semua ini karena keinginanmu. Baru aku tinggal sebentar saja kau sudah menyusahkanku. Apalagi jika kau benar benar sendiri di dunia ini” jelas Andre hingga membuat Jiyeon menatapnya tak suka.

“Apa Maksudmu?”

“Lain kali jagalah mulutmu itu. Karena kau beberapa binatang di pulau ini jadi terusik dan kabur menemuiku untuk meminta perlindungan” terangnya. Jiyeon membuka mulutnya tak percaya. Bahkan binatang saja terusik akan tingkah laku Jiyeon belum lagi burung yang sekarang berada di pundak Andre bisa bisanya ia mengadukan dirinya kepada Andre sesuatu yang macam macam. Jiyeon pun meniup Poninya dan berusaha mencoba berdiri lagi. Sepertinya ia benar benar harus waspada dengan semua makhluk yang berada di sekitarnya terutama Andre semakin hari Pria ini semakin menunjukan sisi lainnya yang membuat Jiyeon bergidik ngeri. Tanpa berpamitan Jiyeon pun melewati Andre dan pergi dari hadapannya mungkin sudah saatnya ia belajar untuk tidak terlalu bergantung kepada orang lain.

“Kau Yakin” Jiyeon menghentikan langkahnya dan meniup poninya yang kedua kali. Kebiasaannya ini selalu saja ia lakukan jika dia sudah merasa lelah.

“Tidak usah mengujiku ataupun mengasihiku. Jika aku mati jangan pernah datang kekuburanku. Arraseo” Tegas Jiyeon yang segera berlalu pergi meninggalkan Andre dan berbagai binatang yang kini mulai berkumpul disekeliling Andre.

“Tidak perlu khawatir. Kalian tidak salah. Mungkin aku yang sudah membuatnya bersedih. Kalian kembali saja kepada aktivitas kalian masing masing” terang Andre mencoba memberi penjelasan kepada seluruh binatang yang merasa bersalah akan sikap Jiyeon yang berubah menjadi menyeramkan.

#

Andre berlari mengejar jejak Jiyeon yang dengan cepat menghilang begitu saja. Diam diam pria itu rupanya menyimpan rasa khawatir terhadap gadis yang berasal dari dunia sana setelah kejadian tadi. Entah mengapa ia merasa bertanggung jawab penuh atas kehadirannya di dunia ini.
Makhluk Ghost itu tiba tiba berhenti tepat diantara pepohonan rimbun begitu ia melihat seorang gadis berdiri tepat di tepian sungai yah tidak salah lagi gadis itu adalah Park Jiyeon. Sebenarnya Andre ingin sekali mendekati yeoja tersebut namun sepertinya waktunya tidak tepat. Gadis itu melepas seluruh pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya hingga membuat bagian tubuh indahnya terekspos dengan jelas. Andre yang menyadari hal itu segera memalingkan wajahnya dan memilih bersembunyi untuk sementara waktu di atas pohon rindang di tepian sungai tersebut. Ia sempat mengupat dalam hati karena secara tidak sengaja melihat bagian tubuh Jiyeon. Walau sesaat namun Pria itu kini merasakan jantungnya tidak bisa terkontrol dengan jelas semakin cepat dan bahkan jantung Andre semakin keras hingga ia merasakan ususnya ikut berdendang.

Disisi lain Gadis itu terlihat gembira menikmati sensasi menyegarkan sungai itu yang langsung membuat seluruh penatnya hilang. Ia bahkan memainkan kaki jenjangnya yang indah ke atas dan ke bawah hingga menepuk air dan mengenai bagian tubuhnya yang lain.

“ahh…segarnyaaa…” Ucapnya sembari menenggelamkan setengah kepalanya ke bawah air sungai. Andre yang mendengar suara riang Jiyeon menoleh ke arah gadis itu namun tidak cukup lama ia pun kembali memalingkan wajahnya ke sisi lain dan tangannya kemudian beralih ke jantungnya yang tidak henti hentinya berdetak. Kepalanya terasa pusing matanya kini tidak terlihat fokus dan membuat penglihatannya samar samar. Tubuhnya mulai linglung dan kehilangan keseimbangan.

Bruukkkk….. Andre terjatuh dari tempatnya dengan keras membuat Jiyeon terlonjak kaget di seberang sana. Walau andre kuat namun saat dirinya merasa gugup ataupun malu dirinya akan menjadi melemah dengan tiba tiba. Kelemahannya yang ia benci inilah yang tidak di ketahui siapa pun kecuali orang terdekatnya.

Jiyeon segera bergegas berganti pakaian yang sempat diberikan oleh Alan Choi untuknya kemarin atas perintah Andre. Ia sempat terkesima dengan model pakaian yang kini di pakainya. Bagaimana tidak pakaian di dunia ini bahkan mirip dengan dunia sana dan tidak kalah style dengan para artis artis papan atas dan yang paling membuatnya berdecak kagum adalah tampilan dari pakaiannya yang sama persis dengan Artis Davichi di Mv Don’t say Goodbye. Jiyeon pun berputar ria menikmati indahnya gaun yang di berikan Andre. Namun ia berhenti sejenak begitu ingat suara sentakan yang ditimbulkan cukup keras. Ia pun memukuli kepalanya dengan pelan “Babo Jiyeon” Begitu penasaran ia lantas mempercepat langkahnya mendekati semak semak tempat di mana suara itu tadi berasal.

“hah Namja….?” Pekik Jiyeon terkejut saat melihat makhluk yang tidak ia kenali terbaring di atas semak semak. Terlihat sekali jika semak semak itu seperti melindungi pria tersebut. Semak semak itu pun bergerak dan membalikan tubuh pria tersebut di atas gundukan tanah dengan hati hati hingga membuat topeng yang dipakainya terjatuh. Jiyeon berdecak kagum ia tidak menyangka jika tumbuhan di depannya begitu memperlakukan makhluk asing itu dengan baik namun decak kagumya mulai pudar begitu menyadari jika Namja yang terbaring itu adalah Andre terlihat sekali dari bentuk topeng yang ia kenali itu. Entah mengapa ia tidak bisa berkata apa apa saat melihat wajah asli dari Makhluk penjaga Blue Islands ini. Begitu tampan dan manis bahkan terlalu manis untuk bersikap dingin terhadapnya. Jiyeon ingin menyentuh wajahnya yang kini terlihat pucat dengan keringat yang mulai membasahi permukaan wajahnya. Tiba tiba gadis itu mengurungkan niatnya saat teringat akan larangan seluruh makhluk di pulau ini yang tidak memperbolehkannya menyentuh Andre. Gadis itu pun mulai panik ia tidak mengerti apa yang pertama kali harus ia lakukan. Berteriak meminta tolong ? Namun tempatnya berada jauh dari desa tidak mungkin ia berteriak dengan keras mengeluarkan suara nyaringnya kembali mengingat kejadian tadi yang memalukan dirinya pun mengurungkan niatnya.

“Hyaa Andre Cho.. Bangunlah. Kau tidak boleh mati sebelum aku dapat pulang ke rumah” bentak Jiyeon. Gadis itu pun mencari cari sebuah ranting pohon yang terjatuh. “Hyaa kau jangan menakut nakutiku. Aku tahu kau pasti tadi habis mengintipku bukan? Bangunlah pria sombong. Kau belum sempat aku pukul bahkan aku maki. Jika kau mati bagaimana aku tahu kau mengintipku atau tidak. Coba katakan bagaimana rasanya mengintipku? Apa aku cukup seksi?” Ujarnya seraya mengerakan ranting itu ke berbagai tubuh Andre yang menurut Jiyeon dapat merangsang syarafnya untuk bangun Namun bukannya terbangun Pria itu justru semakin mengeluarkan keringat yang banyak dan membuat wajahnya yang tampan semakin pucat. Jiyeon semakin panik. Ia kemudian melirik ke sana dan kemari dan sedetik kemudia merutuki kebodohannya.

“Hah. Aku pasti akan langsung binasa di terkam hewan buas saat mereka mengetahui aku membuat andre semakin sakit. Eotteokkhae tamatlah riwayatku?” kata Jiyeon panik.

“Hyaa Pria jelek. Kumohon. Aku tidak serius marah kepadamu. Hiduplah kembali meskipun kau adalah Ghost bukan berarti kau hantu kan? Jika kau mati lalu kau akan jadi apa? Bangunlah jangan begini. Kau tidak inginkan seluruh makhluk di pulau ini menyalahkanku? Yah soal itu kau pasti tidak akan peduli bukan?” Pikirnya. Jiyeon terjatuh dan mulai putus asa. Ia memutuskan untuk diam dan menunggu Andre terbangun. Sungguh memalukan namun apa daya dia bukanlah siapa siapa disini. Kekuatan saja ia tidak punya. Hanya ini yang dapat ia lakukan sekarang. Berdiam diri di samping tubuh Andre sambil sesekali mengompres makhluk itu dengan selendang tipis yang sering dipakai Andre untuk mengontrol dirinya.

“cepatlah sadar kuharap kau besok akan baikan” pintanya sambil terus mengusap peluh keringat pria itu yang jatuh bercucuran membasahi pipinya dengan deras.

Waktu terus berjalan cepat dan tidak terasa malam mulai tiba. Jiyeon sedikit meringis kesakitan dibagian perutnya ia bahkan lupa sejak pagi dirinya belum makan apapun sampai sekarang. Tubuhnya sedikit lemas namun ia tidak boleh jatuh disini. Tapi sekali lagi tubuhnya seakan menolaknya dan justru semakin membuatnya lemas. Ia bahkan tak sanggup lagi untuk berdiri. Sungguh tragis. Gumamnya pelan. Jiyeon mulaimenyandarkan tubuhnya di bawah pohon yang begitu lebat dan juga subur. Pohon itu begitu besar dan dipenuhi oleh berbagai buah buahan yang segar. Jika saja ia bisa pintar memanjat maka ia pasti akan segera naik ke atas sana dan melahap buah tersebut hingga tenaganya mulai pulih.

“tidak perlu khawatir gadis muda. Aku dengan senang hati memberikan buah buahan ku kepadamu” ucap Pohon yang menjadi tempat sandaran Jiyeon. Ia sedikit terkejut namun wajahnya yang sedikit kusut mulai kembali cerah begitu pohon tersebut menurunkan dahannya agar mudah ia petik.

“terima kasih. Kau sungguh baik hati. Kau satu satunya makhluk di pulau ini dan yang pertama kali untuk peduli menolongku saat kesulitan”

Pohon itu tersenyum riang. Ia jadi teringat dengan seorang anak perempuan yang mirip sekali dengannya “Tidak perlu sungkan. Ambilah sebanyak banyaknya dan berikan buah milikku kepada Tuan Andre juga. Oh iya buahku memiliki khasiat tinggi saat sinar bulan purnama menyinari pohonku” terang pohon tersebut.

“Hebatnya. Terima kasih banyak. Aku pasti akan menjaga Andre sampai ia pulih” Ujarnya sembari membersihkan buah itu kemudian ia pun segera beranjak mengambil pisau milik andre yang terlihat tajam dengan sangat mudah pisau itu ia tancapkan ke buah tersebut. Perlahan lahan ia memasukan cairan bening yang di hasilkan buahan itu melalui sebuah daun ke mulut Andre hingga habis dan bergantian cairan itu pun ia minum untuk dirinya.

Pohon itu tidak berbohong baru seteguk ia meminum namun tubuhnya mulai pulih dan perutnya sudah tidak merasa lapar lagi. Sungguh luar biasa. Jiyeon kembali kagum. Pulau ini begitu menakjubkan untuknya. Pantas saja keberadaan pulau ini di sembunyikan. Terlalu menakjubkan dan indah untuk di nikmati bersama atau lebih tepatnya dijajah. Kini Jiyeon mulai mengerti bahayanya jika pulau ini sampai diketahui oleh seluruh makhluk di Blue World ini.

“gadis itu sepertinya baik bukan bibi Afreda” Ujar Song Seiri seorang Ghost muda yang cukup dekat dengan Andre saat memergoki seorang Peri yang cukup ia kenal di balik pepohonan tempatnya ia berdiri. Pria itu walau tidak terlalu kuat seperti Andre namun ia sangat cerdas dan pintar dalam membuat sebuah strategi ia bahkan selalu di tunjuk Andre untuk menggantikan kepemimpinannya sementara waktu saat terjadi sebuah perselisihan antara makhluk Ghost dengan siluman yang cukup ditakuti karena kekuatan mereka. Banyak yang berpikir jika pria muda ini yang nanti akan menggantikan Andre suatu saat nanti. Namun pria tersebut tidak cukup tertarik dan justru lebih memilih menjadi seorang pengikut ketimbang seorang pelopor. Baginya ia tidak memiliki cukup kepintaran untuk menjadi seorang pemimpin yang lebih baik dari Andre. Menurutnya tidak ada yang lebih baik dan lebih pantas selain pria itu.

“Hyaa Anak nakal dari mana saja kau itu datang dan pergi sesukamu saja kau pikir kau itu apa?” Bentak Alfreda sehingga membuat Seiri bergidik ngeri dan membuatnya lari tergesa gesa hingga jauh dari Bibinya.

“aku kan putri malu yang kalau di sentuh langsung kincup bibi” teriaknya dari kejauhan meskipun samar samar namun Alfreda merasa geli dengan tingkah anak muridnya yang satu itu. Ia pun segera mengalihkan pandangannya kembali ke dua orang di sebelah sana yang kini tertidur lelap.

“jika seiri dan andre percaya maka aku pun percaya padamu gadis muda” ujarnya sembari mengepakkan sayap indahnya menjauhi mereka berdua.

#

(Park Jiyeon Pov)

Mereka menatap kami dengan tajam saat melihat kami berdua baru kembali ke desa. Aku mulai memperhatikan penampilan diriku dan Andre. Terlihat sekali wajah kusam dari kami berdua dan pakaian kami yang begitu acak acakan seperti habis melakukan sesuatu yang mencurigakan. Raut wajah mereka pun mengatakan hal yang sama seakan tidak percaya jika kami berdua tidak melakukan apapun.

“hei kalian berdua. Bagaimana kabarnya? Apa semalam kalian sudah berbuat sesuatu” sapa Seiri tiba tiba dengan menatapku dari atas ke bawah dan ke atas lagi. Aku membalas tatapannya. Pria muda ini memiliki sifat yang periang dan mudah bergaul diantara yang lain. Aku sedikit suka melihat tingkah konyolnya yang suka menghiburku. Ku akui dia sangat baik padaku. Tapi entah kenapa kali ini aku merasa seperti di pergoki ketahuan selingkuh.

“Hentikan Seiri. Aku akan membawa gadis ini ke rumah ku” Kata Andre. Seiri sedikit terkejut begitu pun aku. Ternyata Makhluk ini memiliki rumah juga kupikir dia serius tinggal di tengah hutan. Lalu kenapa ia tidak pernah tinggal disana dan memilih berbaur di antara hutan belantara yang memiliki banyak binatang buas. Aku tidak habis pikir dengan jalan pikirannya. Aku jadi penasaran kenapa dia memutuskan meninggalkan rumahnya dan memilih hidup di hutan.

“kau yakin? Sudah lama sekali kau tidak pulang ke rumah besar itu Tuan Andre” Balas Seiri seakan menekankan apakah Andre cukup yakin mengambil keputusan yang kurasa cukup besar.

“Aku serius…. dan perintahkan yang lain menjaga gerbang rumahku” Perintah Andre kepada Seiri.

“ohh..Tidak masalah Tuan Cho, tapi kenapa gadis ini kau bawa juga. Ommo jangan jangan kau dan dia…..” Seiri melirikku penuh arti dengan senyumannya yang terlihat imut itu membuatku sedikit gugup karena wajahnya cukup dekat dengan wajahku.

“hilangkan pikiran kotormu itu, semalam kami tidak melakukan apapun dan jangan menggoda gadis ini tingkahmu membuatnya gugup” ujar Andre sembari menarik tanganku dengan Selendang tipis yang ku pakai untuk mengompresnya. Lagi lagi aku tidak sadar dengan semua pergerakan Andre yang cepat ini seperti biasa menarikku tanpa sadar kapan ia mengikatkan selendangnya di lenganku. Aku menghentikan langkah dan menarik tanganku.

“Eyy tidak bisakah sekali kali kau memperlakukanku sedikit lebih baik. Ohh iya yang kemarin kau belum jelaskan kenapa kau sudah berada di atas pohon itu. Pasti kau mengintipku kan iya kan iya kan iya kan…” desakku begitu keras.

“jika iya memang kenapa? Apa aku tidak boleh melihat tubuhmu” aku membuka mataku lebar lebar dan segera menyilangkan tanganku di depan dadaku sembari menatap tajam Makhluk Ghost ini. Sungguh apa saja yang sudah ia lihat. Tidak kusangka Pria tetaplah pria tidak tahu malu. Memangnya mereka tidak pernah puas dengan miliknya sendiri huh.

“Dasar gadis mesum. Aku bukanlah pria yang ada dipikiranmu” Andre menyunggingkan bibirnya memperlihatkan smirknya seperti artis artis yang sering bermain drama pada umumnya. Ia mulai menyudutkanku hingga kakiku membentur pohon.

“Tapi mungkin kau benar. Aku tidak pernah puas dengan milikku sendiri sebelum menikmatinya contohnya gadis cantik sepertimu kurasa gadis sepertimu mampu memuaskanku. Jadi berhati hatilah karena pada bulan purnama nanti aku dapat menyentuhmu dan jangan salahkan diriku jika tiba tiba aku menjadi liar dan kemudian merenggut keperawananmu” Pekiknya saat wajah kami semakin dekat begitu pun tubuhnya. Jantungku tiba tiba saja berdetak keras tanpa kusadari. Sungguh fantastis. Pria ini bisa saja menjadi Aktris terkenal jika saja dia hidup di dunia yang sama denganku. Jika itu terjadi mungkin saja aku akan bertekuk lutut minta tanda tangannya. Huaaa itu mimpi buruk.

“Benarkah?” tanyanya tiba tiba sembari tersenyum dan kemudian menertawakan kejadian barusan dan lebih tepatnya Diriku. Aku mengerucutkan bibirku di hadapannya. Sungguh konyol. Beraninya kau mengerjaiku. Tapi entah kenapa aku jadi khawatir bisa saja dia serius dan sewaktu waktu dia benar benar lepas kendali.

Andre tertawa geli “Aku hanya bercanda. Jangan khawatir. Mana bisa aku menyentuhmu. Jadi tenang saja selama kau berada di sampingku. Lagi pula aku tidak semudah itu” katanya seraya membalikan tubuhnya selepas memblokku ia melanjutkan langkahnya menuju kediamannya yang belum pernah aku lihat. Aku nyaris tidak bisa bernapas lega tadi. Huh andai saja ini di dunia nyata pasti kata katanya menjadi sebuah malapetaka bagiku.

“Oh iya ngomong ngomong kemarin Buah dadamu begitu besar juga.. aku yakin pria yang kelak akan jadi suamimu nanti pasti akan langsung menyerang kedua buah dadamu di malam pertama kalian” Ujarnya seraya memeragakan kata kata Buah dada di sekitar dada kekarnya itu hingga membuat mataku kini nyaris keluar dari bola mataku akibat ucapannya yang tidak sopan itu.

“Hyaaa… Apa Kubilang? Kau pasti melihatku kan. Dasar pria mesum awas saja kau. Bahkan pria yang kelak menjadi suamiku saja belum pernah melihatku mandi. Tapi kau berani mendahuluinya” Pekikku begitu keras sembari menginjak injak rerumputan tidak jelas bahkan di kejauhan aku mampu mendengar suara beratnya yang menertawaiku dengan puas.

“Hyaaa Andree Cho….”

#
@To Be Continued

Bye See Next Moment. Komentar kalian sangat membantu. terima kasih sudah mengunjungi Blog Kami😊

Doakan untuk seluruh author di blog ini yang sedang dalam sikon tidak baik semoga masalah mereka cepat kelar dan menemukan titik terangnya lalu bisa meneruskan ff nya…😃

Good Luck😉

11 tanggapan untuk “Blue Eyes | Chapter 2 |

  1. Yups yups yups.. chapter ini banyak kyuyeon moment, mreka mkin deket ajja 😄
    Penasaran deh kenapa Jiyi gx bleh nyentuh Andre?
    Lanjut authornim..
    Fighting!!! 😊

  2. jdi ingat narnia,pintu yg bsa membawa kedunia lain.tapiii ni ffmu lebih daebak ceritanya,jadi jiyi kecil pernah tersesat dihutan mgkin andrelah yg memberi kristal ditubuhnya.pohon itupun masih ingat.kyaaa q yakn ni jiyi itu dapat menyentuh andre tapi andre lom yakin
    hahaha ya ampun jiyi lucu betul masih bilang seksikah bukannya malu.wkwkwk.ni juga andre ngomongin dada santai belum
    amiin smga author dsini dapat mengatasi masalah mereka dan kembali lgi buat lnj7tin ffnya dan betkarya….dtggu lnjtanya ceritanya krten…

  3. Kakakaka :D.. Bisa bisanya jiyeon bertanya dia sexy atau enggak di saat tegang seperti itu hhahahah… Narsis ya jiyeon ini.. Jiyeon-ah kenapa kamu banyak sekali bicara eoh?? Kalo aku jadi andre aku pasti akan celetukin kamu ‘diamlah’ sedingin mungkin biar kamu diam kekeke.. Thor makin seru ni ceritanya hahahah.. Seru kali ya bisa ngobrol sama pohon dan hewan *mauuu hhehe. Pokoknya kelanjutan ceritanya ditunggu ya. Tetap semangat.. Dan aku setuju dengan note kecil kamu di atas. Tetap tegar dan tersenyum, yakini segalanya akan terselesaikan dengan baik.. See you next chap thorr :*:*

  4. MWOYAA?? kenapa author disini jadi buat ff nc semua?? Ckck.. Aku kan masih kecil tau hhehe *just kidding thor

  5. Kakakaka :D.. Bisa bisanya jiyeon bertanya dia sexy atau enggak di saat tegang seperti itu hhahahah… Narsis ya jiyeon ini.. Jiyeon-ah kenapa kamu banyak sekali bicara eoh?? Kalo aku jadi andre aku pasti akan celetukin kamu ‘diamlah’ sedingin mungkin biar kamu diam kekeke.. Thor makin seru ni ceritanya hahahah.. Seru kali ya bisa ngobrol sama pohon dan hewan *mauuu hhehe. Pokoknya kelanjutan ceritanya ditunggu ya. Tetap semangat.. Dan aku setuju dengan note kecil kamu di atas. Tetap tegar dan tersenyum, yakini segalanya akan terselesaikan dengan baik.. See you next chap thorr :*

  6. kyaa andre parah bnget >< hhaha dia pingsan lagi xD andre bilang jiyeon mirip seseorang, emangnya siapa thor? Hhihi kasian jiyeon selalu ditarik kesana kesini sma andre 😀 ditunggu next partnya ya thor ^,^

  7. Annyeong Thor aq readers baru , ninggalin jejak dulu …. Next Thor penasaran nie … Semangat ya thor bikin ff nya…

  8. Jadi…itu nc nya?-___-
    eyy anda benar sudah dewasa haha..dalam arti sebenernya

    Lanjut thor part 3..masih bingung kenapa jiyeon bisa masuk kesana, juga bingung siapa yg dibilang andte mirip sama jiyeon..cinta pertama andre kah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s