Adventure · chapter · fanfiction · Fantasy · frienship · humor · romance

Blue Eyes | Chapter 1 |


 

By MysteryofPharmacy
By MysteryofPharmacy

 

Main tittle : Blue Eyes

Author : Kim il sung

Main Cast : -Park Ji yeon

-Andre Cho As Cho Kyuhyun

-Alfreda As Go Ahra

-Hana Shizuka As I’m Yoona

-Song Seiri As Yang Yoseob

-Kim Nana As Kim Tae Hee

-Marcus Cho As Cho Kyuhyun

Length : Chapter

Genre : Mystery, Fantasy, Romance, Funny, adventure.

Rating : Pg 17⁺

Note : Chukkhae buat Kyuhyun yang udah mengeluarkan the first mini album miliknya. Itu lagu sumpah dapet feelnya apalagi di musim hujan kayak gini. FF ini di persembahkan bagi pecinta Kyuhyun Jiyeon Shipper. Bagi yang tidak suka pasangan couple ini maaf karena Author sukanya cuman sama pasangan ini hehe. Mohon jangan di bash okay dan tolong tinggalkan jejaknya karena komentar kalian sangat membantu memberikan motivasi. Terima kasih

HAPPY READING !!!

TERSESAT

(Park Jiyeon Pov)

Suara itu memanggil namaku. Entah sudah keberapa kali suara khas berat itu seakan begitu mengkhawatirkan aku. Gelap. Hanya itu yang terlihat di pandanganku. Di tempat ini aku berdiri. Hanya kegelapan saja yang aku lihat. Tak ada seorang pun disini. Hanya aku. Tanpa kusadari air mataku mulai berlinang dan jatuh membasahi pipiku. Bibirku mulai bergetar. Aku mengubah posisiku dan terduduk sembari memendamkan wajahku di atas lutut kakiku sambil berharap ada yang datang dan membawaku keluar dari sini. Aku takut. Hanya itu yang aku rasakan saat ini. Adakah seseorang yang sudi menemaniku?? Pikirku dalam keputus asaan.

“Kemarilah maka kau akan menemukan jawabannya” Ucap sebuah suara asing yang terdengar di telingaku. Aku mulai mengangkat wajahku. Sebuah sinar terang terlihat bersinar dari kejauhan. Entah mengapa kakiku bergerak dengan sendirinya seolah olah sinar itu menarikku untuk berjalan ke arah sana. Lama aku melangkahkan kakiku sinar itu mulai meredup. Suara yang tadi aku dengar bahkan tidak terdengar lagi. Aku terdiam. Rasa takut yang tadi menyelimuti hatiku mulai kembali datang lagi.

“Tunggu” pekikku sambil berlari mengejar sinar yang kini mulai pudar. Air mataku jatuh lagi. Aku tidak ingin sendiri. Kumuhon jangan tinggalkan aku seorang diri di tempat yang tidak aku ketahui.

Bruukkkk… aku terjatuh. Tubuhku terasa ringan. Entah mengapa aku hanya dapat merelakan nasibku yang tidak menentu ini. Mataku mulai ku pejamkan perlahan.

Byurrrr… aku merasa sekujur tubuhku basah seperti terjatuh kedalam air. Aku membuka mataku dan mendapati diriku sedang berada di dalam lautan. Tubuhku tak dapat digerakkan seakan mati. Aku tenggelam dan tersenyum kecut. Apa ini akhir hidupku yang pahit. Sendirian seorang diri dan kini aku harus mati di dalam air laut tanpa ada seorang pun yang dapat menolongku. Suara apa salahku sehingga kau menggiringku kemari? Apa aku telah berbuat kesalahan kepadamu sehingga kau menghukumku seperti ini? Aku kembali tersenyum sembari memejamkan mataku dan menunggu waktuku yang sudah dekat.

“Kuharap kau tidak seperti itu” batinku. Tubuhku seperti tertarik. Aku mulai membuka mataku dan mendapati seorang pria dengan wajah setengah bertopeng kini sedang disampingku. Mata kami saling bertemu. Aku melihat matanya yang menatapku dengan tajam. Aku tertegun memandangi pakaian panjangnya berwarna hitam seperti meyerupai sebuah jubah. Mataku membulat. Aku sedikit terkejut. Bagaimana tidak? Tubuhku tiba tiba saja tertarik. Ku pandangi sekujur tubuhku. Sungguh sial. Pantas saja aku tidak dapat bergerak. Rupanya pria di depanku mengikatku hanya untuk menyelamatkanku. Tapi sejak kapan ia melakukan hal ini padaku? Aku bingung dan diam. Tidak ada kata lagi yang tersisa selain pasrah dan menunggu diriku sampai ke atas daratan.

#

“Hyaaa……” teriakku begitu ia selesai menarikku ke atas daratan. Aku benci. Tidakkah ia sadar perbuatannya tadi sudah membuatku kesakitan. Sungguh tega caranya menolongku. Apa sih yang ada di pikirannya. Keluhku dalam hati sembari memandangi pria di hadapanku kini.

“Kau….” Pria berpostur tinggi itu mendekatiku dan memberiku ujung tali yang sejak tadi di pegangnya untuk menarik tubuhku. “Sampai disini pergilah jauh jauh dari sisiku” ujarnya sembari melepas ujung tali yang sempat ia mainkan di depan mataku. Sungguh kejam. Sepertinya ia menyuruhku untuk membuka ikatan tali ini seorang diri. Apa maksudnya coba? Bukankah dia yang mengikatku. Tidak bertanggung jawab. Harusnya kau yang melepas tali ini. Kesalku sembari meronta ronta tak terima.

“Apa kau tidak waras. Lepaskan aku dasar bodoh. Dimana hatimu. Aku sedang dalam kesulitan setidaknya bantulah aku” Kataku kesal. Namun ia malah pergi menuju sebatang pohon besar dan duduk diatasnya sambil memandangiku dari kejauhan seolah olah ia ingin tahu bagaimana caranya aku dapat melepas tali yang mengikat tubuhku. Aku mulai menghela napas. Seperti inilah sifat Andre Cho makhluk yang berasal dari dunia Blue World tempat dimana aku berada kini. Aku tidak tahu pasti kenapa tiba tiba aku terjebak disini di dunianya dan terpaksa mengenalnya sebagai Ghost atau sebutan untuk makhluk di dunia ini. Yah memang sulit bila sudah bersamanya. Jika kalian tahu aku sudah genap satu minggu berada di tempat aneh ini. Tepatnya dunia aneh ini.

Semua ini berawal saat aku pergi berlibur ke London tempat dimana Nenekku tinggal. Setahun sekali saat liburan musim panas aku dan keluargaku rutin mengunjungi Nenekku. Saat itu aku sedang menghabiskan waktuku seharian di perpustakaan besar peninggalan mendiang kakekku. Aku dulu memang hobby membaca buku apalagi kakekku. Mungkin kebiasaan kakekku inilah yang akhirnya menurun padaku. Saat asik asiknya menikmati buku yang aku baca tiba tiba terdengar suara aneh yang muncul dari balik pintu besar berwarna putih dengan dua buah lukisan kuno yang di letakkan di sisi kanan dan kiri pintu tersebut. Dilihat dari bentuknya pintu tersebut sepertinya sudah berusia ratusan tahun terlihat dari ukiran ukiran kuno kerajaan belanda yang memenuhi pintu besar tersebut. Namun ajaibnya pintu tersebut masih sangat kokoh dan tidak termakan oleh usia seperti baru di ciptakan.

Awalnya aku mengurungkan niat untuk membuka pintu besar di hadapanku. Namun berkali kali aku kembali mendengar suara suara aneh yang muncul dari balik pintu tersebut. Ada rasa penasaran dalam hatiku namun aku juga takut. Namun anehnya bagaikan dihipnotis oleh kedua lukisan yang ada di samping pintu itu. Tiba tiba saja tanganku memutar kenop pintu yang tidak sedikitpun berkarat itu. Seperti magic tubuhku terseret arus angin dan ketika aku tersadar, disinilah aku sekarang terjebak di dunia aneh ini dan naasnya bertemu dengan pria yang tidak kuketahui asal usulnya sampai sekarang.

“Ayolah lamban sekali kau. Melepaskan tali itu saja kau tidak mampu bagaimana bila kau tertangkap oleh pasukan dari kerajaan sapphire blue?” ejeknya sambil memahat sebatang kayu kecil dengan sebilah pisau yang selalu ia bawa sebagai senjata rahasianya.

Sapphire blue. Yang ku ketahui adalah sebuah kerajaaan tertinggi yang memegang penuh kekuasaan di dunia aneh ini. Tidak ada yang tahu pasti siapa raja dari Sapphire Blue namun Andre hanya memberitahuku bahwa kini kerajaan besar itu sedang berada dalam perintah seorang Prince yang tak lain adalah putra dari raja Sapphire Blue tersebut. Selama aku terpaksa berada di samping makhluk Ghost Misterius ini aku banyak mendengar desas desus bahwa Prince Blue begitu tampan. Yah itulah sebutanku untuk Prince Dunia ini. Prince Blue.

Banyak hal yang membuatku bertanya tanya terutama Blue World ini. Aku heran kenapa disini serba dengan Blue. Bahkan dunianya saja namanya Blue. Terlebih lagi dengan Prince misterius itu. Banyak issue tersebar jika tidak sedikit dari para wanita dari negeri selain Blue World rela tertangkap oleh pasukan Sapphire Blue hanya untuk menemui Prince Blue yang sangat terkenal. Ada juga cerita yang mengatakan bahwa Prince Blue hanya dapat di sentuh oleh wanita yang memiliki Chrystal Blue dalam dirinya. Belum semua aku pahami namun muncul lagi pertanyaan akan apa itu yang di maksud Christal Blue? Sesungguhnya aku tidak mengerti namun aku tidak terlalu peduli akan Prince Blue meskipun aku ingin sekali melihat seperti apa dia. Mungkin saja dia memakai topeng seperti yang dipakai Andre makhluk Ghost yang berjiwa dingin ini namun ku akui ia sedikit Cool. Yah Hanya sedikit, dan yang ku ketahui ciri khas dari makhluk disini yaitu memakai setengah Topeng sebagai tanda jika mereka merupakan bangsa keturunan dari Blue World hanya saja mungkin modifikasinya lebih keren lagi mengingat dia keturunan bangsawan. Haha.

“Berhenti berpikir yang aneh aneh dan segera lepaskan tali itu. Memang sesulit itukah kau melepasnya sampai sampai kau harus membawa nama pria aneh itu dalam pikiranmu” perintah Andre Cho pria yang lebih misterius ketimbang Prince Blue. Aku lupa jika makhluk disini mampu membaca pikiran orang lain. Oh iya itu hanya merupakan salah satu ke istimewaan makhluk dunia ini mampu membaca pikiran makhluk yang bukan berasal dari dunia sini. Namun anehnya selama aku tinggal disini hanya dia saja yang mampu membaca isi hatiku. Pernah sekali aku bertemu dengan teman temannya dan tidak di sangka sangka jika mereka tidak mampu membaca apa yang ada dipikiranku. Tidak satupun diantara mereka yang mampu kecuali makhluk Ghost unik yang satu ini.

“Hei manusia lamban. Jika kau tidak berhenti menyia nyiakan waktuku maka aku akan meninggalkanmu disini secepatnya. Apa sulitnya hanya melepaskan diri dari benda itu?” Ujarnya lagi.

Aku menatapnya tajam “Kenapa kau tidak tanyakan saja kepada tanganmu yang terlalu keras mengikatku” Kataku geram. Tapi sepertinya kata kataku tidak sama sekali menyindirnya dan justru membuatnya semakin asik dengan kegiatannya saat ini. Aku mulai lelah. Semakin keras aku berusaha melepaskan tali ini maka semakin kedua lenganku terluka oleh simpul tali yang tebal ini.

“Hei, Andre~ssi. Bisakah kau katakan padaku kenapa aku tidak boleh menyentuhmu?” tanyaku penasaran. Tentu saja pria di depanku tiba tiba menghentikan aktivitasnya dan termenung akan pertanyaanku. Selama aku disisinya aku diperbolehkan untuk bertanya apa saja yang ingin aku tanya namun bila aku bertanya tentangnya ia pasti hanya diam dan tidak menjawab kata kataku seakan akan ia takut dengan jawaban yang terlontar dari mulutnya. Bahkan aku tanya umurnya saja ia selalu menghiraukanku dan tidak pernah menjawabnya. Memang apa sulitnya sih hanya menjawab pertanyaan yang satu itu. Apa umurmu sudah sangat tua? Yah itu pikiran bodohku. Tidak mungkin umurnya tua. Namanya saja Ghost apa mungkin makhluk dari dunia disini sudah mati?

“Lepaskan ikatan tali itu saja secepatnya. Jika kau tidak ingin aku tinggal pergi. Atau kau ingin dimakan oleh pemangsa manusia yang beberapa waktu lampau hampir membunuhmu” Ujarnya seraya melemparkan kayu yang diukirnya hingga menjadi lancip dan mungkin saja mampu menusuk jantungku dengan mudah jika aku lengah ia mungkin mampu membunuhku tanpa kusadari. Aku pun hanya menuruti ucapannya yang terdengar sedikit sebal entah karena ucapanku atau pertanyaanku yang membuatnya begini.

#

Sepanjang perjalanan Andre Cho hanya diam semenjak aku menanyakan hal itu. Mungkin sudah hampir keseribu kali pertanyaan tentangnya terlontar dari mulutku ini yang tidak mampu ia jawab satupun. Aku menghela napas lagi. Aku sudah kehabisan kata kata untuk bertanya apalagi untuk mengetahui cara agar aku bisa tahu tentang dunia ini dan bisa kembali ke tempatku berasal. Jika saja ia tahu aku rindu Appa dan eomma serta Grandmother. Aku bahkan rindu masakan paman Jae yang enak.

Aku menatap langit langit yang berubah warna menjadi Violet. Sungguh indah. Aku jadi teringat kembali. Seperti masa lalu. Dulu aku juga pernah seperti ini tiba tiba berada di sebuah tempat yang tidak kukenal dan aku hanya bisa menangis di dalam dekapan kakiku. Aku menutup mataku merasakan semilir angin yang berhembus menembus tubuhku membiarkan semua kenangan lama terputar kembali.

“Hiks.. Appa.. Eomma.. Aku takut”

Aku menangis sembari memeluk kedua kakiku. Malam mulai tiba. Udara semakin dingin. Sebentar lagi disini akan memasuki musim dingin. Aku kedinginan. Air mataku bahkan terasa membeku akibat udara dingin ini.

“Gwenchanayo?” ujar sebuah suara yang terasa asing di telingaku. Aku mengerjapkan mataku perlahan lahan dan mulai memandangi anak laki laki yang terlihat 2 Tahun lebih tua dariku.

“tenanglah gadis manis kau tidak perlu menangis, aku akan mengantarkanmu ke rumahmu” ujarnya sembari mengulurkan tangan kanannya di dahdapanku. Aku tertegun dan terdiam bingung. Namun ia tersenyum dan mendekatiku lalu melepaskan sweater hangatnya kemudian mengeratkannya di sekitar tubuhku.

“Apa kau sudah merasa hangat?” tanyanya. Aku pun mengangguk pelan sehingga membuatnya tersenyum.

“Syukurlah” ucapnya lega. Aku memiringkan kepalaku sembari menatapnya bingung.

“Ahaha. Apa aku terlihat aneh bagimu?” aku menggerakkan kepalaku kekanan dan kekiri sambil berkata “Kau sangat tampan” Ucapku dengan polos. Ia tertawa kecil melihat tingkahku yang ke kanak kanakan.

“Naiklah ke atas punggungku” pintanya sambil berjongkok membelakangiku dan memerintahku untuk naik ke atas punggungnya.

“Tapi aku sangat berat”

“Benarkah? Baiklah jika kau berat maka aku akan jatuh. Tapi jika tidak itu artinya kau harus siap aku bawa sampai ke rumah” katanya dengan yakin. Aku pun tanpa ragu naik keatas punggungnya segera dan dengan sigap ia langsung berdiri lalu berjalan sambil membawaku.

“siapa namamu?”

“Park Jiyeon umur 5 tahun”

“Nah Jiyeon sampai disini pertemuan kita. Lain kali jangan sampai kau tersesat lagi di dalam hutan itu yah” katanya sembari menurunkanku sampai di depan rumahku. Aku menatapnya lalu menarik pakaiannya dengan erat.

“Tapi bagaimana jika aku tersesat lagi” Pria itu mengelus rambutku lalu mendekatiku dan memberikan sebuah benda bersinar ke arahku. Namun anehnya benda itu seperti masuk ke dalam tubuhku dan tanpa kusadari anak kecil itu kemudian menghilang entah kemana.

Aku membuka mataku begitu aku ingat kejadian aneh tersebut. Aku bahkan belum sempat menanyakan siapa namanya. Jika aku tahu ia akan menghilang saat itu seharusnya aku tidak melepas tanganku yang menggenggam pakaiannya.

“Jadi seperti apa Pria itu”

“Kyaaa…..” Aku terkejut saat mendapati wajah Andre kini semakin dekat dengan wajahku. Namun dengan sigap ia menutup mulutku dengan sebuah selendang tipis.

“Sebaiknya kita harus cepat sebelum malam mulai tiba” Katanya seraya menarik tanganku dengan selendang tipis yang sudah berpindah melingkari pergelangan tanganku.

“Hyaaa…. Kenapa kau memperlakukan aku seperti ini. Baboya…”

@To Be Continue

6 tanggapan untuk “Blue Eyes | Chapter 1 |

  1. Berarti Yeoja istimewa itu Jiyeon dong…
    kenapa Andre gx mau nyentuh Jiyi?
    Seru ff na..

  2. ceritanya seru menegangkan.diawal2 membingungkan.pas dtengah baru ngerti
    knpa jiyeon gak boleh nyentuh andre jangan3 ntar kthuan klau andre itu prince blue.

  3. kyaa seru thor >< apalagi ini genrenya fantasy 😀 msih penasaran kenapa andrea cho itu ga bisa pegang jiyeon? Dan siapa yg nolongin jiyeon waktu kecil?

  4. Wow ff kyuyeon genre fantasy nih..
    Tp aku masih bingung.. masih banyak yg blm terungkap
    Next lagi yaa

  5. Kyaaaa!! Akhirnya publist ff juga ini blog ini.. Aku sudah menunggu terlalu lamaa… Siapa itu ‘paman jae??’ lohh pertanyaan yg ga nyambung :o:o.. ..jiyeon kasian bangetttt.. Trus jiyeon di hutan itu tinggal dimana????? Jaeball jangan siksa urri jiyeon thorr.. At all that so perfect.. Good job thor 😎

  6. Fantasynya berasa banget thor, ada banyak pertanyaan yg belom kejawab di part awal ini..kayak kenapa andre cho ngga boleh disentuh? Kenapa dia ngga jawab pertanyaan tentang dirinya? Juga kenapa harus tbc disaat aku menikmati ceritanya?
    Hah itu sungguh misteri..aku tunggu jawabannya di chap 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s