fanfiction · Ficlet · Hurt · Love · ONESHOT · romance · sad

Just The Two of Us


just the two of us
Title :Just The Two Of Us {Kyuyeon Story}
Length : Ficlet
Rating : PG-13
Main cast : -Park Jiyeon
-Cho Kyuhyun

Genre : Sad. Entahlah?


#
Ia berdiri di seberang Jalan Gangnam daero. Wajahnya terlihat begitu sedih. Setetes air mata mengalir dari sudut mata Hazelnya. Dari bawah Payung hitamnya ia hanya bisa menangis dan menangis. Kejadian itu berlalu cepat namun menyisakan duka yang begitu dalam bagi yeoja yang kini masih enggan pergi dari sana. Padahal hujan terus turun dengan derasnya. Tapi tetap saja tidak ada yang mampu membuatnya untuk meninggalkan tempat ini. Beginilah aktivitas yeoja itu. Hampir setiap hari ia datang ke jalan ini memakai dress dan payung berwarna hitam. Ia pun juga sering membawa setangkai bunga mawar untuk diletakkan dipinggir jalan tersebut. Setidaknya dalam satu hari ia akan menghabiskan waktunya berdiri seharian sekurang kurangnya tiga jam. Tidak jarang banyak orang yang sering melihat yeoja ini menangis jadi bagi sebagian orang orang yang berlalu lalang disana pun tidak merasa aneh dengan aktivitas yeoja tersebut dan justru menarik simpati sebagian masyarakat yang ikut prihatin dengan nasib yeoja tersebut.

“Agashii~, sudahlah hujan ini semakin deras nanti kau bisa sakit” bujuk ahjussi pemilik sebuah cafe terletak tepat di belakang Jiyeon.
“Bagaimana kalau kau ikut bersamaku ke dalam cafe, akan aku berikan secangkir coffe yang enak. Kau tahu anakku sangat pandai membuat minuman tersebut. Kumohon. Setidaknya kau beristirahatlah sebentar hingga hujan berhenti” kata ahjussi tersebut sembari memapah tubuh kurus Park Jiyeon yeoja pelanggan setia Song ahjussi, gadis itu pun hanya menuruti kata kata ahjussi tanpa banyak protes. Sesampainya mereka di cafe, Jiyeon hanya diam, termenung menatap ke dinding bercat halus di depannya. Ahjussi song mempersilahkannya untuk duduk ditempat biasa ia memesan secangkir coffe.

“Joong Ki~ahh buatkan satu cangkir coffe hangat special untuk agashii ini” perintahnya kepada anaknya, tidak perlu menunggu lama secangkir Coffe langsung tiba di atas meja Jiyeon.

“Silahkan dinikmati” kata Joong Ki dengan seulas senyuman manisnya. “Mari biarkan dia menikmatinya sendiri” kata Song ahjussi seraya mendorong tubuh anaknya menuju kasir.

Jiyeon hanya diam memandangi secangkir Coffe tersebut. Sudah hampir 2 jam ia diam. Dari kejauhan Joong Ki dan ayahnya hanya dapat memandangi Yeoja tersebut penuh keprihatinan.

“Sentuhlah sebelum dingin. Teguklah setidaknya kau harus menghargaiku” batin Joong Ki.

Tangan Lembut Jiyeon mulai bergerak memegang cangkir itu. Di kejauhan Joong Ki menjadi tegang melihat adegan didepan matanya begitupun Song ahjussi yang ikut mengintip Jiyeon dari Kejauhan.

Jiyeon kembali berurai air mata. Hatinya begitu pilu. Sebuah kenangan manis membuatnya kembali teringat masa lalu bersama dengan namja yang ia sayangi. Cho Kyuhyun.
“Happy Birthday Cho Kyuhyun. Hari ini aku datang ke tempat terakhir kali kita bertemu. Bisakah kau menemaniku minum secangkir Coffe seperti terakhir kali kita bertemu” tanya Jiyeon dengan suara paraunya. Jiyeon pun hanya tersenyum pedih. “Kurasa tidak” jawabnya sendiri. Jiyeon pun tidak jadi meminum Coffe tersebut dan kembali meletakan cangkir itu diatas piring kecil. Ia memejamkan matanya mengingat saat ia singgah ditempat ini bersama Kyuhyun dan menikmati secangkir Coffe untuk pertama kalinya. Sebuah kenangan manis yang berujung pahit seperti Coffe ini namun Tidak sepahit perpisahan ini.

“Jiyeon~ssi, Jeongmal Mianhe. Kupikir mungkin hubungan kita cukup sampai disini” ujar Kyuhyun dengan wajahnya yang menyiratkan sebuah ketidakseriusan. Ia memang tidak ingin mengatakan kata perpisahan. Tapi ini harus dilakukannya. Hanya demi kebahagiaan Jiyeon.

“Waeyo Oppa? Apa aku sudah melakukan kesalahan padamu. Kenapa kau mengatakan kata itu. Apa aku bukan yeoja yang baik untukmu. Aku tidak mau Oppa” kata Jiyeon. Kyuhyun mendekati tangan lembut Jiyeon dan menggenggamnya erat sambil tersenyum.

“Kau sangat baik Jiyeon~ssi. Kau bahkan terlalu baik untukku. Aku ragu bahwa aku bisa membalas kebaikanmu. Jika saja aku bisa. Aku tidak akan mau memutuskan hal ini” ujar Kyuhyun yang mulai meneteskan sebuah cairan bening dari sudut mata sipitnya. Jiyeon membuka matanya. Ia tidak sanggup lagi mengingat kenangan itu. Tangannya kini bergerak kembali mengambil cangkir Coffe tersebut.
Ia meminum seteguk Coffe tersebut. Pahit. Memang itulah rasanya. Tapi secangkir Coffe ini menyimpan kenangan bersama Kyuhyun. Jiyeon sadar ia tidak mungkin hidup terus dengan cara seperti ini. Cepat atau lambat Kyuhyun akan menjadi masa lalu. Ia menyeruput Coffe itu lagi. Tapi ia tetap tidak bisa melupakan Kyuhyun. Meskipun Jiyeon mabuk. Akankah Kyuhyun jatuh kepelukkannya lagi. Jiyeon berharap Kyuhyun dapat kembali dan menghabiskan waktu sepanjang malam untuk meminum Coffe.

“Maukah kau datang hanya untuk hari ini. Jangan Khawatir. Aku tidak akan menahanmu” ucap Jiyeon kepada pantulan dirinya didalam secangkir Coffe hitam tersebut. Ia minum secangkir lagi. Tetap Kyuhyun tidak kembali. Ia meminum secangkir lagi. Sepertinya ia juga tidak bisa memeluk Kyuhyun. Ia minum secangkir lagi. Kini ia tidak bisa mengingat kenangan itu. Jiyeon mulai sesegukan didalam keramaian rintik Hujan. Ia tidak bisa lagi menahan air mata yang sudah mengembang dipelupuk matanya.

“Andwe Oppa. Aku tidak mau berpisah denganmu. Kumohon jangan paksa aku lagi” pinta Jiyeon.

“Mengertilah Jiyeon~ssi, jangan keras kepala. Jangan sakiti dirimu sendiri. Kumohon”

“Aniyo. Jika kau terus mendesakku. Lebih baik aku mati saja” pekik Jiyeon sembari berlari keluar meninggalkan Kyuhyun sendiri. Kyuhyun hanya bisa menangis dan tidak bisa berkata apa apa lagi. Hatinya juga sama sama terluka tapi Jiyeon mungkin lebih tersakiti.

“Mianhe. Saranghae” kata Kyuhyun dengan suara beratnya.
Tiga jam berlalu namun Kyuhyun enggan pergi dari tempatnya. Sudah lama semenjak kepergian Jiyeon namun ia tetap saja tidak bisa melupakan Jiyeon. Padahal baru tadi ia memutuskan Jiyeon tapi baru tiga jam saja ia sudah tidak sanggup. Padahal suatu hari ia akan meninggalkan dunia ini. Jika seperti ini bagaimana mungkin ia bisa hidup tenang.

Dddrrrtt..ddrrrtt…, getaran dari sebuah benda persegi panjang membuyarkan lamunannya. Sepertinya ada panggilan masuk. Kyuhyun segera mengangkat panggilan tersebut.

“Yoboseyo” jawabnya.

“Kyuhyun~ssi, ini aku seoyeon. Tolong Jiyeon Kyuhyun~ssi dia berlaku aneh. Dia bilang dia ingin mati. Cepatlah cari dia. Aku dan teman temanku sejak tiga jam yang lalu sudah mencarinya tapi ia tetap tidak ditemukan” Kyuhyun terkejut. Ia buru buru keluar dari Cafe dan masuk ke dalam mobilnya. Wajahnya terlihat panik. Matanya terus mencari ke kanan dan kekiri. Semakin ia panik semakin keras kecepatan Mobil yang ia kendarai. Diotaknya kini hanya ada Jiyeon dan Jiyeon. Ia tidak mau Jiyeon kenapa kenapa. Satu jam pun telah berlalu ia sudah mengelilingi seoul demi mencaro Jiyeon namun tetap saja tidak diketemukan. Ia menginjak pedal rem dan baru tersadar akan tempat yang belum pernah ia kunjungi. Tidak lama setelah itu ia melihat Jiyeon dari kejauhan. Ia pun berlari keluar dan menghampiri Jiyeon.

“Park Jiyeon” panggil Kyuhyun kepada yeoja yang sedang berdiri dibawah pohon. Ia hanya diam dan tidak mejawab Kyuhyun.
Jiyeon pun berlari ketengah jalan ia berniat untuk menabrakkan dirinya namun Kyuhyun buru buru mencegahnya.

“Hentikan Park Jiyeon. Jadi beginikah caramu menghargai hidupmu? Aku bahkan susah payah berusaha untuk hidup lebih lama tapi kau justru ingin menyia-nyiakan hidupmu. Apa kau sadar jika itu kau lakukan bukan hanya kau yang terluka tetapi aku juga terluka” bentak Kyuhyun dengan nada tingginya. Jiyeon pun hanya diam sambil menatap tajam kearah Kyuhyun.

“A-aku” Kyuhyun memang ceroboh bagaimana bisa ia membocorkan rahasia sepenting ini didepan orang yang sangat ia cintai. Jiyeon pun menyentuh wajah pucat Kyuhyun. Ia kemudian memeluknya dengan erat. “Kenapa kau tidak mengatakan kepadaku? Kau membuatku sakit Kyu tapi aku lebih membuatmu sakit dengan semua ini. Maafkan aku. Aku sungguh tidak berguna. Bagaimana aku tidak mengetahui bahwa kau sedang kritis hiks..hiks” Kyuhyun membalas pelukan Jiyeon dan semakin memeluknya erat.

“Aku tidak mau membuatmu khawatir” ujarnya Kyuhyun melepas pelukannya dan mengecup bibir mungil Jiyeon.

“Sekarang pulanglah. Maafkan aku. Aku tidak bisa mengantarmu” Kyuhyun menghentikan sebuah taksi dan menyuruh Jiyeon masuk. Ia menangis semakin keras. “Apakah ini pertemuan terakhir?” Tanya Jiyeon Kyuhyun hanya diam tidak menjawab. “Diam berarti tidak akan bertemu lagi?” Kyuhyun membelai rambut Jiyeon. “Semoga takdir berkata lain” ujar Kyuhyun sembari masuk kedalam mobilnya yang tidak jauh ia parkir diseberang jalan sana.
Dari kejauhan ia melihat Jiyeon hanya diam berdiri mematung dipinggir jalan. Ia masih menangis keras sambil menutup kedua wajahnya. Kyuhyun yang melihatnya hanya bisa menahan semua sikap egoisnya. Ia pun mulai menginjak gas dan pergi meninggalkan Jiyeon. Namun tiba tiba penyakit jatungnya kumat. Ia merintih kesakitan menahan rasa sakit didadanya. Tangannya bergerak dengan gemetar meraih sebuah botol plastik berwarna putih yang ia letakkan disamping Jok mobilnya namun botol tersebut terjatuh kebawah dan membuat seluruh ibat didalamnya berserakan kemana mana. Kyuhyun kehilangan kendali. Rasa sakit semakin menusuk jantungnya. Dan Braakkkk……, mobil Kyuhyun menabrak mobil lain dan membuat mobilnya terbanting ke jalan sebaliknya. Jiyeon yang mendengar sebuah benturan keras pun menjadi terkejut. Ia melihat ke arah kerumunan yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.

“Andwe…, Oppa….” Jiyeon berlari dengan keras menuju tempat kecelakaan itu. Ia menerobos kerumunan orang orang dan menghampiri mobil Kyuhyun. Ia berlari keseberang dan mencari sebuah batu besar.

“Oppa bertahanlah aku aka mengeluarkanmu dari sana” ujar Jiyeon sembari memukul jendela mobil Kyuhyun.

Praangggg……, kaca mobil itu pun pecah. Ia pun berusaha masuk kedalam namun ia salah langkah pecahan mobil tadi menggores kulit halusnya tapi Jiyeon menahan rasa sakit itu hanya demi Kyuhyun.
“Oppa…, bertahanlah jangan tinggalkan aku. Kau tidak boleh mati dengan cara seperti ini. Kumohon hiks…” kata Jiyeon sambil memeluk tubuh kekar Kyuhyun yang berlumuran darah. Kyuhyun tersenyum dan membelai wajah cantik Jiyeon. “Jika aku bisa memutar waktu. Aku berharap bisa hidup lebih lama agar bisa berdua denganmu Jiyeon~ah. Tapi aku tidak bisa memutar balikan fakta yang kini telah terjadi. Selama aku hidup hanya kau lah yang selalu membuatku mampu bertahan. Aku bahagia bisa mengenalmu dan menjadi namjachingumu. Mianhe jeongmal mianhe, Sa…Sarang….Hae Pa..Park Ji…Yeon”

Jiyeon semakin menangis keras. Ia tidak peduli dengan semua orang yang kini melihatnya. Orang orang tidak akan bisa mengerti rasa sakitnya kehilangan kekasih yang dicintainya didepan matanya sendiri. Kini cangkir Coffe itu hanya tinggal menyisakan setengah dari isinya tapi rasanya semakin bertambah pahit jika ia mengingat kecelakaan yang menewaskan Kyuhyun kala itu.

Joong ki yang merasa simpati pun mendekati Jiyeon sambil membawa nampannya. “Agasshi jika kau tidak suka Coffe itu lebih baik tidak usah diminum akan kubuatkan yang lain Khusus untukmu bagaimana?” Tawarnya kepada Jiyeon.

“Gwenchana izinkan aku meminum secangkir Coffe sepanjang malam ini bersama Kyuhyun untuk yang terakhir kalinya” Pinta Jiyeon. Joong Ki pun hanya mengangguk dan menuruti permintaan pelanggannya. Ia pun meninggalkan Jiyeon dan memberikan kesempatan kepada yeoja itu untuk sendirian.
“Kyuhyun Oppa, mari kita nikmati secangkir Coffe ini untuk terakhir kalinya” katanya dengan seulas senyuman yang terkembang dari sudut bibirnya.

“Nde.., chagiya mari kita nikmati bersama” ujar bayangan halus Kyuhyun yang berada didepan Jiyeon.

-END-

Sorry gaje. FF ini dibuat berdasarkan lagu Davichi dan MV nya. Walaupun ga mirip mirip banget ya karena yang Di MV dia minum Soju bukan Coffe. Tapi author ngikutin arti lagu aja alhasil ancur seancur letusan gunung merapi. Makasih banyak buat Author Han Rae In yang mau meluangkan waktunya buat bikin Poster dan publishin FF Author haha. Doakan Author Han Rae In agar cepat Come Back dan berikan Dukungannya semoga dia selalu semangat dan senang di tempat kerjanya. Ditunggu Kelanjutan Losing My Mind dan juga Unpredictable lainnya:P

10 tanggapan untuk “Just The Two of Us

  1. Hiks hiks hiks huaaaaaaaaaaa T_T
    Sad ending
    Merinding pas ending nya saat jiyeon menikmati coffee dengan bayangan halus kyu
    Daebakkkk bagus banged thorrr

  2. Huwah sad bgt 😥
    Tapi ff nya bagus 🙂
    Kalau aku ada diposisi jiyeon, pasti aku juga depresi bgt kaya gitu :3
    Bikin ff kyuyeon lagi ya chingu 🙂 kkk~ 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s